MAHABBAH CINTA SANG MANTAN

MAHABBAH CINTA SANG MANTAN
Mahabbah Cinta Sang Mantan ~ 40


__ADS_3

Arion hanya bisa merenungi nasibnya di tengah malam. Ingin menelepon nenek Sarah untuk menanyakan keberadaan Aruna namun itu tak mungkin ia lakukan, nenek mertuanya itu pasti sedang beristirahat dan tak mungkin pula ia berkata jujur jika sang nenek bertanya. Para ART di rumahnya pun sudah pada istirahat.


Tanpa mengganti baju yang seharian ia pakai, akhirnya Arion tertidur. Lelah lahir batin menghadapi prolematika kehidupannya yang seolah tak ada habisnya. Hingga nyanyian burung yang merdu menyambut datangnya sang mentari pagi membuatnya tersadar. Arion menyambut pagi tak seceria seperti pagi kemarin. Tak ada senyum kala menatap wajah cantik sang istri atau aksi mencuri pelukan yang selalu ia lakukan.


Dengan malas Arion ke kamar mandi membersihkan diri dan berpakaian rapi khas kantoran. Sementara Aruna sedang menikmati sarapannya dengan tenang sebelum ke kantor. Aruna tak ingin ambil pusing dengan masalah Arion. Dan tak berharap banyak pada Arion.


Triiinng


Sebuah pesan dari aplikasi berlogo hijau masuk ke ponsel Aruna. Membaca nama kontak pada layar membuatnya menarik napas panjang. Ternyata keputusannya untuk tak ikut campur dengan masalah Arion sangat tepat karena masalahnya dengan Kevin pun ternyata belum selesai. Yah, yang mengirim pesan adalah Kevin sang mantan pacar baginya. Aruna meletakkan ponselnya begitu saja saat melihat Arion bermakna ke arah dapur.

__ADS_1


Keluar dari kamar, Arion bermaksud meminta kopi pada bu Suti namun niatnya ia urungkan manakala melihat wanita membuatnya resah semalaman kini yang sedang sibuk dengan ponselnya.


"Terima kasih, Yang ,,, ternyata kamu masih disini. Aku mohon jangan pernah tinggalkan aku." Lirih Arion seraya memeluk Aruna.


Arion tak peduli dengan penolakan Aruna kali ini. Pelukannya semakin erat. Seandainya tak ada pertemuan penting dengan Wijaya Group, Arion pasti akan meminta dengan paksa haknya agar wanita itu tetap berada di sampingnya. Pikiran Arion tak lagi berfungsi.


"Menjauh dariku !!" Bentak Aruna seraya mendorong tubuh Arion.


"Satu jam kedepan mungkin kita masih suami istri tapi entah jam berikutnya." Balas Aruna dengan tatapan sinis.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, Arion langsung membungkam bibir Aruna yang selalu mengucapkan kata-kata yang Arion tak suka. Tubuh Aruna menegang mendapat serangan tiba-tiba dari pria itu. Kevin belum pernah menciumnya di bibir. Lagi-lagi Aruna mendorong tubuh Arion agar melepaskan tautan bibir mereka. Bi Suti tersenyum bahagia melihat majikannya berciuman dengan mesra.


"Kenapa, Yang ? Mencium istri sendiri bukan suatu aib."


"Tapi aku tak sudi di sentuh oleh pria yang menghamili anak orang." Balas Qruna tajam.


Arion menatap Aruna dengan sendu mendengar kata-kata yang diucapkan oleh wanita yang bertahan dihatinya. Arion hanya bisa diam untuk sementara agar Aruna menahan ucapannya yang terlalu jelas ketidakpercayaannya. Harapan Arion hanya pada kedua sahabatnya.


Arion kemudian duduk di depan Aruna dan ikut menikmati sarapan paginya. Walaupun Aruna menatapnya dengan sinis namun Arion berusaha untuk tak amibil pusing. Arion menunggu bukti yang dikumpulkan oleh Putra dan Restu yang akan meringankan sedikit kemarahan Aruna.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan, Aruna diikuti oleh Arion keluar rumah menuju mobil masing-masing. Perlahan Aruna menginjak gasnya keluar dari pekarangan menuju jalan raya. Mobil pasangan suami istri itu beriringan menuju kantor.


🌺🌺🌺


__ADS_2