
Ica dibawa ke RS Jong hwa meskipun sudah mendapatkan pertolongan pertama, tetapi Allard tetap membawanya ke RS. Sementara Hariyanto dibawa ke salah satu mansion milik keluarga Lee yang sangat jarang didatangi oleh Allard, tetapi meskipun begitu tetap masih terawat dengan baik, karena Allard menempatkan beberapa pelayan di sana.
Hariyanto dan kesembilan anak buahnya semua di ikat karena masih terus melakukan perlawanan. Pramudya memandang Hariyanto dengan tatapan yang sulit di artikan.
................
Ica dan Allard sampai di RS Jong Hwa dan langsung di sambut oleh dokter Harry dan dokter Winnie. Dokter keluarga yang bertanggungjawab atas keluarga Lee
"sebenarnya ada apa dengan hidup kalian berdua?, kenapa selalu saja terluka, terlebih istri mu, aku tak tahu jika itu wanita lain, mungkin tubuhnya sudah remuk atau menjadi gila, psikis istri mu sangat kuat All, tapi aku menghawatirkan tubuhnya yang tidak akan sanggup menahan setiap hantaman, padahal kau tahu rusuknya baru saja sembuh dan masih memerlukan pemulihan".
"jangan banyak bicara, cepat lakukan saja tugas mu br*ngs*k".
"atau kalian berdua memang sangat merindukan ku, sehingga sengaja melukai diri kalian sendiri hem?"
Dokter Harry berkata dengan nada sinis sekaligus sengaja menggoda Allard, dia sangat heran, sudah berapa kali dalam satu bulan ini Ica keluar masuk RS, dan jangan lupakan juga beberapa kali dokter Harry yang mendatangi mansion, untuk memeriksa kondisi Ica.
"apa kau pikir aku gil*, sampai sengaja melukai Istri ku?".
Dokter Harry hanya menggelengkan kepala beberapa kali dan kemudian tersenyum, segera menyeret kemeja Allard dan mendudukkannya di kursi untuk diobati, sementara Allard hanya menurut patuh karena dia sudah sangat malas berdebat dengan dokter menyebalkannya ini. Kalau saja dia tak membutuhkan pengobatan untuk lebam dan goresan, akibat perkelahiannya dengan anak buah Hariyanto.
Beberapa kali dengan sengaja Harry menekan keras-keras luka dibibir Allard, yang seketika mendapatkan tatapan tajam dari Allard, tetapi Harry tanpa rasa bersalah malah mengulanginya lagi, dia sengaja melakukan itu sudah lama tidak menggoda Allard dan dia merindukan saat-saat keduanya bercengkrama dan sedikit bercanda.
"apa kau sudah bosan bekerja pada ku? ingin aku mencoret nama mu dalam daftar dokter pribadi ku hem?".
Ucap Allard sedikit sarkas meskipun Harry tau didalamnya terdapat kalimat candaan. Dia sudah terbiasa menghadapi sikap Allard yang meledak-ledak itu.
"lakukan saja jika kau mau, aku akan dengan senang hati menerimanya, aku akan lebih bisa fokus bekerja di RS ini saja, tanpa harus bekerja pagi menjelang subuh atau malam, saat mendapat panggilan mendadak, merepotkan saja".
Balas Harry dengan sengaja, meskipun demikian tetapi memang dengan cara itulah keduanya mengakrabkan diri.
__ADS_1
"cepat lakukan tugas mu, masih ada yang harus ku selesaikan setelah ini, aku titipkan istri ku disini, jangan sampai ada yang berani menyentuhnya dan juga, aku akan menugaskan beberapa bodyguard berjaga didepan ruang rawatnya, aku tak mau sesuatu yang buruk terjadi".
Allard menepuk pundak sahabatnya itu dengan sedikit keras, kemudian bangun dari duduknya setelah Harry selesai mengobatinya, Harry yang mengerti dengan maksud Allard pun segera mengangguk, dan menyuruh kepala perawat mengosongkan ruang VVIP rumah sakit ini hanya untuk khusus keluarga Lee.
............
Allard menempatkan beberapa bodyguard dan menyuruh Mila menunggui Ica di RS sementara, sedangkan dia segera meluncur ke mansion keluarga miliknya yang sudah lama tak ia datangi.
Mansion yang sama-sama mewah tetapi mansion ini jauh lebih tua usiannya dibandingkan mansion baru miliknya, mansion asri itu memiliki ruang bawah tanah, dan di sanalah Pramudya membawa Hariyanto dan anak buahnya.
..........
"jadi, apa tujuan utama mu sebenarnya Hariyanto?".
Allard bertanya dengan nada tegas meskipun terkesan malas, karena dia hanya ingin memastikan dugaannya saja, secara garus besar Allard sudah bisa memahami, apa yang melatarbelakangi kekejaman yang dilakukan Hariyanto pada keluarga istrinya.
"heh,,,,, tujuan ku membalaskan dendam kematian kedua orang tua ku, yang sudah dihabisi oleh ayah dan kakek Tica".
Allard tampak berfikir keras, kemudian dia menoleh kearah sang kakek Pramudya yang telah berada di sebelahnya. Dan Pram hanya tersenyum samar kemudian dia menyuruh asistennya untuk membuka koper kecil yang dibawanya.
"buka kopernya, dan lepaskan tangannya biar dia melihat semua bukti kematian kedua orang tuanya saat itu".
Ucapan tegas Pram itu seketika membuat Allard maupun Hariyanto sedikit terkejut tetapi asisten Pram kemudian menaruh koper tepat di atas meja didepan Hariyanto, dia membuka ikatan tangannya.
Hariyanto seketika melotot melihat semua surat kabar dua puluh tahun yang lalu saat itu mengabarkan tentang kecelakaan mobil yang di alami pasangan pengusaha muda, dan karena saat itu dia yatim piatu akhirnya diurus oleh kedua pasangan Pradipto Hadiningrat dan Silvia Anastasya yang saat itu baru saja melakukan pertunangan.
Atas ijin Prasetio saat itu Hariyanto dibawa pulang dan diasuh oleh keluarga Hadiningrat dan dijadikan anak angkat, semua bukti nyata kematian kedua orang tuanya terpampang nyata, dan pada saat itu perusahaan tekstil milik kedua orang tua Hariyanto sedang diambang kebangkrutan, bahkan keduanya meninggalkan hutang yang cukup banyak.
Perusahaan tekstil itu akhirnya dijual untuk menutup hutang, meskipun begitu masih belum bisa lunas sepenuhnya, akan tetapi Pradipto ayah Ica yang akhirnya melunasi semua hutang kedua orang tua Hariyanto.
__ADS_1
"semua sudah terbukti jelas disitu, Prasetio sengaja menyimpannya untuk kepentingan jika kau sudah dewasa pasti akan menanyakan hal itu. Tetapi sepertinya ada yang dengan sengaja menabur bibit kebencian pada mu".
Ucap Pramudya, dia menghela nafasnya lelahnya kemudian menatap lekat mata Hariyanto, dan berkata.
"siapa dia? siapa orang yang sudah meracuni mu, dan mengatakan semua aset yang dimiliki Ica berasal dari harta kedua orang tua mu?, sebelum meninggal Prasetio sudah menceritakan semuanya pada ku, dan dia tahu jika seseorang dibelakang mu merupakan orang yang kuat, sehingga dia meminta bantuan ku melalui cucu ku Allard, karena kami berdua tahu Allard akan mampu menjaga Ica, kami tahu bagaimana sepak terjang Allard selama sepuluh tahun ini".
Ucapan Pramudya seketika membuat Allard terkejut, dia pikir selama ini sang kakek tidak tahu jika dia pernah terjun di dunia hitam, tapi nyatanya dia salah. Kakeknya terlalu pintar menyembunyikan rahasia besar dibalik semua peristiwa ini.
"katakan pada ku, siapa orang yang telah meracuni dan menyokong mu dari belakang? melihat sepak terjang yang kau lakukan, aku yakin jika orang ini mempunyai andil dan posisi yang kuat saat ini".
Hariyanto masih terus bungkam, dia sedang mencerna semua ucapan Pramudya yang terbilang lebih masuk akal dari pada seseorang yang selama ini terus menerus meracuni pikirannya dan membuat dia membalaskan dendamnya.
"kau salah jika berani mengusik cucu ku, kau bahkan tidak tahu semengerikan apa cucuku jika sudah marah bukan? heh.... kau terlalu percaya diri menculik Ica, jika bukan aku yang menyuruh Leo untuk menyingkir sesaat kau bahkan tak kan bisa menyentuh cucu menantuku secuil pun saat ini, karena aku ingin melihat langsung bagaimana kau melakukan kejahatan mu selama ini".
Hariyanto terlihat sangat marah dengan perkataan Pramudya yang meremehkannya, dia mengepalkan tangannya, sementara Allard hanya tersenyum tipis, ternyata sang kakek dalang dari penculikan istrinya sendiri, dia sedikit sangsi jika Leo mampu dikalahkan oleh anak buah Hariyanto, ternyata itu jawabannya.
"katakan siapa dia, selagi aku bermurah hati pada mu, aku sangat yakin jika semua ini ada hubungannya dengan kematian anak dan menantuku beberapa tahun yang lalu"...
Hariyanto dan Allard seketika menoleh pada sang kakek dengan mata menatap tajam dan penuh tanya, dia kira kakeknya hanyalah pengusaha biasa yang tak mungkin bisa menyelidiki kasus kematian kedua orang tua nya, yang bahkan Allard sendiri hanya mengetahui jika keduanya murni kecelakaan mobil saja.
....................................
Hay hay.... selamat malam... maaf Up nya kemaleman, biasalah emak-emak duo krucil ini sedang dibuat pusing sama tingkah mereka
ππππππ
tetep kasih vote donk...
like n comen juga menurun ini...
__ADS_1
jadi buat aku sad tau g...
makasih buat kalian yg dah setia sama aku dari awal ampe sekarang.. βΊβΊπππππππππ