
"hello Rahma?".
" y-ya..., ma-max".
Ica menjawab dengan suara gugup dan bergetar, entah mengapa dia merasakan firasat buruk terjadi saat Maxime menelponnya. Alle memberikan ponselnya pada Ica dan membiarkan sang ayah berbicara langsung pada Ica.
Maxime pun menceritakan semua yang terjadi pada Allard dan David, yang seketika itu membuat kedua kaki Ica seperti jelly bagaikan tidak bertulang, dia limbung dan akhirnya di tangkap oleh Alle yang saat ini berada tepat disebelahnya.
Kondisi Ica yang tak memungkinkan itu akhirnya membuat Alle merebut paksa ponselnya dari Ica, dia memberitahu kondisi Ica pada sang ayah, seketika membuat Maxime mengumpat karena kecerobohannya.
Ia tidak habis pikir, kenapa Ica bisa kehilangan kesadarannya, padahal Ica yang dia tahu adalah wanita tangguh, pada saat penculikannya pun dia masih bisa selamat, padahal penyiksaan yang dialaminya sangat mengerikan, tapi kenapa sekarang dia menjadi lemah hanya dengan kabar Allard yang di sandra oleh anak buah Michael.
"Dad, aku tak punya banyak waktu saat ini, aku akan segera membawa Aunty Ica ke RS, dia mengeluarkan darah".
"a-apa kau bilang son, Rahma berdarah? bagaimana bisa? baiklah, kau tidak punya banyak waktu, sebaiknya sekarang lakukan yang terbaik, dan kelabuhi anak buah Michael".
" yes Dad".
Leo mengelabuhi anak buah Michael, dan pergi bersama salah satu maid yang mempunyai perawakan seperti Ica, Mila memakaikan pakaian dan kerudung pada maid itu hingga mirip seperti Ica, sehingga GPS yang dipegang oleh anak buah Michael bergerak menuju keluar gerbang dan diikuti oleh beberapa orang suruhan Michael.
Sementara Alle membawa Ica ke RS Jong Hwa melalui lorong bawah tanah yang dikatakan oleh Mila, tepat sebelum mereka keluar, dia membawa Ica yang didampingi oleh Mila dan beberapa Bodyguard elit milik Allard.
Siapa sangka, ternyata mansion yang terlihat modern dan mewah itu ternyata memiliki ruang bawah tanah sekaligus lorong yang tembus langasung di pusat kota, semengerikan itu pikiran Allard saat membangun mansionnya. Dia memikirkan segala sesuatunya dengan sangat baik, dan sempurna.
Mila memang mengetahui seluk beluk mansion Allard, karena saat dia membangunnya Mila langsung yang ikut mengawasinya. Dia menjadi orang kepercayaan Allard di mansion itu. Lorong yang melewati bawah tanah itu memiliki pintu yang terbuat dari baja dan beton yang sangat kokoh.
Dilengkapi dengan dobel kunci kombinasi beberapa angka dan sensor sidik jari dan retina mata yang hanya Allard dan Mila saja yang mengetahui sehingga hanya mereka berdua yang bisa membukanya.
Allesson dibuat ternganga dengan lorong bawah tanah milik Allard, Mila membawa Ica hanya dengan Alle, Ica dinaikkan ke kursi roda, sementara para bodyguard disuruh menunggu dipusat kota tepat di tembusan lorong bawah tanah yang berada di toilet umum taman yang tertutupi oleh beberapa tanaman hias yang rimbun, sehingga tersamarkan dan sama sekali tidak terlihat jika di sana terdapat sebuah pintu.
__ADS_1
Mila memanggil kelima orang bodyguard yang sudah menunggu kedatangannya dengan mobil anti peluru, yang sengaja dibawa oleh bodyguard Allard atas perintah Mila, Mila tidak ingin mengambil resiko sehingga dia melakukan hal itu.
Iring-iringan dua mobil mewah anti peluru itu membelah jalanan kota Seoul, dan berhenti ketika tiba di depan lobi RS yang sudah disambut oleh beberapa dokter pribadi terbaik RS dan tenaga medis yang lain. Mila memang sempat menepon dokter Harry dan mengatakan akan segera membawa sang nyonya ke RS.
Ica segera diangkat dengan hati-hati oleh dokter Harry dan ditidurkan di brangkar dorong untuk segera dilakukan tindakan. Dokter Harry yang terkejut karena setelah menggendong tubuh Ica tangan kanannya berlumuran darah, sehingga dia langsung mendorong brangkar dengan tergesa, sembari bertanya pada Mila, sudah berapa lama Ica tidak sadarkan diri.
Meskipun Mila berusaha cepat, tetapi karena keberadaan anak buah Michael sehingga dia membutuhkan waktu lebih lama dari yang seharusnya.
"Empat puluh lima menit yang lalu dokter".
Jawab Mila, seketika membuat dokter Harry dan dokter Kimmy berlari lebih cepat menambah laju brangkar yang didorong oleh keduanya dan dibantu oleh tenaga medis yang lain.
Mila tahu itu meskipun dokter Harry tidak menjawab ucapannya, tetapi dari tindakannya yang dengan segera berlari sembari mendorong brangkar, membuatnya yakin jika saat ini kondisi sang nyonya sedang tidak baik-baik saja. Dalam hati dia masih menyesal karena tidak bisa membawa sang nyonya ke RS lebih cepat lagi tadi.
...................
Mila dan Alle masih setia menunggu Ica yang masih berada dalam penanganan serius tim medis. Baru kali ini Alle melihat dan mengamati wajah istri uncle Allard, dia juga mengagumi kecantikan alami Ica dan keanggunannya meskipun dia menggunakan penutup kepala.
Dia juga sangat sering melihat Maxime membawa para wanitanya ke mansion, meskipun dia berada di mansion yang sama tanpa rasa sungkan. Bahkan beberapa kali Alle memergoki sang ayah yang sedang bermain-main dengan perempuan bayaran atau pun yang suka rela tubuhnya di eksplore oleh Maxime.
.............
Alle menghubungi sang ayah dan mengatakan kondisi Ica, dia ingin cepat pulang sebenarnya. Seperti biasa Alle sangat tidak suka mencampuri urusan orang lain. Tetapi kali ini berbeda, dia merasa ingin terus memantau kondisi wanita yang baru saja dia tolong.
Entah mengapa hati kecilnya berkata harus menunggu lebih lama lagi, dan memastikan kondisi istri unclenya baik-baik saja, dia merasa ada sesuatu yang membuatnya berat untuk menjauh pergi dari depan ruang penanganan Ica.
Apa lagi setelah dia menangkap tubuh yang tidak sadarkan diri, meskipun sedikit kepayahan, tetapi dia bisa menopang berat tubuh Ica saat dia jatuh pingsan, berkat latihan kerasnya setiap hari yang diterapkan oleh sang daddy yang memang mengharuskannya menyelesaikan tantangan setiap harinya.
Alle merasa jantungnya seperti diremas saat dia menyadari istri dari sang uncle mengeluarkan darah tepat didepan matanya. Seolah dia yang bersalah jika dugaannya benar, jika sang uncle harus kehilangan salah satu dari mereka.
__ADS_1
Selain karena hutang budinya pada Allard, karena dulu sebelum dia bertemu dengan sang ayah, dia terlebih dahulu ditemukan oleh Allard, dalam kondisi yang memprihatinkan bersama sang Ibu.
Allard yang menolongnya, memberinya rumah tinggal secara cuma-cuma, serta uang dan memberinya usaha florist supaya dia dan sang Ibu tidak kesulitan mencari pekerjaan. Dari yang tadinya setiap saat berpindah-pindah karena kesulitan ekonomi, sang Mommy yang hanya seorang diri membesarkannya dengan bekerja serabutan, mulai dari pelayan di cafe dan pencuci piring di restoran.
Tak jarang sang ibu mendapatkan teguran dari atasannya karena dia membawa serta Alle dalam gendongannya ketika bekerja, karena memang tidak ada yang mengasuhnya jika Alle ditinggal di rumah.
Hal itu terjadi selama tiga tahun, hingga Allard pun mengizinkannya memanggilnya daddy, tetapi setelah Maxime mengetahui jika Sofia memiliki anak darinya, Maxime menggila, dia sangat marah pada Allard yang malah saat itu menyukai Sofia, dia sempat bersitegang pada Allard selama beberapa bulan, hingga Sofia menjelaskan tentang kebenarannya.
Sofia sendiri yang melarang Allard mengatakan pada Maxime jika dia mempunyai buah hati dari Maxime, dan mulai saat itu jiwa posesif Maxime tumbuh, dia melarang Alle memanggil Allard dengan sebutan daddy. Dan hanya boleh memanggilnya dengan sebutan uncle.
Karena menurutnya daddy Alle, hanyalah dia seorang. Dan pada saat Maxime ingin menikahi Sofia setelah rencana yang dibuatnya matang, dan tinggal pelaksanaannya dua minggu lagi, tiba-tiba Sofia mengalami kecelakaan hebat yang merenggut nyawanya.
....................... .........................
Hay-hay... readers kuh tercinta...
gimana kbar kalean semua???
Minal aidzin wal faidzin semuanya yaa.
Author banyak salah dengan kalian, suka UP lama,,,
Alhamdulillah sore ini bisa Up lagi.. mudah2an tiap hari bisa lancar ya..
pertanyaan nih jawab di kolom komen yaa..
"kenapa author ceritain lebih rinci tentang Alle dan Maxime disini, khusnya part - part terakhir?".....
jan lupa ksih aku vote, like n comen yaa
__ADS_1
makasihh 😘😘😘😊😊🙏🙏🙏