
Mentari pagi pertama mulai memancarkan cahayanya setelah status Aruna dan Arion berubah sebagai pasangan suami istri. Pagi ini Aruna bangun kesiangan, semalaman tidurnya tak nyenyak seperti biasanya. Aruna tak pernah berbagi tempat tidur dengan orang lain apalagi dengan seorang pria.
Aruna menarik napas lega mendapati sebelahnya kosong. Tak seperti pasangan baru pada umumnya yang bangun sambil berpelukan. Dengan santai ia masuk ke dalam kamar mandi. Kemudian berpakaian rapi siap berangkat ke kantor. Saat akan merasa diri, matanya tak membaca sebuah pesan yang tertempel pada kaca riasnya.
Aku keluar kota, ada urusan mendadak.
"Bukan urusanku juga, kan." Gumam Aruna tak peduli.
Aruna melanjutkan kegiatannya dengan memakai bedak dan make up tipis seperti biasa. Rambutnya di ikat hingga memperlihatkan lehernya yang putih. Terakhir Aruna menyemprotkan parfum dengan aroma yang segar.
"Langsung kerja, sayang ?" Nenek Sarah mengerutkan dahinya melihat Aruna sudah rapi dengan pakaian kerjanya.
"Iya, nek. Lagipula di rumah juga hanya duduk doang." Balas Aruna tersenyum lebar.
"Hari ini kerabat kita dari luar kota akan pulang. Gak mungkin pak Danang yang bolak balik antara mereka."
"Jangan khawatir nek, lambat sedikit tiba di kantor gak masalah. Aku aja yang antar mereka setelah itu lanjut ke kantor." Balas Aruna yang paham dengan maksud sang nenek.
Nenek Sarah tersenyum lega mendengar kesediaan Aruna mengantar mereka ke bandara. Aruna lalu melajukan mobilnya perlahan beriringan dengan mobil yang dikendarai oleh oleh Danang.
"Kalau sekiranya Dita kuliahnya kelar boleh gak nak Aruna me,aturannya kerja di perusahaan na Arion ?" Tanya ponakan nenek Sarah yang bernama Rianti to the point.
"Kalau memang Dita lulus tes kenapa enggak, tante. Semua karyawan yang bekerja disana masuk sesuai dengan prosedur." Jawab Aruna tersenyum.
"Kita kan keluarga seharusnya ada kemudahan, kan ?"
"Kalau yang itu aku gak tahu, tante. Coba deh nanti tante tanyakan langsung sama Arion." Balas Aruna tak ingin meladeni tantenya itu.
Walaupun Rianti merasa tidak puas dengan jawaban Aruna, ia tetap diam. Rianti tak mengenal dengan baik Aruna. Rianti tak ingin terlibat masalah dengan cucu tunggal nenek Sarah yang notabene adalah pewaris wanita yang paling di segini dalam keluarga.
Melihat wanita yang tergolong cantik di usianya yang tak lagi muda itu terdiam, Aruna pun ikut diam dan melajukan mobilnya sedikit kencang agar tak terlalu lama telat masuk kantor. Tak ada pembicaraan sebelum mereka menikah tentang cuti makanya Aruna berinisiatif tetap masuk kantor.
Akhirnya mobil pak Danang dan Aruna memasuki area bandara. Pak Danang segera membuka bagasi mobil Aruna dan segera menurunkan barang-barang, setelah itu barulah pak Danang mengurus barang di mobilnya.
"Makasih pak Danang ,,," Ucap Aruna tulus.
__ADS_1
"Sama-sama, non." Balas pak Danang sopan.
"Aku pamit semua ,,, selamat jalan ya, semoga tiba dengan selamat. Salam sama keluarga disana." Ucap Aruna menyalami ,ereksi satu per satu.
Aruna kembali melajukan mobilnya setelah berpamitan pada seluruh kerabatnya. Melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 08.15 membuat Aruna meringis. Terlambat dihari pertama kerja.
'Huffftt ,,, Untung sang bos sedang keluar kota.' Batin Aruna sedikit tenang.
Tiba di kantor, Aruna segera memarkirkan mobilnya kemudian berjalan tergesa-gesa memasuki lobby perusahaan. Aruna berjalan mendekati fingerprint untuk melakukan qbsen digital, daripada dikatakan tidak hadir lebih baik terlambat, kan ?
"Tumben telat, mbak ,,," Sapa gadis cantik bagian resepsionis.
"Nganter keluarga ke bandara dulu, mbak." Balas Aruna apa adanya.
"Pak Restu udah datang sejak tadi, berdoa aja semoga mbak gak terkena suara petir dan halilintar." Ucap gadis yang belum diketahui namanya oleh Aruna karena seminggu yang lalu resepsionis yang lama diganti.
"Berarti kamu sudah pernah kena, ya ?!"
"Hehehe ,,, pastinya mbak."
"Lho bu, kok masuk kerja ? Wah pak bos kelewatan ini mah ,,," Ucap Restu melihat Aruna muncul dari eskalator.
"Jangan panggil bu, serasa ketuaan aku. Panggil kayak biasa aja."" Balas Aruna tak terima. Pernikahan ini saja ia lakukan setengah hati dan tak yakin.
Restu berharap Aruna bertanya keberadaan Arion, namun hingga Aruna berlalu dari hadapannya tak sekalipun gadis itu menanyakan keberadaan suaminya. Restu tersenyum jahil dan mengirimkan pesan beserta foto Aruna yang tampak sangat cantik pagi ini.
Me
Bu bos hari ini fresh banget.
Setelah mengirim pesan, Restu kemudian mematikan ponselnya. Ia sengaja menjahili Ariom dengan mengirimkan foto Aruna. Restu terkekeh membayangkan reaksi Arion setelah menerima pesannya. Restu kembali bekerja begitupula dengan Aruna. Hingga jam istirahat, barukah Restu kembali mengaktifkan ponselnya.
Seratus panggilan tak terjawab dari bos sekaligus sahabatnya dan puluhan spam serta pesan yang berasal dari bos tak ada akhlak, begitulah nama kontak yang diberikan oleh Restu.
Bos Tak Ada Akhlak
__ADS_1
Suruh pulang istriku, jangan sampai ada jadwal meeting
Bos Tak ada Akhlak
Awas loe !!! Jangan bawa istriku meeting.
Bos Tak Ada Akhlak
Jangan memandangi wanita itu ! Ingat dia istri orang !
Restu terkikik geli membaca pesan Arion. Restu tak sanggup membaca semua pesan alay sang bos. Ia pun tak berniat membalasnya. Urusan perutnya lebih penting saat ini. Restu tak ingin mengambil resiko kelaparan dengan mengabaikan jam makan siangnya.
Sementara di pomdol pesantren milik Kiyai Izham Khaliq, Arion sedang berbincang-bincang bersama dengan pak Kiyai. Tidak etis rasanya jika Aruon langsung membahas keperluannya mengunjungi pak Kiyai.
"Nak Arion jauh-jauh datang dari ibukota tentu ada tujuan, kan ?" Tanya Kiyai Izham setelah cukup lama mereka berbicara seputar pesantren.
Pucuk dicintai ulampun tiba. Pak Kiyai Izham langsung pada intinya. Sebagai seorang Kiyai yang mumpuni, ia sudah tahu maksud dan tujuan Arion mengunjunginya namun pak Kiyai pun ingin mengenal arion terlebih dahulu.
"Bener pak Kiyai ,,," Arion membenarkan kemudian menceritakan masalahnya, mulai dari awal hingga pernikahan mereka kemarin. Tak ada yang Arion sembunyikan dari pak Kiyai yang kharismatik itu.
Pak Kiyai Izham Khaliq manggut-manggut mendengar penuturan Arion. Kemudian beliau tersenyum lembut dan menenangkan sebelum berbicara.
"Begini nak Arion ,,, bukannya bapak tak setuju jika nak Arion menggunakan mahabbah untuk mendapatkan cinta sang istri, akan tetapi sebaiknya sabar dan tunggu beberapa bulan karena mungkin saja dalam tenggangwaktu itu cinta istri nak Arion akan tumbuh dengan sendirinya. Tapi bapak akan tetap mengajarkan tata cara melakukan mahabbah." Ucap pak Kiyai Izham Khaliq merasa kasihan pada Arion rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk belajar tentang mahabbah.
"Terima kasih pak Kiyai. Aku akan melakukan semua saran pak Kiyai." Balas Arion tulus.
"Beristirahatlah dulu, nanti malam kita belajar.' Titah pak Kiyai Izham Khaliq.
"Randy, tolong antarkan nak Arion ke ruangan khusus. " Lanjut pak Kiyai pada Randy yang ikut duduk bersama mereka.
Tanpa banyak kata, Randy segera berpamitan negitupun dengan Arion dan mengantar Arion ke kamar khusus tamu sesuai perintah pak Kiyai.
🌺🌺🌺🌺
Selamat Siang Readers ,,,
__ADS_1
Tinggalkan jejak yak ,,,