MAHABBAH CINTA SANG MANTAN

MAHABBAH CINTA SANG MANTAN
Mahabbah Cinta Sang Mantan ~ 84


__ADS_3

Masa berkabung atas meninggalnya nenek Sarah sudah selesai. Pak Kiyai Izham pun telah kembali ke pesantren diantar oleh Restu karena Pak Kiyai menolak saat Arion akan mengantarnya. Rumah nenek Sarah yang kini ditempati oleh Aruna kembali sunyi.


"Yang, apa gak sebaiknya rumah ini kita hadiahnya saja pada bi Ina sebagainucapan terima kasih kita karena selama ini bi Ina yang mengurus nenek."


"Aku setuju, mas. Tapi setelah kita punya rumah sendiri." Balas Aruna antusias.


Sejak beberapa hari yang lalu, Aruna memang sudah memikirkan pengalihan rumah nenek Sarah pada bi Ina dan mang Danang yang merupakan ART paling lama bekerja pada keluarga sang nenek dan paling setia.


"Baiklah secepatnya kita urus pengalihan hak kepemilikan rumah ini. Dan setelahnya kita pindah ke rumah kakek untuk sementara waktu."


"Tapi mas, masa kita ngumpul di rumah kakek."


"Untuk sementara, Yang. Biar Arista punya teman dan tidak selalu mengganggu suaminya jika sedang di kantor."


"Maksudnya aku juga dirumahkan ? Perusahaan kita gak sama lho, aku punya pekerjaan sendiri."


"Untuk saat ini memang kita masih rekanan, Yang ,,, tapi setelah semua pekerjaanmu rampung, kamu gak usah kerja biar aku aja yang bekerja." Arion memegang kedua tangan Aruna dengan lembut.

__ADS_1


Tak ada lagi rasa canggung diantara keduanya walaupun selama seminggu usia pernikahan mereka Arion masih belum mengambil haknya. Ia tak ingin tergesa-gesa dan mengerti keadaan Aruna yang baru saja kehilangan wanita yang selalu menyayanginya tanpa pamrih selama ini.


"Tapi mas, aku gak suka tinggal di rumah berdiam diri dan jadi pengangguran."


"Siapa bilang kamu pengangguran ? Setelah kita punya anak maka pekerjaanmu akan lebih berat dariku, Yang."


Wajah Aruna memerah mendengar kata-kata anak keluar dari bibir Arion. Aruna tahu arah pembicaraan sang suami. Bukan hanya kali ini pria itu mengucapkan hal yang sama.


"Baiklah mas, setelah semua urusan pengalihan rumah ini dan pekerjaanku selesai, aku siap melahirkan anak-anak kita." Ucap Aruna tersenyum malu-malu.


"Hamil dulu, Yang baru melahirkan. Tapi untuk sampai ketahap itu kan ada prosesnya ." Balas Ariom tersenyum penuh arti kemudian mendapatkan bibirnya pada bibir Aruna dengan sedikit lebih lama.


Kali ini mereka berangkat bersama dengan satu mobil. Untuk pertama kalinya dalam setahun ini Arion menyetir sendiri. Tentunya hal tersebut akan menimbulkan berbagai spekulasi para karyawan nantinya apalagi dengan Aruna duduk dengan manis di sampingnya. Hanya karyawan senior yang mengetahui kisah mereka sedangkan karyawan yang baru bergabung pasti akan heboh.


Selama dalam perjalanan, tangan Arion tak melepaskan genggamannya pada tangan Aruna. Pagi ini perasaan bahagia Arion tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Aruna sudah siap melahirkan anak-anaknya yang berarti sakit kepalanya akan segera hilang.


Setiap pagi sejak melihat Aruna umtuk pertama kalinya setelah berpisah, si Joni tak pernah mengerti keadaannya. Joni selalu memberontak ingin keluar dari sangkarnyq Setiap kali melihat Aruna. Hingga mereka pada akhirnya menikah kembali dan si Joni semakin menggila. Beruntung Arion masih memiliki kuasa atas diri Joni.

__ADS_1


"Kenapa senyum-senyum terus sih, mas ?" Tanya Aruna heran menatap wajah tampan sang suami.


"Setelah tiba di kantor, jika pekerjaanmu selesai langsung masuk ke ruangan mas, ya ,,,"


"Ada apa ?" Aruna semakin bingung.


"Ada sesuatu yang ingin mas perlihatkan. Jangan banyak tanya, datang saja. Ok ?"


Pembicaraan mereka terhenti karena Arion menghentikan mobilnya telat di depan lobby perusahaan. Arion segera keluar dan membukakan pintu untuk sang istri lalu menggandengnya memasuki perusahaan. Sontak semua mata menatap pasangan tersebut.


Aruna berusaha melepaskan tangan Arion namun apa daya, genggaman pria tersebut sangat kuat. Dengan tenang Arion melanjutkan langkahnya menuju lift khusus untuknya.


🌺🌺🌺🌺


SELAMAT PAGI READERS


SELAMAT MENJALANKAN AKTIVITAS HARI INI

__ADS_1


SEMOGA SEMUA URUSAN DILANCARKAN


DAN TERIMA KASIH ATAS DUKUNGANNYA


__ADS_2