MAHABBAH CINTA SANG MANTAN

MAHABBAH CINTA SANG MANTAN
Mahabbah Cinta Sang Mantan ~ 39


__ADS_3

Sebelum jam pulang kantor, Aruna terlebih dahulu meninggalkan lantai lima. Sejak ia mengetahui perbuatan Arion, ia setengah mati menahan diri agar terlihat biasa-biasa saja. Meskipun Aruna tidak mencintai Arion namun rasa kecewanya tak dapat dihilangkan. Disaat ia berusaha sekuat tenaga membuka hati untuk pria itu tapi sebuah kenyataan kembali menghempaskan rasa yang coba ia hadirkan.


Tiga sahabat yang semasa sekolah diberikan julukan APURES yaitu singkatan dari Arion, Putra dan Restu kini sedang berkumpul di kafe milik istri Putra. Untuk menghindarkan Arion dari dugaan buruk Aruna, Restu sengaja menyuruh istri Putra untuk berfoto bersama mereka kemudian menyuruh Rani mengirimkan pada Aruna.


trinnng


081xxxxxxxxx


Hai, Aruna ,,, gabung sama kami yuk (Rani istri Putra)


Aruna mengernyitkan dahinya membaca pesan dari nomor asing, kemudian melihat foto yang dikirimkan. Ia hanya mengenal Rani sekilas saat mereka bertemu pertama kalinya di Ford court bersama dengan Arista. Aruna hanya tersenyum samar menanggapi ajakan Rani apalagi melihat Arion pun berada disana.


^^^me^^^


^^^Maaf mbak, lain kali aja ya.^^^


Setelah membalas pesan Rani, Aruna lalu memindahkan barang-barangnya ke kamar lain. Ia tak bisa berbagi tempat tidur dengan pria yang masih bermasalah dengan masa lalunya. Bukannya Aruna tak mendukung Arion yang notabene adalah suaminya akan tetapi ia merasa tertipu. Arion bahkan terkesan memaksa agar bisa menikah dengannya namun pada kenyataannya pria itu dikelilingi oleh wanita bahkan hingga menghamilinya.

__ADS_1


"Aruna menolak untuk datang." Ucap Rani memperlihatkan ponselnya.


"Gimana cara meyakinkan Aruna jika kehamilan Maretha bukan perbuatanku ,,," Arion memijit kepalanya yang pusing seharian.


Seandainya saja Aruna mendukungnya, sakit kepala Arion pasti tak sejarah sekarang. Namun Aruna tetaplah Aruna yang keras kepala dan memilih diam daripada mempertanyakan kebenaran persoalannya.


"Cari bukti secepatnya sebelum Aruna melakukan sesuatu. Aku yakin dalam tiga hari ini, Aruna pasti masih berpikir." Ucap Putra memberi saran.


"Aku meminta bantuan kalian untuk membuktikan jika aku tidak ada kaitannya dengan kehamilan Maretha." Arion menatap ketiganya secara bergantian dengan penuh harapan.


"Berikan datanya yang jelas." Pinta Putra


"Gini nih, jika pria gak busa menahan na*sunya. Akhirnya susah sendiri kan ?!" Empao Putra tersulut mendengar ucapan Arion.


Selama ini ia tahu jika sahabatnya itu memang hobby ke club dan terkadang berakhir disebuah kamar hotel namun Putra tak pernah menyangka jika sahabatnya itu bermain dengansembarangan wanita.


"Kalau tentang data diri seorang Maretha, biarlah menjadi urusanku, sekarang yang harus kita lakukan adalah mencegah Aruna mewujudkan kata-katanya siang tadi." Ucap Restu khawatir.

__ADS_1


Restu tak ingin pernikahan sahabatnya yang masih seumur jagung berakhir dengan mengenaskan. Restu lalu menceritakan pembicaraannya dengan Aruna siang tadi. Wajah Arion semakin keruh mendengarnya.


"Aku benar-benar menyesal." Gumam Arion pelan namun masih terdengar oleh para sahabatnya.


"Gak usah menyesal, semua sudah terjadi." Rutuk Restu sinis.


Akhirnya mereka berempat menyusun rencana dan membagi tugas agar Aruna tidak menuntut cerai dan membuktikan keyakinan Arion. Pria bermasalah itu sedikit merasa lega karena ternyata para sahabatnya mendukungnya. Support dari mereka mengembalikan kepercayaan dirinya. Arion sangat bersyukur memiliki Restu dan Putra sebagai sahabatnya.


Malam semakin larut, ketiganya kemudian bersiap meninggalkan tempat tersebut. Walaupun ragu untuk pulang namun Arion tetap melarikan mobilnya menuju rumah. Tidak mungkin jika ia pulang ke rumah kakek Ramdhan karena pasti pertanyaan sang kakek pajang kali lebar.


Perlahan Arion memarkir mobilnya kemudian melangkah masuk ke dalam rumah.2 Suasana sunyi menyambut kedatangan Arion. Sejenak melirik jam tangannya menunjukkan pukul 22.30. Arion lalu mendorong pelan pintu kamarnya yang gelap gulita. Ia kemudian menyatakan lampu dan sangat kaget tak menemukan Aruna yang tertidur pukas di kasurnya seperti biasa.


Arion terduduk lemas di tempat tidur, airmatanya menetes tanpa ia sadari tak menemukan Aruna di kamar tidurnya.


🌺🌺🌺🌺


SELAMAT MALAM READERS .,,,

__ADS_1


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA


__ADS_2