
Hari ini Tica berangkat bekerja dengan diantar Leo sang supir sekaligus bodyguard, Perasaannya masih tidak tenang saat mengetahui jika Allard tak pulang ke mansion tadi malam, Ntah lah Tica merasa bersalah, tetapi dia berusaha menormalkan perasaan tidak nyamannya saat ini.
Menyelesaikan pekerjaan di kantor KBRI kemudian dia kuliah dan dengan segera menyelesaikan tugas kuliahnya, untuk selanjutnya dia menjalankan pekerjaan tambahannya malam ini, dia menemui dua pengusaha asal Arab Saudi dan Hongkong.
Sementara pekerjaan dari kontraktor Rusia itu ditunda karena Maxime Del Cano mafia sekaligus penguasa daratan Eropa itu saat ini tengah ada perjalanan bisnis ke Dubai, sehingga tidak bisa bertemu malam ini.
Tica memang sengaja mengambil pekerjaan ini hanya di kota Seoul, supaya tidak menyusahkannya karena jarak tempuh yang jauh.
Tica meminta Leo menuju Secret Hotel, Leo sendiri tidak tahu sebenarnya jika Tica bekerja sebagai negosiator, dia mengira hanya menemui orang-orang yang berhubungan dengan pekerjaannya sebagai staf KBRI.
Tapi dia mulai curiga saat yang ditemui Tica merupakan pengusaha minyak sukses asal Arab Saudi itu, dan dia sengaja memesan kamar hotel VIP untuk membicarakan pekerjaannya, karena dia yakin jika tidak akan selesai dengan cepat.
Leo yang merasa curiga saat Tica memintanya menunggu di dalam atau dilobi hotel pun akhirnya menghubungi Allard, dan menjelaskan dengan detail perihal sang nyonya yang menemui pengusaha kaya asal Arab itu.
........
"oh... rupanya seperti ini dirimu yang sesungguhnya?, pura-pura suci dan tak ingin disentuh bahkan oleh suaminya sendiri, sedangkan sekarang kau malah sedang bermain dengan pengusaha minyak itu".
" Aahhhh..... Fu**"
"kau memang mencari masalah dengan ku Ica, beraninya kau menolak ku dan sekarang kau bermain dengan pengusaha lain. Apa kurangnya aku, bahkan aku lebih kaya dibandingkan dengan pengusaha minyak itu"
Prang....
Allard yang sedang emosi sat mendengar telepon dari Leo langsung menggila saat membayangkan istrinya itu di jamah oleh pria lain. Dia membanting laptop yang di dalamnya terdapat data-data penting.
David yang melihat itu segera memijat pelipisnya, kepalanya terasa berat saat dia sadar setelah ini pekerjaannya semakin menumpuk karena harus mengganti dan memindahkan data dan dokumen penting perusahaan kedalam laptop yang baru, karena laptop yang lama sudah tak berbentuk sekarang setelah dilemparkan kedinding oleh Allard.
waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam, dia menelpon Leo untuk mengetahui kabar Ica, Tetapi Leo mengatakan jika saat ini sang nyonya terlihat lelah setelah baru saja keluar dari kamar hotel VIP pesanannya.
Allard segera mengeceknya melalui CCTV di Tablet milik David, dan benar saja terlihat dari CCTV jika Tica baru saja keluar dengan kondisi yang terlihat pucat dan lemas tanpa dia tahu apa yang dilakukan istrinya itu di dalam kamar hotel itu. Allard hanya melihat saat istrinya itu keluar dari kamar VIP hotel.
"Fu** beraninya dia melakukan itu dibelakang ku".
Dengan emosi Allard mengacak ruang kantornya sendiri semua guci mahal dan limited edition yang dia dapatkan dari pelelangan gelap dan peralatan lain di meja kerjanya sudah luluh lantak berakhir dilantai karena kemarahan Allard.
"kita ke Star club sekarang juga David, aku butuh hiburan untuk meredamkan emosi ku"
"baik tuan"
Sahut David cepat, dia hanya mampu menuruti keinginan sang Tuan saat ini, dia tidak ingin mengambil resiko saat tuannya sedang dalam mood yang buruk, David terlalu takut jika Allard sudah marah, dan baru kali ini Allard terlihat begitu marah.
Diperjalanan Allard kembali menghubungi Leo dan leo mengatakan jika saat ini sang nyonya tengah memasuki Kamar hotel VIP yang berbeda dan kembali menemui seorang pengusaha asal Hongkong.
__ADS_1
Dan sialnya Leo segera mengetahui karena wajah para pengusaha itu tidak lah asing karena sering bersliweran di layar kaca maupun berita online.
"Fu**.... kau benar-benar menguji kesabaran ku kali ini Ica, lihatlah apa yang bisa kulakukan pada mu kali ini".
"Kau pikir aku akan diam saja melihat kelakuan bejat mu kali ini? aku sudah cukup bersabar saat lau menolak ku, tapirupanya kau menginginkan pria lain huh".
Allard memasuki Star club dengan David dan segera menemui sahabat-sahabatnya yang memang sudah menunggunya sedari tadi. Alan yang mengetahui dari David jika Allard sedang berada dalam mood yang buruk pun segera memesankan model majalah dewasa untuk menghiburnya seperti biasa jika sahabatnya itu sedang berada dalam mood yang buruk.
Jennie sang model sangat gembira mengetahui jika dia dipesan secara khusus meskipun melalui Alan. Dan dengan pengalaman terakhirnya bersama Allard, dia gagal karena Allard saat itu lebih memilih artis yang sedang naik daun sehingga saat ini dia mempunyai cara licik untuk terus bisa bersama Allard satu malam penuh ini.
Jennie sengaja menunggu lebih awal kedatangan Allard kemudian menyambutnya dengan gaya khas wanita murahan, Allard yang sedang berada dalam mood yang buruk pun langsung dibuat jijik melihatnya, tetapi karena ingin menghargai sahabatnya Allard mengikuti permainan ini.
Jennie yang takut malam ini gagal lagi melihat mood buruk Allard pun segera menuangkan red wine kedalam gelas baru yang sebelumnya sudah dibubuhi afrodisiak cair untuk melancarkan keinginannya malam ini.
Afrodisiak sendiri merupakan obat perangsang yang mampu membuat seseorang yang mengkonsumsinya menjadi membangkitkan gairah dan untuk waktu yang cukup lama karena Jennie menuangkan dosis sedikit lebih banyak dari dosis normal untuk ukuran pria.
Bekerja sebagai model majalah dewasa yang sudah sangat faham akan hal-hal seperti itu, membuat Jennie tidak kesulitan untuk mendapatkan obat itu. Karena memang dia memilikinya sebagai stok.
Allard yang tidak tahu jika didalam gelasnya sudah dicampur afrodisiak pun langsung menenggak red wine yang dituangkan oleh Jennie itu, meskipun sampai saat ini Allard sudah tidak lagi mau berciuman dengan wanita lain. Dia selalu mengingat bagaimana manis dan kenyalnya bibir istrinya itu. Sehingga dia merasa jijik jika berciuman dengan wanita lain.
Meskipun saat ini Jennie sudah mulai melancarkan aksinya dengan mencumbui dan mengendus leher Allard yang dia yakini sebagai titik sensitif pria itu.
Keempat sahabat Allard hanya melihat adrgan itu dengan senyum smirknya tetapi tidak dengan Alex, dia mengetahui jika Allard benar-benar dalam mood yang buruk saat ini, karena sama sekali tidak terpancing oleh godaan yang dilancarkan oleh Jennie.
...........
Dia yang kelelahan dan melupakan makan malamnya, juga menghadapi perdebatan sengit dengan para klien yang tidak semudah biasanya pun menjadikan kepalanya terasa berdenyut dan pusing yang teramat sangat.
Bahkan sekarang dia merasa tidak sanggup lagi berjalan, tetapi dia ingin segera pulang ke mansion Allard, ingin segera beristirahat mengingat tubuhnya yang sudah sangat tidak bisa diajak kompromi lagi.
Leo yang melihat sang nyonya dengan keadaan seperti itu segera membuka pintu mobil belakang dan mempersilahkan sang nyonya masuk, selanjutnya dia segera menginjak gas menuju mansion Allard, setelah sebelumnya sempat mengirimkan pesan pada sang tuan, jika nyonya sudah menuju pulang.
............
Allard yang mulai merasakan panas dan tidak nyaman itu terus bergerak gelisah, ditambah dengan sentuhan-sentuhan yang diberikan Jennie, semakin membuatnya menggila, bahkan Juniornya saat ini sudah ingin meloncat keluar dari tempat persembunyiannya.
Allard seketika sadar dengan apa yang terjadi pada dirinya, dia segera menatap marah ke arah sahabat-sahabatnya yang sedang asik mengkonsumsi red wine.
"siapa yang sudah memasukkan sesuatu kedalam minuman ku?".
Keempatnya pun segera menoleh ke arah Allard yang yeng berbicara dengan nada dinginnya yang langsung membuat semua orang menghentikan aktifitasnya saat ini.
keempat sahabatnya itu kemudian saling pandang dan kompak menggeleng dengan kuat.
__ADS_1
"kalau bukan kalian lalu siapa? apa kau jal***? kau sengaja bukan?"
Jennie segera tersenyum puas saat melihat ekspresi Allard yang terlihat garang itu. Alih-alih takut Jennie justru senang, mengira setelah ini dia mendapatkan pancingannya.
Tapi prediksinya ternyata salah, Allard malah menjambak rambut panjang Jennie dan menariknya kebelakang dengan sangat kuat.
"apa yang kau lakukan tuan? mari aku bantu melepaskan rasa yang menyiksa mu saat ini".
"ekpektasi mu terlalu tinggi rupanya, kau hanya wanita murahan beraninya menyentuh ku dengan tangan kotor mu itu?"
Allard mengeram marah saat Jennie malah meremas juniornya. Allard melemparkan Jennie ke lantai dan bergegas memanggil David untuk mengantarkannya pulang ke mansion.
Tanpa menghiraukan tatapan heran para sahabatnya Alllard meninggalkan ruang VIP star club itu dengan sangat murka.
Meskipun dengan keadaan yang sangat menyiksanya saat ini, Allard berusaha duduk dengan tenang meskipun tetap saja dia bergerak gelisah dan mencoba membuka beberapa kancing kemejanya.
Dia membuka ponselnya dan membaca pesan yang dikirimkan oleh Leo, seketika amarahnya kembali berkobar saat ini, beraninya istrinya itu melayani dua pria dalam semalam. Lihatlah pembalasan ku kali ini.
Allard yang sudah tidak sabar ingin memberikan pelajaran pada istrinya itu menyuruh David mempercepat laju mobilnya menuju mansion.
.............
Tica datang terlebih dahulu dan segera menyegarkan tubuhnya dengan berendam sejenak, karena merasa dingin dia berniat membuat coklat panas meskipun jam sudah menunjukkan pukul 2 malam, coklat bisa membantunya merilekskan pikiran dan badannya.
Kemudian Tica turun kelantai satu, karena mansion sudah sepi, dia memberanikan diri menuruni anak tangga dengan hanya menggunakan bathrobe kali ini Tica ceroboh dengan beraninya dia keluar kamar hanya dengan menggunakan bathrobe.
Dia mengira Allard sudah dikamar pribadinya, atau malah tidak pulang lagi seperti malam sebelumnya. Tetapi dugaannya ternyata salah saat dia sedang membuat coklat panas terlihat Allard berjalan ke arahnya dengan pandangan tajam dan dingin, mata memerah, tangan yang mengepal dan terlihat sangat marah.
"beraninya kau bermain dibelakang ku dengan pria lain hah? "...
"apa maksud mu Allard, bermain apa?"
Plak...
Allard menampar pipi kiri ica dengan cukup keras, sehingga membuat Tica saat itu juga terhuyung kesamping kanan....
..................
Lanjut ga nih ceritanya? komennya sepi amat yakk....
heemmmzzz jadi kurang syemangat ini
kasih vote, like n comen donk biar tambah daya lagi othornya.. ☺☺
__ADS_1
ok ok... makasih ☺☺☺