
Arion keluar dari kamar dengan berpakaian santai. Jika hari libur biasanya Arion menghabiskan waktu bersama Aletta namun kali ini ia lebih memilih bersama sang kakek. Tentu saja hal ini menjadi pertanyaan besar bagi pria tampan di usianya yang mulai senja.
“Anak muda kok gak keluar ?” Sindir kakek Ramdhan seraya menyeruput kopinya.
“Banyak hal yang harus aku bicarakan dengan kakek. “ Arion menyambar cemilan kakek Ramdhan dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
“Oh ya ? Apa sedemikian pentingnya hingga melupakan sang kekasih hati ?” Sinis kakek Ramdhan.
“Sudahlah kek, jangan dibahas lagi.”
Kakek Ramdhan mengerutkan alisnya mendengar ucapan sang cucu yang tidak biasanya. Kakek Ramdhan kembali meminum kopinya. Selama ini jika mereka berbincang-bincang pasti ujung-ujungnya minta restu untuk menikahi Aletta.
“Aku ingin kakek melamar Aruna untukku. “ Ucap Arion dengan wajah serius. Kakek Ramdhan sampai tersedak kopi yang belum sempat ia telan.
Uhuk ,,, uhuk ,,,
Kakek Ramdhan melotot menatap Arion. Dengan mudahnya cucu kurang ajarnya berbicara seperti itu. Aruna bukanlah wanita yang dengan mudahnya menerima kembali Arion.
“Tak semudah itu, boy. Kamu pernah meninggalkannya dimasa lalu dan tentu saja akan susah untuk kembali meraih hatinya. “ Balas kakek Ramdhan tak kalah seriusnya.
Kakek Ramdhan tak tahu pasti apa yang Arion kirimkan pada Aruna saat itu. Namun yang pasti gara-gara pesan Arionlah sehingga nenek Sarah hampir kehilangan nyawanya. Dan suatu hal yang wajar jika Aruna sakit hati karenanya. Hingga saat ini kakek Ramdhan belum sempat menanyakannya.
“Aku akan berusaha dengan keras, kek. Aku hanya perlu doa dan dukungan dari kakek.”
“Lebih baik kamu ke bandara jemput adikmu. “ Titah kakek tak menanggapi ucapan Arion.
“Arista pulang ? Kok tiba-tiba. “ Walaupun Arion heran dan kaget dengan kepulangan adiknya namun ia tetap melakukan perintah sang kakek.
__ADS_1
Arion tak mengganti bajunya, ia mencium punggung tangan kakek Ramdhan kemudian meraih kunci mobilnya dan berangkat. Arion terbiasa menyetir sendiri jika hari libur atau untuk melakukan kepentingan pribadinya. Mobil yang di kendaraan Arion melaju perlahan menuju bandara. Hingga setengah jam kemudian ia tiba dan menunggu di terminal kedatangan luar negeri.
Arion adalah manusia yang paling anti menunggu akan tetapi demi adiknya, ia rela duduk walaupun harus menjadi korban tatapan memuja para kaum hawa yang haus belaian. Arion mengacuhkan semua tatapan itu dan fokus pada benda pipih miliknya. Iseng-iseng ia menstalking sosial media milik Aruna. Ia mencari nama Aruna ataupun Melisha namun tak menemukan apa yang ia cari.
Sebuah nama yang cukup unik namun berhasil menarik perhatiannya. Sejenak ia memperhatikan nama tersebut dan mengejanya. Ar_Melisha mengingatkan Arion pada Aruna saat menyebutkan namanya untuk pertama kalinya Melisha bukan sesuatu yang mustahil. Bukankah Aruna menggunakan nama Melisha ?
Seluruh perhatian Arion terpusat pada benda pipih miliknya. Matanya memperhatikan semua postingan Melisha. Dan rahangnya mengeras menahan amarah saat melihat sebuah foto couple-an sedang tersenyum ke arah kamera. Gaya mereka biasa saja akan tetapi tatapan pria di foto tersebut terlihat jika sangat mencintai wanitanya. Dan captionnya yang membuat Arion lagi-lagi meradang.
Bye wajah dekil, bye masa lalu yang tak penting. Semoga kami direstui oleh nenek dan semesta.
Tak ada yang salah pada tulisan tersebut. Dan tak mengganggu siapapun hanya Arion seorang yang merasa terusik. Sangatlah wajar jika dalam sebuah hubungan asmara si pelaku menginginkan pasangannya yang akan menjadi pendamping hidupnya dan membina sebuah rumah tangga hingga maut menjemput.
Tak sanggup rasanya Arion melanjutkan stallkingnya. Ia segera keluar dari laman pencarian. Bersamaan dengan suara yang sangat ia kenal memanggilnya. Seorang gadis cantik berlari ke arahnya dan langsung bergelantungan padanya.
“Kakaaaakkk, miss you ,,,” Arista kini berada dalam gendongan Arion.
“Ck, gak asyik. Kakak gak rindu ? Lama lho kita gak ketemu. “ Arista seperti biasa merajuk pada kakaknya yang menurutnya terlalu kaku.
“ Lebay ! Ayo pulang, kasihan kakek di rumah. “ Arion menarik lembut lengan Arista keluar dari bandara dengan mengambil alih koper adiknya.
Setelah mereka masuk ke dalam mobil, perlahan Arion menginjak gas melajukan mobilnya keluar dari area bandara. Arista tampak mengagumi mobil mewah sang kakak. Ia tak henti-hentinya berdecak kagum.
“Gila aja nih mobilnya kak. Aku juga mau dong. “
“Memangnya kamu gak ada niat lagi kembali ke habitatmu ?”
“Di sini kan habitatku, kak. Lagian kakek yang memerintahkan untuk segera pulang. Katanya buat gantiin kakak di perusahaan. “ Arista sengaja menggoda kakaknya lalu terkikik geli. Sungguh kesenangan tersendiri bisa menjahili sang kakak.
__ADS_1
“Tak semudah itu fulgozo. “ Arseno terkekeh melihat wajah adiknya yang tampak kesal.
Siapa yang tidak kesal jika di sebut fulgozo. Semua orang tahu bagaimana model fulgozo.
“Dasar pria gak bisa nikah. Oh ya kak, gimana kabar Aletta ? Apa kalian masih bersama ?” Arista tak dapat lagi menunda rasa ingin tahunya.
Setahu dia sang kakek tak akan pernah merestui hubungan pasangan itu. Sangat menyedihkan ketika menjalin hubungan cukup lama namun tak mendapatkan restu. Seandainya Arista berada di posisi Aletta, ia pasti akan meninggalkan Arion. Daripada menunggu restu yang tak mungkin di dapatkan.
“Aku menyudahi hubungan kami kemarin. Lagi pula kakek gak menyukai Aletta. “ Ucap Arion apa adanya.
“Tapi Aletta mau gak terima jika diputuskan ? Kalian telah bersama sekian lama dan mungkin juga kakak sudah menidurinya. Kasihan Aletta. “
“Eh kunyuk, jangan asal kalau ngomong. Aku gak pernah melakukan hal yang melampaui batas. Hanya sebatas cium itupun bukan di bibir tapi hanya di pipi dan pegang tangan doang. “ Arion tak terima tuduhan Arista. Padahal melakukan hal itu memang sering tapi Arion memilih bermain aman dengan wanita yang tak dikenalnya. Aletta bukan pilihan yang tepat karena pasti akan menuntut agar dinikahi olehnya.
Arion memegang teguh pesan sang kakek agar tak melakukan hal-hal yang tak senonoh. Walaupun tetap saja larangan itu di langgar, jika sang kakak tak mengetahuinya semua pasti baik-baik saja. Restu seorang pria muda jaman now dan membutuhkan penyaluran libidonya agar otaknya selalu fresh.
Sebuah hubungan yang masih berstatus pacaran belum tentu akan sampai ke pelaminan. Jodoh dan takdir telah ditentukan oleh Sang Pemilik Kehidupan. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha yang terbaik namun hasil akhirnya tetap hak Sang Pemilik Semesta.
“Beneran kak ? Tapi bagaimana dengan Aletta, apa dia setuju ? Mengingat hubungan kalian sudah bertahun-tahun dan tentu saja Aletta mengharapkan akhir yang bahagia. “
“Terserah dia, pokoknya aku menganggap semua sudah selesai. Kisah kami sudah berakhir. “ Tegas Arion serius.
Arista terdiam tak menimpali kata-kata Arion. Ia memejamkan matanya untuk mengusir rasa lelahnya setelah menempuh perjalanan jauh. hati Arista bersorak mendengar penuturan kakak kesayangannya. Tugas pertama dari sang kakek sudah selesai. Arista di tugaskan oleh kakek Ramdhan menggali informasi hubungan Arion dan Aletta. Kakek Ramdhan terlalu malas mengurus hubungan keduanya. Buang-buang tenaga katanya.
🌺🌺🌺🌺
SELAMAT PAGI DUNIA HALU
__ADS_1