
Allard mengerjabkan matanya beberapa kali, dia mencoba menggeleng-gelengkan kepalanya kekanan dan kekiri, berusaha meraih kesadaran yang hanya tinggal batas limit, dia melihat kesamping ada David yang masih belum sadarkan diri.
Allard diikat menggunakan rantai dikedua tangan dan kakinya, dengan posisi berdiri, setelah dihajar habis-habisan oleh Michael dan antek-anteknya, dalam kondisi yang tidak sadar. Terdengar licik dan pengecut memang, tetapi seperti itulah Michael.
Dia tersenyum samar, mengingat apa yang telah terjadi, tetapi kemudian wajahnya berubah tegang, dia teringat ucapan Michael yang akan membawa paksa istrinya, membuatnya menggila, beberapa kali dia mencoba melepaskan diri dari rantai yang mengikat tangan dan kakinya.
Dia sadar usahanya ini akan sia-sia, karena rantai yang mengikatnya terlampau kuat, tetapi kemudian dia mendengar suara langkah kaki, Allard segera menormalkan ekspresi wajahnya, dia berusaha terlihat datar, meskipun saat ini hatinya sedang kacau karena memikirkan keadaan sang istri.
Pintu terbuka menunjukkan Michael dan dua tangan kanannya, yang langsung melayangkan pukulan pada perut Allard.
"ugh..... ".
"setelah aku puas menyiksanya, lemparkan dia ke kolam buaya di belakang markas".
Ucap Michael pada kedua anak buahnya, dengan tatapan sinis dan mengejek, kedua anak buahnya segera mengangguk patuh pada sang tuan.
" hahahahaha "
Diluar dugaan, Allard justru tertawa terbahak, dia sama sekali tidak gentar dengan ancaman Michael, meskipun kondisinya sudah babak belur.
"b*ngsa*, beraninya kau tertawa, saat sebentar lagi akan menjadi santapan buaya ku, hari ini belum ku beri makan".
"lakukan lah, tetapi kau tetap tidak bisa memulihkan semua aset mu"
"kau pikir aku hanya mempunyai dua perusahaan itu? hahaha, kau salah besar, meskipun kedua perusahaan ku hancur, aku masih sangat kaya, dan masih bisa menikmati hidup mewah ".
"benarkah? termasuk tabungan mu di bank Swiss saat ini sudah dibekukan oleh pihak berwajib".
Balas Allard dengan smirknya yang mengerikan, dia tahu jika Michael memiliki tabungan uang dan emas di bank swiss, tetapi semuanya sudah disita, karena kebusukan caranya berbisnis.
Michael tampak mengepalkan tangannya erat, dia terprovokasi oleh ucapan Allard, bukan jumlah yang sedikit yabg disimpan disana, tetapi ia pikir masih bisa diurus yang terpenting bisnis gelapnya masih aman, dan belun terendus aparat.
"lakukanlah semau mu, aku masih memiliki kekayaan meskipun itu dibekukan".
Meskipun dengan nada santai, tetapi di dalam dadanya berkobar amarah karena hartanya di sita.
"kau yakin masih bisa tertawa saat pabrik dan gudang penyimpanan barang haram, dari bisnis gelap mu sudah terbongkar oleh Interpol dari Lyon?? ".
Perkataan itu membuat Allard, Michael dan beberapa anak buahnya mendongak dan melihat kearah pintu, di sana sudah berdiri dengan gagah seorang Maxime del cano yang sedang tersenyum miring melihat keterkejutan Michael.
"fu*k, beraninya kau melakukan itu".
Michael mengumpat dan segera beralih meraih kemeja yabg digunakan Maxime.
__ADS_1
"kau yang sudah terlebih dahulu menyentuh bisnis ku, kau pikir kau siapa huh? ".
Ucap Maxime geram dengan tingkah Michael yang memang beberapa bulan yang lalu berani mengusik ketenangannya dengan melaporkan bisbis gelapnya pada polisi setempat. Apakah Michael lupa jika Maxime merupakan penguasa daratan Eropa? sungguh konyol sekali.
Tetapi meskipun tidak merugi besar, Maxime harus bersabar karena tersandung kasus itu. Sekarang dia membalas perbuatan Michael, hanya geng kecil saja berani mengusik ketenangannya, sungguh menggelikan sekali.
..............
"Alle menyugar rambutnya frustasi, menunggu tindakan medis yang sedang dijalani Ica, meskipun sudah hampir dua jam berada dalam ruang tindakan, tetapi belum ada yang meninggalkan ruang penanganan itu. Hanya terlihat sesekali perawat mondar mandir mengambil peralatan medis dan juga beberapa kantong darah.
Alle bisa mengetahui seberapa genting situasinya saat ini, daddynya juga belum memberikan kabar sama sekali tentang keadaan uncle Allard, yang membuatnya semakin di dera rasa panik yang luar biasa.
Mila terus saja merapalkan doa-doa supaya sang nyonya segera membaik dan semoga semuanya baik-baik saja.
Selang waktu tiga puluh menit kemudian pintu ruang tindakan dibuka, dan keluarlah dokter Harry dan dokter Kimmy yang langsung diburu oleh Alle dan Mila.
"bagaimana kondisi Aunty"
"bagaimana kondisi nyonya"
Pertanyaan yang sama dalam waktu yang bersamaan itu meluncur pertama kali saat dokter bahkan belum melepas sarung tangannya.
Dokter Harry tersenyum dengan wajah yang terlihat lelah, begitu pula dengan dokter Kimmy meskipun sempat mengalami masa-masa tegang tetapi keduanya bersyukur karena kondisi Ica sekarang sudah lebih baik dari pada saat dibawa tadi.
"syukurlah".
Ucap Mila sembari melemaskan kedua bahunya yang tadi sangat tegang, dia bersyukur sang nyonya bisa selamat.
................
Setelah memastikan Ica stabil, Alle langsung pergi untuk melakukan penerbangan dan kembali ke Spanyol, sementara Ica didampingi oleh Mila dan beberapa bodyguard yang berjaga-jaga, meskipun seluruh lantai kamar VVIP sudah dikosongkan, tetapi para bodyguard tidak ingin mengambil resiko jika ada seorang penyelundup.
Tim medis yang bertugas merawat Ica juga merupakan orang suruhan dokter Harry secara langsung. Selain itu tidak diperbolehkan memasuki lantai VVIP.
..........
Allard dan David terbang menggunakan jet pribadi miliknya, setelah diselamatkan oleh Maxime, dan Michael sepenuhnya menjadi tanggungjawab Maxime, karena sudah berani mengusik bisnis miliknya.
Dipastikan Michael dan keluarganya tidak bisa hidup dalam kemewahan lagi, karena semua bisnisnya sudah dihancurkan oleh Allard, dan semua asetnya sudah disita oleh negara. Tidak banyak yang mengetahui jika hampir aemua aset yang dimiliki oleh Adam Aimo dan keluarganya merupakan hasil dari kelicikannya mengelabuhi para pengusaha yang masih mulai merintis, dan kurang berpengalaman, sehingga dengan mudahnya dia memanipulasi semua data dan keuntungan.
..........
Allard tiba di Korsel tepat pukul sembilan malam waktu Seoul, dia langsung menuju ke RS tempat Ica dirawat, dia sudah tidak sabar melihat keadaan sang istri yang dikabarkan dibawa ke RS karena shock mendengar kabar, jika dia disandera.
__ADS_1
Allard merasa bersalah pada Ica, karena dia tidak bisa kembali tepat waktu sesuai ucapannya ketika akan berangkat ke Prancis. Meskipun tubuhnya masih terasa remuk, tetapi dia berusaha tetap fit untuk sang istri.
Allard memasuki ruang perawatan Ica, tatapannya langsung tertuju pada tubuh kecil sang istri yang kini terlihat lebih kurus dari pada saat pertemuannya terakhir kali. Kenapa dengan istrinya, banyak pertanyaan-pertanyaan dikepalanya, istrinya memiliki daya tahan tubuh yang sangat baik, tetapi mengapa sekarang jadi lemah seperti ini.
Allard berjalan pelan karena tidak ingin mengganggu istirahat sang istri yang memang dari pertama kali dibawa belum sadarkan diri. Tetapi kondisinya sudah membaik. Mila, pelayan serta dua bodyguard yang berjaga didalam ruangan seketika undur diri.
Mila ingin memberikan waktu pada sang tuan untuk memiliki waktu yang berkualitas bersama sang istri, setelah perpisahan beberapa minggu.
Allard menciumi wajah Ica yang masih tampak pucat, lingkaran mata hitam terlihat jelas dikedua matanya, tubuh kurusnya yang terlihat semakin ringkih, membuatnya semakin merasa bersalah.
.........
Seletah melepas rindu dan lelahnya, Allard berjalan menuju ruangan dokter Harry dan dokter Kimmy, yang memberitahu untuk membicarakan tentang kondisi Ica.
"duduk lah All,"
"hem"
Allard hanya mengangguk dan menjawab singkat, sementara dokter Harry membuka beberapa lembar rekam medis Ica dan berikut dengan hasil Lab yang baru keluar saat Allard tiba di RS.
"kondisi Ica sekarang sudah stabil, tetapi masih harus dalam pantauan tim medis, meskipun saat pertama kali dia dibawa ke sini kondisinya sangat menghawatirkan dan sempat mengalami masa kritis karena dia mengalami pendarahan".
"pendarahan, bagian maba yang terluka?"
Dengan polosnya Allard bertanya, dia sama sekali tidak mengerti dengan maksud pendarahan yang dialami sang istri. Dokter Harry menghela nafas beratnya, dia memijit pelipisnya, dia harus menjelaskan pada Allard yang tampak tidak mengerti maksud ucapannya. Sepertinya dugaannya benar jika Allard belum mengetahui kondisi Istrinya.
"lihatlah".
Dokter Harry menunjuk kearah kertas laboratorium, yang semakin membuat Allard tidak mengerti.
"langsung ke intinya saja Harry aku tak mengerti tentang itu".
"Baiklah, disini hasil Lab menunjukkan jika istrimu sedang hamil, apa kau tau jika istri mu hamil?".
" ha-hamil? Ica hamil? benarkah? kau tidak bercanda bukan?".
......................... ..........................
Selamat pagi sayang kuh....
aku Up bab baru lagi, mudah2an proses review tidak lama yaa...
jangan lupa kasih vote like n comen ...
__ADS_1
makasih dah mau nungguin up novel ini meskipun kdang lama 😊😊🙏🙏🙏