
Semenjak kejadian itu Tica terus berusaha menghindar dari Allard, Pagi Tica masih menyiapkan sarapan Allard seperti biasa. Tapi ketika Allard sampai di meja makan, Tica langsung berangkat, dan tidak jarang dia memilih membawa bekal dari pada sarapan bersama Allard,
Tica selalu mengambil job sore tak jarang sampai malam untuk pekerjaan sampingannya sebagai negosiator, sementara weekend dia sudah mulai aktif kuliah di salah satu Universitas di kota Seoul.
Allard sendiri masih seperti biasa pulang kerja selalu pergi ke club malam atau memilih menghabiskan waktunya bersama para wanita nya. Hanya saja dia sedikit merindukan berdebat dengan Tica.
Malam ini Tica pulang cukup larut, jam 1 malam, karena dia harus menyelesaikan kuliah sampai jam 9 malam, dilanjut pergi ke hotel untuk bekerja sebagai negosiator. Dia menggunakan Taksi online untuk sampai ke mansion.
Melewati pintu samping mansion seperti biasa, Dia terus saja berjalan cuek tanpa melihat kanan kiri, karena mang sangat lelah setelah aktifitasnya seharian ini. Tica ingin cepat sampai ke kamarnya, segera mandi kemudian istirahat.
Tapi disaat menaiki anak tangga sebelum sampai didepan pintu utama, seseorang memanggilnya seraya melemparkan kulit jeruk padanya.
"hei... Wah lihatlah Allard, Istri mu pulang larut malam, apakah memang seperti ini setiap malamnya?, Kemana saja, dia pergi sampai pulang selarut ini".
Chintya, wanita yang memang sejak pertemuan pertama selalu mengibarkan bendera perang padanya itu, berbicara dengan lantang bersamaan dengan tangannya yang melemparkan kulit jeruk kearah Tica.
Tica memejamkan matanya saat kulit jeruk itu mendarat tepat di kepalanya. Sambil memejamkan mata lelahnya dia membuang nafas kasar, kemudian melihat kearah Chintya.
Ternyata tak hanya Chintya dan Allard di sana, ada beberapa pria dan wanita yang bisa Tica kira itu pasangan masing-masing, atau segedar pasangan bersenang-senang malam ini. Ada Sekitar 5 pria dan 5 wanita di sana.
Memejamkan matanya, Tica menjadi sedikit kikuk saat semua mata tertuju padanya, tak terkecuali Allard menatapnya dengan tajam. Rupanya sedang ada pesta kecil dan BBQ dihalaman samping Mansion Allard.
Kenapa tadi dia tidak melihatnya.. ahh... sekarang Tica menyesal melewati pintu samping ini. Tica mengganggukkan kepalanya pada semua orang dan berencana masuk kedalam mansion, tetapi dia langsung dihadang Chintya.
"pantas saja suami mu lebih memilih memuaskan diri dengan ku, ternyata ini kebiasaan mu".
"permisi"
Tica terus saja melenggang tetapi kemudian dia dicekal Allard yang seketika mencengkram pergelangan tangan kirinya. Seketika Tica merintih dan mengernyit menahan sakit.
"dari mana saja, Kenapa baru pulang"
"bukan urusan mu, lepaskan tangan ku".
"berani membantah hem? "
Allard menambahkan kekuatan cengkraman tangannya pada Tica dan membawa tangan Tica menekuk keatas didepan muka. sontak Tica memekik kecil.
"akh... sakit Allard, kumohon lepaskan, aku sangat lelah hari ini, tak ingin berdebat dengan mu, aku cuma ingin segera istirahat".
Allard melihat kearah pergelangan tangan Tica yang membiru dan tergores, meskipun di ruangan yang sedikit remang, tapi Allard melihat jelas jika pergelangan tangan Tica terluka.
Secara otomatis Allard Mengendurkan cengkraman tangannya, dan bertanya.
"kenapa dengan tangan mu? Siapa yang melukai mu, "
"lupakan, ku mohon lepaskan tangan ku, aku tidak akan membuat keributan, aku ingin segera istirahat, hari ini sangat lelah, please".
Allard melepaskan tangannya, dengan cepat Tica berlari masuk kemudian naik keatas lantai tiga.
__ADS_1
Allard membiarkan Tica masuk kedalam rumah, dia mengeluarkan ponselnya menghubungi Leo.
"apa yang terjadi padanya?, kenapa dia bisa terluka?".
(..............)
"apa!! Orang suruhan om nya barusan melancarkan aksinya lagi, dengan menabrak Tica?"
"saya datang sedikit terlambat dan melihat nyonya sudah jatuh dipinggir jalan setelah sebelumnya sempat menghindar dari serempetan orang bayaran itu tuan".
"tadi kau bilang "lagi". Berarti dia sudah pernah melakukan hal lain?"
"ya, yang pertama kemarin saat didalam Lift kampus, tapi berhasil saya lumpuhkan".
"kenapa kau tidak melaporkan pada ku Leo"
"saya menghubungi anda berkali-kali malam itu, tapi seorang wanita yang menjawabnya tuan".
"****... "
Allard memutuskan sambungan telvonnya. Dia melihat kearah kamar Tica yang lampunya masih menyala, berarti dia belum tidur, tanpa berfikir lagi dia langsung naik kelantai 3, menuju kamar Tica.
Tica yang lupa tidak mengunci pintu kamarnya, terkejut saat melihat Allard sudah duduk di ranjangnya, baru kali ini setelah selama 3 bulan menikah Allard memasuki kamar Tica.
Sedikit terlonjak, karena Tica masih menggunakan bathrobe dan rambut yang digulung keatas menggunakan handuk, Tica terlihat sangat mempesona dimata Allard, menampilkan lehernya yang jenjang meskipun memiliki tinggi badan yang pendek dan kecil,
berkulit kuning langsat, bermuka kecil dan mata yang besar, terlihat seperti boneka manekin yang imut, meskipun saat ini dia terlihat pucat. Allard tersadar dari pesona Tica saat gadis itu mengulangi pertanyaan yang sama.
Tanpa menjawab pertanyaan Tica, Allard justru melangkah mendekati Tica yang sedari taji juga sibuk melangkah mundur hingga menabrak tembok dibelakangnya.
Allard mengambil pergelangan tangan kiri Tica, melihatnya dengan seksama, kemudian menarik lengannya dan hal itu membuatnya meringis, karena saat jatuh tadi, tangan dan lengan kirinya sebagai tumpuan badannya.
Tanpa bicara Allard mendudukkan Tica di ranjang kemudian menggulung bathrobe bagian tangan kiri Tica sampai lengan, yang juga terlihat membiru.
"apa yang kau lakukan? Jangan menyentuhku"
Sambil terus menepis tangan Allard, Tica berusaha supaya Allard tak menaikkan lagi bathrobenya.
"aku hanya melihat luka mu, Kenapa kau tidak mengatakan apa pun pada ku".
"bukankah memang begitu perjanjiannya? kita tidak saling mencampuri kehidupan masing-masing? "
"persetan dengan perjanjian, jika ada yang melukai mu harusnya kau mengatakan pada ku, aku suami mu, aku sudah berjanji pada Kakek Pras, untuk menjaga mu".
"aaa., jadi hanya karena janji? "
Setelah sebelumnya sempat senang, sekarang Tica tau alasan sebenarnya Allard terlihat begitu perhatian padanya.
"ya, dan karena memang kau istri ku".
__ADS_1
Pipi Tica bersemu kala Allard mengatakan itu. Allard mengeluarkan saleb yang sebelumnya sudah di ambil dikotak P3K nya Dilantai 2. mengolesi luka Tica dengan sangat hati-hati. Kemudian menutup kembali dan memberikannya pada Tica.
"oleskan itu secara berkala, supaya luka mu cepat sembuh"
Tica hanya mengangguk, kemudian Allard berdiri pamit keluar.
"tidurlah, aku akan memelankan musik dibawah".
Lagi, Tica hanya bisa mengangguk, aahhhh... bisakah Tica sedikit bersorak karena perhatian Allard barusan?, karena matanya sudah tidak bisa diajak terbuka lebih lama lagi, Tica segera memejamkan matanya, Rasa lelah, dan Tegang seharian ini benar-benar menguras energinya.
....................
"ada apa dengan mu Allard kenapa kau pergi tanpa memberitahu aku"
Chintya menyambut Allard yang datang, Allard mengambil remote kemudian mengurangi volume musik, sontak semua mata tertuju padanya, kenapa tiba-tiba mengurangi volume musik.
"lain kali jangan lancang menjawab telvon ku Chintya".
Allard mengatakan itu dengan penuh intimidasi yang langsung membuat Chintya menutup mulutnya.
"pergilah tidur kalian para ladies. Kami para pria akan mengobrol bisnis yang pasti akan membosankan untuk di dengar kalian".
Dengan muka ditekuk kelima gadis itu masuk kedalam Mansion lantai 1. Di sana sudah ada 2 kamar tamu yang memang tersedia jika ada tamu yang menginap di sana.
"hey ada apa dengan mu Allard, kenapa tiba2 mengusir para gadis? ".
"istriku sedang sakit, dia butuh istirahat dan ketenangan, maaf menggangu kesenangan kalian".
Keempat Pria itu terbahak bersamaan,
"jadi tadi istrimu? lumayan cantik, meskipun kecil, tapi sepertinya dia memiliki body yang bagus"
Jawab Alex sambil kemudian meminum red wine digelasnya.
"jangan komentari istriku Alex"
Jawaban itu sontak membuat ketiga pria lainnya menggelengkan kepala melihat keanehan sahabatnya.
..................
Catatan Penulis
Hay-hay readers kuh yang cantik-cantik..
gimana garing g ceritanya...
tetep tinggalkan jejak kalian ya
dengan cara vote, like, comen...
__ADS_1
makasih.....
βΊβΊβΊπππππππππ