MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Sentuhan Kedua


__ADS_3

David melaporkan dari Prancis, tentang keberhasilan kontrak kerjasama antara perusahaan milik Darius dengan perusahaan milik Adam Aimo. Sementara setelah ini dia menyuruh Leo, untuk memenangkan tender, yang bersaing dengan perusahaan Sus* formula milik Adam Aimo.


Jadi bisa dipastikan dalam waktu satu bulan ini, kedua perusahaan besar milik Adam akan mengalami kerugian, dan nilai saham perusahaannya akan merosot tajam.


Allard tersenyum puas mendengar laporan dari David, dia akan segera melihat keterpurukan orang yang selama ini membuat dia dan istrinya kehilangan orang tua nya.


Allard sengaja tidak mengatakan apa pun pada Ica, karena dia yakin jika sang istri yang memiliki kelembutan hati itu, sudah pasti tidak akan mengizinkan Allard untuk menghancurkan perusahaan Adam.


Ya, memang sebaik dan selembut itu lah hati sang istri, berbanding terbalik dengan dirinya, yang memiliki hati yang keras dan teguh pendirian, terkadang meskipun salah, Allard tetaplah sungkan untuk mengalah terlebih dahulu.


................


Pramudya dibuat jengkel dengan kekerasan hati Adam, setelah sekitar 50 tahun tidak bertemu secara langsung, tetapi sikap keras kepalanya masih tetap tidak bisa ditoleransi lagi.


Pramudya sudah menemuinya kemarin, dan Adam hanya tersenyum, sembari mengatakan


"lakukan saja, apa yang ingin kau lakukan pada ku".


Ucap Adam dengan angkuhnya sembari tersenyum remeh pada Pram, dia tidak tahu sepak terjang Allard selama ini. Pram yang mendengar kesombongan Adam, seketika merasa muak, dan dia tidak akan meminta untuk kedua kalinya.


Sepertinya memang harus Allard yang memberikan pelajaran, pada lelaki sombong yang tak tahu malu itu. Pramudya langsung terbang kembali ke Indonesia, dia tidak akan memberi tahu Allard tentang pertemuannya dengan Adam, karena sudah pasti Allard akan murka.


Allard tidak ingin kakeknya mengemis pada Adam, tetapi Pram yang mengetahui seperti apa Allard ketika sedang sangat marah, dia akhirnya menurunkan egonya, terbang ke Prancis untuk menemui Adam.


Tetapi ternyata niat baiknya di acuh kan oleh Adam, yang malah menyombongkan diri dan kekuasaannya.


...............


Allard duduk di meja makan dengan pandangan serius, dan terlihat beberapa kali mengetikkan jari-jarinya pada layar datar yang dipegangnya, dia memeriksa pekerjaannya melalui tab ditangannya, sembari menunggu sang istri yang masih menyelesaikan plating pada menu yang sedang dibuatnya, untuk makan malam nanti.


Ica membuat steak dari daging sapi wagyu terbaik jepang, yang memang selalu tersedia di dalam kulkas, Mila merupakan orang yang sangat teliti, mengetahui jika ternyata sang nyonnya menyukai memasak, dan lebih suka memasak sendiri makanan yang akan disantapnya bersama sang tuan, sehingga membuat Mila selalu mengecek isi kulkas.


Memastikan jika tidak ada bahan makanan yang terlewatkan apa lagi menu-menu yang disukai oleh kedua majikannya itu. Mila sangat salut dengan kemandirian sang nyonya, jika semua wanita yang diajak Alllard biasanya enggan menyentuh dapur, Lain halnya dengan sang nyonya yang malah hampir setiap waktu makan, dia selalu memasak makanannya sendiri.


...................


Ica meletakkan menu makan malam kami ini didepan Allard, yang seketika mengembangkan senyumnya, kala melihat menu yang berhasil menggugah selera makannya malam ini. Seketika air liurnya memenuhi mulutnya, aroma yang tercium semakin membuat perutnya keroncongan.


"istri ku memang selalu pandai menyenangkan suaminya".

__ADS_1


"terimakasih".


Ucap Ica sembari tersenyum lebar, Ica menganggap ucapan Allard sebagai pujian untuknya. Allard meletakkan tablet dimeja, kemudian dia menyesap air putih untuk membasahi kerongkongannya. Setelah itu dia mengambil garpu dan pisau, memulai makan malam istimewanya kali ini.


Sayang sekali tak ada wine di atas meja, dia sudah lama tidak menyentuh minuman fermentasi dari anggur itu, karena memang permintaan Ica.


Sebenarnya red wine dan steak merupakan pasangan yang tidak dapat dipisahkan, tetapi demi sang istri, Allard rela tidak menyentuh red wine terbaik yang tersedia di gudang khusus wine miliknya.


Allard memang memiliki koleksi wine terbaik, dia mempunyai ruangan khusus untuk menyimpan semua wine miliknya. Tetapi karena Ica melarangnya Allard rela tidak menyentuh minuman itu.


"hem,,, masakan mu jauh lebih baik dari pada koki di mansion kita sayang".


"habiskan kalau begitu".


"tentu, dengan senang hati little wife".


Pipi Ica bersemu mendengar kalimat Allard barusan. Tetapi dia terus mengunyah daging sapi terbaik itu, yang memiliki rasa juicy dan lembut di mulutnya.


...........


Malam ini ada yang berbeda dari Allard, dan hal itu membuat Ica senang, Ica senyum-senyum sendiri, saat melihat Allard yang baru saja tanpa sengaja dia ketahui, sedang berwudhu dikamar mandi.


Sementara Ica mengganti baju, Allard menuju kamar mandi, dan saat itulah Ica tidak sengaja melihat suaminya sedang berwudhu, Ica sempat tidak percaya tetapi dia terus melihat gerakan-gerakan Allard yang memang sedang wudhu.


Bagaikan disiram air es ditengah-tengah gurun pasir yang panas, begitulah perasaan Ica saat ini, rasanya begitu sejuk dan ada rasa yang sulit untuk dia ungkapkan dengan kata.


Ica kembali ke walk in closed, dia tidak ingin Allard tau jika Ica melihatnya, bisa saja Allard merasa malu dan malah enggan melakukan shalat setelah ini. Padahal selama ini Ica sungguh mengharapkan dia menjadi makmum Allard.


Allard melangkah menuju tempat dimana biasanya Ica melakukan shalat, dan Ica mengambil wudhu ke kamar mandi. Allard sempat dibuat takjub dengan apa yang dikenakan oleh sang istri saat ini.


Allard mengambil sajadah yang sudah dipersiapkan Mila, saat tadi sore dia memintanya, Ia menggelar dua sajadah didepan dan dibelakang sebelah kanan. Allard menunggu Ica selesai berwudhu.


"Assalamualaikum warahmatullah........ "


Allard mengucap salam tanda berakhirnya shalat jamaah, yang baru pertama kali dia lakukan dengan sang istri.


Ica tak dapat membendung air mata harunya. Dia menangis meskipun suaranya tertahan, Allard yang menyadari ada suara isakan dibelakangnya lalu menoleh, dan mendapati istrinya tengah menangis.


"terimakasih ya Allah, terimakasih All, sudah mewujudkan harapan ku selama ini".

__ADS_1


Ica berkata dengan sedikit tersendat, dengan memeluk suaminya. Harapannya benar-benar Allah kabulkan kali ini. Allard mengeratkan pelukannya sembari mengecup ujung kepala sang istri yang masih berbalut mukena.


..........


Di ranjang king size ini lah yang sempat membuatnya trauma, kali ini Allard memberikan ciuman dan sentuhan yang sangat lembut dan perlahan, meskipun awalnya tubuh sang istri terasa kaku, tetapi Allard tidak menyerah, dia berusaha terus membuat Ica rileks, sehingga bisa menikmati sentuhan dan rangsangan yang diberikan Allard.


Masih teringat kejadian beberapa saat yang lalu, saat Allard mengajaknya shalat sunnah dua rakaat, kemudian dia meminta izin pada Ica untuk meminta haknya. Dengan anggukan yang cukup kaku Ica menjawab pertanyaan Allard.


Dia berusaha mengalihkan perasaan takutnya, saat bayang-bayang malam dimana dia kehilangan kesuciannya dengan cara brutal. Ica berusaha menikmati apa yang tengah dilakukan oleh sang suami sekarang.


"akkkhhhhh......"


Ica menahan jeritan yang keluar dari mulutnya, saat Allard melakukan penyatuan, rasa sakit itu masih sama, meskipun belum masuk sepenuhnya.


Allard menghentikan dorongannya saat Ica berteriak, dia berusaha mengalihkan rasa sakit Ica, dengan memberikan kecupan yang berubah menjadi l*mat*n yang intens dan menuntut, saat dirasa Ica telah sedikit tenang, Allard kembali mendorong miliknya.


Teriakan ica kali ini teredam oleh bibir Allard, yang masih terus memberikan sentuhan dan rangs*ngan pada tubuh Istri kecilnya. Hingga Ica sedikit melupakan rasa sakit yang begitu menusuk dan terasa membelah dirinya menjadi dua.


............


"terimakasih sayang, dan maaf, jika aku masih belum bisa melakukannya tanpa membuat mu terluka".


Allard mengucapkan terimakasih dan tak henti-hentinya menciumi wajah sang istri yang telah berhasil melewati rasa takutnya. Meskipun Ica masih saja meneteskan air mata, tetapi sedikit terlena dengan apa yang dilakukan suaminya dengan berusaha membuatnya terbang.


Ica hanya membalas dengan anggukan, dia kemudian menelusupkan wajahnya yang terlihat memerah di dad* bidang suaminya, meskipun setiap dia melakukan gerakan disertai dengan ringisan kecil dari bibirnya.


Ica tertidur dengan wajah yang terlihat sangat lelah, sementara Allard masih setia terus menatap dan menciumi wajah sang istri. Tak dapat dipungkiri sebagai seorang lelaki sebenarnya dia masih menginginkannya.


Tetapi ia urungkan niat itu, saat melihat Ica yang sangat kepayahan menahan rasa sakitnya beberapa waktu yang lalu.


"entah kenapa aku merasa tubuh mu menjadi candu sayang, aku masih terus menginginkan mu".


.................... .....................


Sengaja banget Up malam biar yg bca g terpengaruh, klo siang kan jadi pikirannya touring kemana-mana 🀣🀣🀣🀣


jan lupa tetep kasih dukungan author receh mu.. Vote, like n komen ok...


ditunggu nih β˜Ίβ˜ΊπŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2