
Matahari pagi sudah muncul dengan sinarnya yang menghangatkan kota Seoul yang pagi ini terasa dingin dan sedikit membeku. Ica mengerjabkan mata indahnya, dia menoleh kesamping, ada seorang pria tampan yang sejak kemarin sore terus menemaninya, dia terlihat sangat menghawatirkan kondisi Ica.
Allard yang melihat istrinya limbung tak sadarkan diri segera mengangkatnya dan membawanya ke kamar. Dia menelpon dokter Harry yang kebetulan sedang ada Cito mendadak, sehingga tidak bisa datang.
Saat dia akan membawanya ke RS, Ica terlebih dahulu sadar dari pingsannya, dan mengatakan jika dia hanya kelelahan juga belum sempat makan sejak siang, dikarenakan kesibukannya yang membuatnya melupakan mengisi perutnya, serta stress yang dia alami karena baru saja menyelesaikan tesisnya.
Ica melarang Allard memanggil dokter karena dia merasa sudah baik-baik saja. Meskipun Allard awalnya bersikukuh membawanya ke RS, sebenarnya Ica masih merasa pusing dan lelah. Tetapi dia tidak ingin membuat suaminya khawatir, jadi dia mengatakan sudah tidak apa-apa.
"morning honey".
"kau sudah bangun rupanya All?".
Ica sedikit terkejut tetapi kemudian dia tersenyum, sembari mengusap lembut surai suami tercintanya, dia sedikit merasa malu, saat ternyata suaminya menyadari dia sedang memperhatikannya.
"sejak kapan kau bangun?".
"sejak merasa ada seorang wanita cantik menatap ku, dengan tidak berpaling sedikitpun, bahkan terasa melubangi mata ku".
"kau berlebihan All, mana bisa melubangi hanya dengan tatapannya saja, padahal kau juga masih terpejam".
Jawab Ica dengan wajah memerah, karena dia kepergok memandangi Allard saat sedang tertidur. Suaminya itu mempunyai ketampanan di atas rata-rata, wajar rasanya jika banyak wanita yang menggilainya.
Ica bangun, bergegas menjalankan kewajibannya tentunya di imami oleh Allard, Ica selalu merasa bersyukur, atas hidayah yang sudah diberikan pada suaminya, Itu lah mengapa sebabnya Ica tak berhenti mengucapkan rasa syukurnya setiap mengingat hal itu.
..............
"All, duduklah, kau mengganggu kerja ku, lihatlah, hasilnya kurang bagus".
Ica mengeluh saat Allard terus saja mengganggunya yang sedang menyiapkan sarapan pagi. Ica berniat membuat nasi goreng sea food kesukaan Allard, dia mulai meracik bumbunya tetapi Allard terus saja memeluknya dari belakang, sehingga membuatnya terbatas dalam bergerak.
"aku menyukai bau tubuh mu sayang, padahal kau tak memakai parfum".
Allard memang sangat menyukai bau tubuh alami istrinya yang sudah menjadi candu untuknya. Meskipun Ica tidak memakai parfum, tetapi dari tubuhnya sudah menguar wangi vanila alami yang membuat Allard merasa tenang dan nyaman.
Allard mengalah saat Ica terus saja megeluh tidak bisa menyelesaikan dengan cepat menu sarapan kali ini, karena Allard selalu menempel padanya. Dia memilih duduk di kursi pantry dan mengamati istrinya yang sedang menyiapkan sarapan untuknya.
__ADS_1
Gerakannya sangat lincah dan terampil, Allard tak henti-hentinya tersenyum saat mengingat begitu banyak kelebihan istrinya yang todak dimiliki wanita lain, diam-diam dia merasa bersyukur Allah memberikannya jodoh sesempurna Ica, meskipun dirinya jauh dari kata baik dan layak untum mendampingi sang istri.
Tiba-tiba Allard mengerutkan kening, saat dia melihat ke arah sang istri yang sedang menumis bumbu nasi goreng, tetapi wajahnya sudah seputih kertas dan keringat dingin yang sudah memenuhi dahinya.
Berulang kali terlihat Ica menutup hidungnya dengan tatapan yang terlihat tersiksa, tetapi dia masih terus melakukan kegiatannya, hingga pada akhirnya dia berlari kearah wastafel dan memuntahkan isi perutnya yang hanya air dan cairan berwarna kuning, yang terasa sangat pahit di mulutnya.
Allard segera bangun dan membantu memijit tengkuk Ica, meskipun istrinya itu terus menolak sentuhan darinya, tetapi Allard tak perduli, dan terus membantu Ica menyeka bibirnya.
"duduklah dulu".
Allard membimbing Ica duduk dikursi pantry, dia mengambilkan air putih hangat, tetapi Ica malah berjalan keluar menuju kolam renang, dia terlihat menghirup udara serakus-rakusnya seolah baru saja menghirup karbondioksida.
" hey, what's wrong?".
"no, aku hanya merasa mual, mungkin asam lambung ku naik, karena kemarin telat makan dan sedikit stres karena tesis ku, aku sudah menghubungi dokter Harry tadi, dia akan segera mengirimkan obat kemari, karena dia beberapa hari ini akan berada di hongkong".
"kau sudah menghubunginya? kenapa aku tidak tahu?".
" lebih tepatnya dokter Harry yang menelpon mu saat kau sedang mandi, dan dia menanyakan keadaan ku"
Alhasil Allard memakannya seorang diri di meja makan, Ica benar-benar tidak bisa mencium aroma nasi goreng itu, membuat perutnya bergolak, Ica hanya makan beberapa potong buah dan roti saja untuk menu sarapannya pagi ini.
........
Allard mendapat telepon dari David yang mengatakan jika Adam dan Michael Aimo saat ini sedang membabi buta dan menyuruh semua anak buahnya untuk menghancurkan Allard dan Ica.
Allard yang takut jika nyawa sang istri kembali terancam, memilih dia yang akan pergi menemui Adam dan menyelesaikan semuanya. Dia tidak ingin Ica mengetahui apa pun yang akan dia lakukan. Allard ingin menyelesaikannya secepat mungkin dan kembali lagi kesisi sang istri.
Siang itu juga, Allard terbang menuju Paris dengan Darius, Sementara David sudah berada di sana, Allard meminta Leo dan bodyguard terbaik miliknya untuk tetap berada di Seoul, menjaga keamanan sang istri.
Kali ini, dia tidak ingin lengah apa lagi saat berjauhan dengan sang istri tercinta. Dia akan berusaha menyelesaikan musuh terbesarnya saat ini, meskipun harus bertumpah darah lagi, tetapi kali ini dia tidak ingin melibatkan Ica lagi.
Dia bahkan hanya mengatakan pada Ica, akan melakukan perjalanan bisnis dan akan kembali dalam waktu satu minggu. Dia juga telah mewanti-wanti pada Mila untuk menjaga kondisi kesehatan sang nyonya, yang belakangan ini sedang tidak baik-baik saja.
Allard seperti sudah bisa memprediksi, jika nanti di Paris, dia tidak selalu bisa menghubungi dan memantau keadaan istrinya, sehingga dia meminta pada para maid dan bodyguard untuk selalu siap menjaga sang nyonya kapan pun.
__ADS_1
.......
Ica menghela nafas lelahnya, dia baru saja selesai mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian tesisnya, saat mendapatkan pesan dari Allard yang mengatakan dia akan segera take off, menuju Paris siang ini.
Hari ini jadwal Ica padat, dia ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda karena dia disibukkan oleh Tesisnya, dan langsung mendaftar ujian, dan harus kembali lagi menuju kantor KBRI untuk menyelesaikan laporan bulanan.
Sepertinya hari ini dia akan pulang malam lagi, Ica tidak ingin terus menunda pekerjaannya, apa lagi sebentar lagi dia harus ujian. Dia ingin sebelum ujian, sudah harus bisa menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu, supaya tidak terlalu membebani pikirannya saat ujian tengah berlangsung.
Meskipun tak dapat dipungkiri tubuhnya terasa sangat lelah, dan sering pusing akhir-akhir ini. Tetapi dia tak terlalu menghiraukan hal itu karena sedang sangat sibuk beberapa minggu ini.
..............
Hingga puncaknya pada malam hari, setelah selesai ujian tesisnya hari ini, kondisi Ica semakin menurun, tetapi dia masih bersikukuh tidak mengeluh dan mengatakan apa pun pada Leo, meskipun beberapa kali Leo terus menanyakan kondisinya, tetapi dia menjawab baik-baik saja, dengan senyum palsu yang mengembang di bibirnya.
Tubuhnya merasakan pergolakan yang sukar dia terima dengan nalarnya, perutnya terus saja bergolak, disaat yang bersamaan hati dan pikirannya merasa tidak tenang dan tidak nyaman.
Dia berulang kali mencoba menghubungi dan mengirimkan pesan pada Allard, tetapi hasilnya nihil, tidak ada balasan pesan maupun telepon dari Allard.
Hatinya benar-benar merasa tidak tenang, setelah beberapa kali memuntahkan isi perutnya yang hanya air, Ica mencoba bangkit dan menuju kamar mandi, dia ingin mengadu di sepertiga malam pada Tuhannya, tentang ketidaknyamanan hatinya saat ini.
Saat sujud terakhirnya ada rasa yang sulit dia ungkapkan, hatinya tiba-tiba merasa sakit, meskipun dia tidak tahu apa yang terjadi pada suaminya. Tapi sungguh batinnya mengatakan jika sang suami saat ini sedang tidak baik-baik saja.
...................... .........................
Hay readers tercintrong....
menjelang hari raya, maaf nih Upnya g teratur, soalnya dunia nyata ku menuntut ini itu.
Tapi tenang aja, dunia maya ku g akan aku abaikan kok..
Makasih buat kalian yg dah setia menunggu..
Love love....
βΊβΊβΊβΊππππππππππππππ
__ADS_1