MAHABBAH CINTA SANG MANTAN

MAHABBAH CINTA SANG MANTAN
Mahabbah Cinta Sang Mantan ~ 65


__ADS_3

Lisa berusaha menguping pembicaraan direktur dan asistennya serta gadis cantik yang merupakan tamu perusahaan. Walaupun telinga Lisa tak mendengar apapun karena ruangan direktur memang kerap suara namun Lisa tak mengenal putus asa, ia menempelkan telinganya pada daun pintu.


'Aku yakin gadis itu bukan hanya sekedar tamu perusahaan, pasti ada sesuatu yang mereka sembunyikan.' Batin Lisa masih berusaha mendengarkan pembicaraan mereka.


Saking seriusnya Lisa menguping hingga tak sadar jika Restu membukakan pintu untuk Aruna. Tubuh Lisa terhuyung hingga terjatuh persis di depan kaki Aruna karena Restu dengan sigap menghindari tubuh Lisa.


"Ada apa mbak ?! Jika penasaran dengan sesuatu, jangan biasakan nguping ,,," Sinis Aruna.


"Oh ya pak Restu, tolong ajarkan sopan santun pada sekretaris bos anda karena perusahaan ini bukan hanya milik direktur anda seorang." Lanjut dengan suara sedikit keras agar Arion menyadari jika Aruna tahu akan haknya juga sebagai pemilik perusahaan PT. Glo_Tech.


Wajah Lisa pucat pasi mendengar nada bicara Aruna yang terdengar sangat sinis. Sementara Arion seolah masih berada di dunia lain dan tersadar ketika Aruna menyinggung pemilik lain perusahaan PT. Glo_Tech. Restu pun demikian halnya, ia tersentak mendengar kata-kata Aruna, selama ini ia tak pernah mendengar soal kepemilikan perusahaan sebelumnya.


Aruna mempercepat langkahnya meninggalkan ruangan Arion. Ia sama sekali tak ingin jika Restu ataupun Lisa mengantarnya sampai ke lobby. Aruna pun menggunakan eskalator ke lantai empat dan selanjutnya menggunakan lift karyawan. Jam istirahat masih cukup lama sehingga ia bisa dengan tenang menggunakan lift karyawan tersebut.


"Jangan mencampuri yang bukan urusanmu jika kamu masih ingin bekerja pada perusahaan ini !!" Sarkas Restu sambil menatap tajam pada Lisa yang masih terlihat pucat.


"Maafkan saya, pak." Balas Lisa pelan tak berani mengangkat wajahnya.

__ADS_1


Restu benar-benar tak dapat menahan amarahnya melihat kelakuan Lisa. Bukan sekali ini saja ia memergoki Lisa yang terlalu ingin campur urusan atasannya itu.


"Kamu denger kan yang dikatakan Aruna barusan ?" Tanya Arion ketika Restu kembali masuk ke dalam ruangannya.


"Tentu saja. Gadis itu berbicara di depanku jadi mana mungkin aku gak dengar." Balas Restu masih menyisakan emosinya pada Lisa.


"Apa Aruna sudah tahu haknya pada perusahaan ini ?" Gumam Arion menatap Restu yang terkejut medengarnya.


"Maksudnya ?!"


Arion kemudian menceritakan apa yang pernah kakek Ramdhan ceritakan padanya. Restu berhak tahu toh saat ini hubungan mereka bukan hanya sebagai sahabat tapi juga saudara ipar. Yang berarti semua masalah perusahaan dan keluarga harus diketahui pula oleh Restu.


"Aruna sangat sulit untuk ditebak suasana hatinya. Gadis itu terlalu pandai mengendalikan diri." Balas Arion menyugar rambutnya.


"Apa rencana untuk selanjutnya setelah kini Aruna kembali dan akan selalu bersama kita , hmmm ??" Restu menggoda Arion dengan menaik turunkan alisnya.


Sebagai seorang sahabat, Restu sangat memahami isi hati Arion. Selama ini ia rela tak menemui kakek Ramdhan dan tak berniat mencari pengganti Aruna karena dalam hatinya hanya ada nama mantan istrinya itu. Arion benar-benar ingin membuktikan diri jika ia bisa berubah menjadi lebih baik.

__ADS_1


"Semoga saja semesta mendukungku dan memberikan kesempatan pada kami untuk bersama hingga menua." Balas Arion tak ingin terlalu berharap banyak.


Sudah cukup bagi Arion bertaubat dan menyadari kesalahannya disertai doa setiap saat, sisanya biarkan Sang Pemilik Takdir yang menentukan. Arion kini menyadari jika jodoh, rejeki dan maut sudah ditentukan sejak manusia itu masih dalam kandungan sehingga ketika dilahirkan kita sudah menggenggam takdir masing-masing. Rejeki setiap makhluk sudah tertakar dan tak mungkin tertukar demikian pula haknya dengan jodoh dan maut.


🌟🌟🌟


Aruna sesekali melirik jam tangannya yang melingkar manis pada pergelangan tangannya sambil terus mengendarai mobilnya. Ia ingin menikmati makan siangnya di sebuah restoran yang sedang viral akhir-akhir ini. Meskipun Aruna hidup di negeri orang namun ia tetap update kejadian ditanah air termasuk restoran yang terlihat dalam sebuah Video menunya menggugah selera disertai dekorasi yang mengusung tema pedesaan.


Dengan menggunakan google maps, akhirnya Aruna tiba pada tujuannya. Ia tersenyum memperhatikan sekeliling restoran tersebut, sejenak ia menikmati suasana yang terasa berbeda. Setelah puas, Aruna kemudian melangkahkan kakinya memasuki restoran tersebut dan matanya langsung disuguhkan dengan penampakan yang sangat artistik.


Tak ingin membuang-buang waktu lebih lama lagi, akhirnya Aruna memilih tempat duduk yang berada di dekat jendela agar matanya bisa menyaksikan suasana di sekitar restoran itu.


🌺🌺🌺🌺


SELAMAT SIANG READERS


SELAMAT MEMBACA, SEMOGA TERHIBUR

__ADS_1


DAN TERIMA KASIH ATAS DUKUNGANNYA


__ADS_2