MAHABBAH CINTA SANG MANTAN

MAHABBAH CINTA SANG MANTAN
Mahabbah Cinta Sang Mantan ~ 52


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu oleh pasangan Alisha dan Restu pun akhirnya tiba. Restu mengucap ijab qabul dengan tenang dan hanya sekali napas. Wajah Alisha terlihat semakin berseri-seri dengan senyum bahagia membingkai wajahnya.


"Bahagia banget ,,, selamat ya dek, semoga bahagia dan dikaruniai anak yang lucu-lucu." Ucap Aruna tulus.


"Aku deg-degan, kak ,,, gimana sih rasanya bermalam pertama ,,," Alisha sengaja memancing Aruna karena ia tahu jika mereka belum pernah melakukannya.


Dasar Arion sudah kehilangan akal sehingga masalah pribadi pun ia ceritakan pada adiknya.


"Mana aku tahu, dek ,,, tanyakan pada kakakmu, toh dia sudah bermalam pertama dengan wanita ba**rannya." Balas Aruna santai.


Arista tak dapat berkata apa-apa lagi mendengar ucapan kakak iparnya. Rupanya inilah titik permasalahan pasangan tersebut. Masa lalu yang tak mungkin bisa diubah.


"Tidak bisakah kakak berdamai dengan masa lalu kak Arion ? Lupakan kehidupan kelam kak Arion dan hiduplah dengan bahagia." Dihari bahagianya pun Arista masih berusaha membujuk Aruna.


"Sudahlah dek ,,, lain kali kita bahas lagi, ya. Sekarang saatnya kamu menyambut hari bersejarah dalam hidupmu." Aruna tak ingin membahas lebih jauh lagi masalah rumah tangganya.


Selama ini ia sudah berusaha menerima segala kekurangan Arion, hanya saja pengendalian diri Aruna terlalu bagus sehingga Arion belum menyadari perubahannya.


Didampingi oleh Aruna, kini Arista berjalan dengan anggun keluar dari kamar dan menuju kearah Restu dan Arion menunggu. Jika Restu menatap Arista dengan bahagia karena sudah resmi mempersunting gadis pujaannya maka Arion menatap Aruna dengan tatapan penuh cinta. Aruna terlihat mempesona dengan berbalut kebaya berwarna lilac.


"Yang, lain kali jangan memakai kebaya press body gini, ya ?" Bisik Arion merangkul posessif pinggang Aruna.


Karyawan yang melihat perlakuan mesra Arion pada sekretarisnya itu sontak menjadi buah bibir bahkan ada yang dengan berani mengabadikannya dan mengirim ke grup khusus karyawan.


"Awas tangannya, pak ,,, banyak karyawan disini." Balas Aruna pelan seraya mencoba melepas tangan Arion yang menempel pada pinggangnya.


"Stttt, diam ,,, kakek dan nenek memperhatikan kita." Ucap Arion tersenyum miring. Ia harus berterima kasih pada kedua orang tua tersebut yang kebetulan menatap kearahnya.


Aruna hanya bisa diam dan pasrah. Ia tak ingin membuat neneknya kecewa, sudah cukup kekecewaan wanita tua itu padanya karena hingga kini ia belum juga memberikan cicit untuk neneknya.


Kemana pun Aruna melangkah, Arion selalu mengikutinya dengan tangan selalu menggandengnya, sementara para karyawan semakin heboh melihat tingkah direktur mereka yang tak biasa. Apalagi dengan gadis yang mereka kenal sebagai sekretaris perusahaan.

__ADS_1


"Tanganmu gak capek, melak meluk Aruna, melulu ?" Ucap Putra yangbturut hadir bersama Rani, istrinya.


"Ngapain capek meluk istri sendiri ,,, gak ada yang keberatan, kan ?" Balas arion sengaja membesarkan suaranya karena tahu jika beberapa karyawannya berada tepat di belakangnya.


"Serah deh, aku dan Rani pesan ponakan cewek, ya ,,, buat si Raka kalau sudah besar." Ucap Putra terkekeh.


"Iya tuh kak, aku setuju ,,,," Seru Rani antusias.


"Untuk kalian apa sih yang enggak, ya kan, Yang ?" Arion membalas ucapan Rani dengan senyuman manis dan tatapan penuh cinta pada Aruna.


Tak ingin mempermalukan sang suami di depan orang banyak, akhirnya Aruna hanya tersenyum menahan malu mendengar kata-kata pria itu. Melihat hal itu membuat Arion bersorak gembira dalam hati, awal yang baik untuk kehidupan rumah tangganya kedepan.


"Sejak kapan mereka menikah ?" Terdengar seseorang berbicara pada yang lainnya.


Aruna mendengar ucapan yang ia yakini sebagai karyawan suaminya. Ia meremas ujung kebayanya gelisah. Bagaimana ia harus bersikap saat berada di kantor ? Aruna menyesali tak pernah menginginkan pernikahannya diekspose, kalau sudah begini ia harus bagaimana ?


"Jangan khawatirkan mereka, Yang." Bisik Arion seolah tahu kegelisahan sang istri.


"Thanks, Yang ,,," Balas Arion mencium punggung tangan Aruna.


"Mas !! Hentikan !! Kita jadi pusat perhatian para karyawan." Bisik Aruna dengan wajah bagaikan kepiting rebus.


"Daripada Aruna salah tingkah karena kelakuanmu, mending kami duduk disana." Rani menarik lembut tangan Aruna agar terlepas dari rangkulan Arion.


Kedua wanita cantik itu berjalan bersisian, Aruna mengabaikan beberapa karyawan yang membicarakan hubungannya dengan Arion. Ia menyadari jika karyawan tersebut tak bisa disalahkan karena mereka memang tak tahu pernikahannya.


Setelah keduanya duduk, Rina memanfaatkan kesempatan untuk membuka hati dan pikiran Aruna. Sahabat-sahabat Arion mengetahui kisah pahit pasangan tersebut. Aruna hanya sesekali menanggapinya dengan senyuman. Semua yang dikatakan oleh Rina adalah benar adanya dan Aruna sudah berusaha melakukan semua itu.


Tiba-tiba saja kakek Ramdhan mengambil mic kemudian memanggil Aruna dan Arion. Karyawan dan beberapa orang penting pada perusahaan PT. Glo_Tech memperlihatkan wajah penasarannya. Arionpun menghampiri Aruna lalu menggandengnya menghampiri sang kakek.


"Kenapa kakek memanggil kita ?" Bisik Aruna pelan.

__ADS_1


"Entahlah, Yang. Mas juga gak tahu." Balas Arion apa adanya.


Sesungguhnya iapun kaget pada kakek Ramdhan yang memanggilnya bersama Aruna.


"Mungkin banyak diantara para tamu yang mempertanyakan hubungan cucuku dengan sekretarisnya. Dan hari ini aku akan menjawab semua rasa penasaran kalian, setelahnya aku tak ingin lagi mendengar cerita yang tidak benar tentang mereka." Kakek Ramdan menjeda ucapannya dan melihat satu per satu karyawan perusahaan.


"Mereka sudah menikah empat bulan yang lalu dan atas permintaan cucu menantuku agar pernikahannya jangan di publikasikan maka baru detik ini aku mengumumkannya." Lanjut sang kakek dengan kharismanya yang masih melekat kuat sebagai seorang pengusaha sukses pada masanya.


Para hadirin bertepuk tangan mendengar ucapan sang kakek. Entah siapa yang memulai para petinggi perusahaan dan karyawan yang hadir berdiri dan satu persatu memberikan ucapan selamat pada keduanya.


"Woooooiiii ,,, aku yang baru saja menikah ! Kenapa pengantin lama yang disalamin !!" Teriakan Restu sontak membuat suasana jadi ramai.


Putra dan Rani pun memberikan ucapan selamat pada kedua pengantin lama itu kemudian beralih pada pasangan baru yang barus saja protes.


"Tinggal selangkah lagi maka semua kemelut rumah tanggamu akan berakhir. Aruna kelihatannya sudah menerimamu. Tapi jangan terburu-buru." Bisik Putra sebelum berlalu.


Arion hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Nasehat sahabatnya itu patut ia coba.


'Sepertinya Aruna memang mulai membuka hatinya.' Batin Arion menatap hangat penuh cinta pada sang istri yang hingga saat ini belum pernah ia sentuh.


Arion mempererat pelukannya pada bagian perut Aruna sehingga gadis itu merasa geli dan merinding.


"Kamu kenapa, Yang ? Kok kayak gelisah gitu ?"


"Tanganmu bikin aku geli, mas." Jawaban Aruna membuat Arion terkekeh.


"Ini baru awal, Yang." Ucap Arion tersenyum miring.


🌺🌺🌺🌺


SELAMAT SORE READERS

__ADS_1


TERIMA KASIH ATAS DUKUNGANNYA


__ADS_2