MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Kejahilan Yang Berakhir Menyiksa Diri


__ADS_3

Allard yang sudah meminum separuh dari orange jus nya kemudian meminta Ica untuk mengambilkan camilan juga, dia ingin memakan cheesecake yang sengaja dibuat oleh Maid atas permintaan Mila tadi.


"tolong ambilkan cheesecake itu"


Ica pun mengambilkannya dan Allard segera melahapnya dengan tenang. Bola mata Tica masih saja bergerak ke sana kemari menghindari pemandangan yang membuatnya seketika terkena serangan jantung itu.


Padahal sebelumnya Ica tidak pernah memiliki riwayat takikardia tetapi kenapa akhir-akhir ini jika dia berdekatan dengan Allard jantungnya serasa ingin melompat dari tempatnya.


Allard yang sedang mengunyah Cheesecake sembari memperhatikan raut wajah istrinya dengan heran, kenapa tiba-tiba istrinya yang biasanya selalu cuek dan pembawaannya tenang bisa menjadi salah tingkah, bahkan dia sengaja menghindari kontak mata dengan Allard.


Allard yang sedikit menaruh kecurigaan lantas segera menepisnya, Allard hanya penasaran dengan Tica, dia merasa tertantang dengan sikap cuek dan tenang istrinya itu. Padahal semua wanita selalu tidak pernah bisa menolak pesona seorang Dennison Allarick Lee, terkecuali istrinya sendiri Zantica Rahma Hadiningrat.


"kenapa melihat ku seperti itu?"


Tica yang mencuri pandang kearah Allard dibuat semakin salah tingkah saat ternyata sang suami juga sedang memandanginya.


"ada apa dengan mu Ica?, kenapa wajah mu memerah? apa kau sedang mabuk? hem?"


"Ti-tidak wajah ku biasa saja, mabuk apanya, bahkan aku tidak pernah menyentuh alkohol"


Tica yang semakin terlihat gelisah itu menjawab pertanyaan Allard dengan gagap sambil memegangi pipinya yang terasa panas, dipandang sedekat itu, dengan posisi Tica duduk dipinggiran kolam sedangkan Allard berada di dalam kolam di depannya persis.


"cepatlah selesaikan berenang mu, aku mau naik keatas".


Allard yang seketika mendapatkan ide jahil malah meminta Ica untuk menolongnya naik keatas,


"tolong aku, aku mau naik ke atas"


Ucap Allard sembari mengulurkan tangannya, padahal jelas-jelas dia bisa saja meloncat seperti biasa jika tidak mau memutar dan melewati tangga kolam yang berada sedikit jauh darinya saat ini.


Tica yang tidak tahu maksud kejahilan Allard pun mengulurkan tangannya berniat menarik Allard dari kolam, tetapi setelah Tica mengulurkan tangannya tiba-tiba saja diat merasa tertarik dan dia berteriak..


"Aaakkkhhhhh..... "


Byurrrr......

__ADS_1


Tica dan Allard jatuh kedalam kolam renang yang tingginya lebih dari satu setengah meter itu membuat Tica otomatis tidak bisa memijakkan kakinya kebawah, karena tingginya yang memang hanya 155 cm. Dan itu membuatnya tenggelam.


Tica yang bisa berenang pun berusaha menggunakan kemampuannya tetapi karena jatuh terkejut tanpa persiapan Tica sedikit gelagapan sehingga membuat Allard sedikit tersenyum usil melihat istri kecilnya kesusahan mencapai pinggiran kolam.


Tica yang sudah sangat lama tidak berenang pun akhirnya memilih meraih tangan Allard untuk dijadikan pegangan.


"apa yang kau lakukan Allard, aku sudah bilang aku tidak mau berenang, kau memang menyebalkan"


"apa kau tidak bisa berenang?"


"aku bisa, tapi tidak terlalu pandai"


Jawab Tica sambil cemberut, yang malah membuatnya semakin terlihat menggemaskan di mata Allard. Allard yang terus melihat pada bibir kecil pink bervolume milik Tica itu semakin dibuat gemas, masih terbayang bagaimana rasa manis dari ciumannya dulu, dan Allard ingin mencicipinya lagi kali ini.


Allard mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya, matanya tak lepas memandang lekat bibir mungil yang sedang cemberut itu. Allard menempelkan bibirnya yang dingin itu pada bibir kecil milik istrinya, Tica yang mengerti keinginan Allard segera memalingkan wajahnya.


Allard yang tak ingin ditolak kali ini menarik paksa tengkuk leher istrinya dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya menarik pinggang ramping Tica, sehingga posisinya kali ini sangat menempel dan Tica yang kecil meskipun terus memberontak, tetapi apalah daya, tenaganya tak sebanding dengan tenaga Allard.


"eemmmmmmm"


Akhirnya Tica hanya bisa pasrah karena lelah memberontak dan kalau dia terus memberontak pegangan tangannya pada bahu Allard akan terlepas dan dia bisa jatuh tenggelam ke dasar kolam karena posisinya yang tak menguntungkan.


Allard yang merasakan tenaga istrinya melemah melepaskan ciumannya, dan Tica langsung saja meraup oksigen dengan rakusnya, Tica yang tidak pernah berciuman dibuat kewalahan dengan ciuman yang diberikan Allard, sehingga dia lupa caranya bernafas, juga karena hidungnya yang kecil tertutup oleh hidung Allard yang memang mancung itu.


"hei, bernafaslah"


Allard yang melihat wajah memerah Tica semakin dibuat gemas dengan tingkah istrinya yang menurutnya sangat polos itu. Bagaimana bisa dia lupa bernafas.


"kau menyebalkan Allard"


Tica memukuli dada Allard dengan kedua tangannya, dan hal itu malah membuat Allard menginginkan lebih dari segedar ciuman, Tangan halus istrinya itu menyentuh kulit dadanya yang bahkan saat ini sudah membangunkan sesuatu di bawah sana.


Tica yang sedang memukuli dada Allard pun lupa berpegangan sehingga dia sempat meluncur kebawah dan segera diangkat oleh Allard lagi.


Allard mengeram frustasi dengan apa yang dilakukan Tica di dalam gendongannya. Tica terus saja bergerak-gerak yang semakin membuat Juniornya menggila menginginkan hal lain.

__ADS_1


"eeemmmmmhhhh.... berhenti bergerak Ica, atau kau akan menyesalinya nanti".


"makannya lepaskan Aku"


Tica yang merasa tidak nyaman berada dalam gendongan Allard pun bisa merasakan sesuatu yang tiba-tiba saja mengeras dibawah sana, tetapi memang karena kepolosannya dia tidak terlalu menghiraukan apa yang telah mengganjalnya saat ini.


Allard yang tak ingin Ica semakin membencinya pun melepaskan Tica dan menaikkannya ke pinggiran kolam, sementara Tica yang merasa malu, matanya berusaha mencari keberadaan bathrobe.


Tica bukannya tidak sadar jika bajunya saat ini melekat ketat pada tubuhnya karena basah, dan hal itu membuatnya merasa tidak nyaman karena sesuatu tercetak dengan jelas di sana.


Sementara Allard yang berada persis di depan Tica, dengan posisi dia masih berpijak dilantai kolam itu matanya tanpa sengaja melihat squishi kembar di depannya yang tidak pernah dia sangka ternyata ukurannya terlihat lebih berisi saat tercetak dengan jelas di depannya saat ini.


Padahal jika Tica memakai pakaian itu tidak terlihat sama sekali bahkan Allard mengiranya rata. Ternyata dia salah, apa mungkin karena pakaiannya yang selalu tertutup, saat ini bahkan squishi itu terlihat menggoda untuknya. Dengan sekuat hati dia mencoba menahan sesuatu yang sejak tadi sudah berkobar.


Niatnya menjahili istri kecilnya itu justru berakhir dia yang tersiksa sendiri saat ini. Tica yang melihat lemari kecil di samping meja tempatnya duduk tadi berlari kearah sana dan dia menemukan Bathrobe dan langsung memakainya.


Tica segera berlari ke kamarnya meninggalkan Allard yang sedang sedang mengeram frustasi menjambak rambutnya sendiri dan beberapa kali mengumpat karena kebodohannya sendiri. Sekarang dia harus menahan sesuatu yang mendesak meminta untuk dituntaskan itu.


"aahhhhh.... ****..... "


"bersabarlah junior, tenanglah kau akan mendapatkannya tetapi tidak sekarang".


Allard berbicara pada dirinya sendiri berusaha menenangkan gejolak dirinya yang sudah berkobar saat ini karena ulahnya sendiri.


.................


hemmm....


hemmmm.....


kan kesedek aku klo nulis part-part kayak gini g terlalu jago 😭😭😭 maapken yaakk...


tetep kasih vote, liken comen biar cpet Up lg


makasihh β˜Ίβ˜Ίβ˜Ίβ˜ΊπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2