MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Keluarnya Sisi Gelap Allard


__ADS_3

Selesai meeting membahas rencana penyerangan sekaligus penyelamatan itu, semuanya disuruh istirahat terlebih dahulu, karena memang dari pantauan anak buah Alejandro di sana sedang ada pesta besar, gedung yang terbengkalai itu sekaligus menjadi markas untuk geng cong ho, di sana sedang sangat ramai, dan rencananya penyerangan akan dimulai saat subuh.


Sehingga para anggota geng sedang terlelap, karena kemungkinan besar Allard akan kalah jumlah dengan mereka yang saat ini di sana terpantau ada ratusan orang, yang sedang mendatangi pesta itu, Allard hanya berharap istrinya masih hidup sehingga apa pun yang terjadi padanya dia akan menerima Ica, seperti apa pun kondisinya, mengingat geng itu merupakan geng yang suka sekali dengan wanita.


Dada Allard bergemuruh, dia tidak bisa lagi menunggu Maxime sampai di sini akan sangat membahayakan istrinya jika hal itu terjadi, dia harus bertindak cerdas, meskipun sekarang dia kalah jumlah, tetapi setidaknya dia harus berjuang menyelamatkan istrinya terlebih dahulu, masalah menang dan kalah, Allard selalu menyerahkannya pada takdir, seperti yang selalu dia lakukan saat dulu dia tengah bertempur melawan gang lainnya.


Meskipun Maxime menyuruh menunggunya tetapi Allard sudah tidak bisa menunggu lagi untuk nyawa sang istri, malam ini dia bersiap hanya dengan orang yang berjumlah 40 orang dan itu pun sisanya sebagian bodyguard yang belum pernah bertempur, dan hanya berlatih saja.


Alejandro memiliki anak buah terbaik sekitar 8 orang dan Alejandro beserta sang tangan kanan siap ikut bertempur dengan Allard.


Waktu menunjukkan pukul 2 dini hari, Alejandro memanggil dokter pribadinya, untuk memberikan suntikan vitamin pada Allard dan juga tiga anak buah terbaiknya, karena mereka semua butuh energi setelah bekerja keras mencari keberadaan Ica selama tiga hari.


Alejandro juga menyuguhkan makanan yang mengandung sumber energi supaya bisa menjaga tubuh tetap vit, awalnya Allard menolak makan, tetapi setelah Darius terus memaksa dan mengatakan jika dia butuh tenaga lebih untuk pertempuran subuh nanti, alhasil Allard mau memakan makanan yang telah disiapkan oleh Alejandro, meskipun terasa hambar dia hanya mengunyah dan langsung menelan, tanpa bisa menikmati kelezatan makanan yang diberikan chef terbaik di Ale hotel itu.


..............


Pukul tiga tepat dini hari waktu Philipina, rombongan Allard bergegas menuju tempat dimana gedung tujuh lantai yang terbengkalai itu, dan membutuhkan waktu empat puluh menit untuk sampai di tempat di sana.


Tempat yang jauh dari pemukiman penduduk dan tempat itu dulunya akan dijadikan casino, tetapi ntah mengapa bisa terbengkalai, Allard keluar dari Ale hotel dan telah ditunggu oleh empat puluh orang yang lain, dia menatap langit malam menjelang fajar ini.


Ntah apa yang dia ucapkan dalam hatinya, hanya saja dia berharap masih bisa menyelamatkan istrinya sebelum terlambat, dia berharap kali ini Tuhannya akan ikut memberikan dukungan padanya, dan dia percaya itu, dia berharap doa istrinya akan dikabulkan karena dia muslim yang taat, tidak sepertinya yang penuh dosa.


Setelah briefing sebentar dan berbagi tugas, kemudian semua rombongan Allard memasuki mobil yang telah dipersiapkan Alejandro. Allard tiba-tiba tercengang, melihat mantan anak buah terbaiknya dulu dari berbagai belahan negara di dunia, turun dari mobil dan langsung bergegas menemui Allard.


Allard merasa gemuruh di dadanya kian meningkat, ada rasa haru saat kesepuluh anak buah terbaiknya itu melakukan hormat, dengan menundukkan kepalanya, seperti apa yang dilakukannya 6 tahun silam, Allard tak bisa menyembunyikan rasa harunya itu, Air matanya menggenang, meskipun tidak sampai jatuh, tetapi cukup membuat sepuluh mantan anak buahnya itu tersenyum bangga, jika kehadirannya masih diharapkan oleh sang tuan.


Tanpa memberitahu Allard terlebih dahulu, ternyata Alejandro segera mengirimkan pesan pada mantan sepuluh pasukan tempur elit terbaik milik Allard dulu, saat Allard menghubunginya sore itu, dan hal itulah yang membuat kesepuluh anak buah terbaik Allard itu ada disini sekarang.


Mereka bertegur sapa sebentar, kemudian masing-masing mengambil peluru karena kesebelas anak buah terbaik Allard termasuk Alejandro itu dulunya memakai laras panjang. Dan mereka sudah membawa laras panjangnya sendiri-sendiri saat ini.


Allard menggelengkan kepalanya beberapa kali sambil tersenyum getir, saat beberapa kali anak buahnya itu masih melayangkan gurauan khas mereka dulu. meskipun kondisinya tegang tetapi mereka tetap berusaha bergurau untuk merilekskan pikiran mereka..

__ADS_1


Kelima puluh orang rombongan Allard bergegas melajukan mobilnya masing-masing, menuju gedung terbengkalai yang berada dipinggiran kota manila itu.


Allard terus merapalkan doa didalam hatinya berharap sang penguasa alam semesta ini berpihak padanya subuh ini. Benar saja ketika rombongan Allard bisa sampai di tempat itu dengan jarak 300 meter dari gedung itu, suasana tampak sepi, hanya ada beberapa bodyguard yang masih terus berjaga-jaga diluar.


sementara kondisi didalam terlihat sepi. Allard mengernyitkan keningnya saat melihat dari teropong, tempat itu memang seperti gedung terbengkalai, tetapi dia bisa memastikan jika didalamnya tidak seperti apa yang terlihat diluar saat ini.


Terbiasa bergaul dengan para gangster dan mafia dia banyak mengetahui tempat-tempat tersembunyi untuk mengecoh siapapun yang melihat ke gedung itu. Allard yakin jika di dalamnya seperti apartemen biasa dengan fasilitas yang memadai.


Allard memberikan kode pada Darius dan Leo untul memimpin anak buahnya masing-masing untuk mulai bergerak, sementara Alejandro juga menyuruh anak buahnya mulai bergerak, Kesepuluh mantan anak buah terbaik Allard itu sudah mengetahui tugasnya dengan baik, sementara Hyun ki dan driver tetap di mobil untuk memantau lokasi yang diam-diam telah di sadapnya memalui satelit dengan kecerdasannya.


Semua anak buah terbaik Allard sudah memakai earpiece masing-masing di telinganya untuk saling berkomunikasi satu sama lainnya. Allard bergerak setelah para bodyguard diluar gedung itu tumbang satu persatu.


Kemudian dia terus mencocokkan ponselnya dengan titik merah GPS dari anting milik istrinya, semoga anting itu masih terpasang baik di badan sang istri di sana.


Dor..


Dor...


Dor...


Sementara David bertugas melindungi Allard, dengan terus melancarkan aksinya menembakkan peluru dari pistol Glock 17 yang berada dalam genggamannya,sedangkan dilehernya sudah tergantung senapan laras panjang.


Allard menaiki tangga demi tangga dengan David yang masih berada dibelakangnya, ternyata benar dugaannya di dalam gedung itu terdapat fasilitas yang sangat memadai. bahkan ada lift di sana.


Baku tembak sudah terjadi selama kurang lebih 50 menit, dan pasukan Allard kalah jumlah, tetapi masih terus mencoba bertahan. Sementara dari pihak musuh pasukan terus berdatangan dengan mobil yang mirip seperti mini bus untuk tahanan kepolisian itu.


Dari jumlah musuh sangat tidak seimbang dengan jumlah rombongan Allard, terlihat beberapa diantaranya bodyguard Allard terluka karena terkena tembakan dari musuh.


Allard masih terus berusaha menemukan titik koordinat yang tepat, meskipun beberapa kali dia harus menghindar dan terjatuh saat lawannya banyak dan dia hanya berdua dengan David saj ayang terus menaiki gedung itu.


Dor..

__ADS_1


Dor..


Dor..


Allard berusaha membuka paksa pintu yang terkunci menggunakan kode angka itu.. dia lalu menggunakan bom kecil saat pistol tak lagi bisa membobol pintu yang dia yakini istrinya berada di sana.


Pintu berbahan baja itu terbuka dan memperlihatkan pemandangan di sana, seketika mata Allard memutar mencari keberadaan Istrinya karena ponselnya audah berbunyi menandakan jika jaraknya dengan GPS sang istri sudah tinggal beberapa meter lagi.


"Ica"....


Pandangan Allard menggelap, dengan dada naik turun, saat matanya melihat keadaan istri yang selama empat hari ini dia rindukan. Allard mendekat berlari menuju tempat dimana istrinya berada, tetapi kemudian.


Dor...


Satu tembakan berhasil mengenai tubuh Allard, ternyata kedatangannya memang sudah ditunggu oleh sang pimpinan Cong ho gangster.


...............................


Duuhhh maaf bgt iki kaleman Upnya


Masih seru loh part selanjutnya Maxime juga blum sampai dan pimpinan gangnya blum keluar serta otak dibalik penculikan Ica juga blum terkuak.


ngejar waktu supaya bisa kelar sebelum jam 9 soalnya klo udah lebih jam sembilan Upnya keluarnya besok pagi..


maaf klo banyak Typo yaa...


ksih dukungan ya Vote, like n comen


makasiihhh , 😊😊😘😘😘🙏🙏🙏


sarangheyyy

__ADS_1


__ADS_2