MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Penyesalan Allard


__ADS_3

Allard terlonjak saat ponselnya berdering dan itu merupakan telepon dari Fellicia.


"hallo, Allard ada apa menelpon ku pagi-pagi buta? "


"Hallo Fell, ke mansion ku, right now".


"kau gila? aku bahkan belum mencuci muka ku".


Dokter Felly memang terbiasa berbicara non formal pada Allard, karena memang keduanya masih kerabat sehingga sering bertemu satu sama lain dalam acara keluarga.


"kau tak punya waktu mencuci muka, karena keadaan darurat. Ke mansion ku sekarang juga, atau aku akan menghapus nama mu dari daftar dokter pribadi keluarga Lee"


"dasar diktator,........ "


Belum sempat Fellycia menyelesaikan ucapannya panggilan itu sudah ditutup sepihak oleh Allard yang masih di landa rasa panik dan takut. Setelah selesai menyeka tubuh Ica, dia memakaikan piyama berbahan sutra pada tubuh istrinya itu.


Selang waktu 20 menit Fellycia datang dengan bibir yang masih saja menggerutu karena pagi buta sudah harus ke mansion Allard. Mila membukakan pintu mansion utama untuk menyambut kedatangan dokter pribadi keluarga Lee itu, dan langsung membimbingnya naik kelantai atas sesuai dengan perintah Allard, yang sebelumnya sudah menelpon Mila melalui telepon yang ada di paviliun khusus maid.


Felliycia merupakan salah satu dari sepuluh dokter keluarga Lee, 3 di antaranya wanita dan 7 orang merupakan laki-laki dan yang paling sering dipanggil Allard adalah dokter Harry dan Felly merupakan dokter baru yang masuk paling akhir setelah Allard menikah, karena dia masih tergolong dokter muda.


Pramudya sengaja mempekerjakan Felly karena dia sekarang sudah mempunyai cucu menantu yang diharapkan dapat segera menggendong cicit, oleh karena itu Pramudya tahu jika suatu saat Ica akan sangat membutuhkan dokter Felly yang merupakan dokter kandungan perempuan.


Felly memasuki kamar pribadi Allard, dan sedikit terkejut saat melihat seorang wanita cantik yang tengah tertidur itu, kemudian dia mendekat dan melihat dengan jelas.


"masuk lah Fell, tolong periksa istriku, dia pingsan".


Allard berbicara menggunakan bahasa korea pada Felly, dan Felly hanya mengangguk.


"jadi, kau benar-benar sudah menikah All? ini istri mu? aku sedikit tidak percaya saat Grandpa mengatakan kau sudah menikah"


Allard menjawabnya dengan anggukan mantap, kemudian Felly duduk ditepi ranjang dan saat itu juga matanya membola melihat keadaan Ica dari dekat, yang ternyata dipenuhi luka dan memar pada tubuhnya.


"apa yang terjadi padanya? kenapa tubuhnya dipenuhi luka All?"


Sambil bertanya pada Allard, Felly memeriksa kondisi dan melihat semua bekas luka ditubuh wanita berparas ayu itu.


"Periksa saja istri ku terlebih dahulu, akan ku jelaskan nanti"


Jawab Allard sembari tangannya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia merasa bersalah sekaligus malu dan bingung, bagaimana caranya menjelaskan pada Felly atas apa yang terjadi.


Tetapi kemudian mata Felly melirik kearah Allard dengan tatapan sinisnya, setelah dia melihat banyaknya tanda kepemilikan di area leher dan dad* Ica.

__ADS_1


"apa kau yang melakukannya All?"


Sembari bertanya Felly memeriksa seluruh tubuh Ica dengan detail tanpa terkecuali, melihat banyaknya luka lebam itu membuat Felly merasa ngeri, apa yang sebenarnya dilakukan Allard pada istri kecilnya itu.


Dia tampak masih muda, sangat cantik natural dengan kulit yang menurut Felly sangat bagus dan mulus andaikan saja tidak ada luka-luka ditubuhnya.


Dengan cekatan Felly memeriksa bahkan sampai pada area sensitif Ica dan dia seketika memekik tertahan saat melihat kondisinya.


"kau apakan dia All? mengapa bisa sampai seperti ini?"


Felly berbicara sembari menatap tajam pada Allard, meskipun merasa malu dan kikuk Allard menceritakan semuanya pada Felly, dia juga terlihat cemas dan bingung saat ini.


"sungguh, aku menyesal melakukan semua ini padanya Fell, andaikan aku tau jika dia masih virgin, aku tidak akan memaksanya seperti tadi, terlebih aku dalam pengaruh afrodisiak".


"jadi benar dugaan ku, dia masih virgin, apa kau tidak bisa membedakannya Allard?".


Setelah memeriksa luka di area sensitif milik Ica, Felly sedikit terkejut karena memang benar Ica masih virgin, zaman sekarang banyak gadis-gadis yang sudah melepaskan keperawanannya dengan kekasihnya meskipun dia tahu, kalau bisa saja dia tidak menikah dengan kekasihnya itu, tetapi memang gaya hidup remaja sekarang yang tergolong bebas sangat sedikit yang masih bisa menjaganya sampai menikah.


"aku tidak tau Fell, karena memang aku tidak pernah bercinta dengan wanita yang masih virgin".


"kau beruntung All, harusnya kau bersyukur bukannya malah membuatnya jadi seperti ini".


"ya Fell, kau benar harusnya aku bersyukur memiliki istri yang belum tersentuh pria lain".


"sudah ku katakan aku menyesal, karena tidak tahu jika dia masih virgin Fell".


Felly benar-benar marah pada Allard, bukan tanpa sebab karena dia cukup tau watak Allard.


"apa kau buta, kau tidak bisa melihat darah? kau tau jika dia tidak virgin lukanya pasti tidak akan separah ini".


"aku tidak melihatnya, selain karena pengaruh obat siala* itu yang membuat ku menggila, juga karena lampu yang ku gunakan adalah lampu tidur, jadi aku tak melihat darah Fell".


Allard berbicara sambil meringis saat Felly melakukan pekerjaannya, dia tahu jika luka itu sangat menyakitkan, dan dia yang sudah membuat istrinya menjadi begitu mengenaskan.


"apa kau tau, kau bisa membuatnya trauma Allard, aku bahkan harus menjahit lukanya meskipun sedikit, tapi dia bukan orang yang baru melahirkan All, seharusnya dia tidak mendapatkan jahitan, jika saja kau melakukannya dengan perlahan, kau sangat keterlaluan".


Allard terkejut saat mendengar perkataan Felly, dia merasa tambah bersalah pada istri kecilnya itu, setelah ini dia berjanji pada dirinya sendiri untuk merawat dan memperlakukan Ica dengan baik.


............


Felly menyelesaikan semua pekerjaannya dengan rapi dan cepat, dia juga menyuntikkan obat tidur kedalam cairan infus yang juga telah terpasang di punggung tangan sebelah kiri Ica, Felly sengaja memberikan obat tidur supaya Ica bisa beristirahat sedikit lebih lama lagi, karena dia yakin saat dia terbangun nanti, Ica pasti akan histeris saat mengetahui kondisinya terlebih dia dipaksa melakukan semua itu.

__ADS_1


"kau, jangan menyentuhnya lagi sebelum luka itu benar-benar sembuh dengan sempurna. Apa kau mengerti?".


Felly berbicara pada Allard yang terlihat sangat lesu dan gurat penyesalan terlihat jelas diwajahnya saat ini.


"aku tahu itu Fell, terimakasih sudah menolong istri ku".


"dia sangat cantik, dan sepertinya masih muda, berapa usianya?"


Allard mengangguk menyetujui ucapan Felly jika istrinya memang sangat cantik.


"usianya belum genap dua puluh tahun".


"benarkah?, woah... kau mendapatkan jack pot All".


"ya, sangat ditambah lagi aku orang yang pertama menyentuhnya, rasanya begitu bangga".


Felli Hanya mengangguk dan memberikan obat serta menjelaskan kapan dan berapa dosis yang dibutuhkan untuk semua obat-obatan itu.


"aku akan datang lagi nanti sore atau malam hari untuk melihat kondisinya, jika dia butuh penanganan lebih lanjut kau harus segera membawanya ke Psikiater untuk menyembuhkan traumanya jika memang diperlukan, tapi ku harap semua itu tidak diperlukan, semoga dia tidak mengalami trauma yang parah".


"baiklah, terimakasih Fell, aku tak bisa mengantar mu ke depan"


"it's ok Allard".


Felly menepuk bahu Allard sebelum meninggalkan kamar pribadi Allard yang memang seumuran dengannya itu.


...............


Setelah kepergian Felly, Allard kembali berbaring disebelah istri kecilnya itu, sambil mengucapkan permohonan maafnya berkali-kali meskipun istrinya itu tidak mendengarnya. Dia benar-benar menyesali perbuatannya yang membuat istrinya terluka, dia tahu setelah ini perjuangannya meminta maaf akan sedikit panjang, dia berharap Ica mau memaafkannya lagi kali ini.


Dia sungguh-sungguh menyesal, berulang kali Allard terlihat menciumi dahi, pipi serta mata istrinya yang terlihat sedikit membengkak karena terlalu banyak menangis, Allard memeluk istrinya dengan posesif dan ikut terpejam bersama rasa sesalnya yang menyesakkan dadanya saat ini.


............. .....


Hay readers kuh...


Ternyata banyak yg ga bisa komen, like n vote karya ku yaa.. aku sedih bgt tau, lihat pembaca banyak tp level n popularitas novel g naik-naik ternyata itu penyebabnya..


yang bisa dukung aku dukung yuk..


vote, like n komen biar akunya merasa lelah ku terbalas liat popularitas n level naik ☺☺☺

__ADS_1


yang udah kasih dukungannya makasih ☺☺☺☺🙏🙏🙏🙏


__ADS_2