
Pagi menjelang siang, jam menunjukkan pukul 11 waktu Seoul, hari jumat ini Allard sudah mengurus perizinan Ica dan Leo yang mengantarkan surat keterangan sakit yang tadi sudah dibuatkan oleh Felly.
Allard masih enggan beranjak dari ranjang king size miliknya, dia masih terus memandangi istri kecilnya yang masih pulas mengarungi dunia mimpi, sesekali Ica terlihat mengernyitkan dahinya dan merintih disertai lenguhan khas orang yang sedang sakit. Dan saat istrinya seperti itu Allard memajukan jari telunjuknya dan menyentuh dahi Ica dengan jarinya itu, dan ternyata berhasil membuat Ica kembali tenang.
Melihat istrinya tidur dalam damai membuatnya betah berlama-lama memandanginya, meskipun rasa sesak masih saja datang saat mengingat perlakuan kasarnya tadi malam.
"aku benar-benar bodoh, I'am so sorry honey, aku sangat menyesal dengan kejadian semalam, semoga kau mau memaafkan aku".
Allard terus saja memandangi istrinya, mengingat lagi semua perjalanan pernikahannya membuatnya tersenyum, di tengah-tengah penyesalan terdalamnya, tak dipungkiri jika dia merasa senang dan bangga di dalam hatinya
Menjadi satu-satunya pria yang pertama kali menyentuh istrinya dia merasa sangat bahagia, ada perasaan yang sulit dideskripsikan saat ini.
Dia terus saja tersenyum, dan berjanji dalam hati pada dirinya sendiri, dia akan memperlakukan istrinya itu dengan lebih baik lagi sekarang.
Tak henti-hentinya Allard menciumi puncak kepala dan wajah istri kecilnya, yang terlihat terganggu dengan aktifitas yang dilakukan Allard, dia beberapa kali melenguh dan menggelengkan kepalanya, yang justru membuat Allard semakin gemas dibuatnya.
............
Saat sedang asik memandangi istrinya, ponselnya berbunyi dengan keras, karena takut istrinya terbangun, Allard segera menerima panggilan yang ternyata dari David yang saat ini sudah berada dibawah.
"ya, David ada apa?"
"(...................)".
"baiklah, aku bersiap sebentar".
Mematikan panggilannya, Allard mendesah berat, saat dia di ingatkan ada perjalanan bisnis ke pulau Juju Island, dia lupa jika ternyata hari ini harus menandatangani kontrak kerja sama dengan pengepul buah-buahan segar terbesar yang berada di Jeju, yang akan dipasarkan di beberapa mall miliknya.
Allard melihat kearah istrinya, sebenarnya dia enggan meninggalkan istrinya terlebih saat mengingat apa yang telah dilakukan pada istrinya itu, membuat rasa bersalahnya semakin besar jika saat Ica terbangun nanti dia tidak disampingnya.
Tetapi perjanjian bisnis ini juga tidak bisa dia abaikan begitu saja, dia dilema, tetapi kemudian memilih tetap berangkat dan segera pulang jika urusannya sudah selesai di pulau Jeju itu.
Allard bangun dan bergegas masuk ke kamar mandi, menyegarkan tubuhnya yang semalam sempat sangat lengket dan berkeringat, Allard mengguyur tubuhnya dengan air dingin, dan seketika rasa dingin itu kembali membuatnya terlihat segar dan bugar.
Memasuki walk in closed dia memilih setelan yang akan dikenakannya, memakai dasi dan menyisir rambutnya sedemikian rupa tak lupa dia menyemprotkan parfum limited edition miliknya yang dipesan secara khusus, serta memakai jam tangan rolex yang berharga ratusan juta itu yang membuat penampilannya semakin sempurna.
Berjalan keluar walk in closed dan menuju ranjang king sizenya, Allard duduk ditepi ranjang.
"aku pergi sebentar, aku janji setelah semuanya selesai akan segera pulang dan meminta maaf pada mu dengan benar, maafkan aku honey".
__ADS_1
Ya sejak pagi tadi dia terus saja memanggil istrinya dengan panggilan honey, Allard merasa memiliki Tica seutuhnya dan hanya untuk dirinya sendiri, tak ingin berbagi pada siapa pun. Dia kembali mengecup pipi, dahi dan juga bibir istrinya sebelum meninggalkan Ica yang masih terus mengarungi alam mimpinya.
Allard menitipkan istrinya pada Mila, untuk merawatnya selama dia pergi, dan akan kembali nanti malam. Karena jarak tempuh yang lumayan jauh.
Allard menaiki mobil Rolls Royce hitam miliknya yang langsung meluncur ke bandara Incheon dimana jet pribadinya yang berlogo DA itu sudah siap mengudara. Di sana sekretarisnya sudah menunggu kedatangan sang tuan dengan anggunnya. Dibutuhkan waktu sekitar satu jam lima menit untuk sampai ke Jeju Island.
....................
Tica melenguh dan mengerjapkan matanya beberapa kali, menyesuaikan pandangan matanya dengan cahaya matahari siang, yang terasa sangat menyilaukan dimatanya.
Dia terbangun dengan badan yang terasa remuk, sakit, dan nyeri di beberapa luka yang sudah terlihat membiru itu.
Badannya terasa lemas dan seluruh ototnya serasa tak berfungsi dengan baik. Dia merasa tak bertulang saat ini.
"dimana aku?"
Dengan kepala yang terasa pusing dan berat, dia mencoba bangun dari tidurnya, Tetapi bagian butuh bawahnya terasa sangat nyeri dan perih, dia mengingat dimana dia berada dan kejadian terakhir sebelum dia tak sadarkan diri.
"aaahhhh..... Allard brengse*".
Baru kali ini Tica mengumpat, dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya saat ini, dia mengingat lagi perlakuan Allard yang benar-benar membuat hati dan fisiknya terluka dengan sempurna.
Liquid bening itu telihat jatuh bercucuran dari mata indah Ica, dia menangis sesenggukan dan terlihat sangat memilukan bagi siapa saja yang melihatnya, hatinya hancur dengan kata-kata penghinaan suaminya tadi malam, sementara tubuhnya luluh lantak.
Mila membiarkan Ica menangis sepuas yang dia mau, kemudian mendekat dan menyentuh bahunya dari belakang sembari memanggilnya.
"nyonya".
Tica berbalik dan melihat Mila dengan mata yang basah, dia pun seketika memeluk kepala pelayan mansion Allard, yang sudah dianggap seperti ibunya sendiri disini.
Keduanya menangis bersama dengan waktu yang cukup lama, setelah dirasa cukup lega, keduanya melepaskan pelukannya, dan duduk ditepi ranjang dengan mata masih melekat pada sang nyonya.
"aku ingin mandi bi, aku merasa kotor, aku..... "
Tica tak lagi bisa meneruskan kalimatnya dan Mila segera memeluknya kembali sembari memberikan usapan lembut pada punggung majikannya.
"nyonya, tenangkan diri anda terlebih dahulu".
Tica menggeleng dengan kuat, kemudian berkata.
"aku ingin kembali ke kamar ku bi,"
__ADS_1
Tica berusaha keras menurunkan kakinya dari ranjang itu dengan menggingit bibir bawahnya karena rasa nyeri di area sensitifnya yang terasa begitu menggigit, dengan ringisan yang terdengar ditelinga mila, membuatnya semakin iba melihat sang nyonya yang terlihat sangat kepayahan saat ini.
"tidak nyonya, tolong tetaplah dikamar ini atas perintah tuan Allard, lagi pula kondisi nyonya belum diperbolehkan terlalu banyak berjalan saat ini".
"biarkan saja bi, lagian dia yang sudah hancurin semuanya, dia yang buat aku kaya gini bi".
Tica masih saja meneteskan air matanya, meskipun sekarang kepalanya terasa sangat pusing dan matanya terasa panas karena terlalu banyak menangis.
"tuan meminta saya menjaga nyonya, tuan terlihat sangat menyesal sekali saat berangkat tadi, sekarang tuan sedang dalam perjalanan bisnis dan akan pulang setelah semuanya selesai nyonya".
"apa perdulinya pada ku, dia sudah membuat semua yang ku perjuangkan selama ini menjadi sia-sia".
"nyonya, saya mohon, anda boleh marah tetapi jangan tinggalkan kamar ini sesuai perintah tuan, karena saya dan maid yang lain bergantung pada anda, jika nyonya menolak maka saya dan maid yang lain harus siap kehilangan pekerjaan".
"a-apa?, dia bilang seperti itu? dasar kejam, diktator".
Kemarahannya kali ini benar-benar mencapai puncaknya setelah ditinggalkan dalam kondisi yang menyedihkan setelah apa yang dia lakukan, sekarang dia pergi meninggalkan Ica seenaknya seperti ini, dasar pria yang tak punya perasaan.
Meskipun tadi Mila sudah menjelaskan jika Allard sangat panik, segera memanggilkan dokter dan dia juga terlihat menyesali perbuatannya, tetapi Ica yang sudah sangat marah dan kecewa pada suaminya itu tak terpengaruh oleh ucapan Mila, karena kenyataannya dia sekarang ditinggalkan sendirian.
"aku mau mandi bi, tolong siapkan air hangatnya, aku ingin mandi dengan shower".
"baik nyonya, saya siapkan".
"ya bi, terimakasih, maaf merepotkan".
"tidak nyonya ini sudah menjadi tugas saya"
.............
Tica dibantu Mila membersihkan dirinya dikamar mandi pribadi Allard, dia dibuat takjub dengan Jacuzzi berbentuk bundar dan lebar itu bahkan untuk berendam 5 orang pun bisa. Tetapi karena moodnya yang masih buruk dia memilih mengagumi semua yang ada di kamar mandi pribadi Allard dalam diam.
.................
Hay hay sayang kuuhhh....
sesuai janji ku ya klo hari ini tembus 30.000 popularitas aku Up bonus part...
meskipun sebenernya ini buat besok tp gpp deh demi kalian... ☺☺☺
jangan lupa vote, like n comennya buat nambah energi authornya ☺☺☺
__ADS_1
makasiihhh... ☺☺☺☺🙏🙏🙏🙏😘😘😘😘