MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Adam Aimo


__ADS_3

Allard mengirimkan foto Sandi pada Maxime yang sudah diedit oleh Hyun ki, menggunakan aplikasi yang baru saja dibuat oleh Hyun ki, dia memang sangat cerdas dan berbahaya di umurnya yang baru tujuh belas tahun sudah bisa menjadi hacker. Allard sangat beruntung dia besar di yayasan miliknya.


Seketika itu juga Allard mendapatkan panggilan dari Maxime, yang mengatakan jika memang benar orang yang dicari Allard merupakan orang yang sudah dicurigai oleh Maxime. Maxime sedikit merasa heran, pasalnya Sandy selama ini hidup tenang dengan identitas baru bernama Adam Aimo, dia hidup dengan tenang di Prancis, dan mempunyai usaha yang cukup terkenal di Dunia, beberapa produk makanan ringan dan s*su formula.


Sandi Bagaskoro, berganti nama menjadi Adam Aimo meskipun usianya terbilang lanjut sekitar 75 tahun, tetapi dia masih sangat sehat dan sudah biasa pergi kemanapun untuk pertemuan bisnisnya.


Bahkan beberapa kali Maxime bertemu dalam meeting penting pengusaha dari petinggi masing-masing negara di Eropa, Maxime tak habis pikir ternyata seorang Adam Aimo yang terkenal dengan sikap baik hati dan dermawan, ternyata memiliki andil besar dalam pembunuhan kedua orang tua Allard dan istrinya yang sempat ia kagumi dan dia panggil dengan nama Rahma.


Allard mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, pasalnya Maxime mengatakan selama ini Adam hidup tenang dengan istri dan anaknya, bahkan dia memiliki satu anak dan tiga cucu, Maxime mengatakan dengan lengkap setelah dia mencari tahu dari Lucas, bagi Maxime bukanlah hal yang sulit mencari informasi tentang Adam, karena Maxime merupakan Mafia penguasa daratan Eropa. Jadi dia mengetahui nama-nama sebagian besar pengusaha, maupun ketua gangter yang hidup di beberapa negara yang tersebar di benua Eropa.


Allard menggertakkan giginya, dia sudah tidak sabar ingin segera menemui orang yang sudah membunuh kedua orang tuanya, meskipun Maxime menawarkan diri membantunya, tetapi Allard memilih akan menyelesaikan masalahnya sendiri, dia ingin melihat dengan kedua matanya kehancuran yang akan dirasakan oleh Adam Aimo dan keluarganya.


Allard kemudian menghubungi sang kakek, dan mengatakan informasi yang dia peroleh saat ini. Pramudya bersikukuh ingin menemui Adam Aimo secara pribadi, karena menurutnya pokok permasalahannya bermula dari Adam, Prasetio dan dia.


Dia ingin menemui Adam, untuk menghentikan aksi balas dendamnya selagi yang berhadapan dengannya adalah Pram, berbeda jika Allard sudah terlanjur murka, dia sangat mengenal cucunya itu, jika ketenangannya sudah terusik, Allard mampu memporak porandakan semua keluarga Adam, bahkan perusahaan yang sudah sangat besar itu.


...............


Bagi Pram, dia ingin membicarakan baik-baik masalah ini, sebagai orang tua yang sudah bisa mengendalikan emosinya, dia berharap semua akan selesai dengan baik tanpa perlu pertumpahan darah.


Terlebih lagi anak dan cucunya juga sudah hidup tenang, itu hanyalah permasalahan masa lalu yang berujung benci dan dendam, karena ego menguasai diri.


Bagi Pram, meskipun dia sangat kehilangan anak dan menantunya tetapi dia memikirkan kehidupan cucu dan keturunan Allard kelak, jika terus balas dendam, maka semua masalah ini tidak akan pernah selesai hingga tujuh turunan.


Pram berusaha mengikhlasnya kematian anak dan menantunya, baginya semua itu tak akan pernah terjadi jika Allah tidak menghendaki. Dia hanya ingin Allard, Ica dan keturunannya kelak sudah tidak ada lagi kesalahfahaman maupun saling membalas dendam.


Diam-diam Pram akan berusaha menemui Adam sendiri, sebelum terjadi pertumpahan darah lagi jika Allard sudah mulai bergerak untuk membalaskan dendam kematian kedua orangtua dan mertuanya.


Allard sudah mulai menyusun rencana bagaimana dan apa saja yang akan dia lakukan pada Adam dan keluarganya. Dia tidak rela jika hanya dibiarkan saja, sementara dia dan istrinya kehilangan seluruh keluarganya akibat masalah yang menurutnya sepele.


Allard bahkan sedang mencari tahu perusahaan apa saja yang didirikan oleh Adam


Aimo, dan dia berusaha mencari celah dengan masuk menjadi salah satu investor kemudian secara perlahan dia akan menghancurkan perusahaan itu.


Bagi Allard uang adalah hal yang mudah, meskipun perusahaan Adam termasuk perusahaan besar, tetapi belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan perusahaan miliknya, yang sudah berkembang pesat dan menggurita di seluruh benua Asia, bahkan sekarang sedang berusaha mendunia dengan menjalin kerjasama dengan Maxime Del Cano.

__ADS_1


Allard akan menggunakan cara yang bahkan tak pernah dibayangkan oleh Adam sekalipun. Kemarahannya benar-benar sudah diambang batasnya, seperti bom waktu yang akan meledak pada masanya jika dia menginginkannya.


Adam salah jika memilih membalas dendam dengan Allard, dia bahkan bisa menghancurkan nya tanpa sisa. Seperti yang sudah dilakukannya dulu saat dia sedang berada di dunia hitam.


Allard tersenyum menunjukkan smirknya yang terlihat mengerikan, dia sudah tidak sabar menunggu kehancuran Adam Aimo yakni Sandi Bagaskoro beserta keluarganya, dan ketika saat itu tiba, dia hanya akan melihat seraya bertepuk tangan dan mengucapkan terimakasih, karena sudah membuat sisi gelapnya kembali muncul, setelah sekian lama berusaha ia sembunyikan.


......................


Allard sampai di mansion menjelang petang, dia berusaha menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda, dan untuk beberapa bulan ke depan dia sudah mengatur sedemikian rupa dan menyerahkannya pada penanggungjawab masing-masing tiap divisi.


Karena Allard akan mulai melancarkan aksinya dengan masuk kedalam perusahaan milik Adam Aimo, dia sungguh tidak sabar menantikan hal itu.


Kedatangannya disambut oleh senyuman manis sang istri yang seketika berhasil memadamkan api kemarahan yang berkobar pada dirinya. Allard pun segera mengulurkan tangannya yang disambut oleh Ica kemudian dia mencium punggung tangan sang suami.


Kebiasaan ini menjadi hal baru yang sangat disukai oleh Allard, Allard membalasnya dengan memberikan pelukan dan kecupan di dahi serta kedua pipi sang istri, sementara Ica terlihat menundukkan wajahnya, dengan pipi yang bersemu merah karena dia malu, interaksinya saat ini disaksikan oleh David, Darius, Mila serta beberapa maid dan bodyguard yang berjaga di mansion.


Allard melingkarkan tangannya pada pinggang ramping Ica yang tingginya jauh dari dia, Keduanya bergegas menuju lantai tiga.


"mandilah dulu, bersihkan tubuh mu All, setelah itu kita makan malam bersama".


Allard menganggukkan kepalanya dan kemudian dia membuka kancing kemeja dan celana kerjanya, seketika Ica membuang muka dengan pemandangan yang sangat menggodanya itu.


Membutuhkan waktu lima belas menit bagi Allard untuk mandi dan berganti baju dengan pakaian casual yang nyaman dipakai di rumah, keduanya turun untuk menikmati makan malam yang sudah dipersiapkan oleh Ica sebelumnya.


Makan malam kali ini terlihat sangat tenang, karena hanya ada Mila di sana yang memang sengaja berjaga jika sang tuan memerlukan sesuatu, sementara Darius, David, Leo dan bodyguard yang lain sedang makan malam di paviliun belakang bersama para maid.


"kau telihat lelah All, apa pekerjaan mu sangat banyak hari ini?"


Ica membuka percakapan melihat Allard yang terlihat kurang bersemangat, saat baru pulang tadi, sehingga membuatnya berfikir mungkin suaminya terlalu lelah.


"hem, ya, bahkan aku ingin segera pulang sore tadi tapi pekerjaan ku masih menumpuk".


Allard sudah sangat merindukan sang istri dan ingin segera pulang, tetapi dia juga harus bisa menyelesaikan pekerjaannya dulu sebelum dia masuk dalam misi pembalasannya pada Adam.


Mengingat itu membuat moodnya seketika berubah menjadi buruk, dia segera mengalihkan pikirannya pada wanita cantik didepannya saat ini, dia berniat melancarkan aksinya untuk menggoda Ica, hal baru yang sangat menyenangkan hatinya.

__ADS_1


"setelah ini istirahatlah All, kau terlihat sedikit kacau".


"bisakah membantuku mengembalikan mood baik ku lagi sayang?".


"huh... baiklah bagaimana caranya?".


"berikan aku sesuatu yang manis-manis".


"yang manis? kau mau apa? kue, puding atau minuman manis?".


"aku mau sesuatu yang manis dan tidak membuat eneg".


Ica nampak berfikir sesaat apa kira-kira yang sesuai dengan permintaan sang suami.


"apa itu All, katakan saja aku akan memberikannya untuk mu".


"benarkah?".


Allard bertanya dengan penuh antusias, dan dijawab Ica dengan anggukan kepalanya dengan mantap tanpa ragu.


"aku mau bibir dan tubuh mu, manis, tidak membuat ku eneg dan bosan".


"uhuk... uhuk...."


Seketika itu juga Ica terbatuk, dia tersedak makanan yang tengah mencoba ditelannya. Tak menyangka dengan permintaan Allard saat ini.


............. .............


Selamat malam readers kuh yang budiman....


Maaf telat Up ini, authornya terkantuk-kantuk...


semoga masih bisa menghibur kalian semua..


jan lupa vote like n comennya yaa... cuma itu yg buat aku semangat Up tiap hari..

__ADS_1


makasih.....


β˜Ίβ˜ΊπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2