MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Sampai di Bandara Ahmad Yani Semarang, Allard dan Pramudya segera Menuju ke hotel Ciputra yang berada ditengah pusat kota Semarang. Ini adalah kali kedua Allard menginjakkan kakinya di semarang. Dalam 1 tahun ini, dia baru kali ini ke Indonesia lagi.


"istirahatlah sebentar nanti jam 7 malam kita menemui keluarga Prasetio".


Titah sang kakek pada Allard. Setelahnya Pramudya masuk kedalam kamar yang sebelumnya telah dipesan oleh Afriyan asisten pribadi Pramudya.


"baiklah Grandpa apa keputusannya tidak bisa dirubah lagi?. Kenapa aku harus menikahi anak kecil yang bahkan usianya belum genap 20 tahun".


Allard membuang nafas kasar saat sang kakek tak menjawab pertanyaannya.


"tuan, apa kau tak mau melihat fotonya terlebih dahulu???"


Sahut David, asisten pribadi Allard


"untuk apa aku melihatnya yang pastinya akan sangat mengecewakan. Kau sangat tahu bagaimana selera ku David. Bahkan model victoria secret pun banyak yang ku tolak karena tak sesuai dengan selera ku".


Jawaban sarkas yang diberikan Allard membuat sang asisten langsung membungkam mulutnya. Ia tahu jika selera wanita Tuannya itu sangatlah tinggi, bahkan semua gadis-gadis itu harus sehat fisiknya dan menjalani serangkaian tes kesehatan sebelum dia bermalam dengan Allard.


Dia adalah sosok yang tegas dan kejam jika dengan siapapun kecuali pada kakeknya. Karena Allard mengingat hanya Pramudya lah satu-satunya keluarga yang tersisa sekarang, setelah mommy dan dady-nya meninggal dunia dua belas yang lalu.


Kenapa kali ini grandpanya sangat kekeh ingin menjodohkan dia dengan gadis itu, tak seperti biasanya jika Allard menolak, maka Pram tidak akan terlalu memaksakan kehendaknya seperti sekarang ini.


Sebenarnya apa keuntungan yang diperoleh, bahkan hanya kerugian yang didapat jika menikahi gadis itu. Karena dia harus menggelontorkan dana yang cukup besar untuk perusahaan yang bahkan nyaris tidak bisa diselamatkan itu.


...............


"Tica, ayo, apakah gadis kesayangan kakek sudah siap??"


Pras menunggu dengan sabar cucu kesayangannya bersiap-siap, sebenarnya tanpa harus memakai mike up pun Tica sudah sangat terlihat cantik.


"sudah kek, kenapa aku harus ikut dalam pertemuan dengan Klient bisnis kakek malam ini? "


Pras sedikit berbohong pada cucunya jika dia ingin pergi makan malam dengan klient, padahal malam ini dia berniat mempertemukan Tica dengan cucu Pram yanga akan menjadi calon suami Tica.


Tica menuruni anak tangga dengan penampilan yang anggun dan Elegant. Dia menggunakan dress muslimah lengan panjang berwarna grey dan pasmina yang senada serta cluth yang berada di tangannya. Membuat penampilannya terlihat semakin sempurna, simpel dan elegant.



"wah lihatlah cucu ku sangat cantik, kakek yakin sekali kalau Allard tak kan menolak mu".


Prasetio berbicara sambil sedikit menggumam sehingga Tica tak begitu mendengarkan apa. yang diucapkan kakeknya itu.


"ayo kek berangkat, katanya jam 7 malam".

__ADS_1


Prasetio memang sengaja tak memberi tahu jika malam ini akan menemui Pramudya dan calon suami Tica. Sehingga Tica biasa saja tidak tampak marah dan kesal.


............


Setelah menempuh perjalanan 30 menit Prasetio dan Tica serta Asisten pribadi Prasetio sampai pada hotel Ciputra dan langsung menuju meja yang sudah dipersiapkan oleh asistennya.


Di sana terlihat Pramudya dan Allard serta kedua asisten mereka yang sengaja memesan meja terpisah disebelahnya demi kenyamanan saat pembicaraan nanti.


"selamat malam Pramudya, ternyata kau sudah datang lebih awal dari ku"


Sambil menjabat tangan sahabatnya itu Prasetio kemudian memeluknya sebentar.


"ya Pras, aku sengaja datang terlebih dulu karena sudah tak sabar ingin bertemu dengan cucumu yang sangat cantik ini".


Balas Pram sembari tersenyum hangat.


"perkenalkan ini Cucuku, Zantica Rahma Hadiningrat".


"Tica, ini adalah teman lama kakek, Pramudya"


Tica menangkupkan kedua tangannya di dada sambil tersenyum ramah menatap Pramudya


"senang berjumpa dengan anda Tuan Pramudya".


"lihat lah Pras bahkan Cucu ku Allard tak berkedip sedikit pun".


ucap Pramudya sambil tertawa terbahak yang disusul oleh Pras, menggoda Allard yang memang tidak mengalihkan pandangannya dari Tica. Ketika disinggung seperti itu dia langsung mengalihkan perhatiannya ke sembarang arah.


"ini cucu ku Dennison Allarick Lee".


Sambil menyenggol lengan sang cucu Pramudya mengenalkannya.


"senang bertemu dengan anda Tuan Prasetio".


Allard mengulurkan tangannya menjabat tangan Prasetio, kemudian dia menangkupkan tangannya ke dada setelah sempat mengulurkan tangannya kehadapan Tica, namun tak disambut oleh tica yang malah menangkupkan tangannya di depan dada.


Allard merasa malu karena uluran tangannya tak tersambut, dia bahkan sempat mengumpat Tica dalam hati.


Merasa sedikit canggung dan sangat memalukan Allard langsung menunjukkan sikap tidak sukanya pada Tica yang menurutnya terlalu berlebihan itu.


Kemudian semuanya menduduki kursinya masing-masing dan pelayan mulai menyajikan makanan yang telah dipesan oleh asisten Prasetio tadi siang.


"jadi, ini adalah gadis yang ingin Grandpa jodohkan dengan mu Allard"

__ADS_1


Tanpa sungkan Pram mulai membuka pembicaraan setelah selesai memakan jamuannya.


Seketika Allard menghentikan kegiatan makannya dan Tica terlihat terkejut, kemudian menaruh garpu dan pisaunya, dan tak menyelesaikan makanan yang tinggal sedikit itu. Selera makannya hilang setelah mendengar ucapan Pramudya itu.


"bagaimana dengan mu cantik, apa kah kau mau menerima cucuku yang sedikit urakan ini?? "


"Tica Pram, Panggil dia Tica".


Ucap Prasetio, menyela pembicaraan Pram.


"ah, ya, Tica, Bagaimana menurutmu?".


Tica dan Allard saling pandang namun kemudian keduanya saling membuang pandangan kearah yang berbeda dengan masih saling diam.


"Grandpa harap kalian berdua menyetujuinya karena kalian berdua kompak untuk saling diam".


Dengan tersenyum usil Pramudya kemudian mengambil gelas air putih dan meminumnya.


"tidak grandpa" (Allard)


"tidak kakek" (Tica)


Jawab keduanya secara bersamaan. dengan nada yang sedikit naik.


"wah, ternyata kalian memang sangat berjodoh dengan jaeaban yang kompak sekali "


Sambil tertawa Pram menyahuti jawaban dari kedua anak muda itu. Kemudian keempat manusia itu saling berdebat dan mempertahankan pendapatnya masing-masing.


"ok, keputusan kami berdua sudah bulat dan tidak dapat diganggu gugat lagi karena semua berkas perjanjian ini sudah bisa menjelaskan dengan sangat jelas pada kalian berdua, kabar baiknya segera menyusul Prasetio."


Setelah berkata demikian kemudian Pramudya menyudahi makan malam ini dan pamit pada Prasetio dan Tica untuk bisa segera beristirahat.


Sementara Allard berjalan dengan wajah kesalnya. Tica terlihat murung dan sedikit terlihat cemberut yang malah membuatnya terlihat menggemaskan.


Selama perjalanan pulang Tica sama sekali tidak berbicara sedikitpun, memilih diam menenangkan hati dan perasaannya yang berantakan, pertanyaan-pertanyaan seperti apa kehidupan pria yang akan dijodohkan dengannya.


Dilihat dari visual dan tampak depannya dia seperti orang modern yang menghalalkan segala cara untuk kesenangannya. Semuaitu membuat Tica frustasi.


....................


Hay hay... maaf nih dari episode awal aku refisi semua, setelah dibaca agak kurang pas, tapi bukan jalan ceritanya kok yang direvisi, cuma kata perkata dan penghubungnya aja biar lebih enak dibaca...


tetep vote, like n komen yah sayang kuhh....

__ADS_1


β˜Ίβ˜Ίβ˜ΊπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2