MAHABBAH CINTA SANG MANTAN

MAHABBAH CINTA SANG MANTAN
Mahabbah Cinta Sang Mantan ~ 58


__ADS_3

Saat menuju penginapan, Aruna melewati salah satu toko ponsel terbesar diibukota. Aruna segera menghentikan taksinya sejenak karena mengingat jika ia membutuhkan sebuah ponsel.


Aruna bukanlah tipe gadis yang banyak tanya ketika berbelanja. Ia hanya menyebutkan sebuah tipe yang menurutnya cukup canggih untuk sebuah benda yang nantinya akan digunakan ya untuk sehari-hari berikut sim cardnya.


"Cepat banget, nona ,,,," Ucap sopir taksi saat Aruna kembali duduk dengan tenang.


"Kan tokonya besar produk dan tipenya lengkap jadi gak perlu dicari-cari." Balas Aruna apa adanya.


"Lanjut ke titik lokasi, non ?" Pak sopir tak lagi menimpali kata-kata Aruna.


"Iya pak ,,," Balas Aruna singkat.


Mobil terus melaju menuju lokasi sesuai dengan aplikasi. Hingga akhirnya mobil tersebut berhenti di depan sebuah penginapan. Aruna kemudian keluar dari mobil tersebut setelah membayar biaya perjalanannya sesuai aplikasi.


"Akhirnya urusan dengan nenek selesai juga." Gumam Aruna menatap langit-langit kamarnya.


Selama ini Aruna hanya memikirkan kesehatan jantung sang nenek saat akan melakukan sesuatu yang menentang nenek Sarah. Namun kini semua baik-baik saja dan nenek kesayangannya itu tak mempermasalahkannya bahkan wanita tua itu mendukung keputusannya. Kini Aruna hanya bersiap menempuh hidup baru dengan status yang baru JANDA KEMBANG.


Aruna memutuskan untuk meninggalkan tanah air untuk menata kembali hidupnya. Mengenai urusan pengunduran dirinya, biarlah nenek Sarah yang menanganinya. Toh sang nenek sendiri yang memintanya.


Sementara di lain tempat, Arion masih berusaha melacak ponsel Aruna dan titik terakhir aktif berada di rumah nenek Sarah. Dengan langkah pasti ia melajukqn mobilnya menuju rumah nenek Sarah. Ia sudah siap menerima segala macam bentuk caci maki yang akan dilontarkan oleh sang istri. Arion menyadari kesalahannya yang mungkin saja akan sangat susah diterima oleh Aruna dan nenek Sarah.


Tiba di rumah minimalis namun terlihat sangat asri tersebut, Arion lalu turun dari mobilnya dengan perlahan. Sejenak ia mengedarkan pandangannya dan mengerutkan alisnya melihat sebuah mobil yang sangat asing baginya sedang terparkir di halaman rumah nenek Sarah.


"Assalamualaikum ,,," Sapa Arion berdiri di depan pintu masuk.

__ADS_1


Nenek Sarah dan seorang pria muda tengah duduk di ruang tamu. Nenek Sarah tersenyum melihat kedatangan Arion dan mempersilahkannya masuk.


"Waalaikumsalam ,,, ayo masuk nak Arion ,,," Ucap sang nenek ramah.


Arion kemudian duduk di samping pria tersebut. Entah mengapa perasaan Arion gelisah saat melihat sebuah map diatas meja persis di depan sang pria yang baru kali ini ia lihat.


"Oh ya nak Arion, kenalkan nak Zaki ,,, dia yang akan mengurus perceraian kalian."


Duaaarrrr


Dunia Arion serasa jungkir balik mendengar penuturan sang nenek. Ia datang untuk meminta maaf pada Aruna, bukan untuk bercerai.


"Tapi nek, aku dan Aruna perlu bicara terlebih dahulu." Ucap Arion putus asa.


"Tapi nek ,,, biarkan aku menemui Aruna terlebih dahulu. Ada yang ingin aku bicarakan." Ucap Arion setengah memaksa.


Nenek Sarah tersenyum kecut mendengar kata-kata pria yang sebentar lagi akan menjadi mantan cucu menantunya. Sudah cukup penderitaan yang Arion berikan pada cucu kesayangannya. Jika kelak almarhum suaminya menuntutnya di akhirat biarlah dirinya yang bertanggung jawab. Kebahagiaan cucu satu-satunya lebih utama.


"Terlambat nak Arion, setelah berbicara dengan nenek, dia langsung pergi entah kemana." Balas nenek Sarah apa adanya.


Arion terdiam mendengar kata-kata nenek Sarah. Ia merasa kali ini benar-benar akan kehilangan Aruna. Arion menatap nenek Sarah dan pria yang ditunjuk oleh nenek Sarah sebagai pengacara Aruna.


"Maaf nek, tapi aku gak akqn menceraikan Aruna." Tegas Arion kemudian pamit undur diri.


Wanita tua itu menatap punggung Arion semakin menjauh hingga akhirnya menghilang dibalik pintu mobilnya. Tak lama kemudian terdengar deru mobil keluar dari halaman rumah nenek Sarah.

__ADS_1


Arion benar-benar frustasi dan putus asa. Tak ada yang bisa menolongnya untuk memperbaiki hubungannya dengan Aruna yang kini berantakan. Kakek Ramdhan dan Arista sudah tak mau ikut campur dalam masalah ini.


Berbeda halnya dengan Aruna yang tak terbebas dengan masalah yang ia hadapi. Toh bukan dirinya yang melakukan kesalahan. Aruna benar-benar tak ingin pusing karena kelakuan Arion yang menyimpang menurutnya.


"Kemana aku harus memulai hidupku dengan statusku yang baru. " Gumam Aruna menatap ponselnya yang membuka sebuah negara yang tampak indah dan menjanjikan.


Hingga malam kembali menguasai bumi namun Aruna belum memutuskan negara tujuannya. Ia bertekad akan meninggalkan tanah air agar tak bertemu dengan Arion. Ia ingin mengubur kisahnya bersama pria itu.


Sementara itu Arion tengah berada di rumah Putra dan menceritakan kesalahan yang ia lakukan. Seperti halnya dengan Restu, Putra pun sama, ia tak ingin terlibat karena Arionlah yang membuat masalah.


"Wajarlah jika Aruna tak terima. Jika kemarin kami membantumu karena memang Maretha hanya masa lalumu, tapi yang kamu lakukan semalam memang kesalahan yang sangat fatal. Dan maaf, kami tak tahu harus bagaimana menghadapi Aruna." Kesal Putra melihat kebodohan Arion yang tak bisa menahan naf**.


Arion tak tahu harus kemana lagi meminta bantuan. Saat ini ia merasa sendiri dan ditinggalkan oleh orang-orang terdekatnya. Harapan terakhirnya hanya Putra namun semua tak sesuai dengan ekspektasinya.


"Malam ini, kak Arion nginap aja disini." Ucap Rani tak ingin jika Arion kembali melakukan sesuatu yang semakin memperkeruh keadaan.


Rani masih berharap Aruna akan memaafkan Arion walaupun sulit namun bagaimanapun juga Arion adalah suaminya terlepas dari kesalahan yang telah diperbuatnya.


Rupanya Rani belum mengenal dengan baik Aruna yang sangat memegang teguh sebuah komitmen. Bagi Aruna setelah seseorang berkomitmen dan salah satunya melanggar komitmen itu maka orang tersebut tak pantas untuk dimaafkan dan tak memiliki kesempatan berikutnya. Aruna bukanlah wanita sempurna namun dalam pergaulan ia sangat menjaga diri qgar tak terjadi sesuatu yang akan merugikan dirinya.


🌺🌺🌺🌺


SELAMAT MALAM READERS


MAAF YA, UPNYA TELAT

__ADS_1


__ADS_2