
Allard menghempaskan tubuhnya di sofa ruang perawatan sang istri, kemudian dia melirik ke arah Ica yang sedang dibantu oleh mila merapikan kerudungnya, Ica baru saja dibersihkan tubuhnya oleh mila dan sekaligus mengganti baju RS yang sudah sedari pagi dipakainya.
Allard meminta Mila ke RS karena tadi dia ada pekerjaan, meskipun masih didalam RS tetapi ternyata cukup menyita waktunya, dan Allard tak ingin Ica kepayahan, sehingga memilih untuk meminta Mila menjaganya, karena tak mungkin dia meminta para bodyguardnya untuk menjaga istrinya didalam ruangan, Ica pasti akan menolak.
Kali ini Allard akan mencari bodyguard perempuan yang bisa menjaga Ica tanpa harus menjaga jarak yang cukup jauh seperti Leo. Dia harus mencarinya segera setelah Ica keluar dari RS, Ica menolak keputusan Allard yang memintanya hanya di mansion tanpa bekerja.
Menurutnya akan sangat membosankan berada di mansion tanpa melakukan aktifitas, Ica yang terbiasa mandiri sejak kecil itu tak mau hanya berdiam diri tanpa melakukan apa pun.
"kau sudah selesai dengan pekerjaan mu All?".
Ica bertanya setelah jilbab yang dikenakannya dirasa sudah rapi, dia tersenyum tipis saat menyadari suaminya sedang memijit pelipisnya, mungkin dia lelah.
"hem.. ya, bagaimana hari ini apa kau melakukan pengobatan dengan baik?".
Allard menjawab dengan sedikit menegakkan tubuhnya, kemudian berjalan ke arah sang istri. Setelah Mila pamit keluar ruangan untuk segera pulang ke mansion karena tugasnya sudah selesai.
"maaf aku meninggalkan mu cukup lama hari ini, banyak pekerjaan menumpuk yang ku tinggalkan selama beberapa hari".
Ucap Allard sembari mengecup kening Ica dengan lembut, dan Ica membalasnya dengan anggukan dan senyuman kecil.
"tak apa, ada Mila yang menemani ku, maaf pekerjaan mu jadi menumpuk dan terbengkalai gara-gara aku".
"no, jangan berkata seperti itu, bagi ku, kau yang utama saat ini sayang, pekerjaan bisa menunggu, tapi keselamatan mu tak bisa".
Ica tersenyum mendengar penuturan sang suami, dia benar-benar merasa bahagia saat ini, karena akhirnya Allard benar-benar memperdulikannya.
"oh ya bagaimana Maxime, apa dia masih di sini?".
Kening Allard berkerut saat Ica menyebut nama Maxime, dia sedikit tidak rela saat sang istri menyebut nama pria lain dihadapannya.
"dia sudah pulang ke Spanyol pagi tadi saat kau sedang tertidur. Allessandro membutuhkannya".
" Allessandro? siapa dia?".
Ica bertanya dengan dahi mengerut dia baru mendengar namanya kali ini. Dan Allard tersenyum melihat ekspresi wajah Ica yang lucu itu.
"Allessandro adalah anak Maxime sayang".
Ucap Allard singkat, tetapi kalimat itu mampu membuat Ica terkejut dan menatap manik mata sang suami dengan tidak percaya.
"anak? jadi dia sudah memiliki keluarga?".
__ADS_1
"Maxime belum memiliki keluarga, jika definisi keluarga menurut mu adalah terdiri dari ayah, ibu dan juga anak, karena dia hanya memiliki Allessandro saja, tidak dengan istrinya".
Jawaban Allard seketika membuat Ica membuka mulutnya yang segera ditutupnya dengan tangan yang terbebas dari selang infus.
"lalu keluarga seperti apa maksud mu All?".
"ya, dia hanya memiliki anak, tetapi tidak mempunyai istri".
"jadi, maksud mu Maxime memiliki anak tanpa menikah begitu? kasihan sekali status anaknya".
"di sana tidak butuh surat nikah hanya untuk membuat anaknya memiliki status anak kandung sayang".
"jadi mereka hanya pasangan yang tinggal bersama tanpa menikah begitu?".
Allard semakin pusing dengan pertanyaan istri kecilnya itu, akhirnya dia dengan sabar menjelaskan pada istrinya.
"ceritanya sedikit panjang sayang, akan ku ceritakan di mansion saja ya, intinya, Maxime mempunyai anak tetapi dia tidak menikah, dan dia tidak tinggal bersama, karena sofia, Ibu dari Allessandro sudah meninggal dunia".
Ica terperangah mendengar kalimat panjang dari Allard, dia tidak menyangka mendengar Maxr memiliki anak saja sudah cukup mengejutkan buatnya ditambah lagi ternyata ibu dari anak Maxime telah meninggal.
"jadi itu yang menjadi Alasan, kenapa Maxime tidak menikahi Sofia?"
Allard tersenyum, tetapi kemudian dia menghela nafasnya dan akhirnya menceritakan kisah sang mantan kekasih Maxime, Sofia.
Ica semakin dibuat tercengang dengan penuturan Allard, dia tidak bisa membayangkan jika berada diposisi sofia saat itu.
"brengs*k sekali Maxime".
"Maxime saat itu tidak mengetahui kehamilan Sofia, dan saat dia sudah mengetahuinya ternyata Setelah satu tahun Sofia meninggal dalam kecelakaan dalam perjalanan menuju sekolah Allessandro saat akan menjemputnya pulang sekolah".
Ica kembali dikejutkan dengan berita itu, dia semakin penasaran dengan sosok Allessandro saat ini.
"jadi Allassandro tumbuh besar tanpa ibu?"
"ya,, dan Maxime dibantu dengan sang ibu yang mengurusnya saat ini".
Ica terenyuh, mengingatkan dengan dirinya, saat ditinggalkan oleh kedua orang tuanya dalam kecelakaan tragis saat dia berusia sepuluh tahun.
............
Allard menyelimuti Ica dengan benar saat dia sudah tidur dengan nyaman, Allard terus memandanginya.
__ADS_1
"kenapa kau tertarik dengan kisah Allessandro, apa karena kau memiliki nasib yang sama? tapi sesungguhnya nasib mu lebih buruk dari pada dia".
Allard terus mengingat percakapannya dengan sang Istri yang terus bertanya tentang Allessandro, dia terlihat bersimpati dan merasa kasihan dengan anak Maxime, padahal hidupnya sendiri menderita sejak dia berusia sepuluh tahun.
"kau sungguh berhati bersih sayang, aku beruntung memiliki mu".
.........
Allard segera keluar ruangan saat ponselnya berdering, dia tidak ingin mengganggu tidur istrinya yang saat ini sangat membutuhkan istirahat yang cukup.
Allard melihat layar ponselnya yang saat ini sedang ada panggilan dari seseorang bernama Aji.
"ya, ada apa? apa kau sudah mendapatkan informasi yang ku inginkan?"
"sudah tuan, dia saat ini sudah mulai bergerak, dan sepertinya dalam waktu dua hari dia akan segera tiba di Seoul".
"baiklah, pantau terus pergerakannya dan laporkan pada ku, aku tidak ingin kecolongan lagi sekarang".
"baik tuan, mohon anda berhati-hati terhadap orang ini, karena dia sangat cerdik dan licik".
" ya, terimakasih, aku akan mengingat pesan mu".
"(....................)".
"ya baiklah".
Allard menutup panggilan itu, dan dia mengepalkan tangannya, menendang tong sampah yang ada di depannya saat ini, hingga menyebabkan bunyi yang cukup nyaring, mengingat tempat sampah itu terbuat dari alumunium.
Para bodyguard segera membereskan kekacauan yang telah dibuat oleh majikannya, setelah Allard masuk kedalam ruang perawatan istrinya, dia segera menuju kamar mandi dan menyegarkan tubuh dan otaknya yang seketika terasa panas, mendengar laporan dari orang kepercayaannya.
Allard menghidupkan shower air dingin, dia masuk dan langsung membasahi dirinya dibawah shower tanpa melepaskan pakaiannya terlebih dahulu.
Ia harus segera mempersiapkan penyambutan untuk seseorang yang sudah ditunggu kedatangannya, dan Allard sudah tidak sabar dengan hal itu.
.............................................
Hay sayang kuh,,,, maaf bgt telat Up duo krucil ku sedang sakit semua, jadi ini ngetiknya malem setelah pada tidur semua.
makasih udah mau setia bca karya receh ku..
jangan lupa ksih vote, like n comen yaa...
__ADS_1
makasih βΊβΊβΊππππππππ