MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Kecerobohan Zantica


__ADS_3

Tica masih saja merutuki kebodohannya kali ini karena telah bersedia menunggui Allard berenang yang berakhir dia sendiri yang merugi, dia masih belum sepenuhnya ikhlas jika Allard melihat auratnya meskipun dia suami sahnya.


Ntah karena kebiasaan buruk Allard yang sering berganti wanita atau karena dia belum sepenuhnya mencintai Allard. Mencintai sepenuhnya? jadi apakah dia sudah mulai mencintai Allard? ah berpikir apa kau ini Ica, bahkan awalnya kau sangat membencinya bukan.


Lalu kenapa sekarang kau berubah haluan? ah sudah lah tidak mungkin aku mulai mencintai Allard, Tetapi apa yang ku rasakan saat ini kenapa jantungku berdetak tak beraturan saat berada dekat dengannya?.


Ah itu tidak mungkin, lupakan, kau benar-benar memalukan Ica, bagaimana mungkin kau bisa terlihat seperti itu di depan Allard? dia pasti menganggap mu murahan karena sudah dua kali berciuman dengan mu, meskipun kau mengatakan benci padanya, dia tidak akan percaya..


"ah..... benar-benar memalukan"..


Tica tak henti-hentinya meremas handuk yang dipakai untuk mengeringkan rambutnya setelah selesai mandi, dia masih terus saja mengingat-ingat bagaimana sentuhan bibir Allard saat berciuman tadi.


Ica benar-benar merasa malu kali ini, dia merasa seperti wanita murahan yang dengan maunya diperlakukan seperti itu.


Hingga makan malam tiba Tica tak kunjung keluar dari kamarnya, dia merasa sangat-sangat malu bertemu dengan Allard.


..............


Sementara Allard yang sedang berada di meja makan terlihat beberapa kali menoleh kearah tangga, menunggu istrinya yang sejak siang tadi tak menampakkan batang hidungnya, mungkinkah istrinya itu marah lagi padanya kali ini?.


Allard sangat gelisah menunggu selama 30 menit pun belum juga terlihat tanda-tanda istrinya akan turun. Allard juga sejak tadi terus saja mengingat bagaimana manis dan kenyalnya bibir istri kecilnya itu, seolah menjadikannya candu, Dia terus saja menginginkan bibir istrinya itu.


Jangan lupakan bagaimana bentuk kedua squishi istrinya yang dia kira selama ini tak ada, karena jika dilihat secara kasat mata tidak terlihat menonjol, mungkinkah karena dia selama ini menggunakan pakaian yang tertutup sehingga tak tampak dan yang terlihat hanya datar.


Allard menggelengkan kepalanya saat dia membayangkan betapa indah dan seksinya body istrinya itu, meskipun Ica pendek tetapi dia memiliki bentuk tubuh yang proporsional dan sangat seksi terlihat saat dia tadi basah kuyup dengan pakaian yang mencetak jelas bentuk tubuhnya.


"kenapa dia tak juga turun?"


"Mila, apakah Ica sejak tadi juga tidak keluar kamar? sepertinya aku tak melihatnya sejak tadi".


"benar tuan, nyonya sejak tadi tidak keluar kamar, akan saya panggilkan sebentar tuan".


"tidak perlu, biar aku saja yang memanggilnya"


Allard segera melangkah menaiki tangga demi tangga untuk segera mencapai lantai tiga, dia mengetuk pintu kamar Ica, tetapi tak ada jawaban, alhasil Allard membuka pintu kamar istrinya.


Tica yang tak menjawab panggilan Allard saat mengetuk pintu kamarnya karena dia sedang melaksanakan kewajibannya tadi. Dia pun tak mendengar saat Allard mengetuk pintu, setelah membereskan mukenanya dia keluar dari walk in closet dengan tidak mengenakan hijabnya.

__ADS_1


Memang seperti itulah dia jika di kamarnya sendiri akan melepaskan kerudung dan memakai pakaian santai dres sebawah lutut dan seketika Allard terpukau oleh penampilan istri kecilnya itu.


Tica memakai dres sebawah lutut dengan lengan pendek, memperlihatkan tangan dan kakinya yang kecil tetapi sangat mulus dengan kulit putih kuningnya khas wanita jawa, rambut hitam panjang sepunggungnya yang dibiarkan tergerai itu semakin menambah pesona cantiknya dimata Allard,


Meskipun hanya memakai bedak tipis dan lip balm, tetapi memang pada dasarnya Tica memang sudah cantik natural meskipun tanpa make up yang berlebihan pun sudah terlihat mempesona.


Allard yang sedang terpesona oleh kecantikan istrinya itu pun lupa dengan tujuannya kekamar ini.


"Allard, apa yang kau lakukan disini? kenapa kau masuk tanpa mengetuk pintu?"


Tica yang terkejut dengan keberadaan Allard pun seketika panik dan mencari pasminanya. Meskipun Allard suaminya, yang berhak melihatnya tanpa apa pun, tetapi Ica merasa belum rela.


"a-aku sudah mengetuk pintu, tapi tak ada jawaban"


Jawab Allard, dengan mata masih tertuju pada istrinya itu. Dia mendekat kerah Ica yang sedang memakai pasminanya secara asal, Allard meraih pasmina itu, mengambilnya, meskipun sempat tarik menarik dengan Ica yang masih mempertahankan egonya karena tak ingin Allard melihat auratnya.


"berikan pasmina ku Allard"


"aku suka melihat mu seperti ini Ica, bisakah tidak usah mengenakan penutup kepala mu jika di mansion?"


"kau gila Allard?, cepat berikan kerudung ku".


"apa kau lupa dengan perjanjian kita untuk tak saling ikut campur dalam kehidupan masing-masing hem?


Balas Tica yang tak mau mengalah, dia tak ingin Allard menang banyak atas dirinya yang diperlakukan tidak seperti istrinya.


"apa kau juga lupa jika perjanjian itu bisa ku batalkan kapan pun aku mau"


"didalam perjanjian itu tidak tertulis seperti itu Allard"


Balas Tica yang tidak mau jika Allard berlaku semena-mena atas dirinya.


"apa kau yakin kau sudah membacanya dengan teliti? hem?".


Dengan seringai liciknya Allard menjawab ucapan Ica.


"mana surat perjanjian yang kau simpan?"

__ADS_1


Tica segera mencari surat perjanjian pernikahan itu dengan tergesa dan menyerahkan stopmap berwarna biru yang di dalamnya surat perjanjian itu pada Allard.


Allard membukanya dan menunjukkan pada Ica point keempat yang ternyata berubah dari perjanjian awalnya setelah direvisi oleh David. Tica membaca dengan seksama surat perjanjian itu.


pada poin keempat yang tertulis dibelakang sebelum lembar tanda tangan.



Pihak kedua (yang berarti Allard) berhak mengubah isi kontrak sesuai keinginannya.



"Apa maksud mu Allard, kenapa ada point keempat, sedangkan dulu hanya ada 3 poin".


Tica menyanggah dengan cepat dan terlihat marah kali ini.


"kau terlalu percaya diri istri kecilku, kau terlalu ceroboh karena tidak teliti saat membacanya, aku tak pernah mengganti isi perjanjian itu".


"seketika itu Tica terdiam, lututnya terasa melemas kala dia menyadari kecerobohannya kali ini".


Kenapa dia tidak melihat lembar poin keempat, itu dan langsung menandatangani perjanjian itu dengan antusias kala itu.


Allard menyunggingkan senyuman kemenangannya saat melihat ekspresi istri kecilnya itu.


"jadi, bolehkah aku meminta hak ku"


Allard berjalan mendekati istri kecilnya itu, dan Tica menggeleng panik saat melihat sang suami terus mendekatinya.


"jangan mimpi, sudah ku katakan jika ingin menyentuh ku jangan pernah menyentuh wanita lain".


Jawab Tica sembari mendorong dada Allard yang semakin mengikis jaraknya itu. Tica menabrak ranjang king sizenya dan dia sudah tidak bisa kemana pun dan hanya bisa terus memberontak saat Allard berusaha meraih bibirnya..


......................


hay semua... siang-siang ngetik sambil ngantuk kalau banyak typo maaapkeun


jangan lupa kasih vote, liken comen yaa..

__ADS_1


makasih πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜β˜Ίβ˜Ίβ˜Ίβ˜ΊπŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2