MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Penawar Racun


__ADS_3

"pergilah Allard, ku mohon".


"ok aku pergi".


Dengan marah dan kesal Allard keluar dari ruang perawatan Ica, dan hal itu membuat dokter Harry menjadi tertawa terbahak-bahak.


"suami seperti apa yang diusir istrinya saat sedang ganti baju?"


Dengan sindiran pedasnya dokter Harry menggoda Allard.


"aku hanya tidak ingin membuatnya bertambah kesal pada ku".


Ucap Allard pasrah dengan wajah tertunduk, dia sadar usahanya harus lebih keras lagi kali ini.


Setelah memeriksa semua kondisi Ica, dokter Winnie menyuruh perawat memanggilkan dokter Harry.


Dokter Harry masuk bersama Allard, Ica masih membutuhkan waktu tiga hari disini untuk memulihkan kondisi fisiknya, tetapi dia bersikeras ingin pulang ke apartemennya besok. Hal itu membuat Allard murka. Dia menyuruh David mencari bukti CCTV di mansion, dan menunjukkannya pada Ica.


Ica melirik Allard beberapa kali setelah melihat bukti yang ditunjukkan dalam vidio pada saat malam setelah dia pulang dari jeju, dia tidur dikamar Ica, terlihat dari CCTV didepan kamar Ica dan Allard. Kemudian saat pagi dia keluar dari kamar dan menuju kamar tamu lantai bawah, Ica merasa sedikit malu pada Allard dan ketika Allard menunjukkan vidio yang ketiga saat Allard terlihat membakar surat perjanjian pra nikah dan surat gugatan perceraiannya di belakang mansion lantai satu.


Ica merasa sedikit senang kali ini, ternyata yang dia pikir dia sudah menjanda, hal itu tidak terjadi. Bolehkah ia sedikit senang sekarang?


"apa kau pikir sekarang kau sudah menjadi janda Ica, jangan mimpi".


Ucap Allard menggebu dengan nada naik dua oktaf.


"setelah aku mati kau baru boleh menjadi janda, karena selama aku hidup tidak akan pernah aku biarkan kau berpisah dari ku, apa kau mengerti?".


"secara hukum dan agama aku masih sah sebagai suami mu, jadi patuhlah pada ku, bukankan agama kita mengajarkan hal itu?".


Ica hanya mampu tertunduk, meskipun di dalam hatinya merasa sangat marah, mengapa baru sekarang Allard berbicara tentang aturan agama? kemana saja saat dia dengan mudahnya mengencani wanita lain meskipun sudah beristri.


"kau bilang hukum agama? lalu kemana saja selama ini? kau membawa wanita dan bercinta dengan wanita lain sedangkan saat itu kau sudah beristri?"


Kali ini giliran Allard yang terdiam, istrinya memang benar, dia memang brengs*k saat itu.


"maafkan aku sayang, tapi saat itu aku butuh pelampiasan, sementara kau sendiri tidak mau ku sentuh"


Ica terdiam mendengarkan kalimat Allard.


"bukan tanpa alasan aku menghindari mu Allard, aku terlalu takut jika setelah apa yang kau inginkan terjadi, kau akan meninggalkan ku, aku takut kau hanya...... "

__ADS_1


Ucapan Ica terhenti saat Allard mencium bibirnya dengan sangat lembut, mem*gutnya dengan penuh perasaan, sampai Ica memukul dadanya karena dia membutuhkan oksigen.


"kenapa selalu lupa bernafas, hem?"


"ahh... kau menyebalkan Allard".


"beraninya kau..... "


Dengan cepat Allard menempelkan jari telunjukknya di bibir Ica.


"dengarkan aku, aku sudah tidak pernah lagi bercinta dengan wanita lain setelah malam itu, aku benar-benar menyesal sayang, aku memang brengs*k, dan bod*h karena tidak mengetahui jika ternyata kau masih virgin".


"sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkan mu, terkecuali maut yang memisahkan kita"


Di ingatkan lagi pada malam itu, secara otomatis membuat pipi Ica bersemu merah dan merasa panas.


"kau memang brengs*k Allard, bahkan kau terus melakukannya meskipun aku meminta ampun dan berhenti"


"saat itu aku berada dalam pengaruh obat yang membuat ku tak ingin berhenti, malam itu ketika aku di bar, ada yang mencampur minuman ku dengan afrodisiak".


"maafkan aku honey, aku benar-benar menyesal, tapi terimakasih sudah menjaganya untuk suami mu yang brengs*k ini"


Ucap Allard dengan mengecupi punggung tangan Ica.


"hei, ternyata jika sedang malu kau sangat menggemaskan sayang, pipimu seperti orang yang sedang mabuk, ternyata saat dikolam renang itu kau malu ya, bukan sedang sakit".


Allard tertawa terbahak dan itu membuat Ica kesal, dia beberapa kali memukul dada Allard dengan tangan kanannya.


"oh ya aku sampai lupa, bagaimana kau bisa mendapatkan luka ini sayang?"


Ucap Allard sembari menyentuh dengan lembut luka sayatan di lengan kiri Ica.


"sudah ku katakan aku berkerja sebagai negosiator, dan malam itu bodyguard klien ku salah mengira jika aku yang akan mengambil stempel, dikira akan menyerang tuannya".


"lalu dia melakukan ini pada ku".


Tangan Allard mengepal dengan kuat, saat mendengar pengakuan istrinya tentang kronologi dia mendapatkan luka sayatan dilengan sebelah kirinya.


"brengs*k, enteng sekali kau bicara salah mengira sayang, siapa dia? pengusaha atau apa?"


Jawab Allard dengan wajah menggebu dan memerah karena marah.

__ADS_1


"sudahlah aku tak mau mengingat itu lagi saat ini, yang ku inginkan saat ini pulang, aku bosan di sini"


"aku akan menanyakan lagi pada Harry apakah sudah boleh pulang atau belum".


" kalau kau bertanya tentu jawabannya belum, tapi aku sangat, malas aku bosan di sini Allard".


"berjanjilah terlebih dahulu pada ku, mulai sekarang jangan pernah berbuat hal seperti ini lagi, dan juga mulai sekarang surat perjanjian pra nikah itu tidak berlaku, karena David juga sudah membakar surat milik mu'.


"kau memang menyebalkan Allard, diktator".


" ayo kita sepakati dulu baru aku akan membawa mu pulang setelah kau berjanji".


"dasar licik, ini namanya penindasan, bukan perjanjian".


"semakin cepat kau menyetujuinya semakin cepat kita pulang".


"baiklah-baiklah, aku menyetujuinya, sekarang bawa aku pulang"


"tentu sayang, kita pulang ke mansion".


Dan Ica hanya menganggukkan kepalnya pasrah, saat ini dia hanya ingin mengikuti arus saja, terkadang terlalu berharap itu menyakitkan saat apa yang kita inginkan tak sesuai ekspektasi.


Jika dia masih berjodoh dengan Allard, berarti semua ini atas campur tangan Allah, dan dia masih harus mengajak Allard untuk memperbaiki lagi semua yang masih jauh dari kata baik. Meskipun dirinya juga masih terus belajar menjadi baik.


Ica tak memungkiri jika dirinya masih jauh dari kata baik, meskipun begitu setidaknya dia harus bisa mengajak Allard untuk lebih mengenal Tuhannya.


Ica yakin ada sesuatu yang ingin Allah tunjukkan padanya, meskipun dia harus melalui semua rasa sakit ini. Ica sangat yakin jika Allah telah mempersiapkan sesuatu yang indah, yang mampu membuatnya lupa akan rasa sakit yang pernah dia rasakan saat ini.


Itu yang selalu menjadi pedoman dalam hidupnya, sehingga dia selalu bisa melewati semua masa-masa sulit yang dia jalani, semenjak kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan.


...........................


Hay sayang-sayang kuuhhh...


bosan g sih dengan part bucin...


kok kayaknya malah seru pas lg ada konflik yah


πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ˜‚πŸ˜‚ berasa greget bgt gt πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ€£


Atau ksih konflik aja ya part setelah ini 😁😁😁

__ADS_1


Yuk tetep ksih Vote, like n comen yaa ☺☺☺


makasih, ☺☺😘😘😘


__ADS_2