MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Mencari Informasi Sandy


__ADS_3

Subuh di kota Seoul ini terasa dingin sebab memang sudah mulai memasuki musim dingin, Ica mengerjabkan matanya beberapa kali, Matanya masih terasa berat sekali, dia menguap, sebenarnya masih mengantuk, karena semalam Allard benar-benar bermain-main dengan tubuhnya.


Meskipun dia masih menjaga janjinya untuk tidak meminta menu utama, tetapi tetap saja, meladeni keinginan Allard yang tidak ada habisnya itu membuatnya mengantuk pagi ini, beberapa kali Allard merengek seperti anak kecil yang minta dibelikan mainan yang diinginkannya.


Persis seperti itu pula sikap Allard saat terus merengek meminta menu utama yang tidak kunjung dihidangkan, hingga membuatnya frustasi, dan akhirnya dia memilih pergi ke kamar mandi, bermain solo untuk menuntaskan hasratnya yang sudah di ubun-ubun.


Sebenarnya Ica merasa bersalah dan kasihan pada Allard, juga sebenarnya itu tidak diperbolehkan dalam islam, tetapi dia juga belum bisa mengatasi ketakutannya, saat Allard baru menyentuh bagian terpenting dari menu utamanya saja dia sudah tremor, panas dingin dan berakhir mual seperti ingin muntah, karena gejala trauma setiap orang itu berbeda-beda.


Allard pun menjadi tidak tega untuk terus memaksa, dia akhirnya berlari ke kamar mandi, berusaha menyelesaikan sendiri masalahnya, Ica tau apa yang dilakukan suaminya itu, menjadi merasa bersalah, menyesal, seketika itu juga air matanya mengalir, dia merasa tidak berguna saat suaminya menginginkannya.


Selang tiga puluh menit Allard keluar dari kamar mandi, dengan wajah dinginnya, dia melihat sang istri yang tengah sesenggukan, menyembunyikan wajahnya dibalik selimut tebal.


Dia menghampirinya, menyibak selimut sedikit terkejut melihat kondisi Ica, kenapa dia menangis? padahal aku yang tersiksa batinnya. Kemudian dia menghapus air mata itu, Allard tersenyum, berusaha menenangkan sang istri yang ternyata sedang merasa bersalah padanya.


"hey,,,, it's ok".


"jangan menangis lagi, maafkan aku, hem?".


Ica hanya mampu menganggukkan kepalanya, karena dia masih terus terisak, kemudian dia memeluk Allard dengan erat, Allard mengusap punggung kecil istrinya dengan lembut. Setelah merasa baikan Ica melepaskan pelukannya dan menatap pada Allard.


"maafkan aku, a-aku bel.... ".


"sssssttttt,"


Allard mengangguk tanda dia paham apa yang akan dikatakan oleh Ica meskipun tersendat-sendat.


"kita bisa mencobanya lagi lain waktu, dan harus perlahan, aku yakin suatu saat kau akan bisa menghilangkan ketakutan mu, ini semua salah ku, jangan menyalahkan diri mu sendiri".


Allard kemudian memeluk Ica, menghujani puncak kepala dan wajahnya dengan ciuman, dia segera menyibak menarik selimut, mengajak istrinya tidur dengan memeluk erat sang istri.


"tidurlah, sudah sangat larut".


Ucap Allard sembari mengelus kepala dan punggung istri kecilnya, dia tersenyum saat mengingat betapa buruk kontrol dirinya untuk tidak menyentuh istrinya, hampir saja dia lepas kendali.


...................


Ica bangun melepaskan tangan Allard yang masih memeluk perutnya posesif, dia bahkan menelusupkan wajahnya diceruk leher sang istri dengan mata yg masih terpejam dan nafas teraturnya.


Setelah berhasil meloloskan diri, Ica segera menggulung rambutnya ke atas dan memakai penjepit rambut, berjalan menuju kamar mandi, Dia bercermin, melihat leher putih mulusnya sekarang sudah dipenuhi dengan tato berwarna merah akibat perbuatan Allard, tentunya selain luka sayatan yang masih diperban disebelah kanan lehernya.

__ADS_1


Beruntungnya sayatan itu tidak terlalu dalam sehingga tidak fatal. Ica mengganti kasa perban dengan anti air, kemudian dia mandi untuk segera menyiapkan sarapan untuk sang suami, pagi ini dia dibuat tidak nyaman dengan perutnya yang sedikit merasa kram, dan ternyata dia mendapatkan tamu bulanannya.


Meskipun merasa tidak nyaman, Ica tetap melakukan tugasnya dengan sesekali terlihat memijat perutnya dengan desisan ringan, saat rasa sakit dan tidak nyaman pada perutnya terasa lebih meningkat.


..........


Ica menyelesaikan membuat sarapan yang hanya membuat sandwich dan kopi. Dia memotong buah segar sebagai pelengkap, dan juga dia sedang tidak berselera makan, seperti biasa saat sedang datang bulan, dia lebih memilih memakan buah. Entah kenapa nafsu makannya menurun drastis saat dia sedang menstruasi.


Allard terlihat menuruni anak tangga, dengan setelan kantornya yang sudah dipersiapkan sang istri di walk in closed, menaruh tas kerjanya, kemudian memilih menghampiri istrinya yang tengah memotong buah.


Memeluk erat perut istri kecilnya, yang bahkan tingginya hanya sampai sebatas dadanya saja. Allard memeluknya erat sembari terus mencium pipi dan pelipis istrinya menghambat pekerjaan yang tengah diselesaikan Ica.


"morning, kau bangun terlalu pagi sayang".


Ucap Allard dengan masih terus mengendus ceruk leher istrinya, dia tidak merasa sungkan, meskipun dilantai satu banyak pasang mata yang melihatnya saat ini.


Mila menyuruh para maid meninggalkan lantai satu, dengan tatapan mata dan isyaratnya tanpa mengeluarkan suara, dia tidak ingin mengganggu keromantisan sang majikan pagi ini.


"kau sudah bangun All? duduklah sarapan mu sudah siap, aku akan menyelesaikan ini sebentar".


Ucap Ica sembari menaruh pisau dan kemudian berbalik, saat dia berbalik disambut dengan kecupan di bibirnya.


Ica mendengus dengan perbuatan Allard yang tiba-tiba, kemudian dia melihat area sekitar lantai satu yang beruntungnya sepi, Ica mendorong bahu Allard untuk duduk di kursi dan menyiapkan sarapan untuk sang suami.


"kenapa kau cuma makan buah sayang, kau tak memakan sandwich mu?".


"perut ku sedikit tidak nyaman, dan biasanya ketika seperti ini aku memilih makan buah".


"kau sakit sayang? perut mu sakit? aku akan memanggilkan Harry untuk memeriksa mu".


Allard yang langsung saja panik mendengar Ica mengeluh langsung berniat melakukan panggilan dengan ponselnya. Tetapi langsung dicegah oleh Ica.


"aku baik-baik aja, ga papa cuma kram biasa, setiap bulan juga seperti ini".


"benarkah? bagaimana mungkin kau sakit perut setiap bulan?".


Sebelum dijawab oleh Ica dia kemudian tersadar jika mungkin yang dimaksud istrinya adalah sakit karena menstruasi.


"kau menstruasi?".

__ADS_1


"ya, ini audah biasa tak ada yang perlu di khawatirkan".


"baiklah".


Allard mengangguk, menyelesaikan sarapan kemudian berangkat ke kantor dengan diantar Ica sampai depan mansion. Sementara Allard kembali melarang istrinya berangkat ke kantor sebelum dia menemukan orang yang bernama Sandi yang disebut sang kakek.


..................


Saat sedang sibuk memeriksa dokumen yang memerlukan persetujuannya, Allard mendapatkan telepon dari Maxime, Ya, Allard juga meminta bantuan Maxime untuk mencari seseorang bernama Sandi, lengkap dengan data diri aslinya, meskipun saat ini dia hidup dengan identitas yang berbeda.


Allard juga meminta bantuan Hyun ki, tetapi karena memang identitas berbeda sehingga dia kesulitan mencari data asli Sandi. Saat ini Hyun ki sedang mencoba memperkirakan seperti apa wajah Sandi ketika berumur 70 puluhan tahun menggunakan aplikasi semua umur. Berbekal foto yang diberikan oleh Pramudya.


"ya Max, ada apa? apa kau sudah mendapatkan apa yang kucari?".


"(........................)"


Jawaban Maxime membuat Allard membulatkan mata nya, dan sedikit bersemangat.


"baiklah, aku akan meminta hacker ku untuk menyesuaikan wajah dengan orang yang kau sebutkan tadi, aku akan segera mengirimkan foto terbarunya sekarang juga".


"(....................)"


"hem, thanks Max, aku akan pastikan dia membayar mahal apa yang sudah dia lakukan pada kedua orang tua ku dan keluarga istriku".


Allard memutuskan sambungan teleponnya dia mengeraskan rahangnya, saat kembali mengingat ucapan Maxime tadi.


"tidak akan ku biarkan kau hidup tenang setelah ini, kau pikir kau siapa? nyawa dibayar nyawa, akan ku pastikan kau dan keluarga mu mengalami apa yang ku rasakan saat ini".


Allard melemparkan vas bunga yang baru saja diganti dengan bunga segar yang baru oleh Vanesha, dimeja yang berada tak jauh dari meja kerjanya. Dia benar-benar geram oleh ulah Sandy. Dia dan istrinya harus menanggung hidup tanpa orang tua.


"kau juga harus merasakan penderitaan istriku".


.............. ...............


Malam semua menjelang tarawih nih Up dulu...


selamat tarawih bagi yang menjalankan..


jangan lupa vote, like n comen nya ditunggu...

__ADS_1


makasih sayang sayang ku..


β˜Ίβ˜Ίβ˜ΊπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2