
Pagi seperti biasa David sudah terlebih dahulu mempersiapkan laporan dan proposal yang akan digunakan dalam meeting penting petinggi DA group, yang akan dilaksanakan jam 10 pagi waktu Seoul.
Allard yang baru saja terbangun dari tidurnya segera mencari keberadaan sang Istri yang sudah meninggalkan ranjang tepat pukul setengah tujuh subuh tadi, dia memilih menyibukkan dirinya dengan menyiapkan sarapan untuk sang suami, meskipun kondisinya belum sepenuhnya pulih.
Tetapi dia tetap ingin melakukan tugasnya dengan cara mempersiapkan segala sesuatunya untuk sang suami, dia memilih berdamai dengan keadaan. Menerima apa yang telah ditetapkan oleh Allah, mungkin dengan cara perlahan Allah ingin membuat Allard kembali kejalan yang benar.
Selama ini Ica belum pernah mengajak Allard untuk beribadah, tetapi Ica tau jika dia terbangun di sepertiga malam Allard juga bangun meskipun dia hanya melihat semua yang dilakukan istrinya.
Ica memohon pada Allah di dalam sujud terakhirnya, dalam setiap sepertiga malam, jika dia memang ditakdirkan dengan Allard, maka Ica hanya meminta suatu saat Allard juga akan mau untuk menyembah apa yang disembah olehnya.
Ica tidak mau memaksa, tetapi dia terus mendoakan dalam setiap sujudnya, dia tak pernah lelah atau pun bosan untuk terus menerus mendoakan sang suami.
Dua porsi nasi goreng seafood telah siap tersaji dimeja pantry. Ica melihat jam kecil di atas meja panty sudah menunjukkan pukul delapan pagi, dia bergegas menuju kamar pribadi Allard, untuk membangunkan sang suami.
Dilihatnya Allard masih saja berada dibawah selimut hangat itu, meskipun tadi sudah terbangun, dia hanya ingin sedikit diperhatikan oleh sang istri. Ica menghampiri sang suami dan berusaha membangunkannya.
"All, bangun hari sudah siang, nanti terlambat kata David ada meeting penting pagi ini".
Ica menyentuh tangan sang suami dan sedikit mengguncangkannya supaya Allard terbangun, tetapi Allard masih tetap berada diposisi yang sama, Ica yang terlihat kesal pun seketika mempunyai ide jahil, mendekat ke wajah sang suami, dan mengatakan sesuatu, tetapi justru membuat Allard mengeram dan segera menarik pinggang sang istri, dia membuka matanya.
"jadi, kau mengancam ku lagi kali ini sayang?, baiklah, aku tak mau melepaskan mu".
Dengan jahil Allard membalas perlakuan sang istri yabg mengancam akan memberikan makanannya untuk David dan Leo jika tidak segera bangun, tetapi Allard justru meremang saat Ica membisikkan kata-kata itu tepat ditelinganya, yang sepontan membuat sesuatu dibawah sana memberontak ingin dibebaskan.
Allard mengeram frustasi, kemudian dia ingin balas menjahili istri kecilnya, yang sudah dengan berani mengibarkan bendera perang padanya, apakah dia tidak tau hormon laki-laki pagi hari, malah dengan sengaja menggodanya, Allard sudah cukup lama berpuasa hampir satu bulan lamanya, tetapi istrinya justru menggodanya kali ini.
"All, lepaskan aku, ini sudah sangat siang"
"apa kau sengaja menggoda ku sayang?".
" a-aku ti-tidak menggoda mu All, aku membangunkan mu".
Ica yang menangkap alarm berbahaya segera berusaha membebaskan diri dari sang suami, tetapi Allard enggan membebaskan ya.
"kau yang sudah dengan sengaja mengibarkan bendera perang sayang, lalu kenapa sekarang menciut".
__ADS_1
"a-ku tak bermaksud menggoda mu All".
Dengan wajah ketakutan Ica terus memberontak didalam dekapan sang suami, dan dia telah berulang kali tanpa sengaja menyenggol sesuatu yang sejak tadi susah payah dia pertahankan untuk tenang.
"kau tau bukan, jika hormon testosteron pria pada pagi hari akan meningkat? lalu kenapa dengan berani membangunkannya sayang?".
" a-aku tidak tahu, maaf, sungguh, kumohon lepaskan aku".
Ica terus saja bergerak gelisah berada di atas tubuh sang suami yang mendekapnya dengan erat.
"jika kau terus bergerak maka jangan harap bisa turun dari ranjang ini dengan baik-baik saja sayang, kau telah membuat sesuatu dibawah sana terbangun, lalu bagaimana cara mu bertanggungjawab sekarang?"
Ica seketika terdiam mendengar perkataan sang suami, dan dia terlihat seperti kelinci kecil yang sedang ketakutan didalam kungkungan mangsanya.
"biarkan seperti ini sebentar saja, aku hanya ingin memeluk mu".
Ujar Allard sembari sedikit mengeratkan pelukannya tanpa menyakiti istrinya, Allard memberikan kecupan-kecupan manis dan singkat pada seluruh wajah istrinya, sementara Ica hanya terdiam dengan mata terpejam, menikmati momen pagi yang manis ini.
Allard yang tidak tahan tergoda oleh bibir merah istrinya, tidak hanya mengecupi wajahnya tetapi kini dia mengecup bibir kecil bervolume itu, dengan sedikit ******n dan gigitan kecil dibibir manis itu.
Allard menghentikan ciumannya disaat wajah Ica sudah memucat karena kekurangan oksigen, dia mengeram frustasi saat menyadari juniornya menginginkan lebih.
"damn keputusan bodoh"
Batin Allard frustasi, dia segera mengecup singkat kening istrinya, kemudian beranjak bangun dari ranjang menuju kamar mandi.
"aku akan mandi sebentar sayang, tolong siapkan setelan kerja ku".
Pinta Allard sembari berjalan menuju kamar mandi, dia mandi menggunakan air dingin yang dirasa mampu untuk menenangkan kembali juniornya yang saat ini tak ingin mengalah dan malah meminta lebih.
..........
Ica membantu sang suami bersiap memasangkan dasi untuknya, dengan Allard yang terus memandangi wajah ayu Ica dengan rambut hitam panjang sepunggung yang terurai, mulai sekarang Ica memberanikan diri melepaskan kerudungnya saat didalam kamar pribadi Allard.
Keputusan Ica itu membuat Allard tak berhenti tersenyum dengan terus memandangi wajah cantik istrinya, hal itu membuatnya serasa berat meninggalkan sang istri, untuk pergi ke kantor.
__ADS_1
Allard menyelipkan anak rambut milik sang istri yang tengah lancang menutupi didepan matanya. Ica yang sedang sibuk tidak begitu menghiraukan apa yang dilakukan sang suami, dan malah tersenyum lebar melihat hasil simpul yang telah terpasang sempurna di leher sang suami.
Cup...
Lagi-lagi Allard menciumi wajah istri kecilnya yang terlihat menggemaskan, karena tubuh Ica yang pendek, membuat Alard leluasa memandangi wajah Ica tanpa takut kepergok, pasalnya Ica sangat pemalu, sang istri harus mendongak saat dia ingin melihat wajah Allard.
............
Setelah selesai mempersiapkan kebutuhan Allard, Ica turun ke bawah dengan menggunakan kerudung, Allard yang masih disibukkan dengan panggilan teleponnya memilih turun belakangan.
"ya, bagaimana? apa dia sudah sampai? bawa juga semua berkas yang ku minta, kita tak pernah tahu kapan Hariyanto mulai bergerak".
"(.............)"
"siapkan segalanya aku mau kau waspada dan terus siaga kapan pun aku memanggil mu".
"(..............)".
"hem... oke".
Allard menuruni anak tangga kemudian dia sarapan bersama sang istri dengan tenang, dan sesekali terlihat mencuri suapan yang akan Ica masukkan kedalam mulutnya sendiri, tetapi Allard memegang tangan istrinya dan menyuapkan nasi goreng disendok itu kedalam mulutnya.
Kemudian tanpa rasa bersalah dia tersenyum, sementara Ica hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol sang suami.
David dan Darius yang ingin menghampiri Allard merasa enggan melihat kemesraan keduanya dan memilih menunggu disofa depan.
Sementara Mila mengajak maid yang lain untuk kembali ke paviliun belakang, dia tak ingin mengganggu keromantisan sang majikan yang saat ini tengah akur itu. Mila merasa senang dengan kemajuan hubungan sang majikan saat ini.
...................................
hay.... selamat siang....
Up nya awal niihh lg ada waktu ....
gimana seneng g dengan kebucinan mereka berdua, yang minta manis-manis yuk jangan lupa kasih vote, like n comen yaa....
__ADS_1
makasih banyak buat yang dah kasih vote, hadiah like n comen..
βΊβΊπππππππππ