MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Memberantas Ulat Bulu


__ADS_3

Ica turun dari lift menggunakan gaun berwarna hitam dan jilbab senada, gaun rancangan salah satu desainer terkenal dari Indonesia, yang sengaja dipesan oleh Allard dan ternyata dugaannya tepat, gaun itu sangat cocok dipakai oleh istrinya, ica terlihat sangat anggun dan elegant memakai gaun itu.



Allard yang mulai mengetahui jika istrinya itu tidak terlalu menyukai hal-hal yang begitu glamour, tetapi Ica malah menyukai sesuatu yang simple tetapi elegant, sehingga dia memilih warna hitam untuk istrinya itu.


Allard bahkan tak mengalihkan pandangannya saat Ica yang dibantu oleh mila keluar dari walk in closed, Ica menolak jika Allard yang membantunya berpakaian. Ica pun sebenarnya enggan mendatangi pesta ini, tetapi Allard terus saja memaksa mencium bibirnya terus menerus jika dia menolak, dengan wajah yang sedikit ditekuk Ica menghampiri Allard yang ingin menggendongnya tetapi Ica menolak dengan alasan malu.


Alhasil sekarang dia menuruni anak tangga di depan pintu utama mansion, dengan sedikit meringis, meskipun Allard sudah meraih pinggangnya dan menggenggam tangannya. Tetapi Ica masih terlihat kepayahan saat ini.


Semua atensi tamu yang hadir itu berpindah pada sepasang manusia yang terlihat menuruni anak tangga dengan langkah pelan itu. Allard sebenarnya merasa kasihan melihat istrinya, beberapa kali Ica masih terlihat mengernyitkan kening dan memejamkan matanya, karena sebetulnya dia masih belum diperbolehkan terlalu banyak berjalan-jalan, supaya lukanya cepat sembuh. Tangan kirinya pun masih membutuhkan perawatan ekstra.


Musik pengiring seketika menjadi senyap saat Allard meraih mikrofon dan menuntun Ica menaiki mini panggung. Setelah menyapa para tamu yang datang dan sedikit berbasa basi akhirnya Allard mengumumkan tentang status wanita yang kini dia peluk pinggangnya dengan posesif itu.


"ladies and gantleman, perkenalkan Zantica Rahma Hadiningrat, she is my wife"


Semua tamu undangan yang ada di sana terkejut saat mendengar apa yang dikatakan oleh Allard, tetapi tidak dengan keempat sahabat Allard yang memang sudah mengetahui rencana Allard ini, dan mereka sangat mendukung keputusan Allard.


Semua tamu undangan laki-laki terlihat terpukau melihat Ica, meskipun dia menggunakan kerudung, tetapi auranya terpancar dan hal itu membuat para wanita yang berlomba-lomba untuk menjadi nyonya Dennison pun langsung menatap tidak suka dengan pandangan permusuhan pada Ica.


"apa bagusnya dia, bahkan tubuhnya saja sangat pendek dibandingkan kita".


Ucap Chintya pada para teman sesama model, dan karena mereka banyak yang bersaing sehingga sama-sama menjelek-jelek kan Ica.


"lihatlah pakaiannya aneh sekali, aku yakin Allard berada dibawah tekanan saat berbicara seperti itu"


"aku sangat tahu selera Allard, tidak mungkin dia mau dengan wanita seperti itu".


"aku yakin jika pernikahan mereka adalah pernikahan bisnis, tetapi aku tak pernah mengenal nama keluarganya".


Semua perkataan-perkataan negatif untuk Ica, dari wanita-wanita yang mendamba sosok Allard, terus saja menggema memenuhi pesta itu, tetapi tidak dengan para pasangan Alex dan Daniel sahabat Allard yang sudah mengenal Ica sebelumnya.


.............


Allard menuruni panggung kemudian berusaha membantu Ica yang terlihat sedikit kesusahan apa lagi saat ini dia menggunakan hills-nya yang membuatnya tidak bisa leluasa bergerak bebas disaat dia tengah terluka.


Saat dia berjalan menuju kursi yang hendak di dudukinya dengan sengaja Vanesha menabrak dengan keras bahu Ica sehingga dia oleng dan hampir saja terjatuh kalau saja Allard tak langsung meraihnya kedalam pelukannya.


"fu*k..... beraninya dia melakukan itu, lihatlah apa yang akan terjadi dengan kariernya setelah ini".

__ADS_1


Allard terus saja merutuki sikap Vanesha yang menurutnya sangat tidak sopan itu. Tetapi Ica terus saja mengingatkan untuk tak terprovokasi oleh sikap perempuan-perempuan yang sedang patah hati itu.


Ica bukannya tidak tahu jika sebagian besar dari tamu wanitanya itu merupakan wanita-wanita yang menggilai suaminya, untuk itu sekarang dia merasa menang dan puas setelah apa yang di umumkan oleh Allard tadi.


..........


Allard dan Ica duduk di kursi meja yang sama dengan sahabatnya Alex dan Daniel, yang telah diberi nama masing masing pada mejanya, acara masih berlanjut, sementara setelah ini hanya acara pesta santai dan tidak terlalu formal.


Tetapi beberapa kali terlihat Ica tidak nyaman dalam duduknya, karena kursi yang digunakannya saat ini bukanlah sofa, melainkan kursi pesta biasa yang memiliki busa tipis, sebenarnya cukup nyaman untuk diduduki jika saja dia sedang tidak terluka.


Allard yang berhasil membaca raut wajah istrinya itu seketika menarik tangannya dan meluruskan kakinya yang tadi dia silangkan saat duduk, Ica yang tak mengerti maksud Allard hanya mengikuti apa kemauan suaminya itu tanpa tau maksudnya menarik tangannya.


Alhasil sekarang Ica duduk di atas pangkuan Allard, Ica segera berdiri, tetapi Allard kembali menarik pinggangnya untuk kembali duduk di pangkuan suaminya.


"Allard ini sangat mrmalukan, lihatlah semua menatap kita".


"biarkan saja apa masalahnya jika semua orang melihat kita".


Dengan tidak tahu malu Allard menjawab santai pernyataan istrinya yang kini terlihat sangat tidak nyaman.


Ica merasa sangat malu saat ini, pipinya sudah bersemu merah dan dia merasa panas pada wajahnya. Tetapi Allard terus mengatakan untuk patuh padanya jika tidak dia akan menciumnya didepan audiens yang banyak ini.


"wah,,,, lihatlah sahabat kita sekarang sedang dimabuk cinta Lex".


Ucap Daniel menggoda Allard, dan Allard merasa tak terganggu sama sekali dengan ucapan sahabatnya itu, dia hanya tersenyum sembari menatap gemas bibir istrinya yang sekarang sedang mengerucut akibat godaan dari Daniel.


"ya, kau benar Dan, tapi memang ini yang ku harapkan, Ica wanita yang baik".


Ucap Alex setelah tawanya mereda. Sementara Ica yang sudah merasa kepanasan berinisiatif mengambil minuman dan dia pamit pada Allard karena jaraknya meja menu hidangan dengan mejanya tak terlalu jauh, Allard membiarkannya mengambil sendiri setelah menawarkan bantuan tetapi ditolak oleh Ica.


Ica berjalan dengan santai dan pelan tetapi dia tidak tahu jika banyak mata wanita yang ingin sekali menjambak-jambak dan memukul wajahnya, bersliweran dan selalu memperhatikan gerak-geriknya.


Apa lagi saat tadi Allard memangkunya, rasa iri itu kian meningkat dan semakin menumbuhkan rasa benci pada Ica, sehingga ketika Ica sudah hampir sampai meja Allard, tiba-tiba tangan kirinya dicekal dengan sangat kuat oleh Chintya.


"beraninya kau mengambil Allard dari ku, apa yang kau tawarkan padanya hem?, bukankah pernikahan kalian kontrak?".


Chintya yang mengetahui jika pernikahan keduanya yang awalnya adalah perjodohan, dan ia mengetahui setelah Allard mengatakan padanya tepat dihari pertama saat Ica datang ke mansion Allard.


Ica meringis dan mendesis kala lukanya terasa nyeri dan perih, karena cengkraman yang dilakukan Chintya di lengan tangan kirinya, yang sedang terluka.

__ADS_1


"lepaskan tangan ku Chintya, sebelum Allard melihatnya".


"ahh... sekarang kau meminta perlindungan darinya heh?, bagus lakukanlah, Allard pasti membela ku".


Dengan sangat percaya diri Chintya berkata seperti itu pada Ica dan menambahkan kekuatan pada cengkraman tangannya di lengan kiri Ica.


Tanpa diketahui kedua wanita yang tengah berdebat itu, Catline tunangan Alex melihat Ica yang tengah dicengkram dan dimarahi oleh Chintya itu memberi tahu Allard, dan Allard segera mendatanginya dengan wajah yang sudah memerah karena marah, tetapi dia membuat ekspresinya sedatar mungkin.


"apa yang kau lakukan Chintya, beraninya kau melukai istri ku".


Dengan geram Allard meraih tangan Chintya dan mendorongnya hingga tubuh Chintya menabrak teman-temannya, Allard kemudian melihat wajak Ica yang tengah memejamkan matanya berusaha menahan rasa sakit di lengan kirinya.


Chintya terkejut dan menjerit saat melihat di tangannya ternyata ada darah yang sudah memenuhi telapak tangannya itu. Darah siapa ini, mungkinkah darah Ica, tetapi apa mungkin hanya di cengkeram seperti itu bisa mengeluarkan darah?.


Allard yang terkejut mendengar teriakan Chintya reflek menoleh saat mendapati ditangan Chintya ada darahnya. Dia reflek melihat tangan kiri Ica tetapi karena Ica menggunakan dres warna hitam sehingga tak terlihat darahnya.


Allard menyentuh lengan Ica dan dia mendapati warna merah ditangannya, seketika itu emosinya meledak, dia memangil David dan menyuruhnya menyeret Chintya keluar dari mansionnya.


"apa yang kau lakukan pada istri ku Chintya, lancang sekali kau"


"David, seret Chintya keluar dari mansion ini dan hancurkan kariernya sekarang juga"


"baik tuan".


David segera menyeret Chintya dengan kasar, sementara Allard yang sedang dikuasai amarah itu tidak memperdulikan teriakan permohonan ampun Chintya, dia lekas menggendong Ica memasuki mansion untuk segera mengobati lukanya. Sementara Itu Darius tanpa diperintah oleh sang tuan segera memanggilkan dokter Harry untuk datang ke mansion sekarang juga.


..........................


Hay sayang...


Selamat pagi...


Part kali ini puas sama ulat bulu???


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£


jangan lupa Vote like n comen yaa ☺☺


makasih πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜β˜Ίβ˜ΊπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2