
"apa kau pikir aku bercanda juga saat menangani kondisinya yang sempat kritis?".
" kritis!! ".
Allard kembali dikejutkan dengan perkataan dokter Harry yang mengatakan tentang kondisi istinya tadi.
"saat dibawa kemari, kondisinya benar-benar buruk, denyut nadinya sudah sangat lemah, karena pendarahan hebat dan waktu membawa kemari yang kurang cepat, tapi kau harus bersyukur, janinnya masih bisa diselamatkan, aku yakin jika dia lahir nanti akan jadi anak yang kuat".
Ucap dokter Harry menjelaskan tentang kondisi Ica yang sebenarnya pada Allard. Allard terlihat shock, seserius itu kah kondisi Ica, dia sangat merasa menyesal tidak mengetahui kehamilan istrinya lebih awal.
"usianya delapan minggu, dia tumbuh dengan baik, meskipun istri mu terlihat lebih kurus sekarang, mungkin karena trimester awal".
"apakah itu tidak apa-apa? tubuhnya memang terlihat kurus, apakah normal?".
"kau bisa tanyakan langsung pada dokter Felly, bukankah dia dokter kandungan pribadi istri mu??".
"ok baiklah, terimakasih".
Dokter Harry terbengong dan tidak percaya dengan kata-kata yang baru saja diucapkan oleh Allard, dia memang jarang sekali, hampir tidak pernah mengucapkan kata terimakasih selama ini.
.................
Allard kembali keruang perawatan sang istri, dia masih saja tidak percaya jika Ica sedang hamil, hatinya terasa dipenuhi kupu-kupu saat ini, dia sangat senang dengan kabar yang baru saja didengarnya.
Allard terus saja meng*cup seluruh wajah Ica, dia tak henti-hentinya berucap syukur, karena sudah diberikan kejutan terindah, dan rezeki yang tiada duanya, dengan kehamilan sang istri.
Ica yang merasa terganggu dengan kec*pan Allard pun akhirnya menggeliat, dan m*leng*h, membuka matanya dengan perlahan, menyesuaikan sinar terang yang masuk kedalam retina matanya.
Hari sudah pagi, tapi sejak semalam Allard hanya tidur sebentar, meskipun begitu dia merasa cukup, entahlah, mungkin karena hatinya yang sedang senang, sehingga tidur sebentar sudah membuatnya terlihat lebih baik dan lebih segar.
"hai honey, morning".
Sapa Allard, Ica yang masih sangat terlihat berat membuka kedua kelopak matanya itu terkejut mendengar suara Allard, apakah dia berhalusinasi atau apa, kenapa dia mendengar suara Allard, mungkinkah karena dia sangat merindukan suaminya, hingga menyebabkannya berhalusinasi seperti ini.
"hey,, ".
Allard kembali memanggilnya, dengan senyum lembut dan mata yang berbinar, dia mengelus lembut pipi chubby Ica.
" A-Allard, kau pulang?".
"hem, aku pulang, apa kau tak merindukan ku hem?".
Allard bertanya dengan wajah yang dibuat seolah-olah dia sedang cemberut. Ica meraih tangan Allard yang berada di pipinya, mencengkramnya lembut, dengan mata yang terlihat berkaca-kaca, dia sangat merindukan Allard, dua minggu ini merupakan waktu yang sangat menyiksa baginya.
Entah kenapa dia merasa selalu ingin berdekatan dengan Allard, hingga terkadang dia tertidur dengan memeluk pakaian Allard, karena dia merindukan aroma tubuh sang suami.
__ADS_1
"hey, don't cry honey, i'm here".
Perkataan Allard malah membuat Ica semakin kencang menangis hingga sesenggukan, Allard langsung meraihnya kedalam pelukannya. Mengusap pelan punggung bergetar sang istri, dan tak sadar dia juga meneteskan air matanya.
"tenanglah, aku sudah kembali untuk mu, dan anak kita".
Perkataan Allard kali ini sukses membuat Ica berhenti menangis, dia melepaskan pelukannya, dengan wajah yang terlihat terkejut, dia juga menyadari dimana dia berada sekarang, dan ingatan terakhirnya sebelum dia tidak sadarkan diri.
"A-All, a-apakah kau baik-baik saja? apa kau tau aku sangat menghawatirkan mu?,".
Allard mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan sang istri. Kenapa malah mengkhawatirkan keadaannya, Sementara itu, Ica meraih wajah Allard dengan kedua tangannya dan menelisik keseluruhan wajah hingga tubuhnya, dia berhenti pada sudut bibir dan pelipis Allard yang terlihat kebiruan, dan ada darah yang sudah mengering di sana.
"k-kau di sandera oleh anak Adam Aimo bukan?".
Kembali mata Allard membulat, kenapa sang istri mengetahui jika dia di sandera anak Adam Aimo, padahal dia belum memberitahu tentang hal ini pada Ica.
"bagaimana bisa kau tau, siapa yang memberitahu mu sayang?".
"kau lupa siapa istrimu hem?".
"waah.... kau sangat mengerikan sayang"
Allard menggelengkan kepalanya dengan wajah shock, dia baru ingat jika istrinya merupakan wanita hebat dan cerdas, bahkan dia juga bekerja sebagai negosiator, Allard melupakan hal itu.
"tunggu, kalau tidak salah tadi kau mengatakan anak kita?".
"ya, disini, ada bayi kita yang sedang tumbuh".
Allard menyentuh perut Ica, dan mengusapnya pelan, sembari menatap lembut perut sang istri yang masih datar itu.
"ba-bayi, jadi aku hamil?".
Sekali lagi Allard mengangguk penuh antusias, menjawab pertanyaan sang istri dengan senyum yang mengembang, berbanding terbalik dengan bibirnya yang melebar, mata Allard justru terlihat berkaca-kaca, dia sangat terharu dengan momen ini.
Tak jauh berbeda dengan Allard, yang menangis haru, Ica juga berulang kali mengucap syukur atas karunia yang telah dititipkan padanya. Matanya kembali berair dengan tangis haru bercampur bahagia.
.............
Pagi ini, Allard terlihat menuruni anak tangga dengan tergesa, dia menghampiri istri cantiknya, mengecup kedua pipi dan dahinya, sebelum berpindah pada meja makan, dia meraih gadis kecil berambut lurus hitam legam, yang sengaja dikuncir dua, dibagian kanan dan kiri, poni yang membuatnya terlihat semakin menggemaskan, dengan pipi yang terlihat gembul, hidung bangir, serta bibir tipisnya yang tidak berhenti bertanya hal baru dan apa pun yang belum dia ketahui.
"hey, morning princess daddy, lagi makan apa?".
Allard beberapa kali diiringi kecupan gemas pada wajah anak gadisnya, sementara sang anak terlihat geli dan akhirnya tertawa karena terus dici*mi oleh daddynya, sampai akhirnya dia memajukan bibir mungilnya karena cemberut, terlihat kesal dangan ulah sang ayah yang selalu saja melakukan hal yang sama setiap bertemu dengannya, tanpa rasa bosan.
"daddy, geli.... ah .... daddy nakal".
__ADS_1
Ucap gadis kecil berusia tiga setengah tahun itu dengan wajah cemberut yang malah terlihat semakin imut dimata sang ayah.
"princess daddy hari ini mainnya sama mommy dulu yaa, daddy ada pekerjaan diluar kota, dan akan pulang sebelum jam makan malam, daddy usahakan sudah di mansion, oke?".
" huufff..... daddy kelja terus"
Jawab sang anak dengan logat cadelnya, dengan wajah layaknya orang dewasa saat sedang kesal. Membuatnya ingin mencubit pipi chubby yang terlihat sangat lucu saat sedang marah itu.
"All, berhenti mengganggu anak ku, dan cepat habiskan sarapan mu".
Ucap Ica yang berkata sembari duduk di kursi tepat di sebelah Allard, dengan menyuguhkan kopi favorit sang suami.
"apa kau bercanda? dia juga anak ku, kau tidak lihat, warna mata kita sama, bahkan bentuk alis dan bulu matanya serupa dengan ku".
" ya, ya, ya, cepat habiskan makanan mu sebelum terlambat".
Allard masih saja tidak terima jika Ica mengatakan princess dengan panggilan anak ku saja. Baginya, princess adalah segalanya. Ica sampai takut karena sikap posesif Allard yang terlalu berlebihan pada anak gadisnya itu. Dia takut jika princess besar nanti akan sulit mempunyai kehidupan yang normal, layaknya gadis pada umumnya, karena keposesifan sang daddy.
- End -
Hay semuanya....
Cerita ini dicukupkan sampai disini yaa....
Insyaallah ada kelanjutannya dari cerita ini. nanti aku kasih tau judulnya.
Ku kasih bocoran nih..
Ceritanya tentang Princess anak gadis tuan Dennison Allarick Lee dan Zantica Rahma Hadiningrat, dengan Prince Mafia Allessandro del Cano, anak dari Mafia penguasa daratan Eropa Maxime del Cano.
Kira-kira bakal seperti apa ceritanya?
yuk kepoin terus update novel kedua ku lewat postingan terbaru akun sosmed Author :
Tik Tok : @fayna_rahma
IG : zantica1992
FB : Fayna Rahma
Atau nanti aku kasih pengumuman di sini yaa...
Author mohon maaf yang sebesar-besarnya jika tulisan ini kurang berkenan dihati para pembaca semua baik dari segi plot, latar dan karakter masing-masing tokohnya, serta banyaknya typo yang bertebaran βΊβΊπππ.
Author sama sekali tidak menjiplak karya mana pun, dan ini semua murni tulisan yang ceritanya dibuat seadanya, sesuai ide yang ada di kepala ku,
__ADS_1
Makasih banyak buat kalian yang sudah mau baca dan setia nungguin Up terbaru tiap bab karya receh ku yang g seberapa ini, makasih buat dukunganya, vote, like n comen kalian
sekali lagi terimakasih βΊβΊπππ