MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Allard POV


__ADS_3

Acara pernikahan ini sudah selesai tepatnya 1 jam yang lalu, dan sekarang aku duduk termenung ditaman samping rumah kediaman istriku,


"huh,,, istri??? ya, baru saja aku mengucapkan ijab qobul tepat 2 jam yang lalu, pernikahan yang tak pernah ku sangka dan ku inginkan. akhirnya jadi kenyataan".


"tak bisa ku pungkiri istriku sangat cantik sebenarnya, dengan wajah kecil dan imut, pipi chubby, hidungnya yang mungil tapi mancung, bibir kecil tapi berisi sepertinya kenyal, dan kulitnya yang putih sedikit kekuningan layaknya wanita-wanita jawa pada umumnya".


"tapi yang membuatku tidak habis pikir usianya yang jauh lebih muda dari ku, bahkan kami terpaut 12 tahun, bukan selera ku sama sekali. aku tak pernah menjalin hubungan dengan wanita yang terpaut usia cukup jauh dari ku".


"aku terlalu malas menanggapi sikap manja wanita muda yang lebih cenderung marah dan ngambekan, jadi aku selalu mencari wanita yang berusia paling tidak 5 tahun dibawah ku. Sudah berpengalaman dalam urusan ranjang supaya bisa memuaskan kebutuhan pria dewasa seperti ku. Tak perlu susah mencari, karena semua wanita itu tergila-gila padaku"


"bahkan ada yang rela tak mendapatkan apa pun dari ku asal bisa merangkak keranjang ku mereka sudah sangat senang dan seolah bersaing melakukan itu"


"tapi tidak dengan istriku, dia wanita yang tidak tertarik dengan penampilan, harta dan ketampanan ku. Itu yang membuatku penasaran, lelaki seperti apa yang diidamkannya".


"apa kah istri kecil ku itu bisa memuaskan ku?? ah mikir apa aku ini, bahkan badannya saja masih mengalami pertumbuhan menjadi bentuk yang sempurna untuk menjadi wanita dewasa".


"berbicara tentang pria, seseorang yang tadi mengucapkan selamat kepadanya dan memanggilnya dengan sebutan "Dik" itu kenapa Zantica menatapnya dengan pandangan penuh cinta,, mungkinkan dia orang yang dicintainya? tapi siapa dia? ".


Masih teringat dalam benak ku ketika dia menuruni tangga dengan dipapah asisten rumah tangganya tadi, apakah luka di kakinya itu akibat ulah dari seseorang yang akan mencelakaianya itu??


"dia terlihat gugup dan kesakitan saat duduk tadi. Tanpa sadar aku tersenyum sendiri mengingat tingkahnya yang bahkan pada saat bersalaman dengan ku terasa begitu dingin dan bergetar. Ada apa dengannya? apa lagi saat aku mencium keningnya, tubuhnya langsung terasa kaku tegak lurus"


"ada apa dengan ku? kenapa aku tersenyum sendiri mengingat kelakuan istri kecil ku itu?, sangat memalukan jika David mengetahui ini".


Allard masuk kedalam rumah mencari David yang ternyata berada didalam sedang berbicara dengan Hafidz, kenapa dia masih disini, siapa dia sebenarnya.


"David, segera persiapkan penerbangan besok pagi. aku ada pertemuan dengan klien dari Moscow. Jangan sampai terlambat".


"baik Tuan Allard".


Baiklah Hafidz saya permisi dulu... setelah kepergian David, Hafid pun melemparkan senyum pada ku, kemudian menyapa ku.


"tuan Allard, saya Hafidz, anak dari asisten rumah tangga disini"


"ahh.... yaa.... pantas saja belum pulang saat semua orang sudah meninggalkan tempat ini"


jawab Allard yang masih dengan aksen dingin dan datarnya.


"saya titip Zantica, dia sudah ku anggap sebagai adik ku sendiri, mohon bimbing dia, dan maklumi jika masih sedikit emosional karena usianya yang bahkan belum genap 20 tahun".


"ya, tenang saja, dia istri ku sekarang".


Setelah mengucapkan kalimat itu aku langsung permisi masuk ke kamar dilantai 1 tempat ku merias diri sebelum akad.


dan langsung dicegah oleh Tuan Pras,


"mau kemana nak?, kamar mu diatas hp, dompet dan pakaian ganti mu sudah dikamar Tica, dibawa Surti tadi".


"baiklah kek, trimakasih, besok pagi saya langsung pulang ke Seoul, ada janji dengan klien".


"ya, kakek tahu itu, dan bawalah serta istrimu, dia juga harus interview dua hari lagi"


"maksud kakek? ".


"istrimu itu diterima kerja di KBRI Korsel, yang membuat ku tak khawatir lagi melepaskan dia dengan mu".

__ADS_1


Dengan ekspresi tetkejut Allard krmudian menjawab


"baiklah kek, saya keatas dulu".


Pras menganggukkan kepalanya, dan kemudian mengobrol dengan Pramudya.


.............


Allard memasuki kamar pengantinnya yang juga sudah dihias sedemikian rupa, dilihatnya sang istri yang sedang membereskan beberapa pakaiannya yang dimasukkan kedalam koper.


"kenapa g ngetuk pintu dulu Tuan Alard?"


"kenapa memangnya? seorang suami masuk ke kamar istrinya harus mengetuk pintu?? "


"saya terpaksa menikah dengan mu, andaikan kakek tidak memaksa karena hutang budi, anda telah menyokong perusahaan, saya tidak akan sudi menikah dengan mu.


"dan kau pikir aku dengan sukarela menikah dengan mu? anak kecil?" bahkan tinggimu saja tidak lebih dari dadaku."


Sambil mendengus sinis Allard menjawab perkataan sarkas Tica,


"aku ingin mengajukan beberapa kesepakatan"


"apa kau mencoba bernegosiasi dengan ku? "


Tica lalu menyerahkan kertas yang telah ditulis tangan olehnya ada beberapa kesepakatan yang dia inginkan.


Allard membacanya kemudian tertawa terbahak-bahak. didalam kertas itu tertulis


1.Tidak boleh mencampuri urusan pribadi



Tidak boleh kontak fisik terkecuali didepan


kakek dan jika kondisi darurat.



"oh.. jadi kau ingin pernikahan kontrak anak kecil?? Baiklah akan ku tambah point ke 3."



Pernikahan ini berakhir jika aku


menginginkannya.



"baiklah"


ucap tika,


"sampai di Seoul besok, biar David membuat kontraknya".


"kau akan ikut aku ke Korea besok pagi, dan tinggal di mansion ku, tapi kau tak boleh ikut campur apa pun yang kulakukan".

__ADS_1


"baiklah, untuk malam ini Anda tidur di Sofa".


"ahh... kau pikir aku bernafsu melihat tubuh kerempeng mu itu? ".


"terserah"


balas Tica.


............


Makan malam keluarga, yang hanya dihadiri Pras, Pram, dan Allard dengan didampingi asisten masing-masing, sementara Tica masih makan malam dikamar, karena kakinya masih belum pulih benar.


Kemudian keenam pria itu saling berbincang diruang depan sampai larut malam. Sementara Tica yang lelah karena masih terus menangis itu kini sudah tertidur lelap di ranjangnya yang empuk.


Meskipun Tica sudah menyuruhnya tidur di sofa tapi Allard tak mengindahkan itu, dia justru merebahkan dirinya di samping Tica yang sudah terlelap di alam mimpinya itu.


Tak lama setelahnya dengkuran halus terdengar dari kedua pasang manusia itu.


.........


Tica melenguh, merenggangkan tangannya tapi kenapa justru dia menyentuh sesuatu??


dia menoleh kesamping dan seseorang sedang tidur disebelahnya dengan sangat damai,


"aaahhhh..... "


"kenapa Anda tidur disini?, bukannya sudah saya minta tidur disofa? menyebalkan".


"kenapa subuh-subuh begini kau sudah berisik sekali gadis kecil".


Tica bangun dengan cepat dan berjalan ke kamar mandi, sambil tetap komat-kamit, melepas hijabnya ketika sudah dikamar mandi, dia masih enggan melepasnya didepan Allard, meskipun suaminya sendiri.


Selesai melakukan kewajibannya Tica membangunkan Allard, untuk segera shalat.


"bangunlah, matahari segera terbit sebentar lagi, anda belum shalat".


"aish.. kenapa kau brisik sekali, biarkan aku tidur dengan tenang, aku bahkan lupa caranya shalat".


Dan seketika tica melemaskan bahunya kebawah, kecewa dengan kenyataan jika Allard bukanlah lelaki baik.


Tica tak perduli lagi setelah itu dia sibuk berkemas dan kemudian menatap sekali lagi seluruh ruang kamarnya yang akan membuatnya merindukan kamar ini, setelahnya dia akan turun menggunakan tongkat.


baru tangga pertama dia merasakan tubuhnya melayang dan memekik, ternyata Allard menggendongnya lagi, seketika Tica cemberut dan menatap Allard marah. Tapi Allard tak perduli dengan kemarahan Tica.


"wah, lihatlah mereka Pras, pagi-pagi sudah membuat geger rumah dengan kemesraannya"


Seketika Tica sadar jika yang dilakukan Allard adalah karena keberadaan kakeknya itu.


..............


Hay gaezzz.....


aku Up lagi nih....


kasih vote, like n comen yaa....

__ADS_1


makasih ,,, ☺☺☺😘😘😘


__ADS_2