MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Allard Pov


__ADS_3

Aku segera menepis tangan Chintya dan mendorongnya menjauh dari pangkuan ku, ntah kenapa aku merasa risih di gelanyuti Chintya, merasa menyesal karena membiarkan Ica meninggalkan meja makan yang sudah dengan susah payah dia tata sedemikian rupa, untuk makan malam ini, aku segera ingin menyusulnya ke kamar atas tetapi tiba-tiba keempat sahabat ku datang beserta dengan pasangannya masing-masing,


Mau tak mau aku menyambutnya. setelah semuanya nyaman berbincang aku segera naik keatas meninggalkan semuanya, Aku ingin melihat Ica.


Naik kelantai tiga, ku buka pintu kamarnya yang memang tidak terkunci, aku melihat sekelililing kamar, tapi dia tidak ada, kemana dia, belum makan dan memilih pergi begitu saja tanpa mengucapkan satu patah kata pun.


Aku yakin dia kecewa dengan kehadiran Chintya tadi, hubungan kami sudah akan membaik andaikan saja Chintya tidak merusak makan malam ini.


Kulihat pintu balkon kamar terbuka, aku segera keluar dan menemukannya tertidur di kursi dengan berbantalan tangan dimeja, ada selimut juga mungkin Mila yang memberikan. Ku dekati dia, aku menarik kursi didepannya dan duduk sejajar.


Dari balkon ini tampak pemandangan dibawah sedang bersenang-senang, aku melihat Alex yang sedang asik bercumbu dengan kekasihnya. Mungkinkah selama ini Ica juga melihat ku kala aku sedang asik bersenang-senang dibawah sana? ah.. tiba-tiba aku merasa semakin bersalah padanya.


Kulihat wajahnya yang tertidur dalam damainya, terlihat cantik meskipun matanya sembab dan ada sisa air mata di sana, aku terus memandangi bulu mata lentiknya, alisnya yang tersusun rapi meskipun tanpa menggunakan pensil alis atau pun sulam alis, bibir kecil tetapi bervolume itu yang selalu membuat ku kehilangan akal jika sudah menyentuhnya.


Aku sudah membuatnya menangis berkali-kali, kenapa aku menolak pesona istri kecilku sendiri yang entah sejak kapan mulai diam-diam menyelinap masuk dalam pikiran ku, aku kerap kali tiba-tiba teringat akan sikap acuhnya yang menggemaskan menurut ku.


"Maaf, aku membuat mu menangis lagi".


Aku memberanikan diri menggendongnya karena hawa malam yang semakin dingin ini. Perlahan ku singkap selimut dan menggendongnya pelan, tubuhnya terasa semakin ringan ku rasakan. Akhir-akhir ini dia bekerja terlalu keras, aku berjalan menuju ranjang king size yang baru ku beli sebelum dia sampai di korea 7 bulan yang lalu.


Ku rebahkan perlahan tubuh kecil mungilnya yang bahkan saat ku gendong aku tak merasa kesusahan sedikitpun, dia berusaha mencari tempat ternyaman dia mencari guling yang sayangnya tadi aku singkirkan ketika akan menidurkannya.


Alhasil dia mengira aku guling dan melingkarkan tangan kecilnya di lengan ku. Aku terkikik geli saat ku lihat dia sedikit cemberut dan memonyongkan bibirnya yang sayangnya itu malah terlihat semakin menggemaskan.


Aku tak bisa beranjak, karena lengan ku dijadikan guling olehnya. Aku mengirimkan pesan pada Alex untuk tak menunggu ku, karena aku tidur terlebih dahulu dengan istri ku. Dan mengirimkan pesan pada Mila untuk menyiapkan kamar tamu untuk mereka semua.


Dan juga mengirimkan pesan pada David untuk menemani tamu ku sampai selesai juga untuk mengurus Chintya agar tidak menaiki lantai atas tentunya.

__ADS_1


Setelah semuanya selesai aku segera merebahkan tubuh ku di samping istri kecil ku ini, yang sialnya dia malah merangsek dibawah ketiak ku mencari tempat ternyamannya sambil sedikit menggerutu.


Sangat ajaib, baru kali ini aku melihatnya tidur dan sangat menghibur, aku terkekeh geli saat bibirnya yang kecil itu terus saja menggumam tak jelas ntah apa.


Aku semakin dibuat takjub melihat tingkahnya malam ini, bibirnya yang kecil dan sensual itu terus saja cemberut.


Cup...


Aku tak lagi kuasa menahan diri untuk tidak mengecup bibir kecil merah muda istriku. Tak apalah, toh dia istri ku sendiri.


Cup....


sekali lagi aku mencium bibirnya dan sedikit ********** kali ini, dia merasa terganggu kemudian aku melepaskan bibirnya dan dia menggerutu tidak jelas.


Hampir saja aku terbahak melihat ekspresinya yang sangat lucu menurut ku. Biarlah malam ini aku ingin tidur bersama istri kecil ku saja, melupakan semua perjanjian itu dan mengikuti kata hati yang ntah kenapa ingin selalu berada dekat dengan istri kecil ku ini.


Tapi aku masih terlalu gengsi jika mengakui aku menyukai istri ku. Ntah lah yang jelas aku tak ingin dia dipandang mendamba apa lagi disentuh oleh laki-laki lain.


..............


Zantica Pov


Pagi ini aku merasa enggan bangun dari tidur nyenyak ku, terasa nyaman dan hangat meskipun aku tidur ditempat tidur yang sama setiap malamnya. Eh....


"bukannya tadi malam aku tertidur di kursi balkon depan kamar ya, kenapa jadi pindah ke kamar, siapa yang memindahkan ku, ku rasa aku tidak bangun dan jalan ke ranjang sendiri".


Monolog Tica dalam hati sambil matanya masih terpejam, Tica membuka matanya, dan pemandangan pertama yang dilihatnya adalah wajah tampan suaminya. Seketika dia melotot melihat pemandangan di depannya.

__ADS_1


Tangan Allard masih setia bertengger memeluk posesif pinggang ramping Tica, dan Tica yang ternyata tidur berbantalkan lengan Allard, posisi seperti ini terasa begitu dekat satu sama lain.


"Ahhhhh..... "


"Kenapa kau tidur disini Allard?".


Allard mengeryitkan keningnya saat mendengar jeritan sang Istri. Dengan bibir mengulum senyum, Dia masih setia memeluk pinggang Tica meskipun Tica berusaha lepas dari pelukan Allard.


"apa yang kau lakukan di kamar ku Allard, menyingkirlah aku mau bangun"


"biarkan seperti ini sebentar saja, lima menit lagi, ku mohon"


Pinta Allard dengan masih tetap tak mau melepaskan Tica barang sedikit pun. Tica yang lelah memberontak pun akhirnya mengikuti keinginan suaminya hingga dengkuran halus kembali terdengar dari Allard yang kembali memejamkan matanya.


Tica memandangi wajah Allard yang memanglah tampan, pantas saja semua wanita tidak mau menolak pesona seorang Dennison Allarick Lee, Tica tersenyum saat dia mengingat bagaimana semua teman kantornya begitu mendamba sosok Allard yang sudah menjadi suaminya sekarang ini.


Tica bangun dari tidurnya dengan sepelan mungkin, dia tak ingin membangunkan Allard lagi. Pergi mandi dan menjalankan kewajibannya subuh ini. Kemudian dia memilih pakaian yang akan dipakai hari ini mengingat hari ini hari sabtu adalah hari libur.


Setelah menemukan pakaian yang tepat Tica memakai jumpsuit rumahan, mematut dirinya di standing mirror, merasa sudah pas Tica kemudian menuju ke meja rias dia hanya menggunakan bedak tipis dan lip balm saja supaya bibirnya tetap lembab dan tidak kering.



Tica berniat turun membuatkan sarapan Allard, dia sudah bertekat apa pun yang terjadi dia tak akan mengalah lagi pada Chintya atau siapa pun lagi, dia nyonya di mansion ini, kenapa dia harus tersisih saat dia berhak atas status nyonya di mansion Allard.


.................


Males niihhh lanjut g yaa...

__ADS_1


g dikasih vote like n comen soalnya pada silent readers semua 😭😭😭😭


g stemangat jadinya.....


__ADS_2