MAHABBAH CINTA SANG MANTAN

MAHABBAH CINTA SANG MANTAN
Mahabbah Cinta Sang Mantan ~ 90


__ADS_3

Suara kicau burung yang merdu menyambut sang surya mengganggun ruang dengar Aruna. Perlahan wanita cantik itu membuka kelopak matanya. Tanpa banyak drama ia bangunan dan membersihkan diri, sang suami sudah tak ada dikamar tersebut. Sebuah pesan tergeletak dekat ponselnya membuat Aruna tak mencari keberadaan pria yang membuatnya kelelahan setiap ada kesempatan.


Selesai mandi dan berpakaian rapi, Aruna buru-buru keluar kamar lalu sarapan seadanya. Jam sudah menunjukkan pukul 07.10 dan ia memastikan jika dirinya terlambat tiba di kantor. Mau bagaiamana lagi semalam ia harus menunaikan kewajibannya sebagai istri karena pagi-pagi sang suami ada rapat penting, supaya otaknya lebih segar katanya.(Dasar modus 😏😏)


Aruna segera melarikan mobilnya setelah mencari-cari sang kakek untuk berpamitan namun tak menemukannya. Ia tak mencari adik iparnya itu karena Aruna tahu jika Arista pasti bersama dengan Restu.


Jalan raya yang semakin padat membuat Aruna menghela napas panjang. Berangkat ke kantor jam segini memang harus memiliki stok kesabaran yang banyak. Jangan menyalahkan para pengguna jalan yang sedang berjuang untuk sampai ke tempat kerja masing-masing. Jalan raya milik kita bersama karena kita sama-sama membayar pajak.


Dua jam kemudian barulah Aruna tiba di kantor. Para karyawan sudah tenggelam dengan pekerjaan mereka. Aruna berjalan dengan anggun memasuki lobby perusahaan. Di perusahaan PT. Glo_Tech, dia adalah rekanan perusahaan tersebut sehingga tak harus bertanggung jawab pada petinggi perusahaan tersebut.


"Selamat pagi, bu,,, " Sapa karyawan yang bertugas di front office.


"Selamat pagi ,,, " Balas Aruna bingung.


Sejak hari pertama ia berkantor pada perusahaan tersebut baru kali ini karyawan itu menyapanya dengan hormat. Tak ingin larut dalam kebingungan akhirnya Aruna melanjutkan langkahnya menuju lift.


"Hai bu bos ,,, tumben sendiri,,, " Teriak karyawan yang sangat dikenal oleh Aruna.


Siapa lagi kalau bukan sahabatnya si penyedap rasa. Hanya dia seorang yang selalu menyapanya dengan teriakan. Pucuk dicinta ulampun tiba, Aruna menemukan seseorang yang bisa menjelaskan perubahan karyawan padanya. Apalagi yang menyapanya dengan sopan adalah bagian front office yang selama ini menatapnya dengan sinis walaupun tidak secara terang-terangan.


"Ada angin apa kok karyawan yang aku temui tiba-tiba menyapaku dengan sopan ?" Tanya Aruna mengurungkan niatnya memasuki lift.

__ADS_1


Kebiasaan buruk saat bertemu dengan sahabatnya harus menuntaskan rasa penasaran yang mengganggu menurutnya.


"Kamu gak baca grup kantor ?"


Plaaakkkk


"Awwww ,,, sakit geblek." Teriak Syasa tertahan


"Makanya jangan asal kalau ngomong. Aku kan bukan lagi karyawan disini melainkan rekanan perusahaan kalian."


"Nih baca ,,, si bos sudah mengumumkan jika Aruna Melisha adalah istrinya dan harus bersikap sopan sebagaimana bersikap padanya."


Aruna melotot pengumuman yang panjang pada ponsel Syasa. Pantas saja karyawan yang biasa temui tiba-tiba sopan.


Syasa wanita penuh dengan keingintahuan yang tinggi. Ia tak akan puas hanya dengan berita yang disampaikan oleh orang lain. Kebiasaan bagi Syasa untuk bertanya langsung pada yang bersangkutan.


"Ya begitulah, panjang ceritanya." Balas Aruna malas membahas hal yang satu itu.


"Kamu berhutang penjelasan tentang pernikahan kedua. kalian. Sekarang aku harus bekerja sebelum dapat SP dari bos." Ucap Syasa meninggalkan Aruna begitu saja.


Tanpa Aruna ketahui ternyata alasan Syasa meninggalkannya adalah karena dari jauh ia melihat Arion berjalan kearah mereka.

__ADS_1


"Bagus !!! tiba di kantor terlambat dan malah mampir gossip." Suara Arion mengagetkan Aruna yang tengah menatap kesal sahabatnya yang kini telah menghilang.


"Astaga mas, aku kan jadi kaget.".Seru Aruna memegang da**nya.


"Emang tuh, ya ,,, gossip pagi-pagi kayak makan roti isi keju. Gak sarapan pun gak apa-apa yang penting gossip." Ledek Arion sembari menarik tangan Aruna memasuki lift.


"Bukan gossip mas, aku hanya bertanya saman Syasa,,, kok karyawan berubah sopan padaku padahal biasanya kan akun seolah makhluk tak kasat mata bahkan kadang ditatap sinis."


"Sekarang beda, Yang. Kamu sangat berharga dan harus diperlakukan seperti perlakuan yang mas dapatkan." Arion menatap lembut Aruna.


"Jangan menatapku seperti itu, mas masih pagi-pagi dan aku baru tiba." Ucap Aruna yang mengerti arti tatapan sang suami.


"Tapi mas perlu mengisi ulang tenaga, Yang ,,, tadi sudah terkuras habis dalam rapat sedangkan diruangan masih banyak berkas yang harus mas periksa."


Arion menyandarkan kepalanya pada pundak Aruna seolah-olah ia benar-benar kehilangan tenaga. Aruna hanya bisa menarik napas panjang. Sejak beberapa hari ini reaksi tubuh Aruna sangat sensitif kala mereka bersentuhan.


🌺🌺🌺🌺


SELAMAT PAGI READERS


KIRA-KIRA 2 BAB LAGI NIH CERITANYA TAMAT

__ADS_1


AYO DONG KASIH DUKUNGAN TERBAIKNYA.


TUNGGU CERITA TERBARUNYA OTHOR, YA


__ADS_2