MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Kembali Menunjukkan Taringnya


__ADS_3

Allard segera membaringkan Ica di ranjang king size miliknya, dia segera mengambil air hangat dan washlap untuk membersihkan luka istrinya, Allard mengambil pakaian ganti untuk Ica dan segera membantu Ica berpakaian.


"pergilah Allard, aku bisa menggantinya sendiri"


"kau terlalu keras kepala Ica, kau kesusahan melepas resleting gaun mu, aku hanya akan membantu mu tidak lebih, percaya lah".


"Allard aku tak terbiasa, aku malu"


Akhirnya Ica mengucapkan kalimat itu, tapi Allard menulikan telinganya.


"aku bahkan sudah menyentuh semuanya, kenapa masih malu hem".


Ica akhirnya pasrah saat Allard melepaskan gaunnya, dan menggantinya dengan piyama tidur, Ica lebih nyaman memakai piyama celana panjang saat ia harus berbagi ranjang dengan Allard, dari pada harus memakai dress seperti yang biasa dia pakai ketika di kamarnya sendiri.


Allard menelan ludahnya beberapa kali saat pemandangan yang sangat dia rindukan itu terpampang nyata di depannya saat ini, Hal yang sangat ia impikan itu sekarang terlihat lebih menggiurkan kala bentuk tubuh istrinya terlihat jelas dengan penerangan lampu yang terang, tidak seperti saat malam terkutuk itu karena dia didominasi rasa marah.


Tetapi kini dia benar-benar ingin menyentuhnya, lamunanya buyar seketika saat Ica memanggilnya dengan sedikit keras, Ica memanggil Allard beberapa kali tetapi Allard tak meresponnya, dia malah terlihat mengarahkan pandangannya pada dua squishi kembarnya yang reflek langsung dia tutupi menggunakan kedua tangannya.


Benar dugaan Allard ternyata squishi milik istrinya memiliki bentuk yang lebih besar dari pada yang terlihat ketika dia memakai bajunya. Allard segera tersadar saat Ica memukul dadanya dengan sedikit keras.


"kemarikan baju ku, aku bisa memakainya sendiri, dasar mes*m".


"ya-yaaa.... sini ku bantu, apa yang kau pikirkan, aku tak melakukan apa pun".


Ica segera membaringkan tubuhnya lagi, saat dia sudah selesai mengganti bajunya dan meminta Allard mengambilkan jilbab instan di walk in closed, karena dokter Harry akan masuk ke kamar ini.


"kenapa lagi dengan istri mu All? jika kau tak bisa menjaganya, harusnya dia tetap di RS jadi bisa segera sembuh, kalau seperti ini lukanya akan lama sembuhnya".


"cepat lakukan tugas mu brengs*k".


Allard yang seketika teringat kejadian tadi kembali marah dan mengepalkan tangannya.


"fu*k lihatlah Chintya kau akan menangis darah setelah apa yang kau lakukan pada istri ku".


Allard berkata dalam hatinya, dia masih sangat marah pada tingkah bar-bar Chintya. Sementara Harry segera menyelesaikan tugasnya merapikan kembali jahitan dan menempelkan kasa anti air pada luka Ica supaya cepat pemulihannya tanpa terkena air.


Ica terlelap dalam tidurnya setelah dia meminum obatnya, dokter Harry memberikan beberapa pesan pada Allard untuk benar-benar menjaga istrinya supaya lekas sembuh.


.....................


Allard kembali ke pesta dibawah dan menemui beberapa tamu yang masih berada di sana. Allard meminta maaf atas insiden yang terjadi beberapa saat yang lalu, kemudian dia bergabung dengan sahabat-sahabatnya.

__ADS_1


"sebenarnya apa yang terjadi pada istri mu All"


Daniel yang penasaran pun bertanya pada Allard dan Allard menjelaskan bagaimana istrinya bisa mendapatkan luka itu. Pun tak lupa dia menceritakan peristiwa yang membuatnya berubah, dan semakin mencintai istri kecilnya. Karena dia dan sahabat-sahabatnya sudah terbiasa terbuka dan jarang ada yang ditutupi dari mereka semua, tetapi mereka masih menghargai privacy masing masing.


"aku menyesal membuatnya seperti itu, mulai sekarang aku tak akan membiarkannya bekerja lagi"


"wah tak ku sangka kau mendapatkan jackpot All"


Ucap Alan dengan sedikit keras, dia merasa tidak percaya, zaman sekarang masih ada yang bisa mendapatkan istri seorang perawan.


"aku jadi merasa iri dengan mu All, bisakah kau carikan juga untuk ku jadikan istri All"


Sambung Joe yang saat ini ikut antusias mendengar cerita Allard, dia tidak menyadari jika pasangan kencannya saat ini menatap marah kearah Joe.


Joe dan Alan memang masih belum memiliki kekasih maupun tunangan, meskipun begitu mereka berdua tetap selalu membawa wanita jika acara tertentu dan bukan hal yang aneh jika wanitanya selalu gonta-ganti.


"baguslah jika kau sudah sadar akan tindakan mu All, aku mendukung apa yang akan kau lakukan sekarang".


Balas Alex dengan pandangan yang serius kali ini pada Allard.


...................


Ucap Allard dalam hati, Karena hanya dia yang mengetahui jika perusahaan itu sekarang sudah di akuisisi oleh Allard. Dan hal itu membuatnya murka.


Allard harus menambah bodyguardnya saat ini, dia harus menomor satukan keselamatan istrinya, dia harus segera mencari dan melatih bodyguard lagi yang biasanya diambil dari yayasan miliknya.


..........................


Acara pesta di mansion Allard sudah selesai dan para tamu undangan sudah kembali ke kediamannya masing-masing, tinggallah para maid dan EO yang terlihat sibuk membersihkan dan mengembalikan semua barang-barang pada tempatnya semula.


Allard memasuki ruang kerjanya yang berada dilantai dua dan segera memanggil David, Darius dan Leo.


"aku mau menambah jumlah bodyguard, kau ambillah seperti biasa dari yayasan, dan latihlah semuanya, aku mau 20 orang lagi Darius".


"baik tuan, saya akan menghubungi pihak yayasan".


"heeemmm... no... aku mau kau yang mengawasi langsung perekrutan itu, aku mau yang benar-benar tangguh".


"baik tuan".


"dan kau Leo, aku mau kau melatih semua bodyguard yang sudah ada, supaya bisa menghadapi jika situasi sedang genting".

__ADS_1


"aku merasa, sebentar lagi akan ada yang akan mencoba menyerang kenyamanan ku dan istri ku".


Allard berbicara seperti itu bukan tanpa sebab, sebagai orang yang telah terbiasa menjadi sasaran jika saingan bisnisnya tak mendapatkan apa yang dia inginkan, bukan hal baru jika Allard sering mendapatkan serangan dari saingan bisnisnya, apalagi sekarang ditambah dari pihak Ica.


Allard yang dulunya sering bermain-main dengan dunia hitam seolah dia ingin kembali saat sedang berada dalam tekanan orang-oranh yang tak mengetahui masa kelamnya.


Allard sudah bisa mencium bau-bau ketidakberesan yang akan terjadi dalam waktu dekat, sehingga dia berusaha meminimalisir kekacauan yang akan terjadi.


Dia juga akan menambah tim cyber untuk bisa bergabung dalam timnya, yang direkrut khusus dari yayasan maupun dari hacker-hacker yang bahkan identitasnya sulit diketahui.


Dan itu menjadi tugas dari David, dia menyuruh anak buahnya dari tim cyber untuk merekrut beberapa orang lagi, untuk memperkuat keamanan data base perusahaan.


"kalian semua yang membuatku kembali mengeluarkan taring ku, maka jangan salahkan aku jika kau habis tak tersisa".


Batin Allard sembari mengepalkan tangannya, rasa marah nya berkobar setelah kenyamanannya diganggu.


................


Allard yang sudah menyelesaikan semua tugasnya dan menyuruh anak buah terbaiknya mencari bodyguard lagi, segera memasuki kamar pribadinya yang saat ini sudah ada yang menempatinya.


Dia tidak bisa menahan senyumnya kala melihat Ica tidur dalam damainya. Entah mengapa hal sekecil itu bisa membuatnya senang, hanya dengan memandangi wajah polos istrinya bisa membuat hatinya damai dan nyaman.


Sepertinya Allard sudah benar-benar dibutakan oleh cinta kali ini. Dia mengecup lembut dahi istrinya yang saat ini telah melepas hijabnya, rambut hitam panjang sepunggungnya terlihat berkilau indah meskipun dia tidak pernah melakukan perawatan di salon.


"kau memang sudah cantik alami dari lahir sayang, kenapa jantung ku tidak normal setiap berdekatan dengan mu".


" ahh... sepertinya aku mulai gila "..


Allard tertawa sembari bergegas menuju kamar mandi, untuk menyegarkan tubuhnya yang berkeringat, bercampur bau nikotin dan wine setelah pesta tadi.


..........................


Hellow.....


gimana nih... part besok bucinnya sedikit berkurang yaa πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£


ganti konflik biar g bosen 😁😁😁😁


tetep kasih vote, like n comen ya...


makasih πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜β˜Ίβ˜Ίβ˜ΊπŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2