
Subuh di kota Seoul pagi ini, matahari masih belum tampak, lamat-lamat Allard mendengar suara merdu, lantunan ayat-ayat Al-Qur'an yang dibaca dengan mahroj dan tartil yang bagus menggelitik telinganya.
Allard mengerjabkan matanya beberapa kali kemudian melirik ke arah samping kirinya, agak jauh dari ranjang dia melihat sosok istrinya memakai mukena putih, sedang duduk di atas sajadahnya, di atas pangkuannya terlihat mushaf berwarna gold, Ica terlihat khusyuk membaca surat Ar-rahman.
Seketika hatinya merasa lebih tenang, ada sesuatu yang mampu membuat jantungnya berdebar lebih cepat, dan diam-diam dia mendengarkan lantunan surah Ar-rahman yang dibacakan oleh istrinya dengan decak kagum, karena ternyata suara Ica terdengar merdu ditelinganya.
Allard masih terus mengamati dan mendengarkan istrinya yang taat pada Tuhannya, sementara dia jauh dari kata taat. Selama ini dia justru berada di kubangan dosa-dosa yang selalu dia tumpuk setiap harinya.
Allard mengingat kembali apa yang telah dia lakukan selama 13 tahun terakhir ini, ia seakan memiliki rasa rindu yang tak berujung, tetapi tidak bisa disampaikan dan diungkapkan dengan kata-kata, perasaannya menjadi kacau saat dia mengingat rindu yang dia miliki, entah untuk siapa.
...............
Ica menaruh Al-Qur'an di lemari, kemudian melipat mukena dan sajadahnya untuk disimpan, karena berdasarkan apa yang disampaikan oleh Mila, jika Allard tidak menyukai sesuatu yang tidak pada tempatnya.
Melirik kearah suaminya yang masih terlelap. Bukan terlelap sebenarnya, dia hanya pura-pura tertidur saat Ica melihat kearahnya. Entah kenapa dia melakukan hal itu.
Ica mendekat kearah ranjang, dia melihat dengan lebih jelas wajah tampan sang suami yang bahkan saat tidur pun masih terlihat sangat tampan. Dengan kelopak mata ganda, alis tebal, hidung mancung yang tidak seperti miliknya, serta bentuk rahang tegas milik Allard yang menunjukkan jika dia adalah seseorang yang berpendirian kuat.
Ica tersenyum kala dia memainkan bulu mata panjang milik Allard, yang terlihat berkedut-kedut ketika disentuh olehnya, saat Ica akan berpindah melihat ponselnya, tiba-tiba Allard meraih tangan Ica dan menariknya.
"apa ini yang kau lakukan ketika aku tengah tertidur sayang".
Allard berkata demikian dengan suara serak khas orang bangun tidur, dengan mata yang masih tetap terpejam. Ica membuka mulutnya dan segera menutupnya dengan tangan kirinya, dia tidak menyangka jika ternyata Allard mengetahui kejahilannya kali ini.
"lakukan lagi sampai kau puas sayang, dengan senang hati aku akan terus berbaring seperti ini"
"te-ternyata kau sudah bangun All?, menyebalkan sekali, jangan harap"
Allard tersenyum dan membuka mata sayunya, Menatap Lekat kewajah istri kecilnya. Ica yang ketahuan memandangi dan menyentuh wajah suaminya secara diam-diam pun merasa malu, dan sekarang wajahnya sudah merona meskipun tanpa blush on.
"kau gampang sekali blushing sayang, ternyata istriku sepemalu itu".
Ucap Allard kemudian dia beranjak dari tidurnya, duduk dengan bersandar di kepala ranjang kayu jati, ya, ranjang Allard terbuat dari kayu jati, ukiran khas kota Jepara, karena Allard sangat menyukai furnitur berbahan dari kayu jati dari Indonesia.
Berawal dari sang ayah yang juga menyukai furnitur yang berbahan kayu jati, entah mengapa dia juga menuruni apa yang disukai oleh ayahnya.
"morning kiss honey".
Ica yang mendengar apa yang dikatakan Allard pun secara otomatis mendelik pada suaminya itu.
__ADS_1
"jangan harap kau mendapatkannya"
"kenapa, hem?, aku hanya meminta morning kiss saja, tidak lebih".
" itu bukan budaya orang Indonesia"
"maka dari itu mari kiat budayakan sendiri, lagipula ini di Seoul sayang".
"sudahlah, kau memang pria mes*m All".
"mes*m dengan istri sendiri kan tidak papa".
"sudah lah aku akan bersiap berangkat kerja".
Seketika Allard mencekal tangan kanan istrinya, dan menatap lekat netra cantik Ica,
"kau tidak akan ku izinkan bekerja lagi, lagipula pekerjaan seperti apa sebenarnya yang kau lakukan, kenapa harus bertaruh nyawa".
" jangan seenaknya melarang ku, akujuga memiliki tanggungjawab yang harus ku selesaikan All".
"tidak jika itu hanya membuat mu pulang dengan membawa luka baru ditubuh mu".
Heemmmmmmm.....
"All aku tak ingin bergantung pada orang lain, sejak orang tua ku meninggal, aku sudah terbiasa mencari uang sendiri"
"itu dulu, sebelum status mu berubah menjadi istri ku, sekarang semua tanggungjawab itu sudah berada dipundak ku, aku yang akan memenuhi semua kebutuhan mu, dan jangan khawatir, kekayaan ku tak akan habis meskipun untuk sepuluh turunan anak cucu kita".
"All, itu sekarang, bukan tidak mungkin suatu saat ketika kau mencintai wanita lain, aku pasti akan kau buang dengan sesuka hati mu, seperti saat kau mencampakkan Chintya".
"no.... itu hal berbeda sayang, jangan katakan hal mengerikan seperti itu, asal kau tau, aku tidak pernah sedikitpun mencintai wanita-wanita itu".
"tidak mencintai pun kau begitu baik memperlakukannya saat awal kita menikah, apalagi saat nanti kau benar-benar menemukan orang yang kau cintai All".
"jangan berbicara omong kosong Ica, aku dulu hanya menikmati hubungan yang saling menguntungkan saja, karena dia merasa berhutang setelah dia ku promosikan menjadi model terkenal".
"ahh... benarkah... segampang itu kau meniduri semua wanita yang menawarkan diri pada mu, kau tidak merasa bersalah pada wanita yang besok akan benar-benar kau jadikan satu-satunya?".
"aku merasa menyesal Ica, karena itu aku minta maaf, aku benar-benar menyesal sudah melakukan semua itu"
__ADS_1
"kenapa minta maaf pada ku?".
"karena hanya kau, yang akan ku jadikan wanita satu-satunya dalam hidup ku mulai sekarang sayang, aku tak mau wanita yang lain, hanya kau, Zantica Rahma Hadiningrat".
"apa kau pikir aku mau dengan pria yang sudah disentuh dengan banyak wanita?, aku bahkan takut jika terkena penyakit".
Ica berbicara dengan mata yang naik turun melihat pada Allard yang terlihat shock oleh ucapannya tadi.
"aku bersih Ica, meskipun aku tidur dengan banyak wanita, tetapi semuanya sudah melewati ter kesehatan dan sudah mendapatkan suntikan kontrasepsi, jadi jangan pernah takut aku terinfeksi virus".
" itu semua tidak menjamin kau bersih All"
Meskipun malu Ica tetap menjawab semua perkataan Allard, karena rasa penasarannya yang diam-diam menyeruak dihatinya.
"aku bersih sayang, aku selalu menggunakan pengaman saat tidur dengan wanita-wanita itu, hanya pernah satu kali aku tidak melakukan ter kesehatan dan memakai pengaman saat melakukannya"
Ica terlihat mengeritkan keningnya dan menunggu ucapan Allard selanjutnya sayangnya Allard sengaja menjeda kalimatnya.
"wah, sudah ku duga pasti sebentar lagi ada wanita yang meminta pertanggungjawaban atas janin yang dikandung wanita itu".
Allard tersenyum sembari menatap lekat manik mata istrinya yang sekarang terlihat badmood.
"aku malah bersyukur seandainya itu terjadi, karena berarti aku akan menjadi seorang ayah untuk anak itu bukan?, memang itu yang ku inginkan".
Ica terlihat kecewa dan menundukkan wajahnya saat Allard mengatakan demikian, apa yang ditakutkannya saat ini menjadi kenyataan, dia sangat takut jika Allard memiliki anak dari wanita lain, sebelum air matanya tumpah Ica segera melepaskan genggangan tangan Allard ditangannya dan beranjak berdiri.
" ah sudahlah, aku akan menyiapkan sarapan".
Ucap Ica seraya bergegas meninggalkan kamar pribadi Alllard, sementara Allard hanya melihatnya datar dengan tersenyum masam melihat sikap istrinya itu.
...............................
Hay gaez.... maaf nih baru Up, rempong bgt dr kemarin... dan untuk empat hari kedepan juga masih agak sibuk akunya...
tapi tanang, tak usahain ttp bisa Up buat kalian semua... meskipun cm satu bab.
buat pengobat rindu.. ( emang pcaran )
😜😜😜😜🤪🤪😏😏😏😂😂🤣🤣🤣
__ADS_1
Tetep kasih dukungan novel ini yaa lewat vote, like n comen... ☺☺☺ karena lg g direkomendasiin si Entoon
makasih ☺☺☺☺☺