
Mulai pagi hingga jam istirahat sebagian besar karyawan hanya membahas hubungan sang direktur dan Aruna yang sebagian orang hanya mengetahui jika Aruna adalah partner kerja perusahaan asing yang sementara berkantor di perusahaan PT. Glo_Tech.
Lisa yang ikut menyaksikan perlakuan mesra Arion pada Aruna merasa jengah dengan keduanya. Hati Lisa bagai terbakar api melihat betapa mudahnya Aruna mendapatkan perhatian Arion. Seorang mantan istri tak seharusnya menerima perlakuan mesra mantan suaminya, kan ? Mereka bukan pasangan halal.
Sesuai dengan permintaan Arion maka setelah semua pekerjaaan Aruna selesai, ia bergegas ke ruangan Arion dan bertemu dengan Lisa. Walaupun Aruna tak seharusnya meminta ijin untuk bertemu dengan suaminya namun ia tetap melakukannya untuk menghargai Lisa sebagai sekretaris suaminya itu.
"Maaf mbak, pak Arionnya ada ? " Tanya Aruna tersenyum ramah.
Aruna tak ingin berselisih paham dengan Lisa, bagaimanapun Lisa tak menyukainya namun gadis itu tetaplah sekretaris Arion yang memiliki peran penting pada perusahaan selama ini.
"Bos sedang sibuk, gak boleh diganggu oleh siapapun termasuk mantan istrinya." Ketus Lisa tertawa meremehkan.
Sebaliknya Aruna tersenyum lebar mendengar kata-kata Lisa. Aruna hanya menggeleng-gekengkan kepalanya kemudian melanjutkan langkahnya menuju pintu ruangan Arion.
"Astaga dasar wanita gatal, kamu gak ngerti bahasa manusia, ya ?!!" Sarkas Lisa berteriak.
Aruna menghentikan langkahnya dan memutar badannya menghadap pada Lisa. Aruna ingin melihat dengan jelas wajah gadis itu sebelum masuk ke ruangan Arion.
"Aku wanita gatal ?! Apa kamu tahu siapasajamu itu dan siapa aku ?!" Aruna bertanya dengan wajah angkuhnya.
Seumur hidupnya baru kali ini ia memperlihatkan wajah angkuhnya pada seorang gadis. Selama ini Aruna selalu bersikap sopan jika berbicara pada sejenisnya namun kali ini sepertinya hal itu tak berlaku lagi. Ia bosan selalu mengalah.
"Tentu saja, bahkan seluruh karyawan tahu siapa kamu yang hanya seorang mantan istri yang masih mengharapkan mantan suaminya. " Sarkas Lisa melupakan kedudukannya yang hanya seorang sekretaris.
"Oh ya ?! Gimana kalau ternyata kami masih berstatus sebagai suami istri. Apa kamu tidak takut untuk di pecat ?"
"Jangan harap, bos kami bukan pria murahan yang akan memungut apa yang sudah ia buang." Balas Lisa tersenyum mengejek.
__ADS_1
Sejak tadi Lisa menyadari kehadiran Arion, namun ia berpura-pura tidak tahu dan terus saja memancing kemarahan Aruna. Ia ingin mempermalukan Aruna yang dianggapnya sebagai wanita yang masih mengharapkan Arion yang sudah menceraikannya. Lisa benar-benar salah kali ini, ia tak tahu jika Arunalah yang menceraikan Arion.
"Jangan lupakan satu hal nona Lisa, kedudukanku di perusahaan ini sama dengan kedudukan bosmu. Aku juga memiliki saham pada perusahaan ini dan bosmu itu tidak akan berkata dia kali jika aku menginginkan kamu angkat kaki dari perusahaan Glo_Tech." Aruna sangat marah mendengar ucapan Lisa yang terlalu merendahkannya.
Lisa tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Aruna yang terlalu mengada-ada menurutnya. Tidak tahu saja Lisa jika ia sedang menggali kuburannya sendiri.
"Jangan mimpi disiang bolong, nona eh salah,,, anda kan mantan istri, ya jadi gak pantas di panggil nona." Senyum mengejek kembali menghiasi wajah Lisa.
"Siapa yang kamu bilang mimpi disiang bolong ? Dan siapa yang mantan istri ? Berani-beraninya kamu menghina istriku !!" Arion tak bisa lagi menahan diri mendengar penghinaan Lisa yang sangat melewati batas.
"A ,,, apa ?? I ,,, istri ??" Lisa tergagap dengan wajah pucat mendengar pengakuan Arion.
Rupanya semua yang dikatakan oleh para senior pada perusahaan PT. Glo_Tech adalah benar. Bahwa bos mereka sangat mencintai mantan istrinya sehingga rela menunggu hingga sangat mantan istri kembali padanya.
"Bereskan semua barang-barangmu dan pergi dari sini sebelum dia menit berlalu." Lanjut Arion memeluk Aruna dengan perasaan bersalah.
Semua sudah terjadi dan karir Lisa sebagai sekretaris berakhir sebelum keinginannya tercapai. Harapan satu-satunya kini hanya pada ayahnya seorang. Lisa masih ingin berjuang untuk mendapatkan Arion. Lisa memilih untuk tidak mempercayai kata-kata Arion.
"Gak apa-apa mas, tapi mulai sekarang aku gak mau siapapun yang berhubungan dengan gadis itu berada di kantor ini." Tegas Aruna.
"Baiklah Yang, semua keinginamu akan terjadi. Nanti Restu yang mengurus semuanya."
"Mas menyruhku kesini mau ngapain ?" Tanya Aruna melerai pelukan Arion.
"Temani mas bekerja." Jawab Arion menarik lembut tangan Aruna agar duduk disisinya.
Cup
__ADS_1
"Untuk sementara mas hanya butuh vitamin B (bibir) darimu. Kalau vitamin melalui injeksi nanti malam aja." Ucapan Arion membuat Aruna salah tingkah.
Jantung Aruna berdetak kencang mendengar kata-kata ambigu yang dilontarkan boleh Arion. Tanpa sadar Aruna memegang d***nya seolahntkutnjika jantungnya melompat dan meninggalkan tempatnya.
Rasa yang dulu pernah ada kini tiba-tiba muncul kembali tanpa bisa dikendalikan. Kali ini rasa itu sedikit berbeda karena volume detak jantungnya lebih besar dan lebih cepat. Aruna gelisah dengan keadaan jantungnya.
"Ada apa dengan d***mu, Yang ,,, boleh mas lihat ?" Arion mendekatkan wajahnya dengan sukarela.
Braaakkkk
Posisi Arion sangat tidak menguntungkan membuat Restu salah paham dan berteriak histeris seolah anak ABG yang ternoda matanya.
"Astaga ,,, astaga ,,, apa yang kalian lakukan ? mataku jadi ternoda, kalau begini aku harus cepat pulang menemui Arista." Teriak Restu heboh.
"Dasar pria cabul !! Kami ngakak melakukan apa-apa. Bilang kalau butuh wadah injeksi." Cibir Arion melotot btajam pada adik iparnya itu.
"Nah, tu tau. Biar kakek gak nanya-nanya melulu tentang kehadiran cicitnya yang belum ada kabar." Balas Restu apa adanya.
"Selesaikan dukun urusan Lisa dan ayahnya, setelah itu kamu boleh pulang dan berusaha maksimal agar cicit kakek segera nongol kedua ini." Ucap Arion santai.
Tak ingin membuat Restu bingung sendiri. Arion kemudian menceritakan kronologis kejadiannya hingga ia mengusir Lisa.
"Ok. Serahkan semuanya padaku." Ucap Restu geram.
Restu yang tahu segala kesulitan yang dihadapi oleh Arion pada awal Aruna menceraikannya tak terima penghinaan yang dilakukan oleh Lisa. Ia tak ingin ada kesalahpahaman lagi sehingga memisahkan kedua sejoli itu. Yang bakalan susah dan stress adalah dirinya juga. Yang berakibat tak bisa memiliki anak. Dan itu tidak boleh terjadi lagi. Waktunya kini Restu memikirkan kehidupan rumah tangganya.
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
SELAMAT PAGI READERS
TERIMA KASIH ATAS DUKUNGANYA