
Dor....
Satu tembakan bersarang mengenai tangan kiri Allard, dan di ruangan itu rupanya sudah berkumpul sang master Cong ho Gangster bersama para petinggi geng itu, di sana juga sekitar sepuluh orang di sana dan lima orang petarung handal bodyguard pribadi Keemo Yen sang pimpinan cong ho gangster, total ada 15 orang di sana.
Tertembaknya Allard menjadi bahan tertawaan kesepuluh orang di ruangan itu. Allard yang baru saja tertembak dan tersungkur, kemudian berdiri, sementara David tidak berani melepaskan tembakan karena takut jika justru musuhnya menembaki Allard.
"Rupanya kau bernyali besar heh".
Keemoo Yen mengeluarkan kalimat itu, dengan mata menatap lekat pada Allard, sambil duduk santai dan dipijat oleh dua wanita yang memakai pakaian tidak pantas.
Allard tetap tak mengalihkan pandangannya dari tubuh istrinya yang di dudukkan di kursi dengan tangan dan kaki terikat, serta kerudung yang telah terlepas dari kepalanya, bajunya masih sama dengan yang dipakai terakhir kali, hanya saja, sudah ada robekan di beberapa tempat, tubuhnya dipenuhi luka dan memar, ada bekas cambukan di lengannya yang terlihat karena bajunya yang sobek, bahkan di pelipisnya ada luka yang menganga dan darah yang telah mengering di sana.
Ica hanya bisa meneteskan air matanya, karena dia memang sudah tidak memiliki tenaga sama sekali, selama tiga hari dia menolak makanan yang diberikan hanya satu kali sehari itu, dia terus memberontak dan menolak ketika pimpinan Cong ho itu akan menyentuhnya, dia bahkan menendang area terlarang Keemo Yen, sehingga membuatnya murka dan kemudian menyiksa Ica dengan tanpa ampun.
Allard mengeraskan rahangnya dengan gigi bergemeletuk menahan marah, melihat kondisi istrinya yang terlihat mengenaskan dengan mulut di ikat dengan kain, ponselnya dia buang sembarang arah karena ponsel itu merupakan ponsel yang baru dibeli hanya untuk misi ini.
Allard kemudian menoleh pada pimpinan Cong ho itu, matanya memicing sedikit mengingat jika dia tidak lah begitu asing dengan wajah itu, wajah yang selalu memblunder setiap aktifitasnya enam tahun lalu, dan dia menganggap hanya lalat kecil yang ingin mencari makan sehingga dia tidak memperdulikan Keemo Yen yang berusia sepuluh tahun diatasnya itu.
Allard segera mengubah ekspresi wajahnya, saat dia menyadari sikap seperti apa yang harus dia ambil.
"a.... rupanya kau, lalat yang berusaha mencari makan saat aku membuang makanan di tong sampah enam tahun lalu, apakah aku terlalu meremehkan mu saat itu".
Allard berucap sambil tersenyum menunjukkan smirknya yang seketika diiringi dengan aura dingin yang menyertainya.
"kau terlalu banyak bicara, habisi dia".
Keemo Yen berbicara dengan dada naik turun karena dia terprovokasi oleh ucapan Allard.
Kemudian empat orang tukang pukul bodyguard Keemo Yen mulai maju dan menyerang Allard, David yang melihat itu tidak tinggal diam, dia segera membantu Allard dengan kemampuan bela dirinya yang telah terlatih itu.
Siapa sangka Allard sang CEO Secret hotel dan Secret Mall itu mempunyai keahlian beladiri yang handal, dia menguasai beberapa ilmu bela diri, diantaranya, pencak silat Indonesia, taekwondo korea dan kung fu asal China, Allard memang menyukai olah raga itu sejak kecil, Allard dengan mudah mengalahkan dua orang tukang pukul itu meskipun tangan kirinya terluka.
Sementara David masih melawan satu tukang pukul yang belum jera meskipun sudah mendapatkan beberapa pukulan telak dari David.
Keenam tukang pukul lainnya segera menyusul keempat rekannya, dan pada saat bersamaan itu Allard dan David sedikit kewalahan menghadapinya dengan tangan kosong, Allard beberapa kali mendapatkan pukulan dan tendangan.
Begitu juga dengan David yang terlihat sudah mengeluarkan darah dari mulutnya akibat tendangan yang mengenai dada dan perutnya.
Allard bertindak cepat menolong David, tetapi kemudian salah satu tulang pukul itu mengambil balok kayu yang digunakan untuk membuat peti dan membungkus ganja di gudang itu.
__ADS_1
Baakkk.....
Balok kayu itu diayunkan dan mengenai kepala Allard dan langsung mengucurkan darah dari pelipisnya, seketika Allard merasa pusing yang teramat sangat, dia bahkan beberapa kali menggelengkan kepalanya untuk tetap menyadarkan dirinya saat rasa pusing dan pandangan mata menggelap itu menyerangnya.
David mengambil bagian sesaat, dia merasa marah karena sudah ada yang berani melukai tuannya. David membabi buta memukuli keempat tukang pukul itu, sementara yang dua dari mereka sudah tumbang.
Ica hanya bisa terus menangis, dan merapalkan doa dalam hatinya supaya Allah memberikan pertolongan pada suaminya kali ini.
David dibawa paksa dengan dua tukang pukul berbadan besar, tangannya diikat, dan dia dibiarkan menyaksikan bagaimana Allard terus dipukul dan ditendang oleh ketiga orang tukang pukul lainnya dengan kondisi terluka parah.
Ica hanya terus bisa merapalkan doa dalam hati melihat sang suami yang sudah sangat mengenaskan itu, dia beberapa kali terlihat memejamkan matanya saat pukulan dan tendangan, mengenai bagian tubuh Allard, Ica tak kuasa menyaksikan kekejaman itu.
Dan saat Allard sudah terkapar tak berdaya, Keemo Yen berjalan mendekati Allard terbujur lemah di lantai, dia tersenyum bangga bisa mengalahkan Allard kali ini.
"Lalat yang kau beri makan itu sekarang sudah berubah menjadi harimau tuan Allard yang terhormat".
Keemo Yen dengan posisi berjongkok mencoba memprovokasi Allard, tetapi Allard malah tersenyum meskipun wajah dan mulutnya penuh darah saat ini.
"lalat tetap lah lalat tak akan berubah menjadi kumbang sekali pun, apalagi harimau, kau terlalu berhalusinasi".
Keemo Yen mengeratkan rahangnya, tetapi dia kemudian berjalan menuju kearah Ica, mencoba memprovokasi Allard dengan menyentuh Ica.
"singkirkan tangan kotor mu itu darinya b*jing*n".
Seketika Alllard langsung marah saat istrinya di sentuh pria lain dengan tatapan mendamba.
"Istri mu sangat cantik, kurasa dia bisa memuaskan ku di ranjang".
"jangan sentuh dia Bangs*t".
Keemo Yen tertawa terbahak-bahak dia senang bisa membuat Allard menggila saat sudah tidak berdaya, Allard yang berada dalam cengkraman kedua tukang pukul dalam kondisi menelungkup dan tangan ditaruh dibelakang itu merasa marah dan akan bangun, tetapi terus di pegang dan diinjak oleh kedua tukang pukul itu.
Keemo Yen semakin bersemangat untuk terus melakukan sentuhan pada Ica, dia berusaha menyentuh squishi kembar milik Ica.
"aku sangat penasaran bagaimana rasanya menyentuh benda kenyal ini".
Keemo Yen terus saja berusaha menyentuhnya, sementara Ica terus menggeliat menghindar dari duduknya Allard yang melihat itu seketika menggila, dia berusaha memberontak, dan setelah bebas dia mukul beberapa kali Tukang pukul itu.
Allard berlari menghampiri istrinya dan melayangkan bogem mentahnya pada wajah Keemo Yen, sementara Keemo Yen yang tidak bisa memprediksi hal itu akan terjadi tidak sempat menghindar, dan dia seketika ambruk seketika dengan pukulan telak Allard.
__ADS_1
Allard segera melepaskan ikatan ditubuh, tangan dan kaki istrinya tetapi dia kemudian mendapatkan pukulan dari Keemo, Allard terhuyung, kemudian dia membalas dengan memberikan pukulan pada Keemo, sementara Ica berusaha melepaskan ikatan di kakinya yang belum terlepas, karena Allard telah melepaskan ikatan tangannya terlebih dahulu.
Seketika anak buah Keemo yen yang lain segera berlarian dan berusaha melumpuhkan Allard, dengan pukulannya, tetapi kemudian terdengar suara bergemuruh dari atas atap gedung seperti suara halicopter.
Pertempuran semakin sengit karena anak buah Keemo Yen yang berada di gudang kedua segera datang dan kelompok Allard menjadi kewalahan. Baku tembak mawih terua terjadi digedung itu, suara heli sudah berhenti, pertarungan sengit Allard dengan anak buah Keemo semakin sengit, dengan Allard yang melawan Tujuh orang sekaligus, dengan kondisi yang sudah luluh lantak.
Tetapi tiba-tiba suara tepuk tangan keras menggema di pintu diruangan itu,
Prok..
Prok....
Prok....
"Wah, kau memang petarung sejati All, aku bangga pada mu".
Seketika semua orang menghentikan kegiatannya dan menoleh para seseorang yang baru saja datang itu dengan smriknya dan kemudian dia mulai menggelapkan pandangannya, mengepalkan tangannya, dan mulai melancarkan pukulan dan tinjunya pada Anak buah Keemo Yen yang seketika langsung ambruk setelah mendapatkan pukulan.
Sementara Allard terlihat tersenyum dengan wajah yang sudah bersimbah darah, dia segera menghampiri istrinya yang tengah menjadi bulan bulanan kedua wanita yang memijat Keemo Yen tadi.
....................................
Hay hay sayang.....
gimana masih mau lanjut g nihh...
siapa yang datang lagi kali ini yaa...
tetep kasih komen buat jawab beberapa pertanyaan ku di atas, dan kepoin spoilernya di akun sosmed kuh.. biar halunya berada sampe jantung 😂😂🤣🤣
FB : Fayna Rahma
IG : zantica1992
Tik Tok : @fayna_rahma
jan lupa bayar aku pake vote, like n comen yakkk ☺☺☺
makasih... 😘😘🙏🙏🙏
__ADS_1