
Seminggu sudah berlalu sejak pesta malam itu, hari ini hari sabtu, Ica yang izin kerja hanya tiga hari, kemudian pada hari kamis dan jumat dia tetap berangkat, tetapi dengan pengawalan ketat dari Leo dan bodyguard elit Allard yang menunggu seratus meter dari gedung KBRI, belum ada pergerakan apa pun dari pihak yang ingin mencelakai Allard dan Ica, tetapi Leo dan pasukannya tidak ingin gegabah, mereka yang berjumlah 6 orang termasuk Leo tetap melakukan tugasnya dengan baik.
Pagi ini Ica sedang memasak sarapan untuk Allard yang sedang berada di ruang gim lantai dua, Ica membuat nasi goreng sea food, beruntung Allard tidak pernah protes dengan apa pun makanan yang dibuat oleh istrinya, karena menurutnya masakan istrinya itu pas di lidahnya, dia juga menyukai masakan Indonesia.
Saat dulu orang tuanya masih hidup, sang ayah yang sangat mencintai semua budaya dan masakan khas negeri kelahirannya itu setiap hari menyuruh sang pelayan untuk membuat menu masakan khas Indonesia.
Sehingga setiap hari dia juga memakan makanan khas Indonesia yang ternyata cocok di lidahnya. Juga mempunyai seorang nenek asli orang Semarang yang selalu membuatnya rindu akan masakan buatannya yang tidak pernah gagal itu menurutnya.
Tiba-tiba Ica dikejutkan dengan siaran televisi yang tengah memberitakan Chintya dan hancurnya karir Chintya, sang model papan atas itu, kini karirnya tengah terperosok ke dasar jurang yang dalam dan curam, Allard benar-benar membuktikan ucapannya ketika dia menyuruh David menghancurkan karir Chintya.
Hanya dalam hitungan hari semuanya hancur tak bersisa, apa yang telah dia coba bangun dari beberapa tahun yang lalu itu sekarang harus dia relakan, dan bahkan dia harus menghadapi cacian dan makian para penggemarnya yang dulu sangat mengagungkan namanya sekarang berbalik menjadi haters buatnya.
Pisau yang tengah dia gunakan untuk memotong buah itu terpeleset hingga nyaris mengiris jarinya. Saat dia mendengar berita di TV bahwa Chintya mendapatkan kasus pornografi dengan teman kencannya yang saat ini sedang digosipkan dengannya yang parahnya orang itu sudah memiliki keluarga.
Allard menyelesaikan olahraga paginya, dia bergegas membersihkan diri kemudian memakai pakaian casual lalu segera turun kelantai satu, perutnya sudah berontak minta di isi.
ahh.....
Ica yang terkejut saat pisau itu memotong kukunya seketika melepaskan buah dan pisau itu, sementara Allard yang tengah berada di anak tangga lekas berlari saat mendengar suara teriakan istri kecilnya.
"kau tak apa?"
"ya, aku tak apa, hanya tergores sedikit".
Allard mengambil tangan Ica, dan memeriksanya dengan teliti, benar kata istrinya hanya tergores sedikit, dia lantas mencuci tangan Ica dan kemudian menempelkan plaster yang telah tersedia dikotak P3K.
"lain kali hati-hati, jangan melamun saat memegang pisau".
Ica hanya mengangguk patuh, kemudian dia menyiapkan sarapan untuk Allard dan untuknya.
"kau benar-benar mengerikan All".
__ADS_1
"maksud mu?"
"kau benar-benar membuat karir Chintya hancur".
Allard hanya tersenyum kecut saat dia menyadari kemana arah ucapan istrinya itu.
"dia pantas mendapatkannya, karena dia sudah berani membuat mu terluka, dan aku juga sudah sangat muak dengan segala tingkahnya".
"tidak seperti itu seharusnya All"
"lalu bagaimana?"
"biarkan saja, selagi dia tidak berbuat macam-macam lagi pada kita, dan tidak kah kau merasa kasihan padanya?"
"aku sama sekali tidak menjatuhkan karirnya, aku hanya menghentikan dukungan ku pada nya saja, dan untuk masalah scandalnya itu sebenarnya sudah lama, hanya saja selama ini tertutup oleh promosi yang ku berikan sehingga karirnya masih bisa terselamatkan".
Ucap Allard panjang menjelaskan pada istrinya. Dan Ica hanya menggelengkan kepalanya, hanya menghentikan dukungan saja bisa langsung seperti itu, apa lagi dia bertindak? Allard benar-benar menunjukkan eksistensinya sebagai penguasa Korea selatan kali ini, hal itu membuat Ica bergidik ngeri.
................
"brengs*k... apa kau bilang, tak berani? hanya dengan seorang pengusaha asal Seoul itu dia tidak berani?"
"dia bukan seorang pengusaha biasa, asal kau tau, sebelum dia menjadi pengusaha seperti sekarang, dia juga sempat mampir dan bermain-main dengan dunia hitam".
"sekelas bos gangster mu menyingkirkan Allard saja tidak berani, padahal bos mu memiliki kekuasaan di Asia ini bukan? bahkan pengikutnya sudah dua puluh ribu orang".
Lawan bicara Hariyanto itu tersenyum saat mendengar ucapan Hariyanto.
"kau tidak tahu betapa berkuasanya dia dulu, bahkan dia di juluki Singa hutan, kau tau bukan jika gang kami dijuluki harimau, itu artinya kekuasaannya lebih tinggi dari pada kami".
"benarkah?, aku tidak tahu itu, tapi bukankah sekarang dia hanya memiliki beberapa pengawal setia saja?".
__ADS_1
"memang, tetapi dukungan dibelakangnya juga masih kokoh sampai sekarang, meskipun sudah tidak pernah lagi terlihat secara kasat mata oleh kami".
"kalau begitu kenapa tak mencobanya? bukankah bagus jika kau menang darinya maka kekuasaan gang mu akan semakin diperhitungkan di benua Asia ini?".
"akan aku bicarakan pada bos ku dulu untuk itu, selanjutnya akan segera aku kabari".
"hem terimakasih, semoga kau tak menolak, karena imbalan ku besar kali ini".
Ujar Hariyanto yang sangat berharap gangster asal Vietnam ini, akan menerima kerjasama dengannya dengan menyingkirkan Allard, Wendi, sang tangan kanan con ho gangster asal Vietnam ini mencoba bernegosiasi dengan Hariyanto, dengan menjanjikan akan memberikan perusahaan furnitur terbesar di Semarang yang bisa menjadi ladang emasnya untuk menyokong gangnya.
Hariyanto meninggalkan kamar VIP salah satu hotel ternama di Jakarta, dia kemari hanya untuk membicarakan hal ini dengan sang tangan kanan cong ho gangster, seperti ucapannya beberapa bulan yang lalu saat dia tidak berhasil menyingkirkan Ica, sang keponakan angkat yang kini menjadi saingannya untuk bisa menguasai seluruh aset peninggalan Prasetio.
Dia menyewa gangster ternama untuk melenyapkan kedua pasangan suami istri beda usia itu, karena dendamnya pada Prasetio dan semua keturunannya yang telah mendarah daging dalam dirinya.
Dia masih tidak bisa menerima jika apa yang seharusnya menjadi miliknya, malah diambil alih oleh keluarga Prasetio, dia juga yakin jika kematian kedua orang tuanya merupakan karena sabotase Pras yang menginginkan seluruh harta kekayaan milik kedua orangtuanya.
"Seperti apa pun kuatnya dirimu dulu, ituhanya masa lalu, apalagi sekarang kau hanya memiliki beberapa anak buah saja, aku yakin geng Cong ho akan bisa mengatasi Allard, karena sekarang dia sudah tak lagi berkuasa seperti dulu"
Ucap Hariyanto pelan sembari kemudian tertawa keras membayangkan kedua pasang manusia itu akan segera dihabisi meskipun dia harus membayar mahal untuk menyingkirkan keduanya.
"aku sudah sangat tidak sabar menunggu saat-saat itu tiba, kau akan segera menangis farah keponakan kecil ku yang malang".
Ujar Hariyanto dengan seringai liciknya, dia tidak pernah menyerah meskipun sudah berkali-kali gagal ketika melancarkan aksinya.
................
hay-hay sayang...
maaf ya hari ini satu bab karena emang lagi rempong bgt...
tp ttp lsih vote like n comen buat author mu yang nyebelin ini yaa...
__ADS_1
makasih βΊβΊβΊππππ