MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Sepenggal Rahasia Masa Lalu


__ADS_3

Allard meminta ruang perawatan dia dan istrinya dijadikan dalam satu ruangan, dia ingin terus memantau perkembangan istrinya, juga nanti saat Ica tersadar dia ingin menjadi orang pertama yang melihatnya, Alhasil Allard membawa infusnya dan memilih tidur satu ranjang dengan sang istri.


David dan Darius yang juga sudah mendapatkan perawatan luka-luka nya memilih berjaga di depan, meskipun dia juga disediakan ruangan perawatan yang berada tepat di depan ruang perawatan sang majikan Alllard dan Ica.


...............


Hari ini Maxime ingin berkunjung ke RS Jong Hwa, untuk menjenguk Allard yang masih membutuhkan perawatan. Iring-iringan tiga mobil mewah yang membawa Maxime akhirnya sampai dilobi RS Jong Hwa, Maxime turun dan langsung disambut oleh Darius dan Leo, kemudian mengantarkannya ke ruang perawatan Allard.


Setelah mengetuk pintu, Darius menekan handel pintu ruang perawatan Allard, David segera mempersilahkan Maxime dan lucas untuk memasuki ruang itu.


"wah tampaknya kedatangan ku mengganggu tidur mu lion, kata orang jangan membangunkan singa yang sedang tidur".


Maxime langsung menggoda Allard yang tampak tidur dengan memeluk tubuh istrinya dengan posesif. Allard yang sebenarnya tidak tidur dan hanya ingin memeluk istrinya itu seketika menoleh ke arah suara yang sangat dikenalnya.


"kau memang selalu jadi pengganggu Max".


Balas Allard sarkas, memang seperti itulah interaksi Allard dan Maxime setiap bertemu, saling melempar ejekan dan berbicara pedas, tetapi siapa yang menyangka jika keduanya memiliki rasa persahabatan yang sangat erat.


Allard bangun dari tidurnya. Kemudian menghampiri sahabatnya itu melakukan tos ala mereka, kemudian berpelukan erat.


"thanks Max, for your help".


"it's ok, whenever you needed".


Allard mengajak Maxime duduk di sofa yang ada di ruang perawatan itu, sementara Darius segera memberikan camilan dan minuman kaleng untuk sang tamu.


"jadi, sejak kapan kau menikah All?".


Allard tersenyum mendengar perkataan sahabatnya itu, dia tak langsung menjawab, melainkan menoleh ke arah sang istri yang masih tertidur, setelah tadi sebelum subuh sempat tersadar dan dia bertanya dimana saat ini. Dia baru tertidur lagi tiga puluh menit yang lalu setelah meminum obat yang diberikan dokter Harry.


"sudah hampir delapan bulan Max".


"sepertinya aku melewatkan peristiwa penting mu All".


Allard mengangguk, membenarkan ucapan sekaligus sindiran Maxime, dia tahu Maxime ingin mendengar pengakuannya saat ini.


"ya, aku pun tak menyangka akan menikah max, apa lagi dengan seorang bocah".


"apa maksud mu All".


Allard pun lalu menceritakan kronologi kejadian perjodohan dan pernikahan kontraknya, lengkap dengan kejadian malam yang membuat istrinya memilih menandatangani surat gugatan perceraian, yang sebenarnya ingin dilenyapkan oleh Allard.


"wah... jadi istrimu masih sangat muda All, apa kau tak merasa seperti pedofil".

__ADS_1


"brengs*k..... dia sudah dewasa, meskipun baru saja menginjak sembilan belas tahun saat aku menikahinya".


Jawab Allard dengan nada naik dua oktaf. meskipun bercanda dia merasa sedikit kesal saat ini.


"di Indonesia, umur sembilan belas tahun baru boleh menikah secara hukum".


Maxime hanya menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Allard, dia merasa penasaran seperti apa rupa istri sahabatnya itu, karena saat ini Ica tertidur, jadi Maxime tidak bisa melihat dengan jelas wajah Ica. Karena memang jarak duduk mereka yang lumayan jauh dari ranjang perawatan Ica.


"jadi sekarang kau benar-benar menyesali perbuatan mu pada istri mu?"


Allard mengangguk membenarkan ucapan Maxime.


"dan entah sejak kapan, sepertinya aku sudah mencintainya".


Maxime hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali, merespon ucapan sahabatnya itu.


"baguslah jika kau mencintai istri mu, dan ku harap kau melupakan apa yang membuat hubungan kita sedikit merenggang tujuh tahun lalu".


"hem.... aku sudah melupakannya Max, mungkin saat itu aku hanya bersimpati dan mengagumi perjuangannya saja, ku harap dia tenang di alam sana".


"ya... aku masih sangat menyesal, tidak bisa berada disisinya di saat saat terakhirnya".


Allard menepuk pundak sahabatnya itu, berusaha memberikan dukungan pada sang sahabat yang masih saja menyesali kejadian besar yang merubah hidupnya saat ini.


Lama keduanya mengobrol dan saling bercengkrama membahas beberapa bisnis yang akan dilakukan Maxime kedepannya, dan Allard akan mendukungnya dengan berinvestasi di perusahaan Maxime.


"ya, aku rasa Seoul tepat, karena saat ini menjadi salah satu pusat dunia hiburan, yang menjadi acuan negara-negara di Asia".


"aku akan membantu mu tapi dengan syarat yang biasa, kau tidak mencampur aduk kan dunia mafia mu dengan perusahaan ini".


Maxime yang sudah sangat hapal persyaratan Allard pun mengangguk mantap.


"aku hanya tidak ingin mendapatkan image buruk lagi Max, kau mengerti maksud ku bukan? dan juga...... ".


Ucapan Allard terhenti saat ia mendengar lenguhan rintihan Ica, Seketika dia bangun, melepas paksa infusnya yang memang sebentar lagi habis itu, dan menempelkan plaster pada punggung tangannya, kemudian menghampiri Ica yang masih saja terus melenguh.


eeehhhhmmmmm.....


"hey,,,, it's ok honey"


"wake up".


"i'm here".

__ADS_1


Ucapan Allard membuat Ica membuka mata sayunya, sepanjang malam dia terus saja merintih dan terkadang berteriak saat mimpi buruk menghantuinya.


Semua itu membuat Allard semakin merasa bersalah, telah membiarkan istri kecilnya mengalami hal menakutkan itu, Allard yakin jika saat ini Ica mengalami trauma.


Allard berusaha menenangkan Ica dengan lembut seperti pesan psikiater yang menanganinya.


Saat Ica tersadar sepenuhnya dia segera memeluk erat Allard, tetapi kemudian dia menjerit lirih saat pelukannya begitu erat, padahal tulang rusuknya sedang retak dan di badannya pun dipenuhi luka.


"akhh..... ssssstttt"..


Ica mendesis dan meringis saat merasakan betapa rubuhnya terasa remuk saat ini, rasa perih dan panas bekas cambukan di punggungnya membuatnya menitikkan air mata.


Allard hanya bisa menenangkannya tanpa bisa berbuat lebih, jika saja memberikan pereda nyeri dalam jumlah tak terhitung diperbolehkan, maka dia akan melakukan itu, sayangnya semua itu sudah ada takarannya.


Jadi ia hanya bisa menenangkan Ica dengan memeluk pelan tubuh ringkih itu, pergelangan tangannya bahkan membiru dan lecet akibat dari tali yang mengikatnya selama hampir empat hari.


Hati Allard terasa diremas, saat seorang perawat wanita menyeka tubuh sang istri, terlihat semua punggung mulusnya dipenuhi luka cambukan yang meninggalkan bekas merah kebiruan, Allard yakin jika itu sangat amat menyiksa istrinya.


Semua yang dilakukan Allard tak luput dari perhatian Maxime yang masih berada di ruangan itu. Dia sedikit tidak percaya saat melihat Allard yang sangat lembut memperlakukan Ica.


Padahal dulu dengan seseorang yang dia kira dicintai oleh sahabatnya itu pun, Allard tidak bersikap seperti ini. Dia seolah melihat sisi lain Allard yang selama ini tidak pernah dia ketahui.


Saat Ica sudah lebih tenang dan bisa menguasai rasa sakit ditubuhnya, dia ingin bangun tetapi Allard melarangnya.


"aku hanya ingin duduk menyender All, pinggang ku terasa sakit tiduran terus".


Allard membantu Istrinya duduk menyender dengan diberi bantal pada punggungnya.


"nyaman?"


"hem, terimakasih".


Ucap Ica lembut diiringi senyuman tulus diwajahnya saat ini, hal itu membuat dua pria yang saling bersahabat itu merasa jantungnya berdetak lebih kencang, saat melihat senyuman tulus dari wajah cantik Ica.


Tetapi senyuman itu segera pudar dan berganti wajah terkejut, saat dia menyadari ada orang lain di dalam ruangannya saat ini, yang sedang berjalan mendekat ke arahnya.


Wajah itu terasa tidak asing baginya, "siapa dia, kenapa dia ada disini saat ini". Ucap batin Ica sembari keningnya berkerut dalam, mencoba mengingat-ingat, siapa sosok laki-laki dengan wajah tampan, rahang tegas dengan alis tebal dan memiliki kharisma yang sulit untuk di acuhkan.


.................................


Hay hay sayang,,,,, hayo... Rahasia apa yang masih belum terkuak dari masa lalu Allard dan Maxime?


yuk jawab lewat komen yaa... kalian boleh jawab sesuai yang kalian mau...

__ADS_1


tapi jangan lupa vote, like n comennya ditunggu


makasihh ☺☺☺☺☺☺☺☺☺


__ADS_2