
"oh God, harus berapa lama lagi kita menunggu tuan Darius? aku sudah lima hari ini tidak tidur dengan baik, mata ku sudah terasa perih sekarang".
David berjalan mondar mandir di depan kamar president suite pribadi milik Allard, ketiganya masih berada di sana tanpa berani beranjak sedikit pun, mengingat perintah sang tuan yang tadi sedang emosi karena kelakuan istri kecilnya.
"sudah dua jam kita menunggu, entah sampai kapan kita harus berada di sini menunggu tuan yang sedang menghukum nyonya".
Jawab Darius sembari menyugar rambutnya frustasi, kedua tangan kanan Allard itu sudah merasa bosan, terus berada di sana, keduanya sudah terlalu lelah selama lima hari ini, di ajak kerja Allard gila-gilaan, membuat tubuhnya sangat lelah, dia menginginkan kasur dikamar pribadinya yang berada di paviliun belakang mansion utama Allard.
Allard memang menyiapkan paviliun terpisah untuk anak buah terbaiknya David, Darius, Leo dan juga Mila, untuk menempati paviliun yang terpisah dengan paviliun untuk pelayan dan bodyguard yang lain.
Dan sekarang Mila sedang mempersiapkan satu kamar lainnya untuk Hyun Ki, atas perintah dari Allard.
Sementara Min Ah sang Manajer Secret hotel hanya bisa diam, dia sedari tadi merasa takut setelah David menjelaskan situasinya, tadi sang nyonya sedang emosi sehingga salah faham atas kejadian kopi yang tumpah.
Dia merasa bersalah pada nyonya yang baru kali ini ditemuinya dan dilihatnya, sepengetahuannya selama ini Allard belum menikah, jadi banyak dari para bawahannya yang berlomba-lomba mendapatkan perhatian darinya.
David juga mengatakan jika, saat Allard salah faham pada istrinya dia nyaris kehilangan kendali dan melakukan hal itu dengan cara yang brutal. Min Ah sangat takut jika kali ini sang nyonya juga mendapatkan hal itu karena kecerobohannya, meskipun semuanya bukanlah murni kesalahanya, tetapi dia merasa tidak tenang saat ini.
...............
Allard menarik selimut untuk menutup tubuh mereka berdua, dia terbaring di sebelah sang istri dengan senyuman lebar, nafasnya terengah, tubuhnya bermandikan keringat, dia menoleh kesamping.
Dia melihat Ica yang tengah kepayahan meluruskan kaki dan tubuhnya, terdengar ringisan kecil, membuatnya seketika merasa kasihan, entah kenapa dia selalu hilang kendali saat ingin selesai.
Awalnya dia memang bisa mengendalikan diri dengan sangat baik, beberapa kali bahkan terdengar lenguhan sang istri yang menandakan bahwa dia juga sudah bisa menerima permainan yang diciptakan Allard, tetapi sayangnya Allard kembali gagal menguasai diri dan malah bertindak sesuka hatinya.
"maaf.... maaf kan aku sayang".
"kau mengingkari perkataan mu All".
__ADS_1
Allard meminta maaf dan meraih tubuh sang istri kedalam pelukannya, dia memberikan beberapa kecupan di puncak kepala sang istri yang tengah memejamkan mata, Ica sedang berusaha menenangkan tubuhnya yang saat ini terasa lemas dan gemetar, Dua jam, dia terperangkap dalam kendali Allard, membuat tubuhnya bagai tak bertulang saat ini.
"iya sayang, maaf, aku selalu hilang kendali saat bersama mu, tubuh mu seperti morfin bagi ku, hingga aku tidak sadar dan sulit menjaga kewarasan ku".
"tubuh ku terasa remuk saat ini All".
Allard berulang kali mengucapkan kata maaf, dia mengutuk dirinya sendiri yang lagi-lagi gagal menguasai dirinya. Tubuh Ica sudah menjadi candu untuknya.
"tidur lah, kau terlihat sangat lelah".
Allard mengecup dahi sang istri yang mulai memejamkan matanya, Allard bangkit saat Ica sudah benar-benar tertidur. Mengambil tisu dan kain yang lembut, serta air hangat, dia menyeka tubuh Ica supaya tidurnya bertambah nyaman. Tak lupa dia juga membersihkan area pribadi sang istri, dengan kain dan air hangat.
Seperti pesan dokter Felly, mengingat apa yang di alami Ica pada awal Allard menyentuhnya. Bisa jadi Ica mengalami Alergi dan belum terbiasa sehingga, sehingga membuat peradangan pada area pribadinya. Meskipun biasanya alergi itu terjadi hanya saat pertama kali melakukannya.
Tetapi Allard tetap berusaha menjaga kebersihan, karena kondisi sang istri yang tidak memungkinkan untuk membersihkannya sendiri saat ini. Allard menyeka tubuh istrinya dengan telaten dan hati-hati, dia beberapa kali mengutuk diri sendiri saat melihat beberapa tanda kepemilikan dan ruam merah di beberapa bagian tubuh istrinya.
"sebegitu liar kah aku pada mu sayang?, maaf, lagi-lagi aku kehilangan kendali atas diri ku".
Setelah memastikan semuanya bersih, Allard menyusul sang istri yang sudah terlebih dahulu menyelami alam mimpi. Dia benar-benar melupakan ketiga anak buahnya yang masih setia berada di sofa depan kamar pribadi miliknya. Yah, begitulah Allard yang masih sering kali melakukan sesuatu dengan sesuka hati.
.............
Berbanding terbalik dengan kondisi kedua pasangan suami istri yang tidur dalam keadaan nyaman dibalik selimut tebalnya. Di sofa ketiga insan manusia itu terlihat tidur dalam kondisi duduk, beberapakali terlihat mereka menganggukkan kepalanya saat benar-benar pulas.
Saat Min Ah nyaris terjatuh dan membentur lantai, Darius dengan sigap menyangga kepala sang manager Secret hotel itu, dia kemudian membenarkan posisi tidur Min Ah dengan dibaringkan di sofa yang sangat empuk itu.
Darius pergi ke kamar mandi dan membuka lemari yang berada di sebelahnya, mengambil tiga potong selimut tipis untuk menghalau rasa dingin. Menyelimuti Min Ah dan David yang sudah menyandarkan kepalanya di sofa, serta memakai sendiri selimutnya.
Benar-benar kondisi yang bertolak belakang dengan keadaan di dalam kamar president suite secret hotel itu.
__ADS_1
..........
Saat matahari nyaris muncul dengan terang, Ica menggeliat dalam tidurnya, mengerjapkan matanya berkali-kali yang terasa perih akibat kurang tidur. Dia mencoba melepaskan diri dari pelukan sang suami yang begitu posesif, harum maskulin dari tubuh Allard menguar memasuki indra penciumannya.
Ica mendudukkan dirinya di kepala ranjang, beberapa kali dia mendesis merasakan tubuhnya yang benar-benar remuk dan lunglai.
Jangan lupakan nyeri di area pribadinya, meskipun ini sudah yang kesekian kali melakukannya, tetapi masih membuatnya kewalahan menghadapi kebringasan singa hutan ini.
Ica meraih jam yang berada di atas nakas, melihat dengan seksama, dan terkejut saat jam menunjukkan pukul delapan pagi, dia terlambat mengerjakan shalat. Secepat yang dia bisa, berusaha bangun dan membangunkan Allard untuk shalat juga.
..........
"di sini lah sekarang kelima orang itu duduk dengan ekspresi wajahnya masing-masing, Allard dengan wajah tanpa dosanya, Ica dengan wajah semerah tomat, karena tidak menyangka kegiatannya tadi malam ternyata di tunggu oleh ketiga anak buah Allard, David dengan wajah kesalnya, Darius dengan wajah kesal tetapi dia masih sangat menghormati sang tuan, sehingga dia hanya menunduk, serta Min Ah yang terlihat ketakutan karena menyadari kantung mata sang nyonya yang menandakan jika dia sangatlah kurang tidur, karena ulah Allard.
Dengan seenak hati Allard meminta Min Ah menyiapkan satu set baju untuk Ica, karena kelalaiannya yang menyebabkan istrinya salah paham. Dan dengan cekatan dia menelpon pihak toko brand ternama untuk mengirimkan satu set baju tertutup untuk sang nyonya.
"jadi? jelaskan apa yang terjadi semalam pada istriku".
"cepat".
Teriak Allard sembari menggebrak meja di depannya, sontak membuat keempat orang lainnya terperanjat, dengan apa yang dilakukan Allard itu. Karena ketiga anak buahnya hanya terdiam tanpa ada yang menjawabnya.
............................ ............................
Selamat malam semua, maaf ya kemarin reviewnya lama, dan yg ini juga lama plus disuruh revisi ulang.
makasih udah pada nungguin Ica n Allard
tetep dukung karya ku dengan cara kasih vote, like n comen sebanyak-banyaknya...
__ADS_1
makasih.. ,
😊😊😊😊😘😘😘😘🙏🙏🙏🙏🙏🙏