MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Ketakutan Allard


__ADS_3

Rombongan Allard meninggalkan Manila menuju Korea Selatan, dengan menggunakan pesawat jet pribadi milik Allard, dengan membawa serta jenazah sang bodyguard yang gugur, meskipun baru bergabung dalam tim nya satu minggu ini.


Sampai di Incheon airport Telah banyak yang menunggunya diantaranya ada beberapa ambulan yang memang sengaja di persiapkan oleh David untuk sang tuan dan nyonya, juga untuk para bodyguard yang membutuhkan perawatan lebih intensif.


Allard menyuruh David mempersiapkan upacara pemakaman untuk So kyung yang merupakan yatim piatu, dia tidak memiliki kerabat, sehingga Allard memakamkannya di pemakaman keluarga miliknya.


Allard menganggap So Kyung merupakan hero yang gugur dalam misi penyelamatan sang istri, sehingga memberikan tempat peristirahatan terakhir yang layak untuknya.


Sementara Darius segera mengurus sang tuan dan nyonya, yang masih harus menjalani serangkaian perawatan di RS Jong Hwa milik dokter Harry, Iring-iringan ambulan dan beberapa mobil mewah milik Allard segera membelah malam kota Seoul, dan mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian setempat. Mengingat jalanan yang saat ini sedang sangat padat.


Ketika ambulan sampai di RS langsung disambut oleh dokter Harry dan para medis terbaik dari RS Jong Hwa, Ica yang sampai saat ini belum sadarkan diri itu segera di pindahkan menuju ruang tindakan, dan Allard meminta untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh, sampai pada bagian dalam tubuh istrinya melalui tindakan CT scan dan rongent.


Allard ingin memastikan jika istrinya tidak diberi obat atau racun apa pun oleh gangster itu. Jika hal itu terjadi Allard bersumpah dalam hatinya akan melakukan hal yang lebih kejam pada Keemo Yen dan keluarganya, dari pada apa yang telah dia lakukan pada istrinya. Allard akan membalas berkali-kali lipat dari pada ini, Allard berjanji pada dirinya sendiri.


Dia telah terlalu berani mengusik ketenangan singa yang tengah tertidur, maka mau tidak mau dia harus menerima konsekuensi dari perbuatannya itu.


Saat ini Allard juga sedang mendapatkan infus dan donor darah, karena dia banyak mengeluarkan darah saat tangan kirinya terkena tembakan.


Ica yang masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan menyeluruh dengan dipimpin oleh dokter Harry, tetapi dokter Winnie yang bertugas melakukannya bersama perawat wanita, karena Allard melarang keras petugas medis pria menyentuh dan melihat badan istrinya.


Tetapi dia memberi toleransi pada dokter Harry itupun hanya menyentuh dan melihat batas wajar saja, karena memang dokter Harry yang bertanggungjawab penuh atas Nyonya Dennison ini.


Allard meminta mengembalikan tubuh istrinya seperti semula, yang artinya para tim dokter harus bekerja keras menyembuhkan seluruh luka dan memar pada tubuh mulus Ica, yang sekarang sudah sangat mengerikan dengan luka cambuk, gores dan pukulan di sekujur tubuhnya.


Allard juga meminta tim psikiater jika nanti diperlukan, mengingat peristiwa yang di alami Ica itu sangat kejam dan mengerikan, Allard khawatir akan menimbulkan trauma dan ketakutan pada Ica setelah dia tersadar.


Allard juga sengaja menyuruh dokter yang menangani Ica di RS Manila untuk menyuntikkan obat tidur, supaya istrinya bisa mendapatkan istirahat yang cukup, dan tidak merasakan sakit karena dia tertidur.


Allard sangat yakin tubuh istrinya terasa remuk saat ini, dia berulang kali menghapus air matanya saat melihat betapa mengerikannya tubuh sang istri yang dipenuhi luka dan lebam.

__ADS_1


............


Dokter Harry dan seluruh tim dokter yang menangani Ica juga Allard, berkumpul di ruangan membahas apa saja tindakan yang diperlukan untuk penyembuhan sang nyonya Dennison.


Dokter Harry segera menemui Allard, untuk membicarakan kesepakatan yang telah di setujui tim dokter, serta menunggu hasil lab dan CT scan yang telah dilakukan beberapa saat yang lalu.


"secara keseluruhan tubuh istri mu memang remuk All, bahkan ada beberapa tulang rusuknya yang retak, karena mendapatkan pukulan atau tendangan, tetapi kami akan melakukan yang terbaik untuk penyembuhannya".


"what???, akhh.... apa kata mu? tulang rusuknya retak?"


Jawab Allard sembari bangun dari posisi tidurnya, alhasil dia yang lupa jika tangan kirinya sedang terluka itu mengerang saat tak sengaja menggunakan tangan kirinya sebagai tumpuan, untuk menahan tubuhnya saat dia bangun dari tidurnya tadi.


"hey..... slow dude, kau terlalu berlebihan, ingat kau juga butuh perawatan ekstra saat ini".


Dokter Harry segera memeriksa luka Allarad, dirasa baik-baik saja, dia kemudian menyuruh Allard tidur kembali.


Dokter Harry menggoda Allard dengan kata-katanya, dan hal itu membuat Allard mendengus. Bukan tidak mungkin membuat Ica kembali seperti semula, mengingat Korea selatan merupakan pusat salah satu dokter kecantikan dan dokter bedah plastik terbaik di dunia saat ini.


"aku tidak ingin mengubah bentuknya, hanya ingin dia kembali seperti semula, karena jika dia masih bisa melihat bekas luka itu, seketika itu juga dia pasti akan mengingat kejadian buruk yang telah menimpanya itu, aku takut jika dia trauma berkepanjangan, itu maksud ku yang sesungguhnya".


Dokter Harry tercengang mendengar penuturan Allard, ternyata dia mengkhawatirkan psikis istrinya, bukan untuk kesenangannya semata. Wah, daebak, seorang Dennison Allarick Lee begitu sangat mencintai istrinya saat ini.


"apa yang kau pikirkan brengs*k?, aku akan menerima istri ku dengan keadaan apa pun, meskipun jika dia kemarin sudah disentuh oleh pria lain, melihatnya masih bernafas saja sudah sangat membuat ku lega tak terkira, mengingat sepak terjang Gangster itu yang bahkan memperjual belikan wanita, dan menganggap qanita adalah budak **** baginya".


Dokter Harry yang sudah mendengar dari David tentang kronologi penculikan majikannya itu menjadi terkejut dengan penuturan Allard saat ini. Semengerikan itukah kelompok yang telah menculik sang nyonya.


"untuk masalah itu kau tenang saja, dokter Kimmy sudah memeriksanya, dan dapat dipastikan jika istri mu masih utuh, belum tersentuh oleh orang lain, mengingat jahitannya dulu masih sempurna dan utuh".


"benarkah?, oh tuhan syukurlah"

__ADS_1


Ucap Allard lega mendengar penuturan dokter Harry ini. Dia sangat bersyukur dan berterimakasih, Allah ternyata masih menjaga kehormatan istrinya, dia juga tidak bisa membayangkan jika Ica mengalaminya, dia pasti akan sangat trauma mengingat apa yang dulu telah dia lakukan pada istri kecilnya itu.


"aku juga pasti tidak akan membiarkan dia tetap hidup jika dia sudah menyentuh Ica".


Ucap Allard dingin dengan mata menatap tajam dan tangan terkepal, dia pasti akan membuat Keemo merasa tersiksa dan memilih untuk mati saja dari pada harus hidup dengan siksaan yang harus diterimanya.


Tapi sebelum itu, dia pasti akan mencari tahu apa yang melatarbelakangi Keemo menculik istrinya, benarkah karena dendamnya pada Allard, atau karena hal lainnya. Dia harus segera pulih agar bisa segera mengintrogasi Keemo.


Meskipun saat ini Maxime sedang melakukannya, mengingat Allard sedang terluka, dia berusaha mencari tahu terlebih dahulu dan meringankan pekerjaan sahabat baiknya itu.


................


"siapa yang menyuruh mu bajing*n?"


Teriak Maxime frustasi setelah beberapa kali bertanya hal yang sama pada Keemo, dan masih tidak mendapatkan jawaban yang diinginkannya.


"baiklah, jika kau diam, rupanya kau lebih suka cara kekerasan hem?, setrum dan siksa dia sampai dia mengakui siapa yang menyuruhnya".


Ucap Maxime dingin menggunakan logat Inggris kentalnya. Maxime geram, andaikan saja dia tidak membutuhkan jawaban itu, Maxime pasti akan langsung menggantung Keemo di atas gedung yang saat ini ia gunakan untuk menyekap Kemoo dan mendorongnya agar jatuh dari ketinggian yang nyaris seratus meter itu.


....................................


Hayo... yang penasaran dengan pertemuan Maxime dan Ica, part selanjutnya pantengin ya...


☺☺☺☺☺☺


Ini kan hari senin pasti pada punya vote kan, boleh donk kasih ke aku nnti tak ksih bonus chapter lagi klo yang vote, like n comen banyak.


makasih banget dah setia nunggu n baca karya receh author yang senengnya bikin konflik 😂😂🤣🤣🤣☺☺😘😘😘🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2