
Hariyanto sampai di Incheon airport, dia dijemput oleh orang suruhannya kemudian dibawa ke salah satu hotel di kota Seoul, Hariyanto tidak ingin menginap di Secret hotel, karena dia takut ketahuan oleh Allard.
Dia akan memulai memantau pergerakan Allard dan Ica, setelah dia mempelajari keseharian dia akan masuk pelan-pelan dan akan membunuhnya dengan tangannya sendiri.
karena dia mencoba beberapa kali melalui orang suruhannya tetapi belum ada yg berhasil membunuhnya sampai saat ini, dia bahkan sudah menghabiskan dana ratusan juta untuk membayar orang suruhannya.
"aku akan melakukan semuanya dengan perlahan sehingga dia tidak akan curiga dengan ku, kalau aku langsung menyerangnya mungkin aku kalah jumlah karena aku sama sekali tidak membawa pasukan, aku hanya bisa mengandalkan otak ku sekarang".
...............
David memasuki ruang kerja Allard di Secret hotel dengan sedikit tergesa, dia masuk setelah mengetuk pintu kaca.
"tuan, Hariyanto sudah datang dan sekarang dia memboking salah satu hotel di pusat kota".
Allard yang sedang melihat pergerakan harga saham di tabletnya menghentikan kegiatannya dan menoleh kearah David.
" terus awasi dia santai saja, tetapi jangan pernah lengah, aku tak mau mempertaruhkan nyawa istriku lagi Dav".
Allard berbicara dengan ekspresi santai tapi matanya menatap tegas ke arah David.
"baik tuan, saya sudah langsung mengutus Darius untuk memantau langsung pergerakan Hariyanto, sementara Leo tetap berada di mansion bersama hyun ki yang juga sedang memantau pergerakan Hariyanto melalui peretasan CCTV hotel yang ditempati Hariyanto".
"bagus, pastikan juga rencananya kali ini apa, supaya kita tidak kecolongan lagi".
"baik tuan, juga saya mendapat kabar dari asisten Tuan besar jika dalam minggu ini tuan besar ingin berkunjung ke Korea".
Allard menghela nafas lelahnya saat mendengar kalimat terakhir yang diucapkan oleh David. Grandpa pasti ingin menuntutnya untuk segera memiliki anak saat ini.
Untuk Allard sebenarnya tidak ada masalah, tetapi Ica, perbuatannya dulu ternyata menyisakan trauma hingga saat ini, menurut psikiater yang menangani istrinya itu, Ica mengalami trauma untuk berhubungan suami istri lagi.
Dokter Kelly, dokter kejiwaan sekaligus psikiater Ica itu mengatakan Allard tidak boleh melakukan pemaksaan lagi pada Ica, dia harus menyembuhkan traumanya dulu baru secara perlahan.
Oleh karena itu Allard hanya bisa terus memancing Ica dengan sentuhan dan ciuman ringan, untuk membiasakannya, melangkah sedikit demi sedikit karena dia sadar apa yang dia perbuat saat itu merupakan kesalahan fatal.
__ADS_1
Terutama bagi istrinya yang sangat tabu dan tertutup, tumbuh besar di Indonesia dan dilingkungan yang tidak membudaya dengan kebebasan membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang menganggap **** bebas itu merupakan tindakan tercela.
Tetapi justru hal itu yang disyukuri Allard, meskipun dia seorang yang brengsek, tetapi dia menginginkan istri yang baik, tidak adil dan terkesan egois bukan? tetapi memang seperti itulah yang dia inginkan.
............
Ica hari ini berencana ingin ke kantor KBRI selain menyerahkan berkas dan laporan yang telah dia selesaikan, dia juga ingin sekaligus bertemu dengan teman-teman dan atasannya.
Dia merasa sudah berbuat curang dengan terus bekerja di mansion, meskipun Allard sudah meminta izin langsung dengan atasan Ica, Tetapi Ica tetaplah memiliki rasa tidak enak dan tidak etis. Dia merasa tubuhnya juga sudah membaik setelah istirahat di rumah sebelas hari lamanya.
Hal itu disampaikan Ica pada Leo yang seketika membuatnya panik, tetapi sebisa mungkin Leo bersikap bisa saja, dia tidak ingin membuat sang nyonya menjadi khawatir jika ternyata sang paman sudah berada disini dan berniat untuk melenyapkannya dari dunia.
"ayo Leo, aku sudah terlambat, harusnya aku berangkat satu jam yang lalu".
Leo yang panik pun mencoba untuk mencegahnya dengan menyuruh Ica berpamitan pada Allard sebelum berangkat.
"tak apa Leo, aku akan mengirimkan pesan pada tuan mu, sekarang naiklah ke mobil".
Leo mati kutu saat sang nyonya mengatakan demikian, dengan kaki yang sudah melangkah dan tangan membuka pintu belakang mobil, alhasil Leo membukakan pintu untuk sang nyonya dan menutupnya kembali.
Leo segera mengirimkan pesan pada David untuk memberi tahu sang tuan jika nyonya ngotot ingin berangkat kekantor. Serta memberitahu Darius untuk menyuruh anak buah terbaiknya mengawal dibelakang dengan jarak yang pantas.
.............
Allard yang mendengar kabar itu dari David seketika berdiri dengan rahang mengeras dan wajah memerah, dia tampak tidak suka dengan keputusan Istrinya yang gegabah. Kemudian ponselnya berbunyi menandakan jika ada pesan masuk. Ternyata Ica yang mengirimkan pesan meminta izin untuk berangkat ke kantor KBRI.
"bagaimana ini tuan, jika Hariyanto ternyata menyusulnya?".
Allard terlihat mengerutkan keningnya dalam, dia sedang berpikir keras, tetapi kemudian dia tersadar jika tempat istrinya bekerja juga merupakan tempat aman.
"Hariyanto tidak akan mungkin mencelakai istri ku di kantor KBRI, itu sama seperti dia bunuh diri jika berani melukai iatri ku di sana".
"tapi yang ku takutkan dia akan meracuni mental istri ku, istri ku bukan orang bodoh, dia berulang kali bertanya tentang dalang penculikannya beberapa saat yang lalu, tetapi aku selalu menjawab jika itu saingan bisnis ku, tapi aku yakin dia sudah bisa membaca situasinya jika pamannya merupakan dalang dibalik peristiwa penculikannya".
__ADS_1
"berapa jam lagi makan siang? aku ingin mengajak istri ku makan siang diluar, dengan begitu semua irang tidak akan curiga jika tiba-tiba aku datang kesana".
"satu jam lagi jam makan siang tuan".
"baiklah, pesan saja foodtruck kita akan membawanya ke kantor KBRI untuk sekaligus mentraktir semua orang, dengan begitu tidak kantor KBRI akan selalu ramai, dan membuat Hariyanto tak bisa berkutik".
"baik tuan, akan saya pesankan".
David kemudian memesan 2 foodtruck untuk makan siang semua karyawan di kantor KBRI, dan segera bergegas menyiapkan mobil untuk sang tuan.
Allard tak bisa menunggu lagi, lebih baik dia yang menunggu dari pada harus kecolongan lagi kali ini. Allard dan David berangkat, membutuhkan waktu sekitar empat puluh menit untuk tiba di kantor KBRI,
Ica sudah berada di sana, melalui kabar yang diberikan Leo, dia menyuruh Darius untuk segera mencari bodyguard wanita supaya bisa menjaganya kapan pun tanpa perlu khawatir, mengingat sang istri yang sangat tertutup dan tidak ingin bersentuhan dengan sembarang orang.
Allard menginginkan wanita dengan umur 30an dan mempunyai kemampuan di atas rata-rata untuk bisa menjaga istrinya, kalau perlu seperti Darius versi wanita.
Allard sudah tiba terlebih dahulu didepan kantor KBRI tetapi dia menunggu foodtruck datang jadi dia tak langsung masuk. Terlihat ada mobil sedan hitam, dengan kaca hitam tanpa tembus pandang sudah terparkir di sebrang jalan, dan menurut satpam di sana mobil itu sudah parkir kurang lebih sejak satu jam yang lalu.
Allard mengamati mobil itu, kemudian dia mengirimkan pesan pada istrinya saat foodtruck sudah sampai, Allard berniat turun dari mobil saat melihat Ica sudah menunggunya di depan lobi, dia tampak menyambut datangnya foodtruck yang dikatakan oleh Allard, tetapi tiba-tiba mobil sedan itu mendahuluinya dan parkir tepat dibelakang foodtruck.
Tampak Hariyanto turin dari mobil itu sedang senyum mengembang kerah Ica, dan Ica yang melihat sang paman detik itu juga terkejut, tetapi dia segera mengatasi ketakutan dan keterkejutannya dengan baik, bersikap ramah seperti biasa.
Hariyanto berjalan mendekat kearah sang keponakan dengan senyum palsu yang dibuat setulus mungkin itu, dan segera mengulurkan tangannya pada sang keponakan meskipun belum sampai tepat didepannya.
......................................
Selamat siang makkk....
Up sekarang soalnya kalo sore mesti pada sibuk masak kan βΊβΊβΊ
jangan lupa vote like dan komen biar terus semangat lanjutin cerita ini...
nanti bakal ada novel kedua ku ikutin terus yaa... soalnya novel ini bentar lagi tamat.
__ADS_1
makasih yang udah dukung aku dan kasih like, vote n comen...
ππβΊβΊβΊπππππππππ