MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Rahasia Yang Mulai Terungkap


__ADS_3

Acara Yasin dan Tahlil yang dipimpin langsung oleh Hafidz, baru saja selesai digelar untuk mendoakan Almarhum Prasetio. Pramudya sedari tadi hanya diam, dia sangat terpukul mengetahui bahwa sahabat baiknya telah meninggal dengan cara yang tidak wajar itu. Sekarang dia berada dikamar Prasetio dan sedang membahas penyebab kematian Prasetio.


Pramudya beserta Asistennya, asisten Pras, Allard dan Tica yang dipanggil belakangan hanya untuk memberitahu apa yang terjadi bukan untuk membahas penyebab kematian Pras.


"Tica, grandpa tahu kamu sedang dalam masa berkabung, tetapi grandpa ingin berbicara penting dengan mu".


Pram berbicara sambil masih terus menatap cucu menantunya yang kini sebatang kara. Hanya Allard harapan satu-satunya, supaya dia bisa menjadi sandaran dan pelindung Tica sekarang.


Tica hanya mengangguk sambil masih terus terisak. Ia begitu sedih, ditinggalkan sendiri oleh kakeknya, sekarang dia merasa sendiri di dunia ini.


"kau tahu, kakek mu meninggal karena keracunan makanan, tetapi setelah diselidiki, makanan yang disajikan itu tidak beracun, karena asisten kakek mu juga memakan makanan yang sama, dengan yang dimakan kakek mu. Polisi sudah menyelidikinya hanya piring yang digunakan oleh kakek mu saja yang beracun"


Tica terbelalak menatap Pram, sambil menggeleng tidak percaya


"bagaimana bisa, siapa pelakunya?".


Tica bukanlah anak yang bodoh dan tidak mengerti dengan penjelasan Pram, Tica langsung mengetahui jika memang ada seseorang yang ingin mencelakai kakeknya.


"seseorang yang kau panggil dengan sebutan om, orang yang sudah dibesarkan dan dirawat oleh kakek mu sejak dia kehilangan kedua orang tuanya saat usianya 9 tahun."


"tapi kami masih terus mendalami dan mencari bukti yang terlihat. kamu cukup diam dan lihat saja, bersikap lah seolah-olah tidak tahu apa-apa. Biar kami yang bekerja mencari keadilan untuk kedua orang tua dan kakek mu"


"jadi maksud Grandpa kedua orang tua ku juga sengaja dibunuh? bukan kecelakaan?, Benarkah pelakukanya om Hariyanto? aku masih tidak percaya, dia begitu baik jika didepan kami".


Pram mengangguk sambil menatap dalam mata cucu menantunya itu.


"maka dari itu, bermainlah cantik, dia sangat pintar dan licin seperti belut. Polisi biasa tak kan mendapatkan bukti otentik dari semua kejahatan yang dilakukannya. Karena dia berada dibelakang layar".


"bersikaplah seperti biasa didepannya, supaya dia tidak curiga, setelah bukti terkumpul semua baru kita bisa menghukum orang itu, grandpa yakin kau tidak akan setuju bukan, jika yang menghukum Hariyanto itu Allard. Dengan cara Allard yang tentu sangat tidak manusiawi"


"meskipun aku sangat marah, tapi aku tetap ingin menjalani prosedur hukum yang berlaku, jika aku menginginkan kematiannya, lalu apa bedanya aku dengan dia grandpa? ".


"sudah Grandpa kira, cucu menantu ku memang orang yang luar biasa".


"termasuk kecelakaan yang dialami mb Tica beberapa waktu yang lalu juga merupakan ulahnya".


Asisten Pras ikut menyahuti pembicaraan itu.

__ADS_1


"aku tau jika ada yang ingin mencelakai ku sejak lama, tapi aku tak pernah menyangka jika Om Har tega melakukan itu".


"jadi kau sudah tau nak?, bagaimana bisa? "


Tanya Pram penasaran dengan tanggapan yang diberikan Tica.


"sudah sejak umur ku 15 tahun waktu itu, sering sekali ada yang ingin mencelakai ku, terkunci di toilet Mal dengan tanda rusak didepannya, ada yang menarik kakiku ketika sedang diving dibawah laut, mendorongku ke jurang saat aku melakukan camping bersama teman-teman sekolah, dan yang terakhir kecelakaan kemarin"


jawab Tica dengan gesture yang sangat tenang, meskipun dia sedang sangat marah kali ini.


Allard, Pram dan kedua Asisten yang mendengar penjelasan Tica langung terkejut dan tak percaya jika Tica, gadis kecil itu dengan santainya menjelaskan apa yang dialaminya


"jadi kau juga mengalami hal itu nak?, tapi kenapa Pras tak menceritakan pada ku?"


"tepatnya aku tidak pernah mengatakan pada kakek, karena takut membuatnya khawatir berlebihan, Alhamdulillah Allah masih terus melindungi ku".


....................


Setelah percakapan tadi, malam ini aku tidur dikamar kakek, melihat-lihat dokumen apa saja yang penting kemudian mengumpulkannya menjadi satu.


Ucap tika sembari mengunci kembali lemari sang kakek. Percakapan dengan grandpa dan kedua asisten tadi membuatnya lebih mawas dan mengingat lagi perlakuan Hariyanto yang tidak tinggal serumah meskipun dia anak angkat Pras.


Kali ini aku harus memperjuangkan keadilan bagi kedua orang tua dan kakek. monolog Tica dalam hatinya.


.................


Allard Pov


Malam ini setelah selesai acara pengajian dan percakapan tadi yang membuatku terkejut, ternyata istriku tak sepolos yang ku kira, dia tau jika nyawanya dalam bahaya, alih-alih takut, dia masih tetap tenang, seperti sudah terbiasa menghadapi situasi sulit seorang diri. Dia hanya menangis karena sedih berpisah dengan kakeknya.


Lihatlah bahkan sekarang dia tidur sendiri dikamar Tica, sementara istrinya itu sekarang malah tidur dikamar mendiang kakeknya. Mengenaskan memang, pria yang hampir tidak pernah tidur sendiri itu, setelah menikah malah sering tidur sendiri.


Tica terlihat sangat pintar dan cekatan dalam menghubungkan kejadian demi kejadian yang belakangan ini menimpanya maupun kakeknya. Ternyata Istriku tak sebodoh yang ku kira,


"hemmmm..... menarik"..


Ucap Allard sambil tersenyum sendiri dan kembali mengingat semua pesan-pesan Prasetio pada nya.

__ADS_1


Flash back


Aku mengingat lagi pesan terakhir kakek Pras sebelum meninggal, meskipun dalam telepon, dia mengatakan jika nyawanya dan nyawa Tica terancam, dia memiliki bodyguard jadi bisa menjaga dirinya sendiri.


Kakek Pras memintaku menjaga Tica, dia juga yang meminta disediakan bodyguard untuk cucunya itu, karena Pras tau sewaktu-waktu bisa saja Hariyanto melancarkan aksinya melalui anak buahnya.


Dia berharap pernikahan ini tidak akan berakhir, karena hanya Allard yang dirasa mampu menjaga Tica dengan baik, melalui Kebesaran nama dan kekuasaan keluarga Allard. Hariyanto akan lebih sulit mencelakai cucunya jika dia menjadi Istri dari Allard.


Alasan itu juga yang membuat Prasetio lebih memilih Allard dari pada Hafidz, meskipun dia tahu cucunya sangat mencintai Hafidz, Hafidz dirasa tidak akan mampu jika melawan kekuasaan Hariyanto.


Itu sebabnya Pras begitu keras ingin menikahkan Tica dengan Allard. Meskipun dia tahu jika cucunya tidak mencintai Allard. Biarlah, yang terpenting nyawanya masih bisa diselamatkan,


Pras juga berpesan untuk menjaga perusahaan agar tetap menjadi milik Tica, seperti itulah pesan dari Prasetio sehari sebelum dia meninggal dunia.


.....................


Pagi ini masih banyak tamu yang datang melayat katena Pras dikenal sosok yang ramah pada semua orang, sehingga banyak yang merasa kehilangan, karangan bunga juga terus berdatangan memenuhi halaman depan bahkan sampai ke rumah depan para tetangganya.


Selesai sarapan, Allard, Pram dan kedua asistennya itu menyelesaikan dokumen yang berhubungan dengan HF tanpa sepengetahuan Hariyanto.


Sementara Tica sibuk menemui para tamu yang datang melayat ditemani bi Surti, Asep dan Hafidz yang terlihat masih di rumah itu, dan memilih bertukar sift dengan rekan dokternya.


Allard berencana mengajak Tica kembali ke Korea nanti setelah magrib, karena besok dia ada pertemuan penting dengan kliennya dari Rusia.


................


Catatan Penulis.


Aloha gaezz...


masih tetep mau baca cerita ini kan???


kasih masukan dan saran yaakk..


jangan lupa vote, like dan coment


makasihhh 😘😘😘😍☺☺☺☺

__ADS_1


__ADS_2