MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Pertolongan Allesaandro


__ADS_3

Pagi harinya Ica terbangun masih di atas sajadah tempatnya bersimpuh malam tadi. Dia segera mengambil wudhu dan menjalankan shalat subuh, kondisinya masih dikatakan tidak baik-baik saja tetapi masih bisa di atasi, dibandingkan dengan kondisi hatinya yang sangat gelisah, karena sedari tiga hari yang lalu Allard belum memberikan kabar.


Sudah hampir dua minggu Allard pergi, tetapi masih belum ada kepastian kapan dia pulang. Kenapa bisa selama ini dia pergi, padahal Allard mengatakan hanya akan pergi dalam waktu satu minggu.


................


"Bagaimana kondisi Allard?".


"tuan Allard masih belum memberikan kabarnya hari ini, dia masih berada dalam pengawasan Aimo's geng. Tetapi kita bisa mencari keberadaannya lewat sinyal GPS dari kancing bajunya yang tidak terdeteksi oleh anak buah geng Aimo.


Geng Aimo mengambil ponsel dan semua alat pelacak ditubuh Allard yang sengaja dipasang guna berjaga-jaga, dan benar saja alat itu sangat berfungsi saat ini.


Geng Aimo, berdiri sekitar lima tahun lalu, berada dalam pengawasan Michael Aimo, anak dari Adam Aimo, dia merupakan orang yang kejam, dan tidak ragu menghabisi musuhnya dengan tangannya sendiri.


Michael terlalu angkuh untuk bisa menghabisi Allard seorang diri. Michael sangat murka saat dia mengetahui jika kedua perusahaan dan sumber uangnya telah diporak-porandakan Allard.


Sungguh tidak ada yang tersisa saat ini dari kesua perusahaan yang sudah merugi itu. Harga sahamnya pun sudah sangat anjlok, dan tidaka ada yang akan membelinya meskipun sudah dijual dengan harga yang sangat murah.


Dia akhirnya menyusun rencana dengan sangat matang, menanti kelengahan Allard hingga dia bisa dengan mudah menangkapnya. Allard yang berada di hotel dan ingin kembali ke Korsel esoknya harinya, karena dia sudah sangat merindukan istrinya, dia harus rela menunda karena tiba-tiba dia disandra oleh anak buah Michael.


Rupanya dia terlalu menganggap remeh Michael yang dia kira hanya menjadi ketua geng bandit kecil berkedok, karena dia memiliki perusahaan yang cukup ternama di Prancis ini.


Sementara Allard berada dalam sekapannya, karena dia menggunakan cara licik dengan menjebak Allard. Saat di restoran hotel, sang penguntit yang menyamar sebagai pelayan restoran itu memberikan obat pelumpuh, dalam makanan Allard, Obat yang sama sekali tidak merubah rasa dan aroma, sehingga Allard juga tidak mengetahui jika makanannya telah diracuni.


Allard dan David saat itu langsung lemas lunglai ketika obat itu bekerja, anak buah Michael membawanya keduanya ke markas geng Aimo, keduanya sama sekali tidak bisa melakukan perlawanan. Alhasil Allard dan David di sekap dalam ruang tahanan milik geng Aimo.


.............

__ADS_1


Sementara itu, anak buah Michael bergerak menuju Korsel, berbekal GPS yang di dapatkan dari ponsel Allard yang sedang ditahan dan di siksa oleh Michael. Michael mencoba menyuruh anak buahnya untuk membawa Ica dalam keadaan hidup. Dia sedikit tertarik dengan kecantikan Ica saat melihat melalui foto tang dikirimkan anak buahnya beberapa hari yang lalu.


Selama satu hari ketiga anak buah Michael sudah berada dalam radius dua ratus meter dari mansion Allard, belum bisa menemukan jalan yang tepat untuk menangkap Ica. Karena banyaknya bodyguard yang berjaga, hingga membuat ketiganya kewalahan jika harus baku hantam. Ketiganya menunggu pergerakan Ica, jika dia keluar mansion.


Darius yang sedang bingung harus menyelamatkan Allard dengan cara apa, dia akhirnya meminta bantuan Hyun ki, dan saat Hyun Ki mengirim pesan pada Darius mengatakan titik koordinat terakhir Allard.


Darius kembali dibuat bingung dengan bagaimana cara menyelamatkan sang tuan, yang kini berada dalam sarang musuh. Alhasil dia mengirimkan pesan pada Lucas, sang tangan kanan Maxime Del Cano, sahabat Allard.


Maxime yang kebetulan sedang berada di Prancis itu langsung menemui Darius, dia dibuat bingung, saat Hyun Ki yang menyadap suara di tempat tahanan itu mengatakan jika saat ini, ketiga anak buah Michael sedang bergerak menuju Korsel, untuk menangkap Ica.


Dengan keadaan yang sangat kacau dan frustasi, Maxime di kejutkan dengan suara dering ponselnya yang memekakkan telinga ditengah konsentrasi berpikirnya. Allessandro yang sedang menggantikannya untuk melakukan kunjungan di Korsel dengan orang kepercayaan Maxime itu mengatakan jika misinya telah berhasil dan dia menginginkan imbalan dari Daddynya.


Allessandro, anak dari Maxime Del Cano yang berusia lima belas tahun itu sekarang mendapatkan misi tambahan dari sang ayah, untuk menyelamatkan nyawa istri sahabatnya yang sedang dalam bahaya.


Sangat konyol sebenarnya, tetapi karena Maxime mengancam tidak akan memberikan pesawat Jet pribadi untuknya, maka dia dengan berat hati menyetujui syarat yang diberikan oleh Maxime, untuk menyelamatkan Ica.


Allessandro menghubungi Leo, dan menyuruhnya untuk mengelabuhi mata-mata yang berada disana. Dia sudah mengubah dan meretas GPS di ponsel Ica, sehingga yang saat ini di cari merupakan ponsel Leo. Bukan GPS ponsel Ica.


Ya, memang secerdas dan sejenius itulah seorang anak dari Maxime, di usianya yang baru lima belas tahun, dia sudah bisa menyadap dan meretas apa saja yang dia inginkan.


Bahkan dia meretas sistem keamanan beberapa negara yang terkenal dengan sistem keamanannya yang canggih dan bagus. Merupakan kebanggaan tersendiri untuk Maxime karena memiliki anak jenius seperti Allessandro.


...........


Ica yang sedang bersiap akan berangkat kerja langsung dikejutkan oleh kehadiran seorang anak remaja yang usianya terpaut lima tahub darinya.


Seorang anak laki-laki tampan, dengan mata biru safir itu menarik perhatiannya. Rahangnya tegas, alis tebal dan bulu mata lentik, mengingatkannya dengan wajah seseorang yang familiar menurutnya, meskipun umurnya baru lima belas tahun, tetapi sudah bisa dipastikan jika dia dewasa kelak, akan sangat dikagumi dan menjadi rebutan oleh para kaum hawa.

__ADS_1


"dengan nyonya Dennison benar?".


"ya benar, maaf anda siapa? "


"aku tidak punya banyak waktu, aku kemari atas utusan ayah ku Maxime, kau kenal dia bukan?".


"ya, aku mengenalnya".


Ica masih sedikit bingung, dengan kehadiran anak laki-laki di mansionnya yang langsung dipersilahkan masuk oleh Leo tanpa interogasi yang ketat, seperti dia sudah mengenal anak remaja ini.


Ica terkesan dengan cara bicara Allessandro yang terlihat sangat berwibawa meskipun usianya masih remaja. Tetapi cara bicara dan pembawaannya sangat bagus, menunjukkan jika dia memiliki pengendalian diri yang cukup bagus.


"hello??".


Allessandro melambai di depan wajah Ica yang terlihat terpesona olehnya.


"maaf nyonnya, sebaiknya anda bicara langsung pada tuan Maxime, karena waktu kita terbatas".


...................... ........................


Selamat sore semua,, maaf ya dua hari kmrin super duper sibuk hehe maklumlah mak emak rempong...


hayuhhhh kenapa si Allessandro keluar yaa...


Di usahain ttp Up bab baru kok....


jan lupa ksih vote, like n comen ya...

__ADS_1


makasihh....


__ADS_2