
“Kak, makan siang yuk. “ Arista berdiri dengan anggun di depan meja kerja Aruna.
“Tapi kita makan di kantin aja ya ,,, soalnya pekerjaanku masih banyak. “ Balas Aruna pasrah. Ia ingin menolak ajakan Arista namun ia pun tak ingin mengecewakan gadis itu. Aruna tak ingin terlalu dekat dengan orang-orang di sekitar Arion.
“Gak apa-apa deh, tapi lain kali kakak harus mau aku ajak keluar. Anggap aja kita reunian. “ Arista menggandeng lengan Aruna dengan akrab.
“Kita pakai lift kak Arion. Sekali-kali kita menggunakan fasilitas pria arogan itu.” Arista menarik lengan Aruna lembut saat Aruna menuju eskalator.
Aruna hanya menurut saja kemana pun Arista membawanya. Walaupun dalam hati Aruna dipenuhi tanda tanya berbagai model dan rasa penasaran yang tak kunjung menghilang karena selama ini mereka hanya say Hello saja. Aruna yang memiliki sifat selalu waspada dan berhati-hati membuatnya sedikit sulit mempercayai orang lain.
Keduanya lalu keluar dari lift saat benda berbentuk kotak besi itu berhenti. Karyawan yang juga akan ke kantin melihat kedua gadis cantik itu dengan berbagai jenis tatapan, kecuali gadis manis bermata bulat langsung mendekati mereka.
“Runrun ,,, akhirnya aku menemukanmu. “ Syasya memeluk lengan Aruna yang terbebas karena sebelahnya lagi di gandeng oleh Arista.
“Ck, drama ,,, kemarin juga ketemu.” Aruna mendelik kasar pada sahabatnya itu sedangkan Syasya hanya nyengir kuda tak terpengaruh sedikitpun, baginya sudah terbiasa ekspresi Aruna seperti itu.
“Hai, kenalkan namaku Arista teman kak Aruna semasa di luar negeri. “ Arista memperkenalkan dirinya pada Syasya.
“Hai juga, namaku Tasya, panggil aja Syasya.” Balas Syasya tersenyum ramah.
Ketiganya lalu masuk ke kantin yang disediakan oleh perusahaan. Tak perlu mengocek kantong untuk menyantap makanan di sini karena semua di tanggung oleh perusahaan. Walaupun gratis namun terkadang sebagian karyawan makan di luar jika ingin menikmati menu yang berbeda karena yang disediakan di kantin hanyalah menu standar namun rasanya tetap enak dan memenuhi standar.
Mereka kemudian mengambil makanan yang mereka inginkan. Arista yang bukan tipe gadis manja dan pemilih makanan ikut berbaur dan menikmati makan siangnya. Hidup jauh dari keluarga selama bertahun-tahun membuatnya mandiri dan selalu bersyukur dengan apa yang ada.
“Tadi katanya kalian satu kampus saat di luar negeri ?”
“Bukan hanya satu kampus tapi apartemen kami juga bersebelahan.” Jawab Arista lugas. Seorang Arista memang gampang akrab dengan orang yang baru dikenalnya karena pandai membawa diri.
__ADS_1
“Aku jadi minder deh, kalian berdua lulusan luar, lha aku hanya lulusan dalam negeri.”
“Ck, sekolah dimana aja gak ada bedanya. Tergantung manusianya.” Timpal Aruna tak suka dengan kata-kata sahabatnya.
“Bener tuh kak. Kita gak usah bahas yang itu. Aku hanya ingin tahu kalian berteman sejak kapan ? Secara aku kan pendatang baru.” Ucap Arista memulai tugas yang diberikan oleh sang kakak.
“Sejak awal putih abu-abu. Sempat terpisah dan dipertemukan lagi di perusahaan ini.” Balas Syasya apa adanya.
Arista menganggukkan kepalanya mengerti. Meskipun tak banyak informasi yang ia perlukan namun Arista ingin mengenal orang-orang di sekitar Aruna. Wanita yang entah apa alasannya sehingga kakaknya meninggalkannya. Aruna, Syasya dan Arista kemudian melanjutkan makannya yang sempat tertunda.
“Oh ya Runrun ,,, gimana kabar pangeranmu ? Kapan kamu akan perkenalkan denganku ?” Tanya Syasya dengan wajah polosnya
“Setelah dia kembali ke tanah air. Nenek juga ingin mengenalnya. “ Balas Aruna asal dan terkesan malu-malu. Hatinya benar-benar telah terpaut oleh Kevin.
“Ya iyalah, kalau dia gak kembali gimana caranya mengenalkan kami.” Syasya cemberut mendengar jawaban tak bermutu sahabatnya.
Aruna melirik jam tangannya. Tujuh menit lagi waktu istirahat habis. Ia segera mengajak Arista kembali ke lantai lima. Sedangkan Syasya langsung ngacir setelah berpamitan dan cipika cipiki. Kebiasaan yang tak pernah berubah dari seorang Syasya.
“See you gaezzz, waktunya cari rejeki. “ Syasya setengah berlari menuju ruangannya padahal gak harus seperti itu.
“Kita gunakan lift yang tadi aja, kak. “ Arista lagi-lagi menggandeng lengan Aruna..
Semua karyawan yang keluar dari kantin masih menatap mereka penasaran. Pasalnya tadi pagi mereka melihat dengan jelas Arista turun dari mobil pak direktur dan duduknya di depan pula. Dan kini terlihat akrab dengan sekretaris baru perusahaan.
Mereka langsung masuk ke dalam kotak besi tersebut disusul dengan wanita cantik yang seksi dan kekurangan bahan. Siapa lagi kalau bukan Aletta wanita sombong kekasih direktur. Eh maksudnya mantan karena Arion menganggap hubungan mereka sudah berakhir.
“Ngapain kamu menggunakan lift ini ?” Aletta menatap sinis pada Aruna tanpa memperhatikan siapa yang bersama mereka.
__ADS_1
“Maaf mbak, tadinya aku gak mau tapi tanganku ditarik sama teman ya mau gak mau harus ikut.” Balas Aruna santai, lagipula memang begitu adanya.
“Dasar wanita murahan. Banyak alasan, atau jangan-jangan kamu berusaha merebut hati bosmu ?!” Tuduh Aletta membuat harga diri Aruna tersentil.
Arista sengaja diam mendengarkan pertengahan keduanya. Tepatnya Aletta yang ngerasa, sedangkan Aruna terlihat santai.
“Maaf mbak, direktur perusahaan ini bukanlah tipeku. Dan ah ya satu lagi. Jika memang mbak merasa khawatir dan memiliki pengaruh pada pak direktur maka tolong bilang padanya agar memecatku satu ini juga. Karena sarapan tak ingin satu kantor dengannya hanya saja saya terikat kontrak, jadi hanya beliau yang bisa memecatku. “ Sarkas Aruna dan langsung keluar dari lift karena pintu lift sudah terbuka.
“Kamu terlalu sombong !!” Sinis Arista mengikuti langkah Aruna.
Aletta membeku melihat adik kekasihnya ternyata bersama mereka. Jadi yang di maksud sekretaris itu temannya adalah Arista ? Aletta menghentikan kakinya menyesali kebodohannya yang langsung menuduh sekretaris itu tanpa memperhatikan sekitarnya. Bisa terbuka kedoknya, sebuah alarm keras bagi Aletta.
Aruna segera duduk di kursi kerjanya dan kembali bekerja walaupun hatinya sedang emosi. Sedangkan Arista masuk ke ruangan direktur tanpa mengetuk terlebih dahulu.
“Ck, kebiasaan kamu dek. Untung hanya bersama Restu, coba kalau kakak lagi bercumbu dengan perempuan.”
“Bercumbu ,,, bercumbu, noh wanita sombong kekasih tercinta kakak sedang menuju kesini.” Kesal Arista mendengar kata-kata pedas Aletta satu mereka diliat tadi.
“Kekasih ??!!” Arion membeo dan bersamaan pintu ruangannya terbuka.
Dengan tak tahu malunya Aletta tersenyum manis menghampiri Arion. Padahal beberapa hari yang lalu berteriak -teriak dan mengatakan jika Arion akan menyesal. Sungguh wanita tak punya prinsip.
“Ngapain kamu kesini ? Bukannya kita sudah selesai ?” Sinis Arion menjauhkan badannya dari Aletta.
“Enak aja berakhir dengan mudahnya, kita sudah enam tahun bersama dan aku selalu setia menunggumu. Wanita dekil itu saja tak pernah berusaha mencarimu padahal katanya hanya dia yang akan menjadi cucu menantu seorang Ramdhan Hadiko.” Aletta tersenyum mengejek saat mengucapkan wanita dekil.
Ia mengingat perbuatannya hingga Arion meninggalkan acara yang akan secara resmi mengikat mereka dalam sebuah pertunangan. Dalam cinta semua bisa dihalalkan, bukan ?
__ADS_1
🌺🌺🌺🌺