MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Definisi Sakit Tidak Berdarah


__ADS_3

Dua minggu pun berlalu setelah pertemuan mereka di hotel Ciputra malam itu keduanya pun tak pernah saling sapa, karena memang berada di negara yang berbeda dan juga tidak punya nomer telepon masing-masing.


Bukannya tidak tahu sebenarnya hanya saja keduanya terlalu malas jika membahas tentang masalah perjodohan itu, biarlah saja semuanya berjalan seperti air mengalir,


mereka sudah terlalu malas terus-menerus berdebat dengan kakek mereka masing-masing setiap ada kesempatan keduanya selalu saja merengek memohon pada kakeknya supaya membatalkan perjodohan itu.


Tetapi seperti menulikan telinganya kedua kakek usia lanjut itu seperti tak mendengar permohonan cucu mereka, karena memang itulah keinginan kedua kakek itu.


.........


Hari ini adalah hari dimana Hafidz dan Bila menikah, keduanya menggelar akad nikah di masjid dekat rumah Bila, kemudian resepsi yang di adakan di gedung serba guna kota Semarang.


Setelah semalaman tak bisa memejamkan matanya barang sedikitpun karena ternyata melupakan cinta pertama itu tidak cukup hanya dengan membakar semua foto dan kurun waktu 1 bulan.


Ternyata masih sangat sakit kala melihat undangan yang ditujukan untuknya, kedua mempelai itu berfoto prewedding di sebuah taman dan dengan gaya islami meski tidak saling bersentuhan tetapi mata keduanya memancarkan cinta yang begitu besar.


Dan lagi-lagi hal itu bisa meruntuhkan pertahanan Tica, entahlah ia merasa dadanya nyeri dan sesak. tapi Ia harus datang ke acara pernikahan itu. Sangat tidak etis jika tidak datang mengingat bi Surti adalah asisten rumah tangga yang sudah bekerja dengan kakeknya dalam waktu yang cukup lama, bahkan sejak dia masih usia Balita.


Tica menuruni tangga dibawah sudah ada sang kakek yang menunggunya untuk menghadiri akad pagi ini yang digelar pukul 8 pagi,


"kau sudah siap sayang"


ucap Prasetio dengan wajah sendu menatap cucu kesayangannya yang terlihat pucat dengan kantung mata menghitam.


meskipun Tica sudah sibuk menutupnya dengan fondation, dan lipstic, tetapi Prasetio masih bisa melihat kesedihan dan luka dimata cucu cantiknya itu.


"sudah kek, Lala juga sudah menunggu di sana".


jawab Tica sembari mengulas senyum yang sengaja dibuat semanis mungkin. Tetapi bagi sang kakek senyum itu tetap terlihat menyedihkan.


"baguslah kalau begitu kita langsung berangkat sekarang, kakek tak ingin terlambat".


kemudian keduanya berangkat menggunakan mobil Alphard bersama sang asisten Prasetio tentunya.


.......


"saya Terima nikah dan kawinnya Qotrunnada Salsabila binti Dwi Kurniawan dengan mas kawin emas 5 gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai"


"sah?? "


"sah".

__ADS_1


"sah".


setelah do'a selesai Tica yang berada dibelakang diantara tamu undangan dan keluarga langsung menuju toilet yang kemudian diikuti oleh Lala.


Dadanya terasa sesak dan nyeri seperti ditikam puluhan anak panah. Air mata itu seperti membludak dari bendungan yang tak kuasa lagi menahan debit air yang sudah sangat banyak itu...


Definisi sakit tidak berdarah, kala kata-kata ijab qobul itu terus terngiang ditelinganya. banyak keharusan-keharusan yang dia andaikan.


Harusnya di akad tadi namanya yang disebutkan bukan nama Bila, Harusnya ia berani mengungkapkan isi hatinya sejak lama, andaikan ia bukan seorang pengecut yang tak berani mengutarakan isi hatinya..


Semua Keharusan yang di andaikan itu memenuhi hati dan pikirannya. kacau satu kata itulah yang mewakili, saat Lala melihat keadaan Tica saat ini. Dia hanya bisa memeluk Tica dalam diam dan membiarkan gadis itu terus menangis dipelukannya.


Lala berharap ini adalah air mata terakhir sahabatnya dikarenakan patah hati, untuk selanjutnya Lala berharap kelak akan datang kebahagiaan untuk sahabatnya ini.


Karena kondisi Tica yang tak kunjung membaik bahkan sampai saat ini ia masih saja menangis, akhirnya Lala membawa Tica pulang ke rumah Tica, dan membiarkan Tica puas menangis kemudian dia tertidur.


Lala sudah menghubungi Prasetio dan mengatakan mereka pulang terlebih dahulu supaya tidak lelah. Sehingga Prasetio tak mencarinya lagi.


Jam menunjukkan pukul 13.00. Tica bangun kemudian membasuh muka dan berwudhu menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim dan setelahnya dia terus mengucapkan istighfar dan memohon supaya diberi kekuatan untuk bisa melupakan Hafidz.


"ayo Tic, kita berangkat sekarang. "


setelah memantapkan hatinya kemudian mengangguk pada Lala, keduanya memasuki gedung, nampaklah dekorasi yang didominasi warna putih dan gold, terlihat sederhana namun elegant.


Banyak para tamu sudah berdatangan mengingat Hafid adalah seorang dokter, sehingga banyak tamu undangan yang menghadiri resepsi pernikahan Hafidz dan Bila.


Sampailah tiba saatnya Tica dan Lala mengucapkan selamat kepada kedua mempelai, keduanya berjalan menuju pelaminan dan Lala terlebih dahulu mengucapkan selamat kepada kedua mempelai kemudian Tica yang baru saja bersalaman dengan Bi surti dan pak asep menuju ke arah Hafidz.


"selamat ya kak Hafidz atas pernikahannya, semoga diberikan keberkahan dan kebahagiaan".


ucap Tica sambil sedikit terdengar bergetar.


dan Hafidz langsung menyambutnya dengan senyuman hangat khas seorang kakak. Ya, Hafidz telah menganggap Tica sebagai adiknya.


Hafidz menatap mata sembab yang terlihat membengkak dikelopak atas dan bawah itu, sekilas tatapan prihatin dan iba ia tunjukkan pada Tica, dan Tica tak menyukai itu sehingga dengan cepat Ia tersenyum yang dibuat semanis mungkin.


Hafidz bukannya tidak tahu jika Tica menyimpan perasaan kepadanya. Namun Hafid juga sadar diri siapa dirinya, bahkan sekolah kedokteran pun ia dibantu biaya oleh kakek Prasetio.


Sayangnya hafidz tak mudah tertipu dengan senyuman itu. dia sangat tau bagaimana senyum ceria ala Tica, karena Hafidz sering melihatnya saat ia bercengkrama dengan tica dulu.


"terimakasih dek, trimakasih sudah mau datang ke acara resepsi kakak, kakak dengar kamu juga diterima kerja di Korea, selamat juga buat kamu ya, semoga bisa mencapai karir tertinggi mu"

__ADS_1


"amiinnn"


jawab Tica sambil menangkup kan kedua tangannya di dada dan selanjutnya Tica bersalaman dengan Bila.


"selamat ya ustadzah, semoga pernikahan ini dilimpahi keberkahan dan kebahagiaan segera diberi momongan"


"amiinn"..


Jawab Bila. Kemudian memeluk Tica dan cipika cipiki. Tica pamit untuk segera menemui kakeknya yang sudah menunggu didepan gedung, untuk segera mengajak Tica pulang agar tak berlama-lama melihat kemesraan kedua sejoli yang sedang berbahagia itu.


Setelah sampai didepan gedung kemudian lala izin untuk pulang terlebih dahulu dan Tica memasuki mobil bersama kakeknya. mobil pun berjalan meninggalkan gedung tempat resepsi itu.


.......


"Tica, kakek tahu kamu sedang bersedih tapi kita dikejar waktu, 3 hari dari sekarang kamu harus berangkat ke Korea, sementara kakek tetap disini, karena perusahaan sudah mulai membaik setelah dikucuri dana oleh Allard, dan kakek ingin 2 hari lagi mengadakan pernikahan mu"


Tika seketika menoleh dan melotot tak percaya atas apa yang dikatakan oleh kakeknya. bagaimana bisa kakeknya sekejam ini padanya.


tidak kak kakek tahu hatinya bahkan remuk tak berbentuk dengan pernikahan Hafidz, dan kini ia 2 hari lagi akan menikah dengan pria arogan dan kejam itu.


"kek... kenapa kakek kejam sekali pada ku"


Jawab Tica sambil mengusap air matanya yang terus saja mengalir menganak sungai.


"hanya Ijab qobul saja dulu sementara, Resepsi akan diadakan di Korea setelah semuanya siap. Karena kakek tidak mau kau di korea tinggal sendiri, tak ada yang menjaga mu".


Tak ada percakapan sampai keduanya tiba di kediaman Prasetio, Tica yang masih sangat sedih dan terluka ditambah kecewa dengan keputusan kakeknya yang menurutnya tak ber perasaan itu pun enggan untuk membuka mulut.


Sampainya dirumah, Tica langsung naik ke lantai dua dan masuk kekamarnya kemudian dia menangis, meraung sepuas yang ia mau karena merasa dunia tidak adil kepadanya.


hingga lelah pun datang. dia tidur dengan air mata yang masih menggenang dikelopak matanya.


..................


hay hay readers kuhh yang kece-kece...


aku Up 2kali nih sehari... rajin kan πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£


jangan lupa vote, masukkan favorite, like n comen yaa... ditunggu nih ..


trimakasihhh β˜Ίβ˜Ίβ˜ΊπŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2