
Allard menghampiri Ica yang terlihat tengah kepayahan saat kedua wanita itu tengah menyiksanya dengan cara terus memegangi tangannya dia ditampar berkali-kali oleh wanita yang lainnya.
meskipun dia sudah tidak memiliki tenaga sama sekali dan hanya bisa duduk di kursi yang dikenakan untuk menyandra Ica tadi.
Melihat hal itu membuat Allard begitu geram, Dia segera memberikan tamparan keras di wajah wanita itu, hingga dia tersungkur ke lantai, kemudian dia menendang wanita yang tengah memegangi kedua tangan istrinya hingga terjerembab ke bawah meja. Dengsn kepala membentur pinggiran meja.
Allard kemudian membuka ikatan dari kain slayer kecil di mulut istrinya, kemudian dia memakaikannya seperti kerudung dan mengikatnya di bawah dagu, Allard kemudian melepaskan jaketnya dan memakaikannya pada tubuh istri kecilnya.
"maaf,..... aku datang sangat terlambat sayang".
Ica hanya mampu mengangguk, tersenyum kecil dengan air mata yang terus mengalir deras, seolah dia meminta perlindungan.
Pertarungan dibawah terlihat seimbang kali ini, meskipun Maxime hanya membawa sekitar 30 anak buah terbaiknya, sementara anak buah Keemo Yen berjumlah ratusan, tetapi pasukan Maxime bukanlah lawan yang seimbang untuk Cong ho gangster.
"kau datang lebih awal rupanya Max".
Maxime tersenyum sambil melakukan beberapa gerakan saat ada yg menyerangnya. tetapi dia masih terlihat stabil meskipun dengan melakukan beberapa pukulan pada musuhnya.
"aku memakai jet pribadi ku yang baru All, kecepatannya luar biasa, kau juga harus membelinya segera, setelah ini".
Allard tersenyum menanggapi ucapan Maxime, dan menggelengkan kepalanya dengan tingkah konyol Maxime, dalam kondisi genting pun dia masih sempat menyombongkan jet pribadi baru miliknya, yang mempunyai mesin canggih itu.
Allard kemudian berpamitan untuk segera membawa Istrinya keluar terlebih dahulu, dia khawatir dengan kondisi istrinya yang terlihat sudah sangat lemas, kemudian Allard menggendong Ica dengan gaya bridal style.
"aku membawa heli ku di atap gedung, jika kau membutuhkannya All".
Allard menoleh pada Maxime dan mengucapkan terimakasih,
"thanks dude, aku berhutang pada mu"
__ADS_1
"hemm.... no, ini bukan apa-apa dibandingkan apa yang telah kau lakukan pada ku dulu All".
Ucap Maxime dengan mata sendu mengingat kejadian 6 tahun lalu yang nyaris merenggut nyawanya, jika saja Allard tidak datang dan menggantikan posisinya.
Meskipun setelah itu Allard yang harus meregang nyawa saat peluru nyaris melukai jantungnya, Beruntung timah panas itu tidak sampai mengenai titik vital Allard, sehinga dengan operasi masih bisa di sembuhkan oleh dokter terbaik Maxime saat pertarungan melawan mafia asal Rusia pada enam tahun yang lalu.
Karena itulah mengapa Maxime sangat merasa berhutang nyawa pada Allard, jikasaja dulu Allard tidak mendorongnya mungkin saja dirinya yang akan tertembus timah panas yang memang telah direncanakan oleh sniper terbaik Rusia saat itu, dengan menggunakan laras panjang.
Tetapi Allard yang mengetahui hal itu karena dia menggunakan teropongnya, alhasil Allard mendorong Maxime dan akhirnya dia yang terkena timah panas dipunggung kirinya yang nyaris menembus jantungnya saat itu.
Operasi besar dilakukan dan sejak saat itu, Maxime Terus saja merasa bersalah pada Allard, karena penyembuhannya memakan waktu hingga tiga bulan lamanya. Meskipun Allard tidak pernah mengungkit hal itu, tetapi Maxime yang merasa berhutang nyawa pada Allard.
Sejak saat itu, kapan pun Allard membutuhkan bantuan, maka Maxime tanpa berpikir panjang akan selalu berada digaris terdepan untuk membantu dan mendukung apa pun yang akan Maxime lakukan. Termasuk keinginannya untuk keluar dari dunia hitam setahun sejak peristiwa mengenaskan itu.
Bukan karena Jera, tetapi dia memilih hidup tenang, karena sang kakek yang memintanya untuk fokus pada perusahaan dan pembangunan beberapa cabang perusahaan diberbagai negara di Asia.
Meskipun Allard memiliki sahabat seorang mafia, tetapi dia sama sekali tidak pernah meminta bantuan pada Maxime sekalipun, dan baru kali ini dia meminta bantuan karena Allard sangat terdesak, dan memang hanya Maxime yang bisa membantunya saat ini.
Sebenarnya Maxime sangat penasaran dengan rupa istri sahabatnya itu, tetapi karena kondisi sedang sangat genting, dan juga karena wajah Ica penuh luka memar dan darah yang sudah mengering, Allard juga menutup kepalanya dengan slayer sehingga Maxime tidak bisa melihat dengan jelas wajah Ica seperti apa.
"sisanya aku serahkan pada mu Max, aku akan kembali lagi setelah membawa Istri ku ke rumah sakit dan memastikan kondisinya seperti apa".
"kau tak perlu khawatir All, urus lah istri mu terlebih dahulu, sepertinya dia sudah sangat dehidrasi akut"
"thanks max"
"hem.... "
Allard kemudian membawa Ica yang sudah sangat lemah itu menuju atap gedung, dia harus menaiki satu lantai lagi untuk mencapai rooftop, tetapi kemudian serangan datang lagi dari musuhnya, ada sekitar sepuluh orang melakukan penyerangan kembali.
__ADS_1
Allard yang merasa tidak bisa melawan musuhnya jika dia masih menggendong Ica, kemudian dia memilih memanggul Ica di pundak, mengambil pistol yang terselip di pinggangnya, kemudian dia segera melayangkan tembakan-tembakan yang langsung mengenai musuh-musuhnya, Meskipun Allard sedikit kesulitan karena dia sembari memanggul Ica, tetapi dia masih bisa bergerak dengan lincah.
Saat Allard hendak mencapai heli, sebuah bom kecil dilemparkan oleh musuh ke arah Allard, musuhnya belum menyerah, meskipun sudah terkena tembakan beberapa kali. Allard seketika berlari menjauh, segera tiarap dan mengamankan Ica.
Buuummmmmm.......
Bom kecil rakitan itu meletus tetapi tidak mengenai Allard dan Ica yang sebelumnya sudah menghindar. Allard mendudukkan Ica bersandar pada tembok pembatas, kemudian dia melawan musuhnya dengan tangan kosong, karena musuhnya dekat dan juga sama-sama dengan tangan kosong tidak membawa senjata apa pun. Allard melakukan beberapa kali pukulan telak yang seketika menumbangkan musuhnya.
"Allard melihat kembali ke arah istrinya yang sudah memejamkan matanya, dia menghampirinya menepuk pelan pipinya, tetapi tidak ada respon apa pun.
Seketika Allard panik, dia segera menggendong Istrinya masuk kedalam hali, memasangkan safety belt pada Ica, dan segera berpindah pada posisi depan, Allard yang bisa mengendarai hali sejak duduk di bangku SMA itu terlihat lincah dan mahir menerbangkan hali itu.
Halicopter berjenis Eurocopter EC135 yang berharga $4,2 juta itu, terbang di atas gedung terbengkalai dengan ketinggian normal, mengudara ditengah pertempuran dua mafia terbesar di Asia dan Eropa itu.
Allard bisa melihat jika pasukan musuh sudah banyak yang tumbang, dia optimis bisa memenangkan pertempuran ini, meskipun tujuan utamanya untuk menyelamatkan istrinya sudah terwujud saat ini.
..............
Maxime tersenyum sinis saat melihat beberapa musuhnya sudah berhasil dia tumbangkan, kemudian menyuruh Lucas sang tangan kanannya untuk menyisakan dan membawa petinggi dan ketua Cong ho gangster untuk di interogasi.
David dan Darius melakukan tugasnya dengan baik, meskipun ada beberapa luka sobek dan lebam diwajahnya tetapi dia masih tetap terlihat tampan. Keduanya segera mencari keberadaan Leo yang ternyata masih berusaha menumbangkan dua musuhnya.
Ketiga anak buah terbaik Allard itu kemudian menemui Maxime yang terlihat sedang duduk sambil menghisap nikotin, mereka mengucapkan terimakasih, dan untuk membahas dimana dia akan melakukan interogasi pada petinggi Cong ho gangster dan sekaligus mencari tahu motif yang sebenarnya dibalik penculik Ica, Istri dari seorang Dennison Allarick Lee.
..................................
hay sayang-sayang kuhh masih setia nungguin cerita ini kan....
Kasih semangat ya...
__ADS_1
ksih bonus othor recehmu dengan Vote, like n comen ya... mksihh
☺☺☺☺☺😘😘😘😘😘😘🙏🙏🙏🙏🙏