MAHABBAH CINTA SANG MANTAN

MAHABBAH CINTA SANG MANTAN
Mahabbah Cinta Sang Mantan ~ 51


__ADS_3

Aruna langsung menerobos masuk ke ruangan Arion. Qruna melihatndari dinding kaca jika hanya ada pria itu. Ia mengabaikan sikap formalnya toh di dalam ruangan tersebut tak ada siapapun.


"Bagus ya, keasyikan cerita sama teman sampai lupa suami yang belum makan siang." Sindir Arion kala Aruna sudah berdiri di depannya.


"Suami ?!!" Cicit Aruna mengernyitkan dahinya


"Iya, bener. Aku suamimu kan, Aruna Melisha ?" Kekesalan Arion tak dapat lagi ia sembunyikan. Bisa-bisanya gadis ini melupakan statusnya.


"Hehehe ,,, maaf pak, gak akan ada kata suami atau kata kita jika masa lalu anda bermunculan satu per satu." Aruna tersenyum mengejek pria yang terlihat kesal.


Mendengar ucapan Aruna, pria itu langsung berdiri dan menghampiri Aruna. Bukan salahnya jika wanita-wanita itu ingin dinikahi olehnya dengan berbagai cara karena memang dirinya adalah pria yang paling dicari di seluruh negeri, apalagi jika bukan fasilitas dan kekayaan yang ia miliki. Hanya Aruna yang selalu menolaknya padahal gadis itu adalah istri sahnya dimata hukum dan agama.


"Makanya kita harus segera mengumumkan pernikahan kita dengan mengadakan resepsi agar para wanita itu menghentikan usahanya dan mengganggu rumah tangga kita." Ucap Arion serius. Jarak mereka semakin terkikis.


"Stop !! Jangan mendekat !!" Teriak Aruna frustasi. Jantungnya tak bisa diajak kompromi, kini detaknya semakin tak beraturan. Tanpa sadar Aruna memegang da**nya.


"Ada apa dengan da**mu, Yang ?? Apa detaknya seperti ini ?"


Arion secara tiba-tiba meraih tangan Aruna dan meletakkan pada da** bidangnya. Mata Aruna membulat ketika merasakan detak jantung Arion tak berbeda dengan miliknya.


"Rasa kita sama, Yang. Biarkan seperti itu agar rasa cinta dan kasih sayang diantara kita semakin berkembang sehingga anak-anak kita kelak tumbuh dengan cinta sempurna dari kedua orang tuanya." Arion memeluk Aruna.


Arion tak perduli jika gadis itu akan menolaknya. Kini ia lebih berani karena yakin jika istrinya itu mulai memiliki rasa padanya, hanya saja gadis itu masih berusaha menolaknya. Tugas Arion kini sedikit lebih mudah, cukup dengan melakukan interaksi yang lebih intens dan sesekali kontak fisik.


Tangan kiri Arion meraih remote untuk menggelapkan dinding kaca ruangannya. Tidak lucu kan jika mereka berpelukan dan terlihat oleh Restu.


Merasa tak ada penolakan, Arion melanjutkan ke tahap berikutnya. Ia mencari benda kenyal yang selalu mengucapkan kata-kata penolakan selama ini. Arion terus mence**p bibir Aruna yang terasa manis.


"Hmmmpppphh ,,," Kesadaran Aruna kembali dan langsung mendorong tubuh kekar Arion.


"Bibirmu nikmat, Yang ,,, dan menjadi candu untukku." Arion mengusap pelan bibir ranum Aruna sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


"Jangan pernah mengulanginya !!" Sarkas Aruna dengan wajah memerah.


Ciuman pertamanya telah diambil oleh pria itu walaupun tak ada salahnya mengingat pria itu memang adalah suaminya sendiri.


"Gak janji, Yang ,,, lagian udah halal, kan ? Daripada menikmati bibir wanita lain, nanti malah kehilangan istri." Balas Arion dengan wajah polosnya.


Masih dengan wajah memerah karena malu, Aruna berdecih mendengar kata-kata gombal receh pria itu sekaligus merutuki dirinya yang sempat menikmati permainan bibir pria itu. Aruna bukan anak SMP yang akan termakan dengan gombalan sereceh itu.


Tok


Tok


Tok


Terdengar ketukan dipintu membuat Arion dan Aruna saling berpandangan. Mereka melihat Arista bersama Restu berada di depan pintu ruangan Arion.


"Rapikan lipstikmu, Yang ,,," Titah Arion seraya menekan tombol buka pada remote diatas mejanya.


"Pantesan dikunci, rupanya ada kakak ipar." Ledek Restu memindai wajah Aruna.


"Honey, jangan ditetapkan seperti itu dong ,,, ntar mereka malu dan proses pembuatan ponakan gagal total." Timpal Arista terkikik geli.


"Gak ada seperti itu, belum kepikiran dibuntingin sama bekas orang." Kesal qruna meninggalkan ketiganya.


Aruna menutup pintu dengan sedikit keras. Ia benar-benar kesal dengan dirinya sendiri yang terlena dan menikmati ci**an Arion. Pria itu terlalu lihai memainkan bibirnya hingga tanpa sadar Aruna ikut menikmati.


"Kalian dengar kan ? Bagaimana menghadapi gadis itu jika selalu saja menyentuh masa laluku. Masa yqng tak mungkin diubah." Ucap Arion benar-benar frustasi.


"Perkosa aja, kak ,,, hanya itu satu-satunya cara menaklukkan kak Aruna. Jangan sampai keduluan Kevin."


Plaakkkk

__ADS_1


"Jangan suka asal kalau ngomong ,,, gimana kalau dia keberatan dan melapor ,,,"


"Melapor pada siapa ? Polisi ? Gak akan, lagian mana ada seorang suami yang melakukan hubungan badan dengan sang istri dikenakan hukuman ?" Arista benar-benar meracuni otak kakaknya.


"Honey, masih banyak cara yang bisa dilakukan. Jangan sampai kakak ipar semakin membenci pria tukang celap celup ini, kan kita juga yang susah." Restu mengusap lembut tangan calon istrinya.


"Cepat katakan apa keperluan kalian datang kemari." Ucap Arion jengah melihat kemesraan adik dan sahabatnya.


"Bentar lagi kami menikah, kak ,,, tentu saja kami menagih pembayaran resepsi kami dan keperluan lainnya." Tukas Arista tanpa malu-malu.


"Nanti aku kasih kartu ke Aruna, pergilah bersamanya. Tapi ingat ! bujuk kakak iparmu itu agar mau mempublìkasikan pernikahan kami."


"Beres kak ,,, m tapi tentunya ada bisa ekstra untuk itu. " Balas Arista tersenyum lebar.


Dalam hal bujuk membujuk, Arista adalah aslinya. Dan ia yakin akan berhasil membujuk Aruna agar mau menuruti keinginan kakaknya.


"Jika kamu berhasil maka aku akan memberimu sebuah rumah lengkap dengan isinya."


Restu hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah kakak beradik itu. Yang satu sedang putus sa dan satunya lagi memanfaatkan kesempatan untuk mengetuk uang kakaknya. Benar-benar adik gak ada akhlak. Diam-diam Restu bergidik ngeri melihat calon istrinya yang selalu memanfaatkan setiap,kesempatan dengan baik. Ternyata gadis yang sebentar lagi akan ia nikahi sangat licik.


""Ok, kak. Detikm8m8 juga adikmu ini akan beraksi." Ucap Arista antusias dan langsung menghampiri Aruna.


Bermain dengan sedikit intrik dan memanfaatkan kekayaannya adalah keputusan yang benar untuk saat ini. Segala usaha halal dalam urusan cinta apalagi tak ada yang merasa dirugikan.


"Curang !!!" Ledek Restu tertawa lepas.


🌺🌺🌺🌺


SELAMAT SORE READERS


TERIMA KASIH DUKUNGANNYA SELAMA INI

__ADS_1


__ADS_2