MAHABBAH CINTA SANG MANTAN

MAHABBAH CINTA SANG MANTAN
Mahabbah Cinta Sang Mantan ~ 68


__ADS_3

Jadilah kini Arion penguntit. Ia selalu mebayang-bayangi kemanapun Aruna melangkah bahkan Arion memasang CCTV di tempat tersembunyi yang terhubung dengan ponselnya. Bahkan dengan tega Arion melimpahkan semua pekerjaannya pada Restu.


"Dasar kakak ipar gila, lamban." Gerutu Restu melihat mejanya penuh dengan berkas-berkas yang harus ia selesaikan.


Sejak dua hari yang lalu, Arion terus memikirkan kemungkinan Aruna memiliki kekasih. Sehingga ia memutuskan untuk mengikuti aktifitas Aruna di luar kantor. Beruntung ia ngotot meminta Aruna berkantor di tempatnya jadi dengan mudah Arion bisa mengetahui gerak gerak Aruna. Resmilah kini Arion menjadi penguntit untuk mantan istrinya.


"Assalamualaikum kek ,,, Arista ,,," Sapa Aruna ketika sudah tiba di meja restoran dimana kakek Ramdhan dan Arista sudah tiba lebih dulu.


Aruna memeluk hangat sang kakek lalu mencium punggung tangannya kemudian beralih pada Arista. Kedua wanita itu berpelukan melepas rindu. Hubungan mereka memang sangat akrab layaknya saudara kandung.


"Kakak semakin cantik dan dewasa ,,," Seru Arista menatap penampilan Aruna yang terlihat sangat berkelas.


"Nak Aruna datang sendiri kan ?" Tanya kakek Ramdhan yang tak sengaja melihat bayangan Arion.


"Tentu saja kek, kan belum laku." Jawab Aruna tertawa lepas.


"Maafkan cucu kakek, nak ,,,"Ucap kakek Ramdhan sendu.


"Jangan sedih gitu dong, kek ,,, gak ada yang salah atas kejadian dimasa lalu, semua itu sudah ketentuan dari Sang Pemilik Takdir. Yang Diatas sudah menetapkan jika kisah kami hanya sampai disitu." Aruna tersenyum lembut sembari memegang lembut tangan yang mulai mengeriput karena usia.

__ADS_1


Arista memberi kode pada pelayan agar segera mengantar makanan yang sudah mereka pesan. Ekor mata Arista pun melihat bayangan kakak kesayangannya.


'Sabar ya, kak ,,, aku akan berusaha membantumu agar bisa kembali bersama kak Aruna.' Batin Arista sedih dengan kehidupan kakaknya.


Makanan kini sudah tersaji di meja, kakek Ramdhan tak ingin merusak acara makan siangnya bersama cucu sahabatnya. Kakek Ramdhan sangat menyayangi Aruna layaknya cucu kandungnya. Mereka bertiga kemudian menyantap makan siangnya dengan nikmat.


Arion duduk di tempat yang terlindung dari pandangan Aruna. Ia tak ingin membuat Aruna semakin kesal padanya. Arion hanya ingin memastikan siapa yang ditemui oleh Aruna. Hatinya lega saat melihat Aruna menemui kakek dan adiknya.


'Ya Tuhan, tolong tunjukkan jalan agar hambamu ini bisa kembali berkumpul dan hidup dengan bahagia bersama mereka.' Doa tulus Arion dari dalam hatinya.


Walaupun berbeda meja, Arion ikut menikmati makan siangnya seolah ia berada diantara kakek, adik dan mantan istrinya. Kali ini Arion berada pada tahap sedikit kurang waras karena kesalahannya sendiri.


"Bagaimana kabar nenek Sarah, nak ?"


"Nenek baik-baik aja, kek ,,, hanya saja beliau sudah tak selincah dulu." Jawab Aruna apa adanya.


"Sama kayak kakek, kami sisa menunggu kapan kontrak di dunia ini habis." Ucap kakek Ramdhan terkekeh.


"Kakek jangan ngomong gitu, dong ,,, kan jadi sedih suasananya." Rengek Arista tak ingin jika sang kakek selalu berkata seperti itu.

__ADS_1


"Makanya cepat berikan cucu pada kakek." Balas kakek Ramdhan menyuarakan isi hatinya.


"Mas Restu gak mau punya anak sebelum kakak bertemu dengan tambatan hatinya." Ucap Arista tertawa dalam hati. akek Ramdhan sangat bisa diandalkan dalam menciptakan sebuah kesempatan untuk mengutarakan maksud hati dengan sangat halus.


Aruna hanya terdiam, ia tak ingin ikut campur dengan persoalan keluarga mereka. Ia tak punya urusan dengan keluarga mantan suaminya. Aruna berada satu meja dengan mereka hanya karena menghormati kakek Ramdhan yang selalu menyayanginya.


"Nak Aruna sendiri, sudah menikah lagi ?" Tanya kakek Ramdhan tiba-tiba.


"Belum kek, Runa masih fokus dengan pekerjaan. dan merawat nenek." Jawab Aruna apa adanya.


Aruna masih betah menjanda meskipun banyak pria yang mencoba mengisi hatinya namun ia memilih untuk tetap sendiri dan fokus merawat neneknya. Sejak kepulangannya ke tanah air dan melihat kondisi sang nenek, Aruna merasa bersalah dan sangat menyesal menyia-nyiakan nenek yang telah merawatnya sejak kecil. Aruna semakin memantapkan diri untuk tak memikirkan pernikahan.


"Tapi kakak gak boleh sendiri terus. Kan sayang jika keturunan nenek Sarah terputus dan berakhir pada kak Runa. Jadinya tanda jika nenek Sarah pernah menghuni semesta ini gak ada lagi." Timpal Arista mengenai jantung Aruna.


Memang benar apa yang dikatakan oleh mantan adik iparnya itu. Tapi Aruna bisa apa jika kepercayaannya pada laki-laki sudah terkikis habis. Siapa yang bisa disalahkan ? Keadaan ? Atau Arion ? Tak ada yang bisa Aruna salahkan. Karena itu adalah pilihannya. Untuk saat ini hidup bersama nenek Sarah sudah cukup membuatnya bahagia.


🌺🌺🌺🌺


SELAMAT PAGI READERS

__ADS_1


SELAMAT BERAKTIVITAS


__ADS_2