MAHABBAH CINTA SANG MANTAN

MAHABBAH CINTA SANG MANTAN
Mahabbah Cinta Sang Mantan ~ 44


__ADS_3

Selesai mandi dan merasa segar kembali, Arion keluar kamar dan langsung mencari keberadaan sang istri. Pipinya masih terasa perih namun tak diperdulikan oleh Arion. Ia salah menuruti rencana Putra. Ingatkan ia untuk membuat perhitungan pada Putra, sahabat gak ada akhlak.


"Ibu kemana, bi ?"


"Tadi bibi liat beliau keluar, pak. Dengan menggunakan mobil." Balas sang bibi apa adanya.


Seketika Arion membalikkan badannya ke arah kamar yang beberapa hari ini ditempati oleh Aruna. Ada perasaan yang sulit ia jabarkan dengan kata-kata. Rasa kosong tiba-tiba menyeruak dari dalam hatinya mendengar Aruna keluar dengan menggunakan mobil.


Arion tak tinggal diam melihat isi lemari Aruna kosong melompong. Kali ini ia tak akan tinggal diam. Arion segera keluar dan mengambil kunci mobilnya kemudian menyalakan GPS yang menghubungkan dengan ponsel Aruna.


"Kamu gak akan kemana-mana, sayang ,,, tempatmu pulang hanya padaku." Gumam Arion melarikan mobilnya mengikuti arah yang ditampilkan oleh GPS.


Beruntung Arion bertindak cepat dengan menyadap ponsel gadis itu saat mengetahui jika Aruna akan menuntut cerai. Arion terus melajukan mobilnya hingga berakhir di rumah dimana Arion mengucapkan ijab qabul atas nama Aruna.


"Eh, nak Arion. Kok kalian datangnya beda mobil ?" Tanya nenek Sarah menyambut cucu menantunya.


"Aku masih mandi saat Aruna berangkat, nek ,,," Jawab Arion apa adanya.


Aruna memang meninggalkan rumah saat Arion mandi. Pria itu diam-diam mengucap syukur dalam hati karena Aruna belum mengatakan apapun pada sang nenek. Arion masih memiliki kesempatan untuk berdamai dengan istri gadisnya.


"Ayo masuk, nak. Ini rumah kamu juga."


"Aruna mana, nek ?"


"Begitu datang langsung masuk kamar. " Balas nenek Sarah apa adanya.

__ADS_1


"Aku ke kamar dulu, nek." Pamit Arion


"Selesaikan masalah kalian dengan kepala dingin." Ucap nenek Sarah sebelum Arion melangkah.


Nenek Sarah sangat mengenal kebiasaan Aruna yang akan langsung masuk ke dalam kamar jika sedang marah atau memiliki masalah. Aruna selalu menenangkan diri dalam kamar hingga suasana hatinya kembali normal. Pun kali ini nenek Sarah tahu jika cucunya itu sedang ada masalah.


Jika dulu Aruna seperti itu maka nenek Sarah menunggu hingga Aruna keluar kamar dan bercerita tentang apa saja yang merusak suasana hatinya. Namun kini cucunya sudah memiliki suami, biarkan mereka saling melengkapi ataupun menyelesaikan masalah mereka.


Tok


Tok


Tok


"Masuk aja, nek.


"Yang, tolong ,,, jangan seperti ini. Hentikan keinginanmu untuk berpisah. Kita ditakdirkan untuk bersama, suka atau tidak tapi itulah kenyataan yang harus kamu terima. Aku mengaku sudah dengan semua masa laluku tapi mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi." Ucap Arion lembut.


"Jika seandainya akupun sudah bukan gadis lagi, apa kamu mau menerimaku dan masa laluku ?" Aruna melupakan jika yang membuatnya kesal hingga ke rumah sang nenek adalah Arion sudah mengambil kesuciannya.


Aruna sengaja membalikkan kata-kata Arion. Sesaat pria itu menghembuskan napasnya berpikir sangat susah untuk memberikan pengertian oalah gadis di depannya. Kata-katanya sangat menjebak dan membuat Arion serba salah. Namun tersenyum tipis karena Aruna tak lagi menyinggung kejadian siang tadi di dalam kamar Arion.


Sebagai pria, tentunya Arion menginginkan seorang istri yang menjaga kesuciannya hingga pernikahannya. Dalam hati Arion sedikitpun tidak meragukan kesucian Aruna. Akan tetapi bagaimana jika kata seandainya adalah kenyataan ? Aruna hidup di luar negeri kurang lebih enam tahun, bukan suatu hal yang mustahil jika wanita itu melakukan s*k* bebas.


"Maksudnya apa ?" Tanya Arion ragu.

__ADS_1


Sangat jelas terdengar keraguannya sehingga membuat Aruna tersenyum kecut. Ternyata pria yang berstatus sebagai suaminya itu meragukannya.


'Ahh ,,, sudahlah, itu lebih baik.' Batin Aruna masih dengan senyum kecutnya.


"Kita harus bicarakan sama nenek tentang perceraian kita."


"Sudah aku tegaskan, TAK ADA KATA PERPISAHAN DALAM PERNIKAHAN INI. " Arion menekan setiap kata agar Aruna menghentikan ide gilanya.


"Jadi apa maumu ?!"


"Kita mulai dari awal, jika perlu aku akan mengulang ijab qabulku saat ini juga."


Aruna terdiam tak bereaksi. Arion kembali melanjutkan kata-katanya mencoba menyentuh hati terdapat Aruna. Ia tahu jika Aruna sangat menyayangi sang nenek melebihi apapun di dunia ini.


"Pikirkan kesehatan nenek, jangan berikan beban pikiran padanya. Di usianya sekarang, beliau tak boleh lagi berpikir yang berat-berat, waktunya beliau untuk hidup dengan tenang dan bahagia. Maafkan semua salahku di masa lalu. "


Perlahan Arion mendekati Aruna yang sedang tertunduk. Arion mengusap lembut pundak Aruna.


" Jangan menyentuhku."


"Baik tapi jangan meminta berpisah dariku. Dan selesaikan urusanmu dengan kekasihmu itu."


Aruna tak menanggapi kata-kata Arion. Karena sesungguhnya bagi Aruna ceritanya bersama Kevin telah berakhir saat pria itu mengakuinya sebagai teman di depan kekasihnya


🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


SELAMAT MALAM


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA


__ADS_2