MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Penculikan


__ADS_3

Semarang Indonesia,


Hariyanto tertawa terbahak-bahak saat dia mengingat pembicaraannya via telepon dengan tangan kanan con ho gangster yang baru saja mengatakan jika bosnya menerima tawaran itu, dan akan menurunkan anak buah terbaiknya pada misi ini,


Setelah mempelajari bagaimana calon korbannya dia bahkan rela turun tangan langsung ke lapangan, jika anak buahnya gagal, juga karena dia memiliki dendam pada Allard, karena dia menjadi saingan satu-satunya untuknya bisa berkuasa di asia tenggara.


Nama Dennison sudah dikenal dikalangan orang-orang yang terjun di dunia hitam pada sekitar 6 tahun yang lalu saat umurnya masih 25 tahun, dan saat itu jiwa mudanya masih berkobar sehingga dia masih bersemangat untuk menguasai Asia tenggara.


Tetapi sekarang Dennison lebih menyukai hidup tenang menyibukkan dirinya di perusahaan, dan fokus untuk menambah kekuasaannya melalui dunia bisnis yang berkembang pesat di Asia.


Dan memang dia sudah mencapai itu, menjadi seseorang yang diperhitungkan di Asia, keinginannya terkabul meskipun tanpa melalui jalur hitam.


Dia ingin membuktikan pada teman-temannya yang berada di dunia hitam, bahwa menguasai wilayah tidak harus dengan jalur hitam, dan saat ini dia telah membuktikannya.


Allard bekerja keras membangun kerajaan bisnisnya dan memilih keluar dari dunia hitam yang sempat membesarkan namanya. Meskipun demikian tak semua orang mengetahui sepak terjang seorang Dennison Allarick Lee di dunia hitam 6 tahun yang lalu.


Dia hanya merasa lebih baik berada di jalur ini sekarang. Dia merasa lebih tenang tanpa harus berjibaku dengan perkelahian dan senjata, meskipun dia tidak pernah membunuh orang secara langsung dengan tangannya, tetapi bukan berarti dia seseorang yang lemah.


Meskipun dia mampu menembak dengan tepat tetapi Allard tidak pernah menembak bagian yang langsung mengenai titik vital musuhnya, sehingga lawannya masih bisa tetap hidup meskipun terluka di bagian yang lainnya.


........


Sama seperti di kota-kota besar lainnya hari senin merupakan hari tersibuk setelah weekend, Ica yang sedikit terlambat karena kejahilan Allard yang terus saja menggoda istri kecilnya, hal baru yang menjadi kegiatan menyenangkan saat ini, dengan terus menjahili dan menggoda sang istri, meskipun tidak jarang dia sendiri yang akhirnya tersiksa. Karena tak mampu mengontrol hasratnya dengan baik.


Ica menuruni anak tangga dan berniat mempersiapkan sarapan untuk suaminya dan dirinya sendiri. Dan dengan waktu yang sangat singkat yang dimilikinya dia hanya mampu membuat roti panggang saja.


Dia membuat kopi hitam favorite sang suami dan membuat white coffe untuknya sendiri, dan segera menyiapkannya di meja makan. Allard terlihat menuruni anak tangga.


"duduk lah All, maafkan aku karena hanya ini yang mampu ku buat dengan waktu yang sangat sedikit".


"it's ok honey, aku tidak mempermasalahkan ini".


Keduanya makan dengan tenang, Allard yang hari ini akan melakukan perjalanan bisnis ke hongkong menjadi sedikit enggan untuk berangkat jika harus meninggalkan istrinya di sini.


Dia merasa berat meskipun sebelumnya dia terbiasa acuh terhadap istrinya, dan hal itu membuatnya tersiksa.


"hari ini aku akan ke Hongkong bersama David".


Ica seketika menghentikan kegiatan mengunyahnya dan segera menatap Allard dengan pandangan yang sulit dideskripsikan menurut Allard.


"kenapa baru mengatakannya sekarang All?, aku belum mempersiapkan kebutuhan mu".


"itu tidak perlu, sudah ada David yang melakukannya untuk ku".


"All, kau tau kau membuatku merasa menjadi istri yang buruk, yang tak mampu mengurus suaminya sendiri".

__ADS_1


"bukannya memang kau tak mampu mengurus ku dengan baik ya?".


"apa maksud mu?, selama ini aku selalu berusaha mengurus mu dengan baik, menyiapkan semua kebutuhan mu".


Faktanya memang lah Ica selalu mengurus Allard, bahkan sekarang pakaian yang dikenakan oleh Allard merupakan pilihan sang istri setiap harinya.


"benarkah?, kau melewatkan satu kewajiban mu yang lainnya Ica".


Dengan polosnya Ica memikirkan perkataan Allard dengan berpikir keras dan segera mengoreksi semua perlakuannya untuk sang suami, dia merasa sudah melakukan kewajibannya dengan baik selama satu minggu ini.


"ku pikir aku sudah melakukan semuanya".


"belum"..


"sudah"


"belum"


"sudah All".


"ranjang, apa kau sudah melakukan kewajiban mu di ranjang?"


Seketika itu juga Pipi Ica merona, dia memang tidak pernah melayani suaminya untuk hal yang satu itu. Di ingatkan lagi akan hal vulgar semacam itu sangat membuatnya ingin menyembunyikan wajahnya dari pandangan Allard yang seolah ingin memakannya saat ini.


Allard mengangkat Alisnya, bingung dengan jawaban istrinya itu. Tersenyum miris, saat dia mengingat apa yang sudah Ia perbuat pada istri kecilnya. Dia yang membuat Ica takut sekaligus trauma dengan hal berbau ranjang. Maka sekarang dia harus ikhlas menerima hukumannya saat ini.


"maafkan aku sayang".


Allard mengecup kening istrinya itu dengan penuh penghayatan. Kemudian keduanya bersiap menuju kantornya masing-masing. Allard dengan David dan Darius, sementara Ica dengan Leo.


"jam berapa kau berangkat ke Hongkong All?" jam 12 nanti, kenapa?".


"tak apa aku hanya bertanya".


Allard mengangguk, dia sebenarnya ingin mengajak istrinya itu liburan, tetapi pekerjaannya dan pekerjaan Ica tak bisa menunggu lagi.


Keduanya memasuki mobil masing-masing setelah Ica meraih tangan sang suami dan mencium punggung tangan Allard, Allard membalasnya dengan kecupan di dahi istri kecilnya itu.


..........


Waktu menunjukkan pukul 12 menjelang siang. Ica yang baru saja menyelesaikan laporan bulan ini terlihat gelisah dan terus melihat ponselnya. Ica keluar menghubungi Leo untuk mengantarkannya ke bandara untuk menemui Allard, Entah mengapa dia merasa ingin sekali menemui Allard saat ini sebelum dia berangkat ke Hongkong.


Leo yang mendapatkan tugas dari sang nyonya pun akhirnya menyiapkan mobil dan para bodyguard elit tidak diizinkan oleh Ica mengikutinya, karena memang jarak bandara juga tidak terlalu jauh dari tempatnya saat ini.


Ica diantar Leo menuju bandara dan segera menelvon Allard.

__ADS_1


"All, kamu dimana? aku sudah di bandara bisakah bertemu sebentar?".


" (....................) "


baik lah aku menunggu mu disini.


.....


Dari kejauhan Allard tersenyum melihat keberadaan istrinya di depan toko-toko barang banded. Dia mengajak Ica ke salah satu coffe shop yang ada di sana.


"kenapa ingin bertemu dengan ku hem?".


"ntah lah, tiba-tiba aku merasa ingin mengantar mu".


"baiklah, sepuluh menit lagi jet pribadi ku berangkat, aku akan bersiap kedalam".


"All, jangan lupa bawakan aku oleh-oleh ya".


Dengan sikap kekanankan yang baru kali ini ia tunjukkan pada Allard dengan polosnya Ica meminta dibelikan oleh-oleh.


"baiklah istri kecil ku yang pendek".


Dan seketika itu membuat Ica mengerucutkan bibirnya, dan Allard segera mencuri kesempatan mencium kilat bibir istrinya yang nampak menggoda meskipun sedang cemberut itu.


"kembali lah ke kantor mu"


Ica hanya mengangguk dan kemudian Allard melangkah masuk kedalam bandara dan siap terbang ke Hongkong.


Ica segera mengajak Leo akan tetapi dia merasa ingin segera ke kamar mandi, kandung kemihnya terasa penuh setelah menghabiskan Cappucino dingin tadi. Dia meminta Leo menunggu dan dia segera berlari kearah toilet.


Selesai berkemih, Ica segera mencari keberadaan Leo, tetapi saat dia keluar dari toilet seseorang membekap mulut dan hidungnya dengan sapu tangan yang telah diberi bius, alhasil tubuh Ica semakin melemas dan dia kehilangan kesadarannya.


...........................................


Selamat pagi sayang....


gimana kbarnya hari ini..


semoga sehat-sehat semua yaa...


satu minggu ini rangking vote n jumlah pembaca menurun drastis, g tau kenapa, apa mungkin pada bosen sma jlan ceritanya yaa..


yang masih setia baca makasih bgt ksih dukungan aku ya... vote like n comen...


makasih banyak... πŸ˜ŠπŸ˜Šβ˜Ίβ˜Ίβ˜ΊπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2