MAHABBAH CINTA SANG MANTAN

MAHABBAH CINTA SANG MANTAN
Mahabbah Cinta Sang Mantan ~ 59


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu sejak Aruna memutuskan untuk berpisah dengan Arion. Ia sedang bersiap-siap untuk meninggalkan tanah air. Aruna sengaja menunda keberangkatannya karena yakin jika Arion pasti mengerahkan anak buahnya untuk mengawasi bandara. Selain itu Aruna pun mempertimbangkan keberadaan Putra sebagai sahabat Arion yang akan ikut membantunya.


Mengenai perceraiannya, biarlah sang nenek yang mengurusnya. Aruna juga tak berani mengunjungi sang nenek, ia menghindari jika sewaktu-waktu Arion tiba-tiba mengunjungi nenek Sarah, sehingga mereka hanya berhubungan lewat telepon.


"Semoga perjalananku lancar." Gumam Aruna tersenyum.


Ia kembali mematut dirinya di depan cermin sebelum kemudian keluar sambil menyeret kopernya yang lumayan besar. Sekali lagi Aruna memeriksa dokumen penting lainnya takut jika salah satu dokumen perjalanannya tertinggal. Dengan langkah pasti, Aruna keluar dari penginapan tempat persembunyiannya selama ini setelah terlebih dahulu menyelesaikan tagihannya.


"Sesuai titik ya, pak ,,," Ucap Aruna setelah duduk di kursi belakang.


Pak sopir lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju bandara. Aruna memilih untuk kembali ke negara tempatnya menyelesaikan pendidikannya. Ia sudah menguasai dan mengerti tata kehidupan disana. Aruna bertekad memulai hidup barunya di Britania Raya.


Tak terasa taksi online akhirnya memasuki area bandara internasional. Aruna segera turun dan menarik kopernya setelah membayar biaya sesuai aplikasi. Aruna segera menyelesaikan urusan perjalanannya kemudian duduk menunggu penerbangan.


Diwaktu yang sama namun berbeda tempat, Arion semakin frustasi kehilangan jejak Aruna, apalagi surat panggilan dari pengadilan sudah ia terima.

__ADS_1


"Jangan terlalu dipikir, kak ,,, jalani aja semuanya." Ucap Arista santai.


"Aku gak nyangka akan berakhir seperti ini." Gumam Arion pelan namun terdengar oleh telinga Arista.


"Emang kejadiannya kayak gimana, sih kak ?!"


Arion menarik napas panjang dengan tatapan kosong . Ia sebenarnya tak ingin mengingatkan kejadian memalukan itu. Masa lalu yang manis yang mereka lewati bersama tiba-tiba membangkitkan kembali kenangan yang Arion lupakan selama ini. Hingga terjadilah adegan yang disaksikan oleh Aruna.


Flashback on


"Aku merindukanmu, honey ,,," Suara manja Thalita membangkitkan sesuatu yang selama ini belum ia dapatkan dari Aruna.


Flashback off


Arion menggeleng-gelengkan kepalanya dan menarik napas panjang. Ia tak kuasa menceritakan kejadian itu pada Arista.

__ADS_1


"Aku yang salah, dek." Balas Arion tak berniat menjawab pertanyaan sang adik.


"Kalau kakak sudah menyadarinya maka terima aja semua. Jangan mempersulit kak Aruna. Dia berhak untuk bahagia." Ucap Arista memberi pengertian pada sang kakak yang terlihat galau.


"Tapi aku mencintai dan menyayangi Aruna. Aku gak siap untuk kehilangan dia."


"Tapi kakak sudah melukai kepercayaan kak Aruna yang susah payah ia bangun hanya untuk kakak." Arista menatap Arion dengan datar.


Arista tahu bagaimana perjuangan Aruna hingga pada akhirnya memutuskan untuk menerima pernikahan mereka namun kala Aruna sudah mulai menyerahkan hatinya pada sang suami, semua berakhir dengan percuma. Takdir mereka memang harus berpisah.


Benar kata orang-orang tua dahulu bahwa wanita baik ditakdirkan untuk pria yang baik pula, begitupun sebaliknya. Aruna wanita baik-baik dan sangat menjaga diri dari pergaulan bebas walaupun hidup di dunia belahan barat. Sedangkan Arion meskipun hidup di negeri sendiri yang menjunjung tinggi adat ketimuran namun rupanya itu belumlah cukup. Arion justru lebih liar. Rupanya semua itu tergantung pribadi masing-masing.


🌺🌺🌺🌺🌺


MAAF YA READERS SETIAKU ,,,

__ADS_1


UP_NYA DIKIT PAKE BANGET


NGANTER ANAK BERTANDING


__ADS_2